Powered By Blogger

September 3, 2009

Refleksi Diri Lewat Buku "IMAN KRISTEN"


Saya sudah membaca sebuah buku berjudul IMAN KRISTEN yang dibuat oleh Dr. harun Hadiwijono. Lewat buku ini, aku bisa mengambil esensi yang bagus dan bisa berefleksi melaluinya.


Buku Iman Kristen yang telah saya baca memberi saya beberapa pengetahuan baru tentang arti suatu iman. Saya belajar bahwa Allah menyatakan diriNya kepada umatNya, sehingga umatNya mengenal Allah, namun proses pernyataan itu tidaklah sempurna, masih harus melalui proses yang cukup panjang agar proses pengenalan Allah dan manusia itu menjadi jelas.



Buku ini memberi saya ilmu bahwa iman adalah menerima kesaksian orang lain. Awalnya saya agak heran membaca pernyataan ini, akhirnya setelah saya lanjutkan membaca, saya sadar bahwa arti dari sebuah iman adalah mengamini berita yang dibawakan kepadanya sebagai berita yang benar, atau dengan kata lain percaya sepenuhnya akan pengalaman atau mujizat yang dialami oleh orang lain. Dengan percaya sepenuhnya, berarti kita percaya pula dengan yang Maha Kuasa. Bahkan definisi iman ini juga dikatakan dengan sama di Roma 10:17.


Iman memiliki hubungan yang lekat dengan injil. Sebab injil yang diterima itu tidak membiarkan orang tidak bergerak, melainkan injil menggerakkan hati orang itu hingga percaya, dan hidup dari kepercayaannya tadi. Isi dari pengetahuan iman adalah kehendak Tuhan Allah dalam arti yang seluas-luasnya. Pengetahuan yang seluas-luasnya ini tidak dengan sendirinya diberikan bersama-sama dengan iman, sebab semua orang beriman harus mengusahakannya. Artinya walaupun kita telah menjadi orang yang beriman, dalam mencerna suatu injil di pikiran kita untuk memperoleh pengetahuan dalam arti yang seluas-luasnya, kita semua harus berusaha.


Iman terdiri dari 3 unsur pendukung. Yang pertama adalah unsur ketaatan. Sebab iman berarti mentaati isi injil. Yang kedua adalah unsur pengetahuan, sebab iman mengandaikan adanya pengetahuan yang menjadi alasnya dan yang menjadi sumber kekuatannya. Ketiga adalah mempercayai, mengandalkan. Sebab iman bukanlah bersandar kepada hal-hal duniawi, akal pikiran kita, melainkan kepada karunia Allah.


Bagi saya pribadi, hal paling menarik dari buku Iman Kristen ini adalah pada bagian terakhir dari buku ini, yaitu di Bab 6 yang membahas mengenai Akhir Zaman. Setelah membaca bagian ini, saya percaya kalau saya, dengan banyak pembaca Iman Kristen yang lain, akan semakin dikuatkan imannya dengan membaca bagian ini. Pada bagian Akhir Zaman, dijelaskan dengan cukup detail mengenai saat-saat akhir dunia dilihat dari segi firman. Baik dari pandangan iman Hindu, Budha, maupun Islam. Pada bagian Akhir Zaman ini, dijelaskan oleh Dr. Harun Hadiwijono kalau kitab Wahyu tidak menjelaskan urutan-urutan kejadian yang terjadi di akhir zaman. Sebab kitab Wahyu menyatakan kejadian yang akan terjadi dengan kalimat wahyui, bukan menyatakan kejadian yang akan terjadi secara urut. Bahkan di bagian ini, dikatakan bahwa adanya kerajaan Seribu Tahun itu telah barlangsung saat ini. Namun pendapat ini sampai saat ini masih saya ragukan dan belum bisa saya terima, dengan alasan saya telah mendapat ajaran bahwa kerajaan seribu tahun baru akan tercipta setelah masa Antikristus berakhir. Selain itu, dijelaskan dengan baik di bagian ini mengenai kebangkitan orang-orang mati, bumi yang baru, serta hidup kekal yang akan diperoleh oleh semua orang yang percaya di saat akhir.



Buku Iman Kristen ini mengajar saya banyak hal. Walau ada beberapa bagian di buku ini yang cukup sulit saya mengerti, namun banyak pula hal menarik yang bisa saya peroleh dari buku ini. Saya harap buku ini juga bisa mengajarkan banyak hal dan menjadi berkat bagi para pembaca yang lainnya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, jangan malu-malu...