Powered By Blogger

September 7, 2009

Contoh Peristiwa Komunikasi Berdasarkan Prinsip-Prinsip Komunikasi



PRINSIP 1: KOMUNIKASI ADALAH PROSES SIMBOLIK


  1. LAMBANG BERSIFAT SEBARANG, MANASUKA, ATAU SEWENANG-WENANG:

Contoh Peristiwa:

Suatu merk dapat menjadi lambang kekayaan seseorang di mata masyarakat, contohnya saat seorang anak muda di suatu pusat perbelanjaan memakai pakaian dengan merk Billabong, maka orang-orang yang melihat anak muda tersebut dapat menebak kalau anak muda tersebut adalah seseorang yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas, namun di saat anak muda yang lain memakai pakaian Balibong, atau merk Billabong yang dipalsukan sehingga harganya jauh lebih murah, maka standard ekonomi orang tersebut di mata orang-orang yang melihatnya akan menurun. Orang-orang bisa memprediksikan kalau orang tersebut merupakan orang dengan perekonomian menengah ke bawah hanya karena pakaian yang ia kenakan merupakan pakaian dengan merk palsu, karena sudah pasti pakaian tersebut murah harganya.



  1. LAMBANG PADA DASARNYA TIDAK MEMPUNYAI MAKNA; KITALAH YANG MEMBERI MAKNA PADA LAMBANG:

Contoh Peristiwa:

Sebenarnya membuka payung di dalam rumah atau duduk di depan pintu rumah bukanlah sesuatu yang aneh, namun karena alasan-alasan yang ditakuti orang, seperti saat membuka payung di dalam rumah, takut akan terkena barang-barang sehingga rusak, atau saat duduk di depan pintu rumah takut mengganggu orang-orang yang akan keluar, akhirnya membuka payung di dalam rumah dan duduk di depan pintu rumah digambarkan sebagai sesuatu yang terlarang dan akan membawa sial.



  1. LAMBANG ITU BERVARIASI:

Contoh Peristiwa:

Kata ‘hot’ dalam bahasa Inggris memiliki arti panas, namun kata ‘hot’ juga dapat diartikan bermacam-macam, seperti seksi, menggairahkan, luar biasa, dan lain sebagainya. Contohnya saat seseorang mengatakan “That’s really hot!!” maka dalam kalimat ini, dapat diartikan hot sebagai kata ‘keren’.



PRINSIP 2: SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI (Dilihat dari sisi komunikan)


Contoh Peristiwa:

Saat seseorang tidak sengaja bersin di sebelah orang lain, orang yang bersin itu bertindak sebagai komunikator secara tak langsung, sebab ia menyampaikan suatu komunikasi, namun tanpa ia sadari. Walaupun begitu, orang di sebelahnya sebagai komunikan dapat dengan sadar menerima pesan tersebut sebagai suatu komunikasi. Setelah tahu si komunikator bersin, si komunikan dapat merespon, enah dengan berpikir kalau orang di sebelahnya sedang sakit flu, takut tertular, sampai berdiri dan mencari tempat duduk lain untuk menghindari si komunikator yang bersin.



PRINSIP 3: KOMUNIKASI MEMPUNYAI DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN


Contoh Peristiwa:

Saat seseorang ingin meminjam uang, ia bisa meminjam uang dari ayah maupun adiknya, dan dalam hal ini pesan yang ia sampaikan akan berbeda karena ia jauh lebih hormat kepada ayah daripada kepada adiknya. Contoh saat meminjam uang dari ayah, ia akan berkata, “Permisi, yah. Boleh tidak saya meminjam uang untuk membayar tugas kuliah?” dalam hal ini, ia meminjam dan menjelaskan tentang kegunaan uang yang akan ia pinjam, karena ia ingin ayahnya tahu kegunaan uang tersebut jadi ayahnya tidak akan marah. Se4dangkan saat meminjam uang dari si adik, ia akan berkata, “Dik, aku pinjam uangmu ya. Nanti pasti aku kembalikan.” Dalam hal ini, si kakak meminjam tanpa menjelaskan untuk apa uang tersebut, namun ia lebih menekankan kalau ia pasti akan mengembalikan uang itu, karena bagi si adik, uang itu tentu harus dikembalikan karena ia membutuhkannya, namun jika dengan ayah, uang itu bisa diberikan secara cuma-cuma karena sang ayah melihat kalau anaknya memang benar-benar membutuhkan uang tersebut untuk tugasnya.



PRINSIP 4: KOMUNIKASI BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN (Dilihat dari sisi komunikator)


Contoh Peristiwa:

Dalam hal ini komunikator melakukan komunikasi dengan berbagai tingkat kesadaran. Saat sedang marah dan ia menampar wajah orang yang sedang ia marahi, ia bisa melakukan itu dengan tingkat kesengajaan yang sangat rendah karena ia sudah gelap mata. Namun saat berpidato, sang komunikator tentu akan menjalankan pidato tersebut dengan tingkat kesengajaan yang tinggi.



PRINSIP 5: KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU


Contoh Peristiwa:

Saat sedang di rumahnya sendiri, seseorang bisa bertindak sesukanya tanpa mempedulikan sopan santun, sebab ia merasa sedang di rumahnya sendiri. Namun saat ia sedang bertamu di rumah orang, perilakunya bisa berubah drastis demi menghormati sang tuan rumah, ia bisa berubah menjadi jauh lebih sopan dan lebih tidak banyak bicara, hanya karena ruang dan waktunya berbeda.



PRINSIP 6: KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI


Contoh peristiwa:

Di Indonesia, setelah makan, seseorang yang ingin bersendawa akan berusaha menahannya atau melakukannya tanpa suara karena merasa itu adalah suatu tindakan yang tidak sopan, sebab ia sebagai komunikator akan memprediksikan reaksi orang-orang di sekitarnya, dan tentunya ia akan malu jika dianggap jorok dan tidak sopan. Namun di Arab, seseorang yang melakukan sendawa setelah makan akan dianggap menghormati masakan tuan rumah, kaena sendawa di Arab diartikan sebagai suatu kepuasan akan makanan yang dihidangkan. Jadi orang Arab akan memprediksikan reaksi orang-orang di sekitarnya sebelum akan bersendawa, dan saat ia merasa itu tidak apa-apa dan ia akan dianggap menghormati masakan tuan rumah selesai bersendawa, maka ia akan bersendawa tanpa merasa malu.



PRINSIP 7: KOMUNIKASI BERSIFAT SISTEMIK


Contoh Peristiwa:

Komunikasi memiliki sistem internal dan eksternal di dalamnya. Contohnya Joko kurang menyukai kebiasaan buruk temannya, Anita yang suka menjelek-jelekkan teman-temannya di belakang. Secara internal, Joko terus berpikir, bagaimana caranya menasehati Anita tentang kebiasaan buruknya itu tanpa menyakiti perasaannya atau membuatnya marah. Akhirnya secara eksternal pesan itu Joko sampaikan lewat perkataan, “Anita, saya sebagai teman yang peduli kepadamu mau menasehatimu, menurutku sebaiknya kamu berusaha menghilangkan kebiasaan buruk itu, sebab menjelek-jelekkan orang di belakang mereka itu bukanlah hal yang baik.”



PRINSIP 8: SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL-BUDAYA, SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI


Contoh Peristiwa:

Karena Bunga yang berasal dari Indonesia berteman dengan Ashraf yang berasal dari Malaysia, maka komunikasi di antara mereka berdua dapat berjalan dengan efektif, sebab kehidupan sosial-budaya di Indonesia dan Malaysia tidak jauh berbeda. Namun saat Ashraf yang dari Malaysia berkenalan dengan Miho yang dari Jepang, komunikasi di antara mereka berdua tidak berjalan dengan sangat efektif, sebab kehidupan sosial-budaya antara Jepang dan Malaysia sangatlah berbeda.



PRINSIP 9: KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL


Contoh Peristiwa:

Dalam hal ini, komunikator dapat menjadi komunikan, dan sebaliknya, komunikan dapat berubah menjadi komunikator. Contohnya saat Reuben sedang belajar bersama Andrew, awalnya Reuben-lah yang mengajari Andrew. Disini Reuben berperan sebagai komunikator yang menyampaikan pesan pada Andrew. Namun saat mencapai topik yang dimengerti Andrew dan tidak terlalu dikuasai Reuben, maka posisi keduanya bisa berbalik, Andrew yang berperan sebagai komunikator yang mengajari Reuben.



PRINSIP 10: KOMUNIKASI BERSIFAT PROSESUAL, DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL


Contoh Peristiwa:

Suatu komunikasi dapat merubah pandangan komunikan. Contoh pada awalnya Robert sangat tidak menyukai bisnis MLM, ia bahkan pernah berjanji tidak akan bergelut di dalamnya. Namun setelah Jack yang mengikuti bisnis Tianshi mengadakan prospek pada Robert selama dua jam, pandangan Robert terhadap MLM bisa berubah drastis, bahkan Robert bisa menjadi anggota bisnis MLM Tianshi dan menjadi anggota yang sangat aktif.



PRINSIP 11: KOMUNIKASI BERSIFAT IRREVERSIBLE


Contoh Peristiwa:

Pesan yang telah disampaikan lewat komunikasi tidak akan dapat ditarik kembali, contohnya saat Once yang berprofesi sebagai penyanyi meluncurkan sebuah lagu, ia mengatakan kalau judul lagu tersebut masih belum pasti, namun karena pada bagian refrain lagu itu banyak terdapat kata-kata “Aku Mau”, akhirnya Once-pun mengijinkan masyarakat menyebut judul lagu itu “Aku Mau”. Namun setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya Once mengatakan bahwa lagu tersebut berjudul, “Aku Cinta Kau Apa Adanya”, namun masyarakat tetap merasa bahwa lagu itu berjudul “Aku mau” sebab pesan itu sudah sangat melekat di pikiran masyarakat. Akhirnya Once tidak mempermasalahkan tentang judul sebenarnya dari lagu itu, sebab ia sudah pernah memberi ijin masyarakat untuk menyebut judul lagunya sebagai “Aku Mau”, dan ijin dari Once itu sudah tidak bisa ditarik kembali.



Semoga informasi ini bisa berguna buat kalian yah!^^


11 comments:

  1. pas bgt mlm ni aku lagi ngerjain tugas pik untuk presentasi besok. aku da pusink bgt nyari contoh kasusnya gmn, sdgkn klo baca dari buku, kayaknya susaaaaahhh bgt dicerna. malah bukunya termasuk best seller di indonesia. tapi tdk 1 pun dari kami (aku n tmn2) bs ambil contoh kasus dr buku tsb. Puji Tuhan, aku temukan blog kmu, aku sng bgt, aku bs ngerti skrg dan lebi gmpang memahami prinsip2 kmunikasi itu. tapi....prinsip ke 12 nya mana??
    ^^

    ReplyDelete
  2. Ya bagus kalo bisa bantu...^^

    Btw, ini aku dapet dari buku, terus ajaran dosen, and then contohnya aku aplikasi sendiri... Dan kayaknya memang cuma ada 11 prinsip kok di komunikasi itu..^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk xen, prinsip komunikasi itu ada 12. Menurut buku pengantar ilmu komunikasi dari prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. Prinsip yang ke 12 itu: Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.

      Delete
    2. But thank's buat contoh peristiwanya ngebantu banget buat aku.

      Delete
  3. Aku dah baca semuanya dan sangat berguna bgt tuk pengetahuan aku, tapi Bisa tolong bantu aku tentang contoh-contoh komunikator dengan citra diri sendiri...???
    tq sebelum nya yaah..

    ReplyDelete
  4. wah pas bgt da tugas nyari prinsip komunikasi yg berhubungan dg kesehatan, n aq xari study kasus sulit bgt klo baca dr materix....
    untungnya da info ini jd bsa tahu contonya.
    nice info,,,,,,,

    ReplyDelete
  5. Contoh Peristiwa Komunikasi Berdasarkan Prinsip-Prinsip Komunikasi tetapi yang di pasar ada nggak ya ? :(

    ReplyDelete
  6. waduuuhhhh...........

    blog ini sangat tepat sekali bwt saya....
    kalo saya baca buku kepala jadi pusing...
    mending lihat sni aja..
    saya jadi mudah memahaminya..

    thanks bngd buat xen...........

    ReplyDelete
  7. oy,, satu lagi...

    kalo bisa di tambah lagi dengan penjelasan masing-masing prinsip-prinsip komunikasinya ya...

    ReplyDelete
  8. Bukannya ada 12 ya jumlahnya.. dosen gue ngak ada ujian yang ada persentasi di uts besok

    ReplyDelete
  9. Kurang 1 itu mah ,jumlahnya 12 kan yaa seharusnya. .

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, jangan malu-malu...