Powered By Blogger

August 20, 2010

Prophecy of Barack Obama

.


100 tahun dari ramalan penubuat Kenya akan masa depan “Anak Kenya” (Obama) mulai terbuka…




Dari abad yang lalu, peramal Kenya yang besar, Johanwa Owalo, penemu dari Gereja Kenya Nomiya Luo, dan yang dipercaya oleh warga Kenya sebagai Nabi dengan karunia bernubuat yang mirip seperti Yesus Kristus dan Muhammad, pada tahun 1912 menyatakan nubuat mengerikan tentang Amerika Serikat:


Sangat jauh mereka (Amerika Serikat) bersatu dalam kejahatan di masa itu (masa depan) sehingga kehancuran mereka telah dikunci oleh Bapaku. Kota besar mereka akan terbakar, tanaman-tanaman mereka dan ternak mereka akan menderita penyakit dan mati, anak-anak mereka akan binasa karena penyakit yang tidak pernah dilihat di dunia ini, dan aku menyatakan padamu misteri terbesar dari segala hal yang telah diijinkan untuk kulihat, bahwa kehancuran mereka (Amerika Serikat) akan tiba melalui tangan penuh dendam dari salah satu anak kita sendiri. (“Visions of the Great Nyasaye, A Study of the Luo Religion in Kenya”, Order of Sorcha Faal, Sister Mary McCrea © 1915)




Artikel oleh Sorcha Faal ini dilanjutkan dengan:


“Untuk mempelajari tingkat akurasi nubuat Kenya dari Johanwa Owalo, kita harus memperhatikan banyaknya kebetulan yang telah terjadi dalam 100 tahun ramalan yang tampaknya terus bergaung dalam saat-saat sulit kita. Senator Obama memang muncul untuk memenuhi nubuatan tersebut karena memang, ia adalah, jelas, ‘anak’ dari agama suku Kenya Luo (gabungan dari Kekristenan dan kepercayaan suku Afrika), karena ia telah lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawai dari ayahnya Barack Obama Sr. (lahir di Propinsi Nanza, Kenya, dari etnis Luo) dan Stanley Ann Dunham (yang memberinya nama dari nama awal ayahnya).”




“Yang jauh lebih menarik, mungkin, adalah fakta bahwa anak dari orang Kenya Luo ini, Barack Obama, memiliki tujuan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat dalam waktu yang sama ketika kebangsaan ayahnya sedang dalam krisis karena adanya cacat pada (dan beberapa menyataan ‘kecurian’) pemilihan umum yang membawa warga Kenya jatuh dalam perang suku yang merenggut nyawa 1.000 orang, yang dipercaya banyak warga Luo sebagai pengantar untuk waktu yang telah dinubuatkan oleh peramal mereka, Johanwa Owalo…”


Karena binatang pertama dalam Wahyu 13 (Obama) dinubuatkan hanya memiliki waktu 42 bulan (3,5 tahun), maka waktunya dimulai sejak hari Inagurasi Kepresidenan Obama pada 20 Januari 2009, yang berarti bahwa pada akhir Juli 2012 kita akan melihat kehancuran dari Amerika Serikat, kemungkinan terjadi dari nuklir yang dideskripsikan sebagai kehancuran dari “Putri Babel” (Amerika) dan rajanya dalam Yeremia 50 dan 51.


The alien who is among you shall rise higher and higher above you, and you shall come down lower and lower…” (Deuteronomy 28:43).

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah…” (Ulangan 28:42).





Mungkinkah nubuatan dari Johanwa Owalo tentang ‘anak’ dari Kenya ini tepat seperti yang digadang-gadangkan bahwa ia adalah nabi yang bernubuat dengan tingkat akurasi seperti Yesus? Mari kita nantikan akhir Juli 2012. Semoga saja semua ini hanya akan menjadi legenda Kenya



Sumber:

http://www.christian-forum.net/index.php?showtopic=25500

http://www.firststonellc.com/JohanwaOwaloResearch.pdf



.

Cukup Itu Berapa?

.

Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".




Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.




Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. MASIH KURANG! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. BELUM CUKUP! Dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena ia tak pernah bisa berkata "cukup".

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya kurang, belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa KURANG dan KURANG. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan dengan tulus oleh orang yang bisa mengucap syukur.

Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "CUKUP" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandek, dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia. Belajarlah berkata "cukup".




FILIPI 4:11-13
"Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam SEGALA KEADAAN. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."



Sumber: Warta GBI Imamat Rajani edisi 15-22 Agustus 2010


.

August 15, 2010

INDEPENDENCE IN GOD

.



Independence / kebebasan / kemerdekaan merupakan sesuatu yang sedang kita peringati di bulan ini. Pada tanggal 17 Agustus 2010, kita bersama-sama akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yaitu hari dimana Indonesia terbebaskan dari segala bentuk penjajahan negara lain.


Namun apakah kemerdekaan itu telah benar-benar membebaskan Indonesia dari segala aspek? Hmm… Kalau menurut kalian belum, coba renungkan, di aspek apa kita belum merdeka, dan apa yang bisa kamu lakukan untuk membebaskan negara ini dari ‘penjajahan’ itu.




Berbicara tentang kemerdekaan, berarti bicara tentang menjadi pribadi yang independent, yaitu pribadi yang mandiri dalam Tuhan. Maksudnya?? Kita tidak bisa menjadi remaja yang terus-terusan memiliki kerohanian bayi. Sudah saatnya kita belajar dewasa, belajar mendiri. Saat teduh tiap hari, baca firmanNya tiap hari, berdoa dengan intim dan sungguh-sungguh tiap hari. Semua harus mulai kita jalankan secara dewasa dan mandiri, agar kita bisa benar-benar MERDEKA! Mungkin tidak mudah pada awalnya, tapi itulah yang disebut belajar. Kita harus mau sangkal diri. Kita yang suka tidur melulu atau main game melulu, sudah saatnya kita merelakan waktu kita dengan hal yang bagi kita awalnya tidak asik. Tapi percaya deh, kalau kita terus jalankan, kita akan semakin menikmatinya dan merasakan adanya Tuhan dan lawatanNya bagi kita.





Ayo MERDEKA!


.

Kacamata Bolong: "Uuuurgh" Fashion...

.

Dari jaman ke jaman selalu aja inovasi baru di dunia fashion, hal-hal yang di dekade tertentu dianggap sampah, di dekade lain bisa dianggep something cool yang wajib dipake..

Temenku nih yang doyan banget K-Pop, bilang ke aku, "Ini lagi booming banget di Korea nih!"
Dan aku melihat sesuatu yang bagi aku sama sekali nggak keren...


Kacamata


Apa yang "spesial" dari kacamata ini?

Kacamatanya bolong... Tanpa kaca, dan katanya lagi digandrungi banget di Korea.

Nggak bisa gue menalar barang ini bisa bikin seseorang makin keren, bahkan aku melihat benda ga berfaedah ini malah bikin orang yang make keliatan haus perhatian banget...




Gimana menurutmu?


.

August 12, 2010

BAB 10: Jangan Menyembah Maria

.


Dalam Kerajaan Surga, kami melihat hal-hal indah seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”



Ketika kami tiba di Kerajaan Surga, segalanya begitu spektakuler dan indah; begitu banyak hal-hal besar dan luar biasa untuk merasakan kebesaran Tuhan. Sungguh spesial; tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Kami bisa mengatakan bahwa ada jutaan anak-anak di tempat itu.


Kami melihat anak-anak dari berbagai usia, Surga dibagi-bagi ke dalam beberapa seksi. Kami melihat sejenis rumah-bayi yang menjadi tempat anak-anak usia 2-4. Kami juga memperhatikan bahwa anak-anak di Surga bertumbuh dan ada sekolah-sekolah dimana anak-anak tersebut diajari Firman Tuhan. Pengajar mereka adalah malaikat-malaikat, dan mereka mengajari anak-anak menyanyikan lagu pujian dan bagaimana caranya menyembah Tuhan Yesus.


Ketika Tuhan tiba, kami dapat melihat sukacita yang kuat dari Raja kita. Walaupun kami tidak bisa melihat wajahNya, kami dapat melihat senyumanNya memenuhi seluruh tempat. Ketika Ia tiba, semua anak berlari ke arahNya! Di tengah-tengah semua anak itu, kami dapat melihat Maria, ibu dari Tuhan Yesus di bumi. Ia adalah wanita yang cantik.


Kami tidak melihatnya di atas tahta dan tidak seorangpun menyembahnya. Ia ada disana sepadan dengan semua wanita di Surga, seperti semua manusia di bumi, ia harus memperjuangkan keselamatannya. Ia mengenakan kain putih dan sebuah sabuk emas melingkar di pinggangnya, dan rambutnya terurai sampai ke pinggangnya.





Di bumi, kami telah mendengar banyak orang menyembah Maria karena ia adalah ibu dari Yesus, tetapi aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Satu-satunya gerbang menuju kerajaan Surga adalah Yesus dari Nazaret.


Kami juga memperhatikan, disana tak ada matahari atau bulan. Firman Tuhan berkata lewat Wahyu 22:5 “Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”


Kami dapat melihat kemuliaan Tuhan. Kami merasa sangat kesulitan untuk mendeskripsikan kengerian di neraka, namun rupanya jauh lebih sulit untuk mencoba menjelaskan hal-hal sempurna yang diciptakan Pencipta kita. Ketika kami di sana, kami berlari dan berusaha melihat semuanya. Kami dapat berbaring di rumputnya, dan kami dapat merasakan kemuliaan Tuhan. Suara siulan yang lembut; hembusan angin lembut yang membelai wajah kami, sungguh merupakan hal yang sangat indah.


Di tengah-tengah langit , kami melihat sebuah salib raksasa yang terbuat dari emas murni. Kami percaya ini bukan penyembahan berhala namun lebih merupakan simbol yang menunjukkan bahwa lewat kematian Yesus di kayu salib, kita dapat memasuki gerbang Surga.


Kami melanjutkan perjalanan di Surga. Sungguh sangat menyenangkan bisa berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. Disana kami tahu dengan pasti, siapakah Tuhan yang sedang kita layani… Yesus dari Nazaret. Banyak orang di bumi berpikir bahwa ada Tuhan di atas, yang hanya menunggu sampai kita berbuat dosa, supaya Ia dapat menghukum kita dan mengirim kita ke neraka. Tapi itu tidak benar. Kami dapat melihat Yesus yang adalah teman; Yesus yang menangis di saat kau meangis. Yesus adalah Tuhan dari cinta, keharuan, dan belas kasih; Ia meletakkan kita di tanganNya untuk menolong kita melanjutkan jalan keselamatan.





Tuhan Yesus juga mengijinkan kita untuk berjumpa dengan tokoh dalam Alkitab. Kami bertemu dengan Raja Daud yang diceritakan dalam Firman. Ia adalah pria yang tampan, tnggi, dan wajahnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Sepanjang waktu kami ada di Surga, hal yang dilakukan Raja Daud adalah menari, menari, menari, dan memberikan segala sembah dan penghargaan untuk Tuhan.





Bagi siapapun yang sedang membaca testimoni ini, aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”, dan aku juga memberitahumu, hanya orang-orang pemberani yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga.



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

August 1, 2010

BAB 9: Bayi yang Ku Aborsi di Surga

.

Wahyu 21:4

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.



Ketika kami tiba, pintu-pintu besar itu terbuka untuk kami, dan aku mulai melihat lembah yang dipenuhi bunga. Bunga-bunga itu begitu indah dan aromanya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan total seperti yang belum pernah kami rasakan di bumi. Kami merasakan kedamaian memenuhi hati kami, dan sewaktu kami melihat bunga-bunga itu, kami memperhatikan bahwa tiap-tiap bunga unik; tiap kelopak berbeda-beda, asli, dan memiliki warna-warna yang unik.


Di dalam hatiku, aku berkata pada Tuhan kalau aku menginginkan bunga-bunga seperti itu. Tuhan memberikan ekspresi setuju, aku mendekati salah satu bunga dan mulai menariknya. Tapi tidak ada yang terjadi, aku tak bisa mencabut bunga itu dari tanah. Aku bahkan tidak bisa mencabut kelopak atau daunnya. Lalu Tuhan memecahkan keheningan dengan berkata, “Disini semua harus dilakukan dengan cinta.” Ia menyentuh sebuah bunga dan bunga itu menyerahkan dirinya pada tangan Tuhan. Ia lalu memberikannya pada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan aroma bunga itu tetap ada bersama kami.


Kami sampai ke suatu tempat dengan kumpulan pintu-pintu cantik. Pintu-pintu ini tidak sederhana, pintu-pintu itu benar-benar terukir dengan rumit dan dipenuhi batu-batu berharga yang terpasang. Pintu itu terbuka dan kami memasuki sebuah ruangan yang berisi banyak orang. Semua orang berlari kesana-kemari melakukan persiapan. Beberapa dari mereka membawa gulungan jubah putih yang bercahaya di bahu mereka, yang lain membawa bergelendong-gelendong benang emas, dan bahkan yang lain membawa sesuatu seperti piring dengan sesuatu seperti perisai di dalamnya. Semua orang berlari dengan tujuan.


Kami menanyai Tuhan, mengapa ada begitu banyak tugas dan kesibukan. Lalu Tuhan menunjuk seorang pria muda untuk datang mendekat. Pria ini membawa gulungan lenan putih di bahunya. Ia datang dan melihat kepada Tuhan denan hormat. Ketika Tuhan bertanya mengapa ia membawa gulungan lenan itu, ia hanya melihat kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Kau tahu lenan ini untuk apa! Lenan ini akan dipakai untuk membuat jubah bagi orang-orang yang bertobat, jubah bagi para mempelai.” Saat mendengar ini, kami merasakan kesukaan dan kedamaian yang besar. Wahyu 19:8 memberitahu kita, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”


Ketika kami keluar dari tempat itu, kami bahkan bisa merasaan kedamaian yang lebih lagi, karena sungguh indah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membuat hal-hal yang baik untuk kami. Ia punya tempat dan waktu untukmu karena engkau sangat penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, mata kami tersesat dalam tiap detail di Surga. Seakan-akan tiap benda memiliki kehidupan masing-masing, dan segala sesatu di sana seperti memberikan kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu kami datang ke tempat dimana jutaan dan jutaan anak-anak berada, dari segala usia. Ketika mereka melihat Tuhan, mereka semua ingin memelukNya, untuk mersakan cintaNya lebih lagi, karena Ia adalah gairah mereka. Yesus adalah gairah tiap anak disana. Kami ingin menangis melihat beapa Tuhan sangat memanjakan tiap-tiap anak, betapa ia mencium mereka dan memegang tangan mereka.




Kami melihat malaikat-malaikat datang mendekat kepada Tuhan dengan membawa bayi-bayi yang terbungkus kain linen. Tuhan membelai, menyentuh, dan menciumi dahi mereka, kemudian malaikat-malakat itu membawa mereka pergi. Kami bertanya pada Tuhan kenapa ada begitu banyak anak kecil disana, apakah anak-anak itu akan dikirim ke bumi. Tuhan terdengar tersentuh untuk sementara, lalu Ia berkata, “Tidak, anak-anak ini tidak untuk dikirim ke bumi! Mereka adalah anak-anak yang di aborsi di bumi, yang orang tuanya tidak mau memiliki mereka. Mereka adalah anak-anakKu dan Aku mencintai mereka.” Aku menganggukkan kepala, dan bahkan suaraku bergetar untuk menanyakan hal seperti itu kepada Tuhan.


Ketika aku tidak mengenal Tuhan sebagai jalan kehidupan, aku melakukan suatu kesalahan dan berdosa seperti banyak orang lain. Di antara dosa-dosa itu adalah aborsi yang pernah aku lakukan. Ada sebuah momen dimana aku berhadapan wajah dengan Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah bayi yang ku aborsi dulu ada disini?” Tuhan menjawab, “Ya.” Aku mulai berjalan ke salah satu sisi dan aku melihat seorang bocah kecil yang tampan. Di dekatnya berdiri malaikat. Malaikat itu memandangi Tuhan, dan bocah itu sedang membelakangi kami.


Tuhan memberitahuku, “Lihat, itu anakmu.” Aku mau melihatnya, maka aku segera berlari kepadanya, namun malaikat menghentikanku dengan tangannya. Ia menyuruhku mendengarka apa yang dikatakan bocah itu terlebih dahulu. Aku mulai mendengar apa yang bocah itu ucapkan. Ia sedang berbicara dan melihat ke arah anak-anak lain. Ia bertanya pada malaikat, “Apakah papa dan mamaku akan segera kesini?” Malaikat itu melihat ke arahku, menjawabnya, “Ya, papamu dan mamamu akan segera datang.”


Aku tidak tahu kenapa aku diberi kesempatan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku aku tahu bahwa kata-kata itu adalah hadiah terbaik yang bisa Tuhan berikan untukku. Anak kecil ini tidak berbicara dengan kemarahan atau luka, mungkin ia bahkan tahu bahwa kami tidak membiarkannya dilahirkan. Ia secara sederhana menantikan dengan cinta yang Tuhan taruh dalam hatinya.


Kami melanjutkan perjalanan, tetapi aku menyimpan gambaran bocah itu di hatiku. Aku tahu bahwa setiap hari aku harus melakukan usaha untuk bisa bersama dengannya suatu hari nanti. Aku punya satu alasan lagi untuk ke sana, karena seseorang sedang menunggu-nunggu aku di kerajaan Surga. Firman Tuhan memberitahu kita lewat Yesaya 65:19, “Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”


Kami tiba di suatu tempat dengan gunung-gunung kecil, dan Tuhan Yesus mulai menari. Di depanNya banyak orang berpakaian dalam jubah putih dan mereka semua mengangkat tangan-tangan mereka yang membawa dahan zaitun yang hijau. Ketika mereka melambaikan dahan-dahan itu di udara, dahan-dahan itu melepaskan minyak. Tuhan telah menyiapkan hal-hal hebat untukmu! Sekaranglah saatnya untuk memberikan hatimu kepadaNya.




Tuhan memberkatimu!



TO BE CONTINUED...



.

July 28, 2010

BAB 8: Ariel di Surga

.

Ketika kami mulai naik ke Kerajaan Surga, kami tiba ke suatu tempat indah dengan pintu-pintu yang berharga. Di depan pintu-pintu itu ada dua malaikat. Mereka mulai berbicara, namun perkataan mereka merupakan bahasa malaikat dan kami tidak dapat memahami apa yang mereka bicarakan. Namun Roh Kudus memberi kami pengertian, mereka sedang menyambut kami. Tuhan Yesus menaruh tanganNya di pintu dan pintu itu terbuka. Jika Yesus tidak bersama kami, kami pasti tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Surga.


Kami mulai menghargai semua yang ada di Surga. Kami melihat pohon yang sangat besar, Alkitab menjelaskan pohon itu sebaai “Pohon Kehidupan” (Wahyu 2:7). Kami menuju sebuah sungai dan melihat ada banyak ikan di dalamnya. Segalanya tampak begitu luar biasa sampai-sampai aku dan temanku memutuskan untuk masuk ke dalam air. Kami mulai berenang di dalam air. Kami melihat ikan-ikan bergerak mengelilingi kami dan mereka mengusap dan menciumi tubuh kami. Mereka tidak berenang pergi seperti layaknya ikan di bumi; kehadiran Tuhan menenangkan ikan-ikan itu. Ikan-ikan itu dapat mempercayai kami karena mereka tahu bahwa kami tidak akan membahayakan mereka. Aku begitu terberkati dan terkagum-kagum hingga aku mengambil seekor ikan dan mengeluarkannya dari air. Yang begitu luar biasa adalah ikan itu begitu tenang menikmati kehadiran Tuhan bahkan di dalam tanganku. Aku mengembalikan ikan itu ke dalam air.


Aku dapat melihat di kejauhan ada kuda-kuda putih di Surga, seperti yang tertulis dalam firman Tuhan di Wahyu 19:11, “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya berama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil”. Kuda-kuda itu adalah kuda-kuda yang akan dipakai Tuhan saat Ia kembali ke dunia untuk menjemput umatNya, gerejaNya. Aku berjalan ke arah kuda-kuda itu dan mulai mengelus-elus mereka. Tuhan mengikutiku dan mengijinkanku menunggangi seekor kuda.





Ketika aku mulai menungganginya, aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya di bumi. Aku mulai merasakan kedamaian, kebebasan, cinta, kekudusan yang dapat diperoleh seseorang di tempat indah itu. Aku mulai menikmati segala hal yang dapat dilihat mataku. Aku hanya mau menikmati segalanya di Firdaus indah tersebut yang telah disediakan Tuhan bagi kita.


Kami juga dapat melihat meja-meja untuk pesta pernikahan, segalanya telah disiapkan. Meja-meja itu tidak memiliki awal dan akhir, kami melihat kursi-kursi disiapkan bagi kami. Disana juga tersedia mahkota kehidupan kekal yang telah siap untuk diambil oleh kami. Kami melihat makanan-makanan lezat telah siap bagi mereka yang diundang untuk menghadiri perjamuan nikah anak domba.





Malaikat-malaikat ada disana dengan membawa jubah-jubah putih yang telah disiapkan Tuhan bagi kita. Aku sangat terpesona melihat semua hal ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menerima Kerajaan Surga seperti anak-anak kecil (Matius 18:3). Ketika kami ada di Surga, kami seperti anak kecil. Kami mulai menikmati segalanya disana; bunga-bunganya, perumahannya… Tuhan bahkan mengijinkan kami untuk masuk ke rumah-rumahnya.


Lalu Tuhan membawa kami ke tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Tuhan berdiri di tengah-tengah mereka dan Ia mulai bermain-main dengan mereka. Ia memastikan untuk menghabiskan cukup waktu dengan tiap-tiap mereka, dan Ia menikmati bersama mereka. Kami mendekat pada Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah ini anak-anak yang akan dilahirkan ke dunia?”, Tuhan mejawab, “Tidak, anak-anak ini adalah anak-anak yang di aborsi di dunia”. Mendengar hal ini, aku merasakan ada sesuatu di dalam diriku yang membuatku terguncang.


Aku mengingat sesuatu yang telah ku lakukan di masa lalu, ketika aku belum mengenal Tuhan. Pada saat itu, aku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita dan pada akhirnya ia hamil. Ketika ia memberitahuku bahwa ia hamil, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, jadi aku memintanya memberiku waktu untuk mengambil keputusan. Waktu berlalu dan ketika aku pergi kepadanya untuk memberitahukan keputusanku, segalanya sudah terlambat sebab ia telah melakukan aborsi. Kejadian itu tidak dapat kulupakan. Bahkan setelah aku menerima Tuhan di dalam hatiku, aborsi itu merupakan sesuatu yang membuatku tidak dapat memaafkan diriku. Namun Tuhan melakukan sesuatu hari itu, Ia mengijinkan aku memasuki tempat itu dan memberitahuku, “Ariel, apakah kau lihat gadis kecil itu di sana? Gadis itu adalah anakmu.”


Ketika Ia memberitahuku hal itu, aku melihat gads kecil itu, aku merasa luka yang telah kumiliki dalam jiwaku untuk waktu yang lama mulai disembuhkan. Tuhan mengijinkan aku berjalan mendekatinya dan ia mendekatiku. Aku meraih tangannya dan melihat matanya. Satu kata kudengar dari bibirnya, “Papa”. Aku memahami dan merasakan bahwa Tuhan telah mengasihani aku dan mengampuniku, namun aku harus belajar untuk mengampuni diriku sendiri.


Temanku, siapapun yang membaca tulisan ini, aku mau memberitahumu sesuatu. Tuhan telah mengampuni dosa-dosamu, sekarang kau harus belajar untuk mengampuni dirimu sendiri. Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah mengijinkan aku membagi testimoni ini padamu. Tuhan Yesus Kristus, aku memberikan seluruh kehormatan dan kemuliaan hanya bagiMu! Testimoni ini berasal dari Tuhan, Ia mengijinkan kita menerima pewahyuan ini. Aku berharap setiap orang yang membaca testimoni ini menerima berkat dan menggunakan berkat itu untuk memberkati banyak orang lain.


Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.