Powered By Blogger

June 27, 2010

BAB 3: Kisah Sandra Tentang Neraka

.

Matius 10:28

Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.



Kapanpun jiwa-jiwa tiba di neraka, orang tersebut memperoleh tubuh yang telah mati. Tuhan Yesus meraih tanganku dan kami mulai berjalan melewati terowongan yang sangat gelap menuju ke pusat bumi. Kami tiba di suatu tempat dengan beberapa pintu; salah satu pintu terbuka dan kami masuk bersama Tuhan. Aku tidak akan melepaskan tangan Tuhan, karena aku tahu jika aku melepasNya, aku akan tinggal di neraka selamanya.


Setelah melewati pintu, aku melihat dinding yang sangat besar. Disana ribuan manusia digantung dari kepalanya dengan kait, dengan rantai yang mengikat tangan mereka ke dinding. Kami juga melihat ribuan orang berdiri di kobaran api dimanapun.




Kami menuju ke salah satu kobaran api dan api itu semakin menurun perlahan. Tidak lama aku melihat seseorang di dalamnya, dan ketika ia berbicara, aku dapat mengetahui bahwa ia adalah seorang laki-laki. Pria itu memakai pakaian pendeta, yang telah sangat kotor dan tersobek-sobek. Ulat-ulat menjalar keluar-masuk di seluruh tubuh pria ini. Ia terlihat terbakar dan hangus karena api. Matanya terlepas keluar dan dagingnya meleleh-leleh dan jatuh ke tanah. Namun setelah dagingnya terjatuh, dengan segera dagingnya tumbuh, dan seluruh proses itu akan terulang.


Ketika ia melihat Yesus ia berkata, “Tuhan kasihanilah aku, kasihanilah aku! Tolong keluarkan aku dari sini untuk sesaat! Hanya semenit!” Di dada pria ini terdapat piringan metal bertuliskan, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU MERAMPOK”.


Yesus mendekat dan bertanya pada pria itu, “Siapakah namamu?” Pria itu menjawab, “Andrew, namaku Andrew, Tuhan.” Tuhan bertanya lagi, “Berapa lama kau ada disini?” Andrew menjawab, “Aku sudah disini untuk waktu yang sangat lama.” Pria itu mulai menceritakan kisahnya. Ia berkata bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan persembahan dan mengorganisir distribusi keuangan untuk orang-orang miskin di gereja Katolik. Walau begitu, ia lebih memilih untuk mencuri uang-uang itu. Dengan mata penuh belas kasihan, Tuhan bertanya padanya, “Andrew, pernahkah kau mendengar firman?” Andrew menjawab, “Ya Tuhan, ada seorang wanita yang datang ke gerejaku dan berkotbah tentang firmanMu, tetapi aku tidak mau menerimanya. Aku tidak mau mempercayainya, tapi aku mempercayainya sekarang! Sekarang aku percaya bahwa ini sungguhan! Tolong Tuhan keluarkan aku dari sini, paling tidak untuk sesaat!”


Sewaktu ia berbicara, ulat-ulat merayap melewati lubang matanya, keluar dari telinganya, dan masuk ke tubuhnya lagi melalui mulutnya. Ia mencoba menarik ulat-ulat itu dengan tangannya tetapi itu sangat mustahil. Ia menjerit dengan mengenaskan dan terus memohon kepada Tuhan untuk berbelas kasih. Ia terus meminta Tuhan untuk mengeluarkannya dari tempat itu. Bahkan lebih buruk, disana ada setan-setan yang menyiksanya, berkali-kali menusuknya dengan tombak. Setan-setan itu persis seperti boneka mainan yang kita miliki di bumi yang bernama “The Jordanos”. Aku melihat boneka-boneka itu di neraka, tetapi mereka bukan boneka lagi, mereka hidup dan kesetanan. Mereka setinggi tiga kaki dan memiliki gigi-gigi yang sangat runcing. Darah keluar dari mulut mereka, dan mata mereka benar-benar merah.


Mereka menusuki Andrew dengan sepenuh kekuatan mereka, begitu juga yang dialami oleh jiwa-jiwa lain yang ada di bagian neraka ini. Ketika aku mengobservasi ini, aku bertanya kepada Tuhan, bagaimana mungkin boneka di bumi dapat benar-benar serupa dengan setan-setan itu. Tuhan memberitahuku bahwa mereka adalah roh-roh kesedihan.


Ketika kami melanjutkan perjalanan, kami melihat ribuan manusia dalam siksaan. Kapanpun jiwa-jiwa melihat Tuhan, mereka mencoba meraihNya dengan tangan kurus mereka. Aku memperhatikan seorang wanita yang menjerit waktu ia melihat Yesus. Ia berteriak, “Tuhan kumohon kasihanilah aku! Keluarkan aku dari tempat ini!” Ia begitu menderita sakit dan ia menjulurkan tangannya ke arah Tuhan. Ia terus menerus memohon padaNya untuk mengeluarkannya dari tempat itu, paling tidak untuk satu detik. Ia benar-benar telanjang bulat dan dilapisi dengan lumpur. Rambutnya sangat kotor dan ulat-ulat menjalar naik-turun di tubuhnya. Ia mencoba menarik ulat-ulat itu dengan tangannya, namun tiap kali ia membuang beberapa ulat, ulat-ulat di tubuhnya menjadi berlipat kali ganda. Ulat-ulat itu panjangnya antara 6-8 inci. Tuhan berkata dalam Markus 9:44, “di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.”


Sungguh sangat mengerikan melihat wanita ini dan mendengar jeritannya selama ulat-ulat dengan serakah memakan dagingnya. Ada sebuah piringan metal terpasang di dadanya yang tidak dapat dihancurkan oleh api. Disana tertulis, “AKU ADA DI SINI KARENA BERZINAH”. Dalam keadaan yang sama dengan dosanya, wanita ini dipaksa untuk berzinah di neraka dengan ular gendut yang sangat menjijikkan. Ular itu memiliki duri-duri yang sangat besar di sekujur tubuhnya, tiap duri sepanjang 6-8 inci. Ular itu memasuki alat keamin wanita itu dan menjalar naik melewati tubuhnya menuju tenggorokan wanita itu. Ketika si ular memasukinya, ia mulai menjerit.


Ia memohon-mohon kepada Tuhan semakin sering untuk mengeluarkannya dari tempat itu, “Tuhan, aku ada disini karena berzinah, aku telah disini selama 7 tahun, sejak aku meninggal karena AIDS. Aku memiliki 6 pacar, dan aku ada disini karena berzinah.” Di neraka ia harus mengulang dosa-dosanya berulang-ulang kali. Ia tidak memiliki istirahat, pagi atau malam, menderita dengan cara yang sama setiap saat. Ia mencoba menjulurkan tangannya ke arah Tuhan, namun Tuhan memberitahunya, “Bianca, sudah terlambat untukmu. Ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacng sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11) Ketika Tuhan mengucapkan kata-kata itu, selimut api segera menyelimutinya, dan aku tidak dapat melihatnya lagi.


Kami terus berjalan, melihat ribuan dan ribuan manusia. Disana ada anak muda, orang dewasa, dan orang-orang tua menderita dalam siksaan. Kami tiba di suatu tempat yang menyerupai kolam renang api yang besar, dengan ribuan laki-laki dan perempuan di dalamnya. Tiap-tiap mereka memiliki piringan metal di dadanya yang bertuliskan, “AKU ADA DI SINI KARENA TIDAK MEMBERI PERSEMBAHAN DAN PERPULUHAN”. Ketika membaca itu, aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, bagaimana mungkin orang bisa ada disini karena alasan ini??” Tuhan menjawab, “Ya, karena orang-orang ini berpikir bahwa perpuluhan dan persembahan tidaklah penting, ketika firmanKu dengan jelas menunjukkan itu sebagai perintah.” Dalam Maleakhi 3:8-9 dikatakan, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu terkutuk dengan kutukan, karena kamu merampok Aku, seluruh bangsamu.”


Tuhan memberitahuku bahwa ketika umatNya menahan persepuluhan mereka, itu menghambat pekerjaan Tuhan, sehingga firman Tuhan tidak tersampaikan. Orang-orang di tempat ini menderita ribuan kali lebih parah dibanding yang lain, sebab mereka mengetahui firman Tuhan dan tidak mematuhinya.


Kami melanjutkan perjalanan dan Tuhan menunjukkan kepada kami seorang pria. Aku dapat melihatnya melalui pinggang ke kepala, dan aku mulai memperoleh penglihatan tantang bagaimana ia meninggal. Namanya adalah Rogelio. Ia sedang di mobilnya ketika seseorang mendekat untuk mengkotbahkan firman kepadanya dan memberinya Alkitab. Namun Rogelio mengacuhkan peringatan orang itu dan melanjutkan perjalanannya, tanpa mengetahui bahwa beberapa menit kemudian mobilnya akan tertabrak. Mobilnya jatuh ke tebing yang curam dan ia-pun meninggal.


Saat ia tertabrak, Alkitab di mobilnya terbuka ke Wahyu 21:8, “Tetapi orang-orang yang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Ketika Rogelio membaca ayat ini, ia mati dan tiba di neraka.


Ia baru ada di neraka selama satu bulan dan masih memiliki daging di wajahnya. Bagaimanapun, ia sangat menderita seperti orang-orang lain. Pada awalnya ia tidak tahu mengapa ia ada di neraka. Aku pikir ketika orang Kristen itu mendekati mobilnya, itu adalah satu-satunya kesempatan akhir baginya untuk menerima Tuhan Yesus. Cara yang sama yang berhasil membuka kesempatan bagi orang-orang lain untuk menerimaNya. Hari ini, aku mengundangmu untuk membuka hatimu bagi Yesus; Ia sendirilah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6) Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus, dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Kisah Para Rasul 4:12) Tuhan juga meminta kita untuk mengikuti jalan-jalanNya dalam kekudusan dan hormat. Tuhan memberkatimu.





TO BE CONTINUED...



.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, jangan malu-malu...