Powered By Blogger
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

December 13, 2012

Highlight of 2012


"2012 has been the most extraordinary year of my life so far... Hope 2013 and so on will get better and better till I get back to my Creator!"


Pesan itu benar-benar terpatri mendalam di benak dan hati beberapa hari ini... Ketika mereview 2012 yang akan kulewati, aku baru sadar kalau tahun 2012 ini benar-benar tahun yang awesome!


Memasuki 2012, aku merasa tidak menjalani awal tahun ini dengan baik. Ada banyak masalah yang kuhadapi; manajemen waktu yang buruk, kesibukan yang terlalu over-dose dan urusan kuliah yang terbengkalai karena urusan-urusan lain yang seharusnya bukan prioritas namun menuntut untuk diperhatikan...

Tahun ini ada 3 event besar yang menjadi penerang ajaib di tahun ini. Aku benar-benar bersyukur sama Tuhan dan dengan kubuatnya posting ini, aku berharap di tahun-tahun mendatang, ketika masa-masa berat datang, aku masih bisa melihat terang yang memberi pengharapan dengan melihat pertolonganNya yang ajaib di tahun ini...


December 6, 2012

HISTORICAL TASTE: Pecel Mbok Rah Surabaya Pertahankan Citarasa 61 Tahun



Hari masih menunjukkan pukul setengah enam, namun kota Surabaya telah terbangun untuk memulai kesibukannya. Kendaraan-kendaraan berseliweran di jalan untuk memulai aktivitasnya masing-masing; mencari penumpang, menuju ke suatu lokasi untuk bekerja, atau hanya sekedar bersantai dan mengisi perut. Surabaya memang memiliki ratusan tempat yang layak dikunjungi untuk menambah wawasan maupun rekreasi, namun di kota terbesar kedua di Indonesia ini, satu yang tidak boleh dilewatkan pengunjung dari kota lain: kuliner yang terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Melewati jalan Ngagel Jaya, sebuah spanduk merah dan kuning dengan tulisan “Mbok Rah” tampak menarik perhatian. Nama itu tampak familiar dan saya mencoba mengingatnya, darimana saya pernah mendengar nama itu. Tak lama pikiran saya membawa saya ke kenangan masa kecil, ayah saya sering mengajak saya menikmati pecel dengan nama yang sama di kawasan Tugu Pahlawan. Apakah ini pecel yang sama, pecel yang saya makan waktu saya masih kecil? Saya mendekat dan melihat tulisan “Buka Cabang Pagi” di bagian bawah spanduk.


“Pecel Mbok Rah, ya sudah papa makan dari papa kecil, sudah lama itu ada, sampai sekarang rasanya juga nggak pernah berubah.” Terang ayah saya.

Ingin kembali mencicipi citarasa kuno, saya pun berjalan memasuki depot tersebut.

December 5, 2012

Menjejak di Dunia Kerja



Lucu setiap tahun aku selalu mem-posting sesuatu... Padahal aku kira 2012 ini aku sudah akan membuang blog yang dulu kupandang valuable ini... Tapi menulis tetap hal yang menyenangkan!

Sekarang ini aku sudah lulus kuliah! Euphoria sudah lewat, dan wisudah baru akan berjalan Februari 2013... Pastinya saat itu euphoria sesaat akan kembali terjadi. Tapi sekarang aku sudah mulai belajar kerja.

Pinginnya nganggur dulu 1 bulan, tapi memang dasarnya nggak bisa diam, cuma tidur-tiduran dan senang-senang bikin nurani tertuduh dan pikiran jadi ketakutan dan paranoid.




Akhirnya tanpa menunda lama-lama aku ingin juga menjejakkan kaki di dunia profesional yang kata orang kejam: Dunia Kerja...

February 15, 2011

Refleksi Seminar ASEAN - 15 Maret 2010


Pada tanggal 15 Maret 2010, saya mengikuti sebuah seminar tentang ASEAN yang diadakan di Universitas Kristen Petra. Seminar ini merupakan seminar besar dimana para pembicaranya merupakan pembicara yang ahli di bidangnya dan berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia.

Dalam seminar ini, dibahas permasalahan-permasalahan yang menyangkut ASEAN seperti permasalahan ‘comot kebudayaan’, masalah keamanan, dan lain sebagainya. Setelah mengikuti seminar tersebut, saya menemukan beberapa pencerahan dan pengetahuan.

Setelah mengikuti seminar ini, ada 2 poin yang saya tangkap, yaitu para generasi-generasi muda di Indonesia harus mulai vokal dan memiliki ketertarikan untuk memberikan sumbangsih pikiran bagi ASEAN. Karena kalau bukan kita yang muda, siapa yang akan meneruskan ASEAN?

Poin ke-2, saya menangkap bahwa saat ini, negara-negara ASEAN masih memiliki banyak konflik. Konflik itu disebabkan masalah perebutan wilayah teritorial. Tiap negara mengklain suatu pulau sebagai kepunyaannya, kemudian konflik juga disebabkan adanya permasalahan perebutan budaya, contohnya seperti budaya batik dan tari-tari Idonesia yang diklaim oleh negara Malaysia.

Bagi saya pribadi, ASEAN mengalami kebingungan / dilema dalam menentukan kadar/standardisasi “Hak Asasi Manusia”, dan hal ini pula yang dinyatakan oleh seorang penulis, Heru Susetyo Nuswanto dalam artikelnya yang bertajuk Asean dan Dilema Penegakan HAM.

Sebagai contoh kasus; Negeri gajah putih Thailand mengadakan hajat akbar akhir Februari 2009 ini yaitu 14th ASEAN Summit (Pertemuan Puncak ASEAN ke 14) yang diadakan di Hua Hin, Thailand. Sedianya forum tertinggi ASEAN ini akan diadakan di Chiang Mai pada bulan Desember 2008, namun berhubung kondisi politik dalam negeri Thailand kurang stabil dan daerah Chiang Mai adalah basis kelompok oposisi maka pertemuan ASEAN ke 14 ini digelar di Hua Hin, kota pantai berjarak tiga jam di Selatan Bangkok. Bagi pemerintah Thailand yang berkuasa saat ini (di bawah PM Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat), pertemuan ASEAN ini amat penting karena meneguhkan legitimasinya selaku pemerintah yang berkuasa ke dalam dan keluar Thailand. Maklumlah, tahun 2008 silam diwarnai dengan kisruh politik yang luar biasa dahsyat, dimana PM Thailand berganti empat kali dalam satu tahun saja. Dimana hanya satu kali saja pergantian kepala pemerintahan tesebut berlangsung melalui mekanisme Pemilu dan selebihnya adalah 'intervensi' dari Mahkamah Konstitusi Thailand.

Bagi ASEAN, terlebih lagi pertemuan ini amat penting, karena merupakan pertemuan pertama pasca kelahiran ASEAN Charter (Piagam ASEAN) pada 20 November 2007. Empat puluh tahun sudah ASEAN berdiri sejak 8 Agustus 1967 namun tak kunjung memiliki piagam bersama. Barulah pada ASEAN Summit ke 13 di Singapore piagam tersebut dilahirkan dan berkekuatan hukum (entry into force) pada 15 Desember 2008 setelah sepuluh negara anggotanya meratifikasinya.

Sesuai dengan ASEAN Charter, pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara-negara ASEAN yang digelar di Hua Hin ini adalah forum pengambilan kebijakan utama yang akan memberikan panduan kebijakan sekaligus keputusan terkait isu-isu penting yang sejalan dengan tujuan-tujuan dan kepentingan ASEAN. Lebih dari itu, ASEAN Summit ke 14 ini ingin menegaskan mandat dan memberikan cetak biru (blueprint) bagi negara-negara ASEAN untuk pembentukan masyarakat ASEAN yang terdiri atas masyarakat ekonomi (economic community), masyarakat politik dan keamanan (political-security community), dan masyarakat sosial budaya (socio cultural community) ASEAN yang dicanangkan untuk dibentuk pada tahun 2015. Secara khusus adalah cetak biru untuk dua jenis masyarakat yang terakhir, karena cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN economic community) telah lahir pada pertemuan di Kuala Lumpur pada tahun 2006. Dengan telah lengkapnya ratifikasi ASEAN Charter oleh semua anggota ASEAN pada 15 Desember 2008, maka asosiasi negara-negara Asia Tenggara yang terbentuk di Bangkok pada 8 Agustus 1967 ini telah menjadi satu entitas dan organisasi antar pemerintah yang memiliki personalitas hukum (legal personality) tersendiri.

Saya jadi berpikir, sebenarnya apa makna HAM dalam bingkai ASEAN? Salah satu tujuan pembentukan ASEAN, sesuai dengan Deklarasi ASEAN 1967 adalah untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghargaan terhadap keadilan dan supremasi hukum dalam hubungan antar negara ASEAN sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB (UN Charter 1945).

Tujuan tersebut di atas kemudian dijabarkan lagi dalam pasal 1 Piagam ASEAN 2007 dimana maksud dari pembentukan ASEAN antara lain adalah untuk memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas serta memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada kedamaian di dalam regional ASEAN (angka 1) dan juga untuk memperkuat demokrasi, meningkatkan kepemerintahan yang baik (good governance) dan supremasi hukum, serta untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar (angka 7). Menilik maksud dan tujuan pembentukan ASEAN seperti terungkap dalam Deklarasi ASEAN maupun Piagam ASEAN di atas, tak diragukan lagi bahwa organisasi ini memiliki komitmen yang tinggi terhadap pemajuan dan peningkatan perdamaian, keamanan, dan juga hak asasi manusia di lingkup ASEAN. Lebih dari itu organisasi ini juga menyatakan ketundukan dan penghormatannya kepada Piagam PBB, hukum inernasional dan hukum humaniter internasional (pasal 2 angka 2 Piagam ASEAN).

Komitmen tersebut di atas kemudian semakin menguat dengan pembentukan Badan HAM ASEAN (Asean Human Rights Body) seperti tertuang pada pasal 14 Piagam ASEAN 2007. Kendati demikian langkah-langkah indah terkait perdamaian, keamanan dan HAM di lingkup ASEAN ini bukan tanpa pembatasan. Karena, pada piagam yang sama disebutkan bahwa semua tindakan ASEAN dan negara-negara anggotanya harus sesuai dengan prinsip-prinsip, antara lain : (1) menghargai kemerdekaan, kedaulatan, persamaan, integritas territorial dan identitas nasional semua negara ASEAN dan (2) tidak melakukan intervensi (non interference) pada masalah-masalah dalam negeri sesama anggota ASEAN serta (3) tidak mengambil bagian dalam setiap kebijakan dan aktivitas yang mengancam kedaulatan, integritas territorial, stabilitas politik dan keamanan negara ASEAN lainnya (pasal 2 angka 2 Piagam ASEAN).

ASEAN memiliki dilema terkait permasalahan HAM. Salah satu mandat dari Piagam ASEAN adalah pembentukan Badan HAM ASEAN (ASEAN Human Rights Body). Pasal 14 Piagam ASEAN menyebutkan bahwa sesuai dengan tujuan ASEAN untuk memajukan dan meningkatkan perlindungan HAM dan kebebasan-kebebasan dasar (fundamental freedoms), ASEAN akan membentuk Badan HAM ASEAN.

Sampai kini kelompok kerja untuk pembentukan mekanisme HAM ASEAN (ASEAN human rights mechanism) masih bekerja dan telah melahirkan kerangka acuan (terms of reference) tentang badan ini. Beberapa usulannya antara lain bahwa badan ini akan berbentuk komisi (commission) (www.aseanhrmech.org) dan, sesuai dengan Vientiene Action Programme 2004, akan menaruh perhatian secara khusus pada (1) pemajuan dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak; (2) perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran; (3) memajukan kesadaran dan pendidikan HAM; dan (4) menggalang kerjasama antara komisi nasional HAM di setiap negara ASEAN. Kelompok kerja tersebut juga menegaskan bahwa Badan HAM ASEAN tersebut nantinya akan tunduk dan mengacu pada instrumen-instrumen HAM nasional dan internasional seperti Piagam PBB, Deklarasi HAM Universal 1948, Deklarasi dan Program Aksi Vienna 1993, dan konvensi-konvensi internasional di bidang HAM lainnya.

Namun demikian, di luar semua perkembangan progresif dari ASEAN dengan Piagam ASEAN, Masyarakat ASEAN dan Badan HAM ASEAN-nya, ASEAN menghadapi tantangan dan masalah yang harus diselesaikan secara arif, yaitu penghormatan dan penegakan HAM di negara-negara anggotanya. Organisasi ASEAN pasca kelahiran Piagam ASEAN 2007 telah menjadi entitas dan memiliki personalitas hukum (legal personality) tersendiri. Status dan mandat baru ASEAN ini akan terbentur tembok tebal para anggotanya sendiri. Karena, hampir semua negara anggota ASEAN memiliki persoalan HAM. Myanmar dengan rejim militernya yang otoriter dan penindasan etnis minoritasnya (Rohingya, dll), Thailand dengan kekerasan dan konflik di Thailand Selatan (Patani Darussalam) dan sengketa perbatasan dengan Kamboja, Malaysia dengan masalah diskriminasi rasial dan pemberlakuan internal security act-nya, Kamboja dengan berlarut-larutnya peradilan terhadap mantan petinggi Khmer Merah, Philippina dengan berlarutnya konflik dan macetnya perdamaian di Moro-Mindanao, juga Indonesia yang memiliki masalah dengan kemiskinan, pengangguran, serta pemenuhan hak-hak ekonomi, kesehatan dan pendidikan warganya.

Beberapa masalah HAM di atas bahkan telah melewati pintu ruang domestiknya karena skala pelanggaran dan kejahatan yang begitu besar. Sebutlah kasus Myanmar dan Kamboja. Apa yang terjadi di Myanmar dalam bentuk kekerasan politik dan penindasan etnis minoritas seperti Rohingya (yang tak diakui sebagai warganegara Myamar hingga kini) dan di Kamboja (dalam bentuk genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan pada era Pol Pot 1975 – 1979) adalah suatu pelanggaran berat HAM dan kejahatan internasional yang patut menjadi perhatian bersama. Tak cukup diserahkan melalui mekanisme nasional saja. Masalah kemudian adalah, bagaimanakah ASEAN dapat mengatasi dilema penegakan HAM ini dengan fair dan adil? Bagaimanakah ASEAN dapat tetap memajukan dan melindungi HAM, menghormati keadilan dan perdamaian sambil tetap menghargai kedaulatan, integritas teritorial, dan prinsip tidak campur tangan urusan dalam negeri dari negara anggota ASEAN lainnya? Juga, bagaimanakah Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk dapat tetap memajukan dan melindungi HAM di ruang lingkup ASEAN sekaligus pada saat bersamaan mengakomodasi integritas dan kepentingan negara-negara ASEAN?

Dilema ini sungguh tidak sederhana dan jelas menjadi batu ujian bagi ASEAN. Bagaimana ASEAN dari semula bersifat asosiasi kerjasama regional bisa bermetamorfosis menjadi personalitas hukum dengan mekanisme dan aturan bersama yang ditaati oleh semua negara anggotanya . Termasuk di bidang Hak Asasi Manusia.

Pada akhirnya, saya menyimpulkan bahwa dalam kehidupan ini saya tidak bisa hanya bersantai-santi. Saya harus mau berjuang keras. ASEAN membutuhkan generasi penerus yang mau berjuang, saya berharap suatu saat saya dapat memberikan suatu sumbangan bagi ASEAN. Pastinya permasalahan kebudayaan dan perebutan daerah teritorial harus bisa dituntaskan secepatnya. Apakah saya dapat ikut berperan sebagai pemberi masukan untuk hal itu? Semoga saja.


August 22, 2010

Wicked Dream of Mine

.

20 Agustus 2010; sekitar pukul 3 subuh, aku mengalami sebuah mimpi yang secara visual sangat jelas dan melekat di pikiranku sampai beberapa hari. Ketika bangun, aku merenungkan mimpi itu dan tidak menemukan maknanya, selama merenung, aku tidak berhenti merinding, dan aku terdorong untuk mem-postingkan mimpiku itu di blog ini.


Pada awalnya, mimpiku hanyalah mimpi konyol yang tidak jelas. Aku memimpikan balon-balon, langit biru, video game masa kanak-kanakku, melihat 2 ekor naga melompat-lompat di atas samudera yang luas, lalu 2 ekor naga itu masuk ke dalam laut, dan disinilah mimpiku baru bermula.


2 ekor naga itu berubah menjadi 2 ekor ikan. 1 ikan yang kecil, dan 1 adalah ikan paus yang sangat besar. Kedua ekor ikan ini terus berenang, berenang, dan berenang beriringan dalam kecepatan yang mengagumkan. Tak lama ikan-ikan itu-pun kelelahan dan berhenti, lalu terjadilah percakapan berikut:


“Sial! Dari tadi kita terus berenang, tapi tak satu ikan-pun kita makan. Badanmu kan besar! Seharusnya kau menangkap seekor ikan hiu untuk kita berdua makan! Aku sudah lapar!” Kata si ikanj kecil pada ikan paus yang diam saja. Tak lama ikan paus itu berdiam, ikan paus itu akhirnya berkata, “Baik, ayo kita menangkap ikan hiu untuk dimakan!”





Ikan itu kembali berenang, dan aku menonton adegan ini seperti menonton sebuah film bioskop. Mereka berenang, dan tiba-tiba, entah dari mana, ikan paus itu telah menangkap seekor ikan hiu dan memakannya sendiri tanpa membaginya pada si ikan kecil. Ikan kecil itu tampak terkejut, lalu ikan paus itu dengan egois pergi meninggalkan ikan kecil itu sendirian!





Kini ikan itu tidak lagi secongkak sebelumnya, kini ia sadar bahwa ia dalam bahaya, di sekitarnya mulai bermunculan ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, ikan-ikan kecil saling dimakan, dan ia sendiri mulai menjadi target. Tampak seekor belut besar dan seekor ikan baracuda berusaha memakannya. Ikan kecil itu menghindar terus dan tampak begitu ketakutan.





Tiba-tiba, aku yang sebelumnya hanya melihat ikan itu dalam layar film, kini aku tersedot dan aku berubah melihat segalanya dari sudut pandang si ikan! Kini akulah ikan kecil yang tak berdaya itu.





Aku melihat puluhan ikan berusaha menggigitku, aku ketakutan dan segera menghindar, dengan cepatnya aku berenang dan menghindari gerombolan ikan-ikan besar yang ganas itu. Aku berenang makin dalam dan makin dalam hingga aku tiba di bagian laut yang sangat gelap. Tidak ada sedikitpun cahaya. Aku sendirian dan merasa aman.





“Disini tidak ada ikan, aku sendirian, aku aman…” Pikirku. Tapi tiba-tiba muncul cahaya dan seekor ikan pembawa lentera yang sangat besar dan bergigi tajam muncul di depanku, ikan itu membuka mulutnya dan aku menjerit, siap untuk dilahap.





Tiba-tiba ikan itu mengatupkan mulutnya dan tampak ketakutan. Ikan itu segera berbalik dan berenang pergi dengan cepat, aku kembali ditinggal sendirian. Semuanya gelap. Tetapi tidak lama, kegelapan itu mulai sirna, tampak sedikit cahaya, dan di laut yang sangat dalam dan dingin menggigit itu, aku bisa melihat, bukan laut biru, tetapi laut yang agak merah, seperti laut yang telah ternoda oleh darah. Warna remang-remang seperti karat itu membuatku bisa melihat keadaan sekeliling. Tiba-tiba, tampak dari kejauhan gulungan angin seperti tornado kecil, tornado dalam laut itu makin besar dan makin besar, aku hanya diam dan memandangnya, tiba-tiba dari atas, muncul sesosok manusia yang berputar-putar tertarik aliran tornado raksasa tersebut.





Orang itu tertarik makin ke bawah dan mulai mendekatiku, tiba-tiba dalam kecepatan ekstrem itu, ketika orang itu ada di depan mataku, segalanya menjadi slow-motion. Aku bisa melihat wajah orang itu dengan jelas. Orang itu adalah seorang pria bule tua, berambut sedikit dan berwarna putih. Ia gemuk, dan memakai jubah hitam, dan ketika ia mulai melambat di depan mataku, aku melihat ia memakai sebuah kalung, dan kalung itu terangkat dan aku bisa melihat bahwa ia mengenakan kalung dengan liontin salib berwarna emas. Aku menyimpulkan bahwa pria tua itu adalah seorang pendeta.





Begitu aku selesai mengamati keadaan pria itu, segalanya kembali berjalan dalam kecepatan ekstrem, aku begitu keakutan hingga aku segera berbalik dan berenang pergi, berenang secepat-cepatnya, sejauh-jauhnya dari situasi tersebut.


Tiba-tiba walau aku sudah berenang jauh, aku dikembalikan ke pemandangan pusat dari tornado tersebut. Aku seakan-akan dipaksa melihat adegan ini, dengan pasrah aku melihat adegan itu.


Aku melihat pendeta gemuk itu mulai tertarik ke dalam pusat tornado di dasar laut, disini sangat dingin, dan situasi remang-remang merah-oranye, segalanya suram seperti berenang di dalam air bercampur darah. Mendekati pusat tornado, pendeta itu menjerit dalam bahasa Inggris, “No! No! No! No! NOOOOO!!





Aku merasa walaupun ia sudah sesak nafas setengah mati, walau ia tidak bisa bernafas di dalam air, ia tetap tidak bisa mati, karena cukup lama ia tertarik ke dalam laut, dan ia tidak juga mati.


Akhirnya pendeta itu masuk ke dalam lubang itu, tetapi karena tubuhnya yang gemuk, pendeta itu menyumbat lubang itu, dan sebagian tubuhnya ada di atas. Walaupun ia tetap tertarik ke bawah. Tiba-tiba lumpur-lumpur dan tanah di sekitar lubang tornado itu mulai tertarik dan menumpuk di atas kepalanya seakan ikut menekannya. Dan kalimat terakhir yang bisa kudengar dengan jelas dari pendeta itu adalah, “The World is Upon Me…


Selesai mengatakan hal itu, pendeta itu tertarik masuk dan tanah-tanah di atas kepalanya menutup lubang tornado tersebut. Aku bisa mendengar pendeta itu menjerit-jerit di dalam bumi. Aku begitu ketakutan mendengar jeritannya dan segera berenang pergi sejauh-jauhnya.




Setelah itu aku terbangun.


Aku langsung berdiri dan pergi ke luar kamr. Di luar, aku melihat tiga pembantuku yang tampaknya sedang sibuk menyiapkan suatu masakan, mereka tampaknya sedang menggulung kulit lumpia atau sejenis pangsit. Aku duduk di tangga dan diam sejenak sambil memandang mereka bekerja, lalu aku berkata, “Aku mau menceritakan mimpiku pada kalian…”


Setelah itu baru aku benar-benar terbangun.


Mimpi itu begitu jelas, melekat di pikiranku, dan membuatku merenungkannya terus. Kalau menurut kalian apakah artinya? Karena mimpi itu sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dan aku yakin ini bukan mimpi biasa, karena selain secara visual sangat jelas, aku bisa terus mengingatnya, dan merenungkannya membuatku terus merinding sepanjang pagi.



.

August 15, 2010

INDEPENDENCE IN GOD

.



Independence / kebebasan / kemerdekaan merupakan sesuatu yang sedang kita peringati di bulan ini. Pada tanggal 17 Agustus 2010, kita bersama-sama akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yaitu hari dimana Indonesia terbebaskan dari segala bentuk penjajahan negara lain.


Namun apakah kemerdekaan itu telah benar-benar membebaskan Indonesia dari segala aspek? Hmm… Kalau menurut kalian belum, coba renungkan, di aspek apa kita belum merdeka, dan apa yang bisa kamu lakukan untuk membebaskan negara ini dari ‘penjajahan’ itu.




Berbicara tentang kemerdekaan, berarti bicara tentang menjadi pribadi yang independent, yaitu pribadi yang mandiri dalam Tuhan. Maksudnya?? Kita tidak bisa menjadi remaja yang terus-terusan memiliki kerohanian bayi. Sudah saatnya kita belajar dewasa, belajar mendiri. Saat teduh tiap hari, baca firmanNya tiap hari, berdoa dengan intim dan sungguh-sungguh tiap hari. Semua harus mulai kita jalankan secara dewasa dan mandiri, agar kita bisa benar-benar MERDEKA! Mungkin tidak mudah pada awalnya, tapi itulah yang disebut belajar. Kita harus mau sangkal diri. Kita yang suka tidur melulu atau main game melulu, sudah saatnya kita merelakan waktu kita dengan hal yang bagi kita awalnya tidak asik. Tapi percaya deh, kalau kita terus jalankan, kita akan semakin menikmatinya dan merasakan adanya Tuhan dan lawatanNya bagi kita.





Ayo MERDEKA!


.

August 1, 2010

BAB 9: Bayi yang Ku Aborsi di Surga

.

Wahyu 21:4

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.



Ketika kami tiba, pintu-pintu besar itu terbuka untuk kami, dan aku mulai melihat lembah yang dipenuhi bunga. Bunga-bunga itu begitu indah dan aromanya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan total seperti yang belum pernah kami rasakan di bumi. Kami merasakan kedamaian memenuhi hati kami, dan sewaktu kami melihat bunga-bunga itu, kami memperhatikan bahwa tiap-tiap bunga unik; tiap kelopak berbeda-beda, asli, dan memiliki warna-warna yang unik.


Di dalam hatiku, aku berkata pada Tuhan kalau aku menginginkan bunga-bunga seperti itu. Tuhan memberikan ekspresi setuju, aku mendekati salah satu bunga dan mulai menariknya. Tapi tidak ada yang terjadi, aku tak bisa mencabut bunga itu dari tanah. Aku bahkan tidak bisa mencabut kelopak atau daunnya. Lalu Tuhan memecahkan keheningan dengan berkata, “Disini semua harus dilakukan dengan cinta.” Ia menyentuh sebuah bunga dan bunga itu menyerahkan dirinya pada tangan Tuhan. Ia lalu memberikannya pada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan aroma bunga itu tetap ada bersama kami.


Kami sampai ke suatu tempat dengan kumpulan pintu-pintu cantik. Pintu-pintu ini tidak sederhana, pintu-pintu itu benar-benar terukir dengan rumit dan dipenuhi batu-batu berharga yang terpasang. Pintu itu terbuka dan kami memasuki sebuah ruangan yang berisi banyak orang. Semua orang berlari kesana-kemari melakukan persiapan. Beberapa dari mereka membawa gulungan jubah putih yang bercahaya di bahu mereka, yang lain membawa bergelendong-gelendong benang emas, dan bahkan yang lain membawa sesuatu seperti piring dengan sesuatu seperti perisai di dalamnya. Semua orang berlari dengan tujuan.


Kami menanyai Tuhan, mengapa ada begitu banyak tugas dan kesibukan. Lalu Tuhan menunjuk seorang pria muda untuk datang mendekat. Pria ini membawa gulungan lenan putih di bahunya. Ia datang dan melihat kepada Tuhan denan hormat. Ketika Tuhan bertanya mengapa ia membawa gulungan lenan itu, ia hanya melihat kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Kau tahu lenan ini untuk apa! Lenan ini akan dipakai untuk membuat jubah bagi orang-orang yang bertobat, jubah bagi para mempelai.” Saat mendengar ini, kami merasakan kesukaan dan kedamaian yang besar. Wahyu 19:8 memberitahu kita, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”


Ketika kami keluar dari tempat itu, kami bahkan bisa merasaan kedamaian yang lebih lagi, karena sungguh indah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membuat hal-hal yang baik untuk kami. Ia punya tempat dan waktu untukmu karena engkau sangat penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, mata kami tersesat dalam tiap detail di Surga. Seakan-akan tiap benda memiliki kehidupan masing-masing, dan segala sesatu di sana seperti memberikan kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu kami datang ke tempat dimana jutaan dan jutaan anak-anak berada, dari segala usia. Ketika mereka melihat Tuhan, mereka semua ingin memelukNya, untuk mersakan cintaNya lebih lagi, karena Ia adalah gairah mereka. Yesus adalah gairah tiap anak disana. Kami ingin menangis melihat beapa Tuhan sangat memanjakan tiap-tiap anak, betapa ia mencium mereka dan memegang tangan mereka.




Kami melihat malaikat-malaikat datang mendekat kepada Tuhan dengan membawa bayi-bayi yang terbungkus kain linen. Tuhan membelai, menyentuh, dan menciumi dahi mereka, kemudian malaikat-malakat itu membawa mereka pergi. Kami bertanya pada Tuhan kenapa ada begitu banyak anak kecil disana, apakah anak-anak itu akan dikirim ke bumi. Tuhan terdengar tersentuh untuk sementara, lalu Ia berkata, “Tidak, anak-anak ini tidak untuk dikirim ke bumi! Mereka adalah anak-anak yang di aborsi di bumi, yang orang tuanya tidak mau memiliki mereka. Mereka adalah anak-anakKu dan Aku mencintai mereka.” Aku menganggukkan kepala, dan bahkan suaraku bergetar untuk menanyakan hal seperti itu kepada Tuhan.


Ketika aku tidak mengenal Tuhan sebagai jalan kehidupan, aku melakukan suatu kesalahan dan berdosa seperti banyak orang lain. Di antara dosa-dosa itu adalah aborsi yang pernah aku lakukan. Ada sebuah momen dimana aku berhadapan wajah dengan Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah bayi yang ku aborsi dulu ada disini?” Tuhan menjawab, “Ya.” Aku mulai berjalan ke salah satu sisi dan aku melihat seorang bocah kecil yang tampan. Di dekatnya berdiri malaikat. Malaikat itu memandangi Tuhan, dan bocah itu sedang membelakangi kami.


Tuhan memberitahuku, “Lihat, itu anakmu.” Aku mau melihatnya, maka aku segera berlari kepadanya, namun malaikat menghentikanku dengan tangannya. Ia menyuruhku mendengarka apa yang dikatakan bocah itu terlebih dahulu. Aku mulai mendengar apa yang bocah itu ucapkan. Ia sedang berbicara dan melihat ke arah anak-anak lain. Ia bertanya pada malaikat, “Apakah papa dan mamaku akan segera kesini?” Malaikat itu melihat ke arahku, menjawabnya, “Ya, papamu dan mamamu akan segera datang.”


Aku tidak tahu kenapa aku diberi kesempatan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku aku tahu bahwa kata-kata itu adalah hadiah terbaik yang bisa Tuhan berikan untukku. Anak kecil ini tidak berbicara dengan kemarahan atau luka, mungkin ia bahkan tahu bahwa kami tidak membiarkannya dilahirkan. Ia secara sederhana menantikan dengan cinta yang Tuhan taruh dalam hatinya.


Kami melanjutkan perjalanan, tetapi aku menyimpan gambaran bocah itu di hatiku. Aku tahu bahwa setiap hari aku harus melakukan usaha untuk bisa bersama dengannya suatu hari nanti. Aku punya satu alasan lagi untuk ke sana, karena seseorang sedang menunggu-nunggu aku di kerajaan Surga. Firman Tuhan memberitahu kita lewat Yesaya 65:19, “Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”


Kami tiba di suatu tempat dengan gunung-gunung kecil, dan Tuhan Yesus mulai menari. Di depanNya banyak orang berpakaian dalam jubah putih dan mereka semua mengangkat tangan-tangan mereka yang membawa dahan zaitun yang hijau. Ketika mereka melambaikan dahan-dahan itu di udara, dahan-dahan itu melepaskan minyak. Tuhan telah menyiapkan hal-hal hebat untukmu! Sekaranglah saatnya untuk memberikan hatimu kepadaNya.




Tuhan memberkatimu!



TO BE CONTINUED...



.

July 17, 2010

BAB 7: Kisah Esau Tentang Surga

.

2 Korintus 12:2

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.



Kami ada dalam ruangan, ketika kami merasakan pengalaman yang pertama. Ruangan itu mulai dipenuhi cahaya lagi melalui kehadiran Tuhan. Cahaya itu begitu kuat hingga menerangi seluruh ruangan. Ruangan itu dipenuhi kemuliaanNya, sungguh sangat indah bisa merasakan kehadiranNya.


Yesus berkata pada kami, “Anak-anakKu, sekarang aku akan menunjukkan padamu kerajaan Surgaku.” Kami saling berpegangan tangan dan kami diangkat. Aku melihat ke bawah dan melihat bahwa kami telah keluar dari tubuh kami. Setelah kami keluar dari tubuh, kami telah mengenakan jubah putih dan mulai bergerak naik dalam kecepatan tinggi.


Kami tiba di depan sepasang pintu yang merupakan gerbang menuju kerajaan Surga. Kami begitu terperangah akan apa yang terjadi pada kami. Untunglah, Yesus anak Allah ada disana dengan kami, bersama dua malaikat yang tiap-tiapnya memiliki empat sayap.


Malaikat itu mulai berbicara dengan kami, namun kami tidak memahami apa yang mereka katakan. Bahasa mereka sangat berbeda dari bahasa kita, bahkan itu sangat berbeda dari segala bahasa di bumi. Malaikat-malaikat itu menyambut kami dan mereka membuka pintu-pintu yang besar itu. Kami melihat tempat yang indah, dengan banyak hal di dalamnya. Ketika kami masuk ke dalam, kedamaian yang sempurna memenuhi hati kami. Alkitab memberitahu kita bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7).





Hal pertama yang kulihat adalah rusa, jadi aku bertanya pada salah satu temanku, “Sandra, apa kau juga melihat hal yang aku lihat?” Ia tidak lagi menangis atau menjerit seperti saat kami dibawa ke neraka. Ia tersenyum dan menjawab, “Ya Esau, aku melihat rusa!” Lalu aku tahu bahwa segalanya nyata, kami benar-benar di kerajaan Surga. Segala kengerian yang kami lihat di neraka segera terlupakan. Kami benar-benar menikmati kemuliaan Tuhan. Kami menuju ke tempat rusa itu berada, di belakangnya berdiri sebuah pohon yang sangat besar! Pohon itu terletak di pusat dari Firdaus.


Alkitab berkata dalam Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan aa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah”.


Pohon ini adalah lambang dari Yesus, sebab Yesus adalah kehidupan yang kekal. Di balik pohon itu ada sebuah sungai yang airnya sejernih kristal. Sungai itu sangat jernih dan indah, seperti sungai yang tidak mungkin ada di bumi. Kami hanya mau terus menetap di tempat itu. Seringkali kami berkata kepada Tuhan, “Tuhan tolong! Jangan keluarkan kami dari tempat ini! Kami mau disini selamanya! Kami tidak mau kembali ke bumi!” Tuhan lalu menjawab kami, “Sangat penting untuk kamu kembali dan bersaksi tentang semua hal yang telah Kusiapkan untuk mereka yang mencintaiKu, karena aku segera kembali dan hadiahKu ada bersamaKu.”


Ketika kami melihat sungai itu, kami cepat-cepat berlari ke sana dan masuk ke dalamnya. Kami teringat akan ayat yang mengatakan barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38). Air dari sungai ini seperti memiliki hidup di dalamnya, jadi kami membenamkan diri kami di dalamnya. Di dalam maupun di luar air kami dapat bernafas dengan normal. Sungai itu begitu dalam dan disana banyak ikan-ikan berwarna-warni berenang. Cahaya di dalam dan di luar sungai tidak berbeda; di Surga, cahaya tidak datang dari sumber yang spesifik, segalanya bercahaya dengan sendirinya. Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus adalah cahaya dari kota itu (Wahyu 21:23).Dengan tangan kami, kami mengeluarkan beberapa ikan dari air; ikan-ikan itu tidak mati. Maka kami berlari pada Tuhan dan bertanya padaNya mengapa. Tuhan tersenyum dan menjawab bahwa di Surga tak ada lagi kematian, tak ada lagi air mata dan rasa sakit (Wahyu 21:4).


Kami meninggalkan sungai dan berlari ke segala tempat yang bisa kami temukan, kami mau menyentuh dan mengalami segalanya. Kami mau membawa semuanya pulang bersama kami, karena kami begitu terkagum-kagum pada benda-benda di Surga. Segalanya di Surga tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketika Paulus dibawa ke Surga, ia melihat hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena kehebatan hal-hal yang ada di Kerajaan Surga (2 Korintus 12). Disana bahkan terdapat hal-hal yang sama sekali tidak bisa kami jelaskan.


Kami lalu tiba di suatu area yang sangat luas; tempat yang sangat indah dan cantik. Tempat ini dipenuhi batu-batu berharga: emas, emerald, ruby, dan berlian. Lantainya terbuat dari emas murni. Kami lalu tiba di tempat dimana terdapat tiga buku yang sangat besar. Yang pertama adalah Alkitab yang terbuat dari emas. Dalam Mazmur kita diberitahu bahwa firman Tuhan adalah teguh dan bahwa firman Tuhan tetap ada di Surga selamanya (Mazmur 119:89). Kami lalu melihat Alkitab emas besar tersebut; halaman-halamannya, ayat-ayatnya, semuanya tercipta dari emas murni.


Buku yang kedua adalah buku yang jauh lebih besar dibanding Alkitab emas. Buku itu terbuka dan sesosok malaikat sedang duduk di atasnya dan menulis di dalamnya. Bersama dengan Tuhan Yesus kami mendekat untuk melihat apa yang ditulis malaikat itu. Malaikat itu sedang menulis segala hal yang sedang terjadi di bumi. Segala hal yang sedang terjadi; termasuk tanggal, jam, segalanya tertulis di situ. Ini dilakukan supaya firman Tuhan dapat tergenapi seperti yang tertulis dalam Alkitab, bahwa kitab akan dibuka dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu (Wahyu 20:12). Malaikat itu terus menulis segala hal yang dilakukan semua manusia di bumi, baik atau buruk, semua tertulis.

Kami melanjutkan menuju tempat dimana buku ketiga berada. Buku ini bahkan lebih besar dari buku yang kedua! Buku itu tertutup, namun kami tetap mendekatinya. Kami bertujuh bersama-sama menurunkan buku itu dari tempatnya, sesuai dengan perintah Tuhan, lalu kami menaruhnya di depan pilar.


Pilar-pilar dan tiang-tiang di Surga begitu indah! Mereka tidak seperti pilar dan tiang di bumi. Tiang-tiangnya dibuat seperti kepangan / anyaman, dan itu dibuat dari batu-batu berharga yang berbeda-beda. Beberapa terbuat dari berlian, yang lain terbuat dari emerald murni, yang lain terbuat dari emas murni, dan yang lain terbuat dari kombinasi dari berbagai macam batu-batuan. Aku akhirnya mengerti bahwa Tuhan sungguh-sungguh pemilik dari semua hal, seperti yang tertulis dalam Hagai 2:9, “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam”. Aku memahami bahwa Tuhan benar-benar kaya dan Ia memiliki semua kekayaan di dunia. Aku juga mengerti bahwa dunia ini beserta segala kekayaan di dalamnya ditujukan untuk memuliakan Tuhan kita, dan Ia mau memberikan itu semua bagi orang-orang yang meminta dalam kepercayaan.





Tuhan berkata, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberkan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8). Buku ini yang kami letakkan pada tiang begitu besarnya, hingga untuk membuka halamannya kami harus berjalan untuk memindah halamannya ke sisi lain buku. Kami mencoba membaca apa yang tertulis pada buku itu seperti yang diminta Tuhan. Pada mulanya sangat sulit untuk dibaca karena itu ditulis dalam karakter asing yang tidak dapat kami mengerti. Itu begitu berbeda dari segala bahasa di bumi; itu benar-benar tulisan Surgawi. Namun dengan pertolongan dari Roh Kudus, kami diberi kemurahan untuk memahaminya. Sepertinya penutup mata telah dilepaskan dari mata kami dan kami dapat memahami tulisan itu; sejelas kami memahami bahasa kami sendiri.


Kami dapat melihat bahwa nama kami bertujuh tertulis di dalam buku itu. Tuhan memberitahu kami bahwa itu adalah kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Kami memperhatikan bahwa nama yang tertulis di buku bukanlah nama kami yang biasa kami gunakan di bumi; nama-nama ini adalah nama baru, supaya firman Tuhan dapat dipenuhi saat itu berkata bahwa Tuhan akan mengaruniakan batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya (Wahyu 2:17).


Di Surga, kami dapat mengucapkan nama kami, namun begitu Tuhan membawa kami kembali ke bumi, nama-nama itu telah diambil dari kenangan dan hati kami. Firman Tuhan itu selamanya, dan itu pasti terpenuhi. Teman-temanku, Alkitab berkata dalam Wahyu 3:11, Jangan biarkan seorangpun mengambil mahkotamu, jangan biarkan seorangpun menghilangkan atau memindah tempat yang telah disediakan Bapa bagimu. Di Surga, tersedia jutaan hal yang sangat indah, kami bahkan tidak dapat menjelaskannya dengan mulut kami. Namun aku mau memberitahumu sesuatu, “Tuhan menantikanmu!” Tetapi hanya orang-orang yang bertahan sampai kesudahannnya yang akan diselamatkan! (Markus 13:13)



TO BE CONTINUED...



.

July 4, 2010

BAB 6: Aku Ada di Sini Karena Aku Normal

.

Mazmur 62:12

“Dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.”



Pada pagi hari dimana Tuhan mengunjungi kami di ruangan itu, Ia meraih tangan kami dan kami mulai bergerak turun. Hatiku dipenuhi ketakutan yang bahkan tidak bisa kujelaskan. Aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa melepaskan tangan Juruselamatku. Aku merasa bahwa Yesus adalah hidupku dan cahayaku, dan semua harapanku ada padaNya; jika tidak aku akan tertinggal di tempat itu selamanya. Aku bahkan tidak pernah menyangka aku akan pergi ke tempat itu. Aku bahkan tidak percaya tempat seperti itu nyata. Bahkan sebagai orang Kristen, aku selalu menyangka bahwa api penyucian adalah neraka, namun Tuhan menunjukkan kepadaku kenyataan dari neraka.


Ketika kami tiba di neraka, aku merasakan tempat itu bergetar dan semua iblis disana berlari untuk bersembunyi, karena tidak satupun dari mereka mampu menahan kehadiran Tuhan. Kami bahkan mendengar jiwa yang terpenjara menjerit lebih nyaring, karena mereka tahu Yesus dari Nazaret ada disana. Mereka semua tahu bahwa disana ada satu pribadi yang mungkin dapat mengeluarkan mereka. Mereka memiliki harapan itu, walaupun itu hanyalah harapan palsu.





Kami berjalan sambil bergandengan tangan dengan Yesus dan tiba di bagian perzinahan. Yesus berhenti untuk melihat seorang wanita yang tubuhnya penuh dilapisi dengan api. Ketika Yesus melihatnya, ia mulai keluar dari api secara perlahan, walaupun penderitaannya tidak pernah berhenti. Kami dapat melihat bahwa ia benar-benar telanjang dan semua bagian tubuhnya masih jelas terlihat. Tubuhnya benar-benar kotor dan ia sangat bau. Rambutnya benar-benar kacau, dan ia dipenuhi dengan lumpur berwarna kuning kehijauan. Ia tidak memiliki mata dan bibirnya berjatuhan menjadi serpih-serpih kecil. Ia tidak memiliki telinga, hanya lubang. Dengan tangannya, yang telah hitam karena hangus, ia mengambil daging yang jatuh dari wajahnya dan mencoba menempelkannya kembali. Namun hal ini justru membuatnya merasakan kesakitan yang lebih parah.


Ia lalu gemetar dan menjerit lebih keras; jeritan-jeritannya tidak pernah berhenti. Ia dipenuhi ulat, dan ada seekor ular yang melingkar di lengannya. Ular itu begitu gemuk dan dipenuhi duri di seluruh permukaan tubuhnya. Angka 666 terukir di tubuh wanita itu; angka dari binatang yang disebutkan di Wahyu 13:16-18 (Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya, yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam / 666).


Ia juga memiliki piringan metal tertancap di dadanya, terbuat dari metal yang tidak dikenal, metal itu tidak pernah leleh oleh api. Pada piringan itu terdapat tulisan yang terbuat dari bahasa yang aneh, namun kami dapat memahami apa yang tertulis disana. Tertulis, “AKU ADA DI SINI KARENA PERZINAHAN.”


Ketika Yesus melihatnya, Ia bertanya, “Elena, mengapa kau ada di tempat ini?” Ketika Elena menjawab Tuhan, tubuhnya meringkuk karena kesakitam yang menyiksanya. Ia berkata bahwa ia ada disana karena berzinah. Ia meminta pengampunan dari Tuhan terus berulang-ulang.

Lalu kami mulai melihat saat-saat kematiannya. Ketika ia mati, ia sedang berhubungan seks dengan salah satu teman prianya, karena ia berpikir bahwa pria yang selama ini menjadi pacarnya dan tinggal bersamanya sedang pergi dalam sebuah perjalanan bisnis. Namun, ia kembali dari pekerjaannya dan melihat Elena sedang di ranjang dengan pria lain. Lalu pria itu pergi ke dapur mengambil sebuah pisau pesar dan menancapkannya di punggung Elena. Ia tewas dan dibawa ke neraka, persis seperti keadaannya saat mati; telanjang bulat.


Di neraka, segalanya termaterialisasi dan ia masih memiliki pisau besar yang tertancap di punggungnya, membuatnya merasakan kesakitan yang hebat. Sampai saat ini, ia telah di neraka seama 7 tahun dan ia masih dapat mengingat setiap momen dalam hidup dan matinya. Ia juga teringat ketika seseorang mencoba memberitahunya tentang Yesus; bahwa hanya Ialah satu-satunya yang dapat menyelamatkannya. Namun sekarang semua sudah terlambat untuknya dan semua orang di neraka.


Firman Tuhan banyak berbicara tentang perzinahan dengan sangat jelas. Perzinahan adalah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. 1 Korintus 6:13, “Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh”, Juga dalam 1 Korintus 6:18 dinyatakan, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.”


Setelah Yesus selesai berbicara dengannya, ia ditutupi oleh selimut api yang besar dan kami tak dapat melihatnya lagi. Tapi kami tetap mendengar suara dari dagingnya yang terbakar dan teriakan yang mengerikan itu, suara yang bahkan tak dapat kujelaskan dengan kata-kata.


Selama kami berjalan dengan Tuhan, Ia menunjukkan kepada kami banyak orang disana: pemuja idola, orang-orang yang menggunakan dan mempraktekkan sihir, orang-orang tak bermoral, pezinah, pembohong, dan homoseksual. Kami begitu ketakutan, hal yang kami inginkan hanya pergi. Tetapi Yesus terus berkata bahwa penting untuk melihat agar kami dapat memberitahu yang lain, supaya mereka mau percaya.


Kami melanjutkan perjalanan dengan Yesus, bahkan memegang tanganNya semakin erat. Kami tiba di tempat yang bagiku tidak mungkin terlupakan, kami melihat lelaki muda berusia 23 tahun, dimasukkan ke dalam api sampai ke pinggangnya. Kami tidak dapat melihat apa sebenarnya yang menyiksanya, namun angka 666 terukir padanya. Ia juga memiliki piringan metal di dadanya yang bertulisan, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”. Ketika ia melihat Yesus, ia mengulurkan tangannya ke arah Yesus dan memohon belas kasihan. Firman Tuhan berata dalam Amsal 14:12, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.





Ketika kami membaca tulisan di piringan itu yang bertuliskan “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”, kami bertanya pada Tuhan, “Tuhan, bagamana bisa!? Mungkinkah seseorang datang ke sini karena alasan ini?” Lalu Yesus bertanya padanya, “Andrew, kenapa kamu ada di tempat ini?” Ia menjawab, “Yesus, saat aku di bumi, aku kira membunuh dan mencuri adalah dosa, itulah mengapa aku tidak pernah mencoba untuk lebih dekat kepadaMu.” Dalam Mazmur 9:18 dikatakan, “Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.


Andrew membuat kesalahan besar dengan mengklasifikasikan dosa, persis seperti yang banyak dilakukan orang hari-hari ini. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23). Lebih jauh, saat Alkitab berbicara tentang dosa, Alkitab tidak pernah mengklasifkaskan dosa-dosa, karena semua dosa adalah dosa. Andrew memiliki kesempatan untuk mengenal dan menerima Yesus, tapi ia tidak mengambil kesempatan yang Tuhan berikan untuknya. Mungkin ia memiliki ribuan kesempatan untuk mengenal Tuhan, tapi ia tidak pernah memiliki keinginan untuk mengenalNya, dan itu adalah alasan mengapa ia di neraka. Lalu selimut api yang besar menutupi tubuhnya dan kami tidak pernah melihatnya lagi.


Kami melanjutkan perjalanan bersama Yesus. Di kejauhan kami melihat sesuatu berjatuhan, seperti bongkahan material. Ketika kami mendekat, kami melihat bahwa itu adalah manusia yang berjatuhan ke neraka di saat itu. Orang-orang yang baru saja meninggal di bumi tanpa menerima Yesus Kristus di hati mereka, mereka semua tiba di neraka.





Kami melihat seorang pria muda, banyak iblis berlari ke arahnya dan mulai menghancurkan tubuhnya. Dengan segera, tubuhnya dipenuhi dengan ulat-ulat. Ia menjerit, “Tidak! Apa ini? Hentikan! Aku tidak mau ada di tempat ini! Hentikan! Ini pasti mimpi! Keluarkan aku dari sini!” Ia bahkan tidak tahu bahwa ia sudah meninggal, dan bahwa ia meninggal tanpa Yesus di hatinya. Iblis-iblis menjadikannya bahan lelucon dan terus menyiksa tubuhnya. Lalu angka 666 muncul di dahinya, dan sebuah piringan metal muncul di dadanya. Walaupun kami tidak bisa melihat alasan yang menyebabkan ia masuk ke neraka, kami tahu dengan pasti bahwa ia tidak akan pernah keluar lagi.





Tuhan memberitahu kami bahwa siksaan orang-orang di neraka ini akan menjadi jauh lebih parah setelah hari penghakiman. Jika mereka menderita dengan cara yang sangat buruk dan mengerikan sekarang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka akan menderita setelah hari penghakiman.


Kami tidak melihat anak kecil di sana. Kami hanya melihat ribuan dan ribuan orang-orang muda; laki-laki dan perempuan dari berbagai kebangsaan. Lagipula, di neraka tidak ada lagi kebangsaan atau level sosial, semua datang untuk disiksa dan dihukum. Disana ada satu hal yang diinginkan semua orang, yaitu kesempatan untuk keluar, paling tidak untuk satu detik. Mereka juga menginginkan setetes air untuk menyegarkan lidah mereka, seperti kisah orang kaya di Alkitab (Lukas 16:19), namun itu tidak mungkin lagi, mereka memilih kemana mereka mau untuk menghabiskan keabadian mereka. Mereka memilih untuk menghabiskannya tanpa Tuhan. Tuhan tidak pernah mengirim siapapun ke neraka, semua tiba disana berdasarkan perbuatan mereka sendiri. Galatia 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”





Hari ini, kau mendapat kesempatan besar untuk mengubah tujuan abadimu. Yesus masih ada sekarang, dan Alkitab berkata bahwa saat kita memiliki hidup, kita juga memiliki harapan. Hari ini kau memiliki hidup, jangan lewatkan kesempatan, bisa saja ini kesempatanmu yang terakhir. Kumohon percayalah tentang neraka. Ini sungguh! Ini kenyataan! Jangan keraskan hatimu, jangan menjadi orang bebal seperti yang dinyatakan oleh Abraham:


Lukas 16:27-31

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abaham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...

(Next chapter we will go to Heaven)



.

June 28, 2010

Roh Reptil yang Pernah Kulihat!

.

Hey, guys... Mungkin beberapa dari kalian ada yang banyak baca entry-entry yang aku masukin blog ini dari jaman dahulu kala, tapi mungkin ada juga dari kalian yang cuma baca postingan-postingan terbaru, aku mau menjelaskan tentang suatu hal.


Pada tanggal 6 Februari 2009, aku mem-posting sebuah entry dengan judul "Horror di Sekitar Kita...", entry itu bisa kalian baca di sini.

Nah, dalam entry itu, aku menuliskan kesaksianku tentang setan katak kurus yang aku lihat waktu (kalo ga salah...) umurku baru 11 atau 12 tahun. Berikut testimoniku tentang pengalaman itu:


Malem-malem waktu itu aku mau naik ke lantai 2 rumahku, waktu itu papaku lagi ke luar kota, dan kami semua mau tidur sekamar, tujuannya nemenin mamaku tidur... Jadi kami ber-5 tidur sekamar (Mamaku, aku, ama 3 saudariku)...


Pas mau naik ke atas, aku kan liat ke atas, tiba-tiba ada seseorang yang modelnya aneh banget sampe sekarang aku selalu merinding kalau ngebayangin orang itu...


Orang itu kurus banget, kulitnya hijau tua, pokoknya kurus banget hampir kayak Aming di Extravaganza... selain hijau, kulitnya juga agak mengkilap, dan tangannya itu ada selaputnya kayak kodok, tapi selaputnya tuh luebar banget!

Selain itu, kepalanya gak kelihatan... Bukan gara-gara gak ada, tapi orang itu pake penutup kepala, kayak semacam penutup kepala buat para penyelam gitu, jadi ada 2 lingkaran kaca di bagian mata dan 1 lingkaran besar di bagian hidung dan mulut buat bernapas...

Kesimpulannya, setan yang aku lihat itu berwujud manusia katak kurus yang memakai penutup kepala penyelam...


Begitu tuh makhluk lihat aku, langsung dengan kakinya yang berselaput, tuh makhluk lari dan terhalang tembok...


Aq bener-bener merinding, dan karena tempat tidur buat aku tidur ada di lantai 2, mau gak mau aku mesti ke tempat orang itu tadi lari!!


Suer, selama lari, aku gak berhenti merinding...


Otomatis keluargaku yang aku ceritain gak ada yang percaya, hingga sekarang-pun aku jadi agak percaya kalo aku itu Cuma ngelindur, tapi bayangan setan itu jelas banget di pikiranku... Bahkan kalo ada kertas ama pen, aku bisa gambarin kayak apa model makhluk aneh bin ajaib entu...



Nah, ga lama, waktu aku lagi browsing-browsing tentang simbol illuminati di youtube, aku menemukan sesuatu yang cukup menarik perhatianku, yaitu fakta bahwa di daerah-daerah timur tengah, di tempat banyak orang memakai cadar, ada orang yang wajahnya seperti reptil dan orang-orang itu sangat keji. Ini merupakan hasil manifestasi setan / lucifer di dunia.


Selagi aku mencari-cari info, aku mengikuti saran salah satu video untuk klik di google dan aku ketik "Reptilians Human". Di sana aku banyak menemukan dokumen-dokumen yang membahas tentang fenomena manusia yang seperti reptil. Kalau kalian tertarik, bisa coba-coba baca disini: Humans, nephilim, and Reptilians


Disini aku dikejutkan akan gambar dari salah satu film anak-anak yang berjudul LAND OF THE LOST. Gambar itu menampakkan manusia seperti reptil yang bisa kubilang 80% mirip dengan setan katak yang aku lihat, bedanya di penglihatanku, makhluk itu lebih kurus, mengkilap, dan warnanya lebih hijau tua.



Segala pencarian-pencarian ini sangat menarik dan seru untuk diselidiki sebenarnya. Next time kalo aku ada info lagi yang mistis-mistis, pasti aku postingkan lagi.. Ciao! ^^


.