Powered By Blogger
Showing posts with label Christmas Holiday. Show all posts
Showing posts with label Christmas Holiday. Show all posts

August 12, 2010

BAB 10: Jangan Menyembah Maria

.


Dalam Kerajaan Surga, kami melihat hal-hal indah seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”



Ketika kami tiba di Kerajaan Surga, segalanya begitu spektakuler dan indah; begitu banyak hal-hal besar dan luar biasa untuk merasakan kebesaran Tuhan. Sungguh spesial; tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Kami bisa mengatakan bahwa ada jutaan anak-anak di tempat itu.


Kami melihat anak-anak dari berbagai usia, Surga dibagi-bagi ke dalam beberapa seksi. Kami melihat sejenis rumah-bayi yang menjadi tempat anak-anak usia 2-4. Kami juga memperhatikan bahwa anak-anak di Surga bertumbuh dan ada sekolah-sekolah dimana anak-anak tersebut diajari Firman Tuhan. Pengajar mereka adalah malaikat-malaikat, dan mereka mengajari anak-anak menyanyikan lagu pujian dan bagaimana caranya menyembah Tuhan Yesus.


Ketika Tuhan tiba, kami dapat melihat sukacita yang kuat dari Raja kita. Walaupun kami tidak bisa melihat wajahNya, kami dapat melihat senyumanNya memenuhi seluruh tempat. Ketika Ia tiba, semua anak berlari ke arahNya! Di tengah-tengah semua anak itu, kami dapat melihat Maria, ibu dari Tuhan Yesus di bumi. Ia adalah wanita yang cantik.


Kami tidak melihatnya di atas tahta dan tidak seorangpun menyembahnya. Ia ada disana sepadan dengan semua wanita di Surga, seperti semua manusia di bumi, ia harus memperjuangkan keselamatannya. Ia mengenakan kain putih dan sebuah sabuk emas melingkar di pinggangnya, dan rambutnya terurai sampai ke pinggangnya.





Di bumi, kami telah mendengar banyak orang menyembah Maria karena ia adalah ibu dari Yesus, tetapi aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Satu-satunya gerbang menuju kerajaan Surga adalah Yesus dari Nazaret.


Kami juga memperhatikan, disana tak ada matahari atau bulan. Firman Tuhan berkata lewat Wahyu 22:5 “Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”


Kami dapat melihat kemuliaan Tuhan. Kami merasa sangat kesulitan untuk mendeskripsikan kengerian di neraka, namun rupanya jauh lebih sulit untuk mencoba menjelaskan hal-hal sempurna yang diciptakan Pencipta kita. Ketika kami di sana, kami berlari dan berusaha melihat semuanya. Kami dapat berbaring di rumputnya, dan kami dapat merasakan kemuliaan Tuhan. Suara siulan yang lembut; hembusan angin lembut yang membelai wajah kami, sungguh merupakan hal yang sangat indah.


Di tengah-tengah langit , kami melihat sebuah salib raksasa yang terbuat dari emas murni. Kami percaya ini bukan penyembahan berhala namun lebih merupakan simbol yang menunjukkan bahwa lewat kematian Yesus di kayu salib, kita dapat memasuki gerbang Surga.


Kami melanjutkan perjalanan di Surga. Sungguh sangat menyenangkan bisa berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. Disana kami tahu dengan pasti, siapakah Tuhan yang sedang kita layani… Yesus dari Nazaret. Banyak orang di bumi berpikir bahwa ada Tuhan di atas, yang hanya menunggu sampai kita berbuat dosa, supaya Ia dapat menghukum kita dan mengirim kita ke neraka. Tapi itu tidak benar. Kami dapat melihat Yesus yang adalah teman; Yesus yang menangis di saat kau meangis. Yesus adalah Tuhan dari cinta, keharuan, dan belas kasih; Ia meletakkan kita di tanganNya untuk menolong kita melanjutkan jalan keselamatan.





Tuhan Yesus juga mengijinkan kita untuk berjumpa dengan tokoh dalam Alkitab. Kami bertemu dengan Raja Daud yang diceritakan dalam Firman. Ia adalah pria yang tampan, tnggi, dan wajahnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Sepanjang waktu kami ada di Surga, hal yang dilakukan Raja Daud adalah menari, menari, menari, dan memberikan segala sembah dan penghargaan untuk Tuhan.





Bagi siapapun yang sedang membaca testimoni ini, aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”, dan aku juga memberitahumu, hanya orang-orang pemberani yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga.



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

August 1, 2010

BAB 9: Bayi yang Ku Aborsi di Surga

.

Wahyu 21:4

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.



Ketika kami tiba, pintu-pintu besar itu terbuka untuk kami, dan aku mulai melihat lembah yang dipenuhi bunga. Bunga-bunga itu begitu indah dan aromanya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan total seperti yang belum pernah kami rasakan di bumi. Kami merasakan kedamaian memenuhi hati kami, dan sewaktu kami melihat bunga-bunga itu, kami memperhatikan bahwa tiap-tiap bunga unik; tiap kelopak berbeda-beda, asli, dan memiliki warna-warna yang unik.


Di dalam hatiku, aku berkata pada Tuhan kalau aku menginginkan bunga-bunga seperti itu. Tuhan memberikan ekspresi setuju, aku mendekati salah satu bunga dan mulai menariknya. Tapi tidak ada yang terjadi, aku tak bisa mencabut bunga itu dari tanah. Aku bahkan tidak bisa mencabut kelopak atau daunnya. Lalu Tuhan memecahkan keheningan dengan berkata, “Disini semua harus dilakukan dengan cinta.” Ia menyentuh sebuah bunga dan bunga itu menyerahkan dirinya pada tangan Tuhan. Ia lalu memberikannya pada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan aroma bunga itu tetap ada bersama kami.


Kami sampai ke suatu tempat dengan kumpulan pintu-pintu cantik. Pintu-pintu ini tidak sederhana, pintu-pintu itu benar-benar terukir dengan rumit dan dipenuhi batu-batu berharga yang terpasang. Pintu itu terbuka dan kami memasuki sebuah ruangan yang berisi banyak orang. Semua orang berlari kesana-kemari melakukan persiapan. Beberapa dari mereka membawa gulungan jubah putih yang bercahaya di bahu mereka, yang lain membawa bergelendong-gelendong benang emas, dan bahkan yang lain membawa sesuatu seperti piring dengan sesuatu seperti perisai di dalamnya. Semua orang berlari dengan tujuan.


Kami menanyai Tuhan, mengapa ada begitu banyak tugas dan kesibukan. Lalu Tuhan menunjuk seorang pria muda untuk datang mendekat. Pria ini membawa gulungan lenan putih di bahunya. Ia datang dan melihat kepada Tuhan denan hormat. Ketika Tuhan bertanya mengapa ia membawa gulungan lenan itu, ia hanya melihat kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Kau tahu lenan ini untuk apa! Lenan ini akan dipakai untuk membuat jubah bagi orang-orang yang bertobat, jubah bagi para mempelai.” Saat mendengar ini, kami merasakan kesukaan dan kedamaian yang besar. Wahyu 19:8 memberitahu kita, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”


Ketika kami keluar dari tempat itu, kami bahkan bisa merasaan kedamaian yang lebih lagi, karena sungguh indah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membuat hal-hal yang baik untuk kami. Ia punya tempat dan waktu untukmu karena engkau sangat penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, mata kami tersesat dalam tiap detail di Surga. Seakan-akan tiap benda memiliki kehidupan masing-masing, dan segala sesatu di sana seperti memberikan kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu kami datang ke tempat dimana jutaan dan jutaan anak-anak berada, dari segala usia. Ketika mereka melihat Tuhan, mereka semua ingin memelukNya, untuk mersakan cintaNya lebih lagi, karena Ia adalah gairah mereka. Yesus adalah gairah tiap anak disana. Kami ingin menangis melihat beapa Tuhan sangat memanjakan tiap-tiap anak, betapa ia mencium mereka dan memegang tangan mereka.




Kami melihat malaikat-malaikat datang mendekat kepada Tuhan dengan membawa bayi-bayi yang terbungkus kain linen. Tuhan membelai, menyentuh, dan menciumi dahi mereka, kemudian malaikat-malakat itu membawa mereka pergi. Kami bertanya pada Tuhan kenapa ada begitu banyak anak kecil disana, apakah anak-anak itu akan dikirim ke bumi. Tuhan terdengar tersentuh untuk sementara, lalu Ia berkata, “Tidak, anak-anak ini tidak untuk dikirim ke bumi! Mereka adalah anak-anak yang di aborsi di bumi, yang orang tuanya tidak mau memiliki mereka. Mereka adalah anak-anakKu dan Aku mencintai mereka.” Aku menganggukkan kepala, dan bahkan suaraku bergetar untuk menanyakan hal seperti itu kepada Tuhan.


Ketika aku tidak mengenal Tuhan sebagai jalan kehidupan, aku melakukan suatu kesalahan dan berdosa seperti banyak orang lain. Di antara dosa-dosa itu adalah aborsi yang pernah aku lakukan. Ada sebuah momen dimana aku berhadapan wajah dengan Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah bayi yang ku aborsi dulu ada disini?” Tuhan menjawab, “Ya.” Aku mulai berjalan ke salah satu sisi dan aku melihat seorang bocah kecil yang tampan. Di dekatnya berdiri malaikat. Malaikat itu memandangi Tuhan, dan bocah itu sedang membelakangi kami.


Tuhan memberitahuku, “Lihat, itu anakmu.” Aku mau melihatnya, maka aku segera berlari kepadanya, namun malaikat menghentikanku dengan tangannya. Ia menyuruhku mendengarka apa yang dikatakan bocah itu terlebih dahulu. Aku mulai mendengar apa yang bocah itu ucapkan. Ia sedang berbicara dan melihat ke arah anak-anak lain. Ia bertanya pada malaikat, “Apakah papa dan mamaku akan segera kesini?” Malaikat itu melihat ke arahku, menjawabnya, “Ya, papamu dan mamamu akan segera datang.”


Aku tidak tahu kenapa aku diberi kesempatan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku aku tahu bahwa kata-kata itu adalah hadiah terbaik yang bisa Tuhan berikan untukku. Anak kecil ini tidak berbicara dengan kemarahan atau luka, mungkin ia bahkan tahu bahwa kami tidak membiarkannya dilahirkan. Ia secara sederhana menantikan dengan cinta yang Tuhan taruh dalam hatinya.


Kami melanjutkan perjalanan, tetapi aku menyimpan gambaran bocah itu di hatiku. Aku tahu bahwa setiap hari aku harus melakukan usaha untuk bisa bersama dengannya suatu hari nanti. Aku punya satu alasan lagi untuk ke sana, karena seseorang sedang menunggu-nunggu aku di kerajaan Surga. Firman Tuhan memberitahu kita lewat Yesaya 65:19, “Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”


Kami tiba di suatu tempat dengan gunung-gunung kecil, dan Tuhan Yesus mulai menari. Di depanNya banyak orang berpakaian dalam jubah putih dan mereka semua mengangkat tangan-tangan mereka yang membawa dahan zaitun yang hijau. Ketika mereka melambaikan dahan-dahan itu di udara, dahan-dahan itu melepaskan minyak. Tuhan telah menyiapkan hal-hal hebat untukmu! Sekaranglah saatnya untuk memberikan hatimu kepadaNya.




Tuhan memberkatimu!



TO BE CONTINUED...



.

July 28, 2010

BAB 8: Ariel di Surga

.

Ketika kami mulai naik ke Kerajaan Surga, kami tiba ke suatu tempat indah dengan pintu-pintu yang berharga. Di depan pintu-pintu itu ada dua malaikat. Mereka mulai berbicara, namun perkataan mereka merupakan bahasa malaikat dan kami tidak dapat memahami apa yang mereka bicarakan. Namun Roh Kudus memberi kami pengertian, mereka sedang menyambut kami. Tuhan Yesus menaruh tanganNya di pintu dan pintu itu terbuka. Jika Yesus tidak bersama kami, kami pasti tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Surga.


Kami mulai menghargai semua yang ada di Surga. Kami melihat pohon yang sangat besar, Alkitab menjelaskan pohon itu sebaai “Pohon Kehidupan” (Wahyu 2:7). Kami menuju sebuah sungai dan melihat ada banyak ikan di dalamnya. Segalanya tampak begitu luar biasa sampai-sampai aku dan temanku memutuskan untuk masuk ke dalam air. Kami mulai berenang di dalam air. Kami melihat ikan-ikan bergerak mengelilingi kami dan mereka mengusap dan menciumi tubuh kami. Mereka tidak berenang pergi seperti layaknya ikan di bumi; kehadiran Tuhan menenangkan ikan-ikan itu. Ikan-ikan itu dapat mempercayai kami karena mereka tahu bahwa kami tidak akan membahayakan mereka. Aku begitu terberkati dan terkagum-kagum hingga aku mengambil seekor ikan dan mengeluarkannya dari air. Yang begitu luar biasa adalah ikan itu begitu tenang menikmati kehadiran Tuhan bahkan di dalam tanganku. Aku mengembalikan ikan itu ke dalam air.


Aku dapat melihat di kejauhan ada kuda-kuda putih di Surga, seperti yang tertulis dalam firman Tuhan di Wahyu 19:11, “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya berama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil”. Kuda-kuda itu adalah kuda-kuda yang akan dipakai Tuhan saat Ia kembali ke dunia untuk menjemput umatNya, gerejaNya. Aku berjalan ke arah kuda-kuda itu dan mulai mengelus-elus mereka. Tuhan mengikutiku dan mengijinkanku menunggangi seekor kuda.





Ketika aku mulai menungganginya, aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya di bumi. Aku mulai merasakan kedamaian, kebebasan, cinta, kekudusan yang dapat diperoleh seseorang di tempat indah itu. Aku mulai menikmati segala hal yang dapat dilihat mataku. Aku hanya mau menikmati segalanya di Firdaus indah tersebut yang telah disediakan Tuhan bagi kita.


Kami juga dapat melihat meja-meja untuk pesta pernikahan, segalanya telah disiapkan. Meja-meja itu tidak memiliki awal dan akhir, kami melihat kursi-kursi disiapkan bagi kami. Disana juga tersedia mahkota kehidupan kekal yang telah siap untuk diambil oleh kami. Kami melihat makanan-makanan lezat telah siap bagi mereka yang diundang untuk menghadiri perjamuan nikah anak domba.





Malaikat-malaikat ada disana dengan membawa jubah-jubah putih yang telah disiapkan Tuhan bagi kita. Aku sangat terpesona melihat semua hal ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menerima Kerajaan Surga seperti anak-anak kecil (Matius 18:3). Ketika kami ada di Surga, kami seperti anak kecil. Kami mulai menikmati segalanya disana; bunga-bunganya, perumahannya… Tuhan bahkan mengijinkan kami untuk masuk ke rumah-rumahnya.


Lalu Tuhan membawa kami ke tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Tuhan berdiri di tengah-tengah mereka dan Ia mulai bermain-main dengan mereka. Ia memastikan untuk menghabiskan cukup waktu dengan tiap-tiap mereka, dan Ia menikmati bersama mereka. Kami mendekat pada Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah ini anak-anak yang akan dilahirkan ke dunia?”, Tuhan mejawab, “Tidak, anak-anak ini adalah anak-anak yang di aborsi di dunia”. Mendengar hal ini, aku merasakan ada sesuatu di dalam diriku yang membuatku terguncang.


Aku mengingat sesuatu yang telah ku lakukan di masa lalu, ketika aku belum mengenal Tuhan. Pada saat itu, aku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita dan pada akhirnya ia hamil. Ketika ia memberitahuku bahwa ia hamil, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, jadi aku memintanya memberiku waktu untuk mengambil keputusan. Waktu berlalu dan ketika aku pergi kepadanya untuk memberitahukan keputusanku, segalanya sudah terlambat sebab ia telah melakukan aborsi. Kejadian itu tidak dapat kulupakan. Bahkan setelah aku menerima Tuhan di dalam hatiku, aborsi itu merupakan sesuatu yang membuatku tidak dapat memaafkan diriku. Namun Tuhan melakukan sesuatu hari itu, Ia mengijinkan aku memasuki tempat itu dan memberitahuku, “Ariel, apakah kau lihat gadis kecil itu di sana? Gadis itu adalah anakmu.”


Ketika Ia memberitahuku hal itu, aku melihat gads kecil itu, aku merasa luka yang telah kumiliki dalam jiwaku untuk waktu yang lama mulai disembuhkan. Tuhan mengijinkan aku berjalan mendekatinya dan ia mendekatiku. Aku meraih tangannya dan melihat matanya. Satu kata kudengar dari bibirnya, “Papa”. Aku memahami dan merasakan bahwa Tuhan telah mengasihani aku dan mengampuniku, namun aku harus belajar untuk mengampuni diriku sendiri.


Temanku, siapapun yang membaca tulisan ini, aku mau memberitahumu sesuatu. Tuhan telah mengampuni dosa-dosamu, sekarang kau harus belajar untuk mengampuni dirimu sendiri. Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah mengijinkan aku membagi testimoni ini padamu. Tuhan Yesus Kristus, aku memberikan seluruh kehormatan dan kemuliaan hanya bagiMu! Testimoni ini berasal dari Tuhan, Ia mengijinkan kita menerima pewahyuan ini. Aku berharap setiap orang yang membaca testimoni ini menerima berkat dan menggunakan berkat itu untuk memberkati banyak orang lain.


Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

July 17, 2010

BAB 7: Kisah Esau Tentang Surga

.

2 Korintus 12:2

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.



Kami ada dalam ruangan, ketika kami merasakan pengalaman yang pertama. Ruangan itu mulai dipenuhi cahaya lagi melalui kehadiran Tuhan. Cahaya itu begitu kuat hingga menerangi seluruh ruangan. Ruangan itu dipenuhi kemuliaanNya, sungguh sangat indah bisa merasakan kehadiranNya.


Yesus berkata pada kami, “Anak-anakKu, sekarang aku akan menunjukkan padamu kerajaan Surgaku.” Kami saling berpegangan tangan dan kami diangkat. Aku melihat ke bawah dan melihat bahwa kami telah keluar dari tubuh kami. Setelah kami keluar dari tubuh, kami telah mengenakan jubah putih dan mulai bergerak naik dalam kecepatan tinggi.


Kami tiba di depan sepasang pintu yang merupakan gerbang menuju kerajaan Surga. Kami begitu terperangah akan apa yang terjadi pada kami. Untunglah, Yesus anak Allah ada disana dengan kami, bersama dua malaikat yang tiap-tiapnya memiliki empat sayap.


Malaikat itu mulai berbicara dengan kami, namun kami tidak memahami apa yang mereka katakan. Bahasa mereka sangat berbeda dari bahasa kita, bahkan itu sangat berbeda dari segala bahasa di bumi. Malaikat-malaikat itu menyambut kami dan mereka membuka pintu-pintu yang besar itu. Kami melihat tempat yang indah, dengan banyak hal di dalamnya. Ketika kami masuk ke dalam, kedamaian yang sempurna memenuhi hati kami. Alkitab memberitahu kita bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7).





Hal pertama yang kulihat adalah rusa, jadi aku bertanya pada salah satu temanku, “Sandra, apa kau juga melihat hal yang aku lihat?” Ia tidak lagi menangis atau menjerit seperti saat kami dibawa ke neraka. Ia tersenyum dan menjawab, “Ya Esau, aku melihat rusa!” Lalu aku tahu bahwa segalanya nyata, kami benar-benar di kerajaan Surga. Segala kengerian yang kami lihat di neraka segera terlupakan. Kami benar-benar menikmati kemuliaan Tuhan. Kami menuju ke tempat rusa itu berada, di belakangnya berdiri sebuah pohon yang sangat besar! Pohon itu terletak di pusat dari Firdaus.


Alkitab berkata dalam Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan aa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah”.


Pohon ini adalah lambang dari Yesus, sebab Yesus adalah kehidupan yang kekal. Di balik pohon itu ada sebuah sungai yang airnya sejernih kristal. Sungai itu sangat jernih dan indah, seperti sungai yang tidak mungkin ada di bumi. Kami hanya mau terus menetap di tempat itu. Seringkali kami berkata kepada Tuhan, “Tuhan tolong! Jangan keluarkan kami dari tempat ini! Kami mau disini selamanya! Kami tidak mau kembali ke bumi!” Tuhan lalu menjawab kami, “Sangat penting untuk kamu kembali dan bersaksi tentang semua hal yang telah Kusiapkan untuk mereka yang mencintaiKu, karena aku segera kembali dan hadiahKu ada bersamaKu.”


Ketika kami melihat sungai itu, kami cepat-cepat berlari ke sana dan masuk ke dalamnya. Kami teringat akan ayat yang mengatakan barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38). Air dari sungai ini seperti memiliki hidup di dalamnya, jadi kami membenamkan diri kami di dalamnya. Di dalam maupun di luar air kami dapat bernafas dengan normal. Sungai itu begitu dalam dan disana banyak ikan-ikan berwarna-warni berenang. Cahaya di dalam dan di luar sungai tidak berbeda; di Surga, cahaya tidak datang dari sumber yang spesifik, segalanya bercahaya dengan sendirinya. Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus adalah cahaya dari kota itu (Wahyu 21:23).Dengan tangan kami, kami mengeluarkan beberapa ikan dari air; ikan-ikan itu tidak mati. Maka kami berlari pada Tuhan dan bertanya padaNya mengapa. Tuhan tersenyum dan menjawab bahwa di Surga tak ada lagi kematian, tak ada lagi air mata dan rasa sakit (Wahyu 21:4).


Kami meninggalkan sungai dan berlari ke segala tempat yang bisa kami temukan, kami mau menyentuh dan mengalami segalanya. Kami mau membawa semuanya pulang bersama kami, karena kami begitu terkagum-kagum pada benda-benda di Surga. Segalanya di Surga tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketika Paulus dibawa ke Surga, ia melihat hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena kehebatan hal-hal yang ada di Kerajaan Surga (2 Korintus 12). Disana bahkan terdapat hal-hal yang sama sekali tidak bisa kami jelaskan.


Kami lalu tiba di suatu area yang sangat luas; tempat yang sangat indah dan cantik. Tempat ini dipenuhi batu-batu berharga: emas, emerald, ruby, dan berlian. Lantainya terbuat dari emas murni. Kami lalu tiba di tempat dimana terdapat tiga buku yang sangat besar. Yang pertama adalah Alkitab yang terbuat dari emas. Dalam Mazmur kita diberitahu bahwa firman Tuhan adalah teguh dan bahwa firman Tuhan tetap ada di Surga selamanya (Mazmur 119:89). Kami lalu melihat Alkitab emas besar tersebut; halaman-halamannya, ayat-ayatnya, semuanya tercipta dari emas murni.


Buku yang kedua adalah buku yang jauh lebih besar dibanding Alkitab emas. Buku itu terbuka dan sesosok malaikat sedang duduk di atasnya dan menulis di dalamnya. Bersama dengan Tuhan Yesus kami mendekat untuk melihat apa yang ditulis malaikat itu. Malaikat itu sedang menulis segala hal yang sedang terjadi di bumi. Segala hal yang sedang terjadi; termasuk tanggal, jam, segalanya tertulis di situ. Ini dilakukan supaya firman Tuhan dapat tergenapi seperti yang tertulis dalam Alkitab, bahwa kitab akan dibuka dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu (Wahyu 20:12). Malaikat itu terus menulis segala hal yang dilakukan semua manusia di bumi, baik atau buruk, semua tertulis.

Kami melanjutkan menuju tempat dimana buku ketiga berada. Buku ini bahkan lebih besar dari buku yang kedua! Buku itu tertutup, namun kami tetap mendekatinya. Kami bertujuh bersama-sama menurunkan buku itu dari tempatnya, sesuai dengan perintah Tuhan, lalu kami menaruhnya di depan pilar.


Pilar-pilar dan tiang-tiang di Surga begitu indah! Mereka tidak seperti pilar dan tiang di bumi. Tiang-tiangnya dibuat seperti kepangan / anyaman, dan itu dibuat dari batu-batu berharga yang berbeda-beda. Beberapa terbuat dari berlian, yang lain terbuat dari emerald murni, yang lain terbuat dari emas murni, dan yang lain terbuat dari kombinasi dari berbagai macam batu-batuan. Aku akhirnya mengerti bahwa Tuhan sungguh-sungguh pemilik dari semua hal, seperti yang tertulis dalam Hagai 2:9, “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam”. Aku memahami bahwa Tuhan benar-benar kaya dan Ia memiliki semua kekayaan di dunia. Aku juga mengerti bahwa dunia ini beserta segala kekayaan di dalamnya ditujukan untuk memuliakan Tuhan kita, dan Ia mau memberikan itu semua bagi orang-orang yang meminta dalam kepercayaan.





Tuhan berkata, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberkan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8). Buku ini yang kami letakkan pada tiang begitu besarnya, hingga untuk membuka halamannya kami harus berjalan untuk memindah halamannya ke sisi lain buku. Kami mencoba membaca apa yang tertulis pada buku itu seperti yang diminta Tuhan. Pada mulanya sangat sulit untuk dibaca karena itu ditulis dalam karakter asing yang tidak dapat kami mengerti. Itu begitu berbeda dari segala bahasa di bumi; itu benar-benar tulisan Surgawi. Namun dengan pertolongan dari Roh Kudus, kami diberi kemurahan untuk memahaminya. Sepertinya penutup mata telah dilepaskan dari mata kami dan kami dapat memahami tulisan itu; sejelas kami memahami bahasa kami sendiri.


Kami dapat melihat bahwa nama kami bertujuh tertulis di dalam buku itu. Tuhan memberitahu kami bahwa itu adalah kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Kami memperhatikan bahwa nama yang tertulis di buku bukanlah nama kami yang biasa kami gunakan di bumi; nama-nama ini adalah nama baru, supaya firman Tuhan dapat dipenuhi saat itu berkata bahwa Tuhan akan mengaruniakan batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya (Wahyu 2:17).


Di Surga, kami dapat mengucapkan nama kami, namun begitu Tuhan membawa kami kembali ke bumi, nama-nama itu telah diambil dari kenangan dan hati kami. Firman Tuhan itu selamanya, dan itu pasti terpenuhi. Teman-temanku, Alkitab berkata dalam Wahyu 3:11, Jangan biarkan seorangpun mengambil mahkotamu, jangan biarkan seorangpun menghilangkan atau memindah tempat yang telah disediakan Bapa bagimu. Di Surga, tersedia jutaan hal yang sangat indah, kami bahkan tidak dapat menjelaskannya dengan mulut kami. Namun aku mau memberitahumu sesuatu, “Tuhan menantikanmu!” Tetapi hanya orang-orang yang bertahan sampai kesudahannnya yang akan diselamatkan! (Markus 13:13)



TO BE CONTINUED...



.

October 13, 2009

Surabaya on Summer: INDAH!

.

Jujur, aku cukup menderita hidup di Surabaya... Sebenernya sih polusi di Surabaya menurut aku nggak parah-parah amat *Kecuali di Jalan Ahmad Yani, nggak komentar deh*, tapi emang bener, tahun 2009 ini aku ngerasa Surabaya menjalani fase terpanas dalam hidupnya.

Tempo hari aku uda nge-post 1 entry tentang betapa Surabaya itu panas banget, bisa dibilang nih entry merupakan "sambungan"nya...

Saking panasnya Surabaya, aku jadi terdorong untuk menulis entry tentang betapa panasnya Surabaya... Siapa tahu entryku ini ditanggapi yang Maha Kuasa dan Surabaya dibikin hujan salju... *kiamat deh*

Anyway, dalam otakku aku udah menanamkan, yang namanya panas sampai 40 derajat lebih ini, tanaman apapun tidak akan bermekaran, yang ada malah hanya pohon kering dan dedaunan berguguran... But I get it wrong... Emang udah bukan dasarnya anak IPA, rupanya di musim super panas ini, Surabaya telah bertransformasi menjadi kota yang indah... Not just green like it's motto: "SUROBOYOKU BERSIH DAN HIJAU", tapi berwarna-warni!




Di jalan-jalan aku menemukan banyak pohon-pohon bermekaran dengan kelopak warna-warni *paling banyak kuning sih...* yang wapik banget wes pokoknya..^^


Hmmm... Jadi belajar sesuatu yang good nih! Di situasi terburuk-pun, PASTI ADA sebuah sisi positif yang bisa kita nikmati...^^

.

September 5, 2009

My Weird Habbit: SLEEPWALKING

Ini cerita tentang kebiasaanku yang aneh.

Dulu, sekitar umur 7 sampai 8 tahun, aku sering sekali sleeping walking atau bahasa kerennya ngelindur. Jadi tiap tengah malam aku bisa jalan-jalan waktu tidur, bahkan bicara sama orang, tapi kalau bicara, aku biasanya nggak tahu apa yang aku omongin dan biasanya ga nyambung ama ngelantur. Waktu bangun, aku bisa terheran-heran waktu diceritai kalau semalam aku bicara yang enggak-enggak, bahkan aku pernah ngelindur sampai nangis!

Suatu hari, aku sekeluarga menginap di Hotel Westin (Yang sekarang sudah diganti jadi J.W. Marriot). Aku suka sekali mandi disana! Soalnya ada bathub gede dan airnya panas, pokok nyaman sekali! Dalam sehari, di hotel itu aku bisa mandi 4 sampai 5 kali biar nggak disuruh, soalnya aku ketagihan mandi di bathub air panas…


Di kamar hotel itu, ada sebuah lemari baju yang ukurannya cukup besar bagi aku waktu itu. Gara-gara iseng, aku masuk di lemari itu terus aku tidur. Itu sekitar jam 4 sore, waktu itu semua keluargaku lagi nonton TV. Tiba-tiba waktu aku bangun, aku sudah berendam di bak air panas, udah gitu gak pake baju lagi, dan kran airnya masih menyala!! Aku langsung berteriak, “Maaa… Kok aku ada disini???” Seluruh keluargaku yang ada di luar kamar mandi bingung, rupanya aku ngelindur dan masuk sendiri ke kamar mandi!


Ternyata aku lepas baju sendiri, aku kunci pintu kamar mandi sendiri, aku nyalain kran air panas sendiri, dan aku lanjutin tidur sambil berendam di bak air panas tanpa sadar!! Otomatis seluruh anggota keluargaku tertawa gak berhenti-berhenti…


Sejak kejadian itu, keluargaku terutama kakak perempuanku suka sekali mengulang-ulang kejadian itu, kalo cerita dia pasti ketawa-ketawa… Abis semua heran, kok bisa aku nelindur sambil buka baju terus tidur di bak air panas…

Masih banyak lagi kejadian tentang kebiasaan anehku ini, pernah aku nangis-nangis sendiri waktu sakit panas dan disuruh minum obat, setelah bener-bener bangun dan sadar kalo aku ternyata cuma disuruh minum obat, baru aku bisa tenang sambil kebingungan minum obat itu...


Di kasus lain aku bisa ngigau dengan jelas dan keras, pernah ada satu kejadian aku ngigau dan ditangkep basah adikku... Kalo inget-inget itu adikku mesti ketawa ngakak, malu banget aku... (Cerita selengkapnya ga mungkin kuobral disini!!!)


Kadang-kadang aku bisa lari-lari sambil tidur, dan baru bangun waktu udah berdiri di tempat lain, biasanya kalo udah gitu aku bisa kebingungan sendiri...


Tapi kebiasaan buruk itu sudah nggak pernah terulang lagi sejak aku melewati umur 10 tahun. Tapi nggak tahu lagi nantinya…(^^)

January 1, 2009

New Year's Eve

“HAPPY NEW YEAR 2009 EVERYBODYYY…!!!!!”


Senangnya setelah setahun kita lewati, kini kita dapat kesempatan lagi untuk mengulang lembar tahun yang baru (Lembar kalender maksudnya).


Ngapain aja nih bro' and sis'??

Maksudnya untuk ngerayain momen bersejarah ini???


Apapun yang kalian lakukan entah hang out bareng temen ato Cuma tidur di rumah (-.-“), semoga itu bisa membuat kalian bahagia dan merasakan semangat tahun baru ang membara di dagingku ini... (Halah...)


Aku mau ceritain deh apa-apa aja yang aku lakuin di malam tahun baru sampai-sampai gak balas semua SMS Happy New Year yang masuk Inbox-ku... (Maaf, ada 30 SMS lebih yang gak aku bales...)



Pertama... Jam 6:30 PM aku udah sampe di gerejaku Imamat Rajani, untuk kebaktian Tutup tahun, aku pelayanan singer, asemnya, aku salah kostum! Padahal aku udah SMS yang jadi Worship Leader dan katanya kostum singer bebas, ya aku pikir kasual aja, ternyata 3 singer yang lain datang mengenakan hem hitam, jas hitam, celana / rok hitam, dan sepatu vantoufel...


Uuuurghh... (Aku Cuma jeans biru, sepatu kets, ama kaos abu-abu yang ditambahi vest hitam... Can you imagine???? I feel bad...)


Akhirnya aku naik motor cepet-cepet untuk pulang dan berganti pakaian dan kembali ke gereja, menerabas macet tahun baru yang mulai mewabah dan tertimpa hujan yang kayaknya jatuh cukup deras untuk menguji kesabaranku...


Akhirnya sukses juga, kebaktian Tahun Baru berjalan lancar tanpa insiden apapun. Dekor oke, sound system tidak mengalami gangguan apapun, dan everything’s perfect!^^


Selesai kebaktian, kita ada acara ramah-tamah, wah wah wah, ramenya, kayak antri sembako...

Makanan yang dihidangkan aalah nasi bakmoy yang wuenaknya amit-amit!


Harusnya ada ice cream juga...

Tapi karena macet yang luar biasa, yang jual ice cream telepon Pendetanya dan minta maaf karena gak bisa antar tuh ice cream gara-gara macet total...


Kasihan juga, yah moga tuh ice cream bisa dikirim lain hari... (Hihihihihihihihi...)


Akhirnya setelah ndusel-ndusel aku bisa menikmati nasi bakmoy yang lezat tiada tara.


Cukup sepiring, malam tahun baru kalo makan banyak-banyak takutnya keterusan, ntar tahun depan jadi momon lo!


Akhirnya semua udah pada pulang...


Haiyaaaah... Enaknya ngapain ya?? Pulang juga aah... Toh semua udah beres...


“Hey! Ayo ikut!”

Kata temanku yang tiba-tiba berakhir melarang aku pulang.


“Kemana?”


“Gak tau. Ikut ae. Awas lek pulang!”


Yah... Susah ya kalo jadi seleb yang dikangenin terus itu, mau pulang aja dilarang-larang...

oke la, aku ikut kemanapun engkau membawaku...


Akhirnya kita satu mobil berisi 9 orang berangkat berdesak-desakan, namun hepi ke tempat yang tidak kita ketahui, bagai Abraham yang dituntun Tuhan ke tanah yang belum diketahui...


Macetnya boook! Kayak apa aja nih orang-orang pada jutaan naik motor, bawa-bawa terompet ada yang main-main gas, sok keren aja tuh orang!! Lom tau kalo di tandingi ama motor yang pake Castrol motor elo itu bakal jadi mini!???


Akhirnya setelah sesak napas di tengah kermunan motor yang membawa terompet selama 15 menit, kita berhasil bernafas lega...


“Muter ae! Muter ae!!”


Akhirnya kita semua mendapat inspirasi untuk menuju Laguna, ke FOOD FESTIVAL!!



Oke... Oke... Sounds fun!


Akhirnya kita tancap gas ke Food Festival deket jalan Mulyosari...


Tiba di Food Festival, suasananya bener-bener meriah, ramenya wow... banyak motor dan lampu-lampu warna-warni bikin suasana tahun baru itu jadi makin seru...



Pertama kita Cuma foto-foto, jalan-jalan ama liatin tuh anak-anak kecil main kembang api... Duh imutnya... Pingin gigit deh!



Akhirnya tibalah NEW YEAR!!!!!!!!!!!


Semua meniupkan terompet bagai ritual exorcist, semua pada gila-gilaan tiup terompet membuat gendang telingaku gemetar ketakutan kalo pecah...


Akhirnya tibalah saatnya kembang api gede-gede yang dinantikan banyak orang, dan sungguh, itu tidak mengecewakan, walau pastinya jauh lebih bagus kembang api di tretes...


Setelah 30 menit luncuran kembang api memukau penonton, wow...


Ckckckckck...


Asepnya boook!


Bikin Surabaya ini makin polusi aja!!


Ckckck! Tuh liat ndiri aja fotonya...

Bener-bener mesti tahan nafas kalo disana...


Akhirnya kita semua pesen minuman, ada yang pesen milk shake, jus, terus kita semua duduk dan kongkow-kongkow dan main-main game...


Akhirnya semua kembali ke gereja, kan motorku masi di gereja, serasa lupa segalanya deh...


Busetnya, tuh 8 temen gue yang lain masih kepingin lanjut main kartu dan ketawa-ketawa haha-hihi ampe jam 5 pagi!


Wuedan tenan...


Aku nyerah deh, udah teler...


Akhirnya jam 2 aku pulang dan setelah mandi, membilas segala kotoran, debu, dan kuman, aku merebahkan diriku di atas ranjang...


And I already sleep like a baby in no time...


Akhirnya aku bangun jam 7:30 pagi...


Hooooahm....


SMS-nya yang ngucapin met tahun baru ada banyak, males bales deh...

Sorry everybody... (Bukannya males sih, tapi pulsa skarat... T.T)


Yah entri ini aku dedikasikan untuk kalian semua deh...


HAPPY NEW YEAR 2009 TO:


-Timotius Hendra (My pal)

-Nico Setiawan Susilo a.k.a Mr. Mocca (Also my pal...)

-Gabrielle a.k.a Gaby

-There

-Cia Sia

-Cia Yin

-Adelin Darmaji

-Nesya

-Kak deviana

-Sherlyn

-Jez-Jez

-Daroe

-Yunita

-Henry (Nih sapa ya, kok gue lupa...)

-Glenn (Hmmm...)

-Cung-Cung (Happy New Year too!!!^^)

-Debora (Si tomboy dari gua hantu)

-Julius Osmond (Aku merasa bersalah gak bales SMS yang satu ini... Napa yah???)

-Paulina Sigit

-Melysia

-Lindawati Purnomo a.k.a Kitty

-Virginia Listyani

-Lavi

-Amel

-Ricky Tanudjaja a.k.a A.A.

-Ntepzz

-Lisa

-Cindy Felia Tedja

-Yenny

-Gideon Vanuel a.k.a Giovan

-Dan untuk 4 SMS yang aku gak tau dari siapa dan untuk beberapa SMS yang gak sengaja kehapus begitu aku terima (Sorry...)


Semoga tahun baru ini jadi tahun yang penuh berkah, gak peduli apa kata dunia, kata polisi, kata Presiden, kata Mama Lauren, pokoknya, tahun ini TAHUN BERKAT buat semuanya!!!!!


Good Luck Everybody!!!^^