Powered By Blogger
Showing posts with label Future. Show all posts
Showing posts with label Future. Show all posts

December 13, 2012

Highlight of 2012


"2012 has been the most extraordinary year of my life so far... Hope 2013 and so on will get better and better till I get back to my Creator!"


Pesan itu benar-benar terpatri mendalam di benak dan hati beberapa hari ini... Ketika mereview 2012 yang akan kulewati, aku baru sadar kalau tahun 2012 ini benar-benar tahun yang awesome!


Memasuki 2012, aku merasa tidak menjalani awal tahun ini dengan baik. Ada banyak masalah yang kuhadapi; manajemen waktu yang buruk, kesibukan yang terlalu over-dose dan urusan kuliah yang terbengkalai karena urusan-urusan lain yang seharusnya bukan prioritas namun menuntut untuk diperhatikan...

Tahun ini ada 3 event besar yang menjadi penerang ajaib di tahun ini. Aku benar-benar bersyukur sama Tuhan dan dengan kubuatnya posting ini, aku berharap di tahun-tahun mendatang, ketika masa-masa berat datang, aku masih bisa melihat terang yang memberi pengharapan dengan melihat pertolonganNya yang ajaib di tahun ini...


December 5, 2012

Menjejak di Dunia Kerja



Lucu setiap tahun aku selalu mem-posting sesuatu... Padahal aku kira 2012 ini aku sudah akan membuang blog yang dulu kupandang valuable ini... Tapi menulis tetap hal yang menyenangkan!

Sekarang ini aku sudah lulus kuliah! Euphoria sudah lewat, dan wisudah baru akan berjalan Februari 2013... Pastinya saat itu euphoria sesaat akan kembali terjadi. Tapi sekarang aku sudah mulai belajar kerja.

Pinginnya nganggur dulu 1 bulan, tapi memang dasarnya nggak bisa diam, cuma tidur-tiduran dan senang-senang bikin nurani tertuduh dan pikiran jadi ketakutan dan paranoid.




Akhirnya tanpa menunda lama-lama aku ingin juga menjejakkan kaki di dunia profesional yang kata orang kejam: Dunia Kerja...

The New Sight


Ketika pertama kali mem-posting artikel di blog ini pada tanggal 26 Desember 2008, kecintaan saya terhadap Ilmu Komunikasi begitu membuncah di dada... Hahahaha... Sekarang-pun masih, hanya sekarang saya sudah belajar untuk melihat ilmu ini dari sudut pandang lain yang, tetap fun, namun lebih dewasa.

Pengalaman menarik dengan adanya blog ini selama ini, ketika saya sudah bukan mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra, ada mahasiswa baru yang mendapat tugas dan mengambil artikel dari blog ini. Dengan indentik dia meng-copy sebuah artikel, paste di word, printing, dan mengumpulkan tugas tersebut dengan sumber: www.johansenhalim.blogspot.com

Dosen: KAMU TAHU SIAPA ITU, JOHANSEN?

Mahasiswa baru: Tahu...

Dosen: Siapa itu?

Mahasiswa baru: (malu-malu) ahli komunikasi...

February 16, 2011

Review Lagu Lady Gaga: BORN THIS WAY



Single yang terbaru dari Lady Gaga baru keluar dan lagunya emang asik banget. Lagu itu baru aku dengerin 4 kali dan langsung terngiang-ngiang di kepalaku... Lagu itu adalah:




BORN THIS WAY



Aku mau mereview lagu ini, tapi sebelumnya, buat kamu-kamu yang ga tau liriknya, ini aku kasih...

February 15, 2011

Refleksi Seminar ASEAN - 15 Maret 2010


Pada tanggal 15 Maret 2010, saya mengikuti sebuah seminar tentang ASEAN yang diadakan di Universitas Kristen Petra. Seminar ini merupakan seminar besar dimana para pembicaranya merupakan pembicara yang ahli di bidangnya dan berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia.

Dalam seminar ini, dibahas permasalahan-permasalahan yang menyangkut ASEAN seperti permasalahan ‘comot kebudayaan’, masalah keamanan, dan lain sebagainya. Setelah mengikuti seminar tersebut, saya menemukan beberapa pencerahan dan pengetahuan.

Setelah mengikuti seminar ini, ada 2 poin yang saya tangkap, yaitu para generasi-generasi muda di Indonesia harus mulai vokal dan memiliki ketertarikan untuk memberikan sumbangsih pikiran bagi ASEAN. Karena kalau bukan kita yang muda, siapa yang akan meneruskan ASEAN?

Poin ke-2, saya menangkap bahwa saat ini, negara-negara ASEAN masih memiliki banyak konflik. Konflik itu disebabkan masalah perebutan wilayah teritorial. Tiap negara mengklain suatu pulau sebagai kepunyaannya, kemudian konflik juga disebabkan adanya permasalahan perebutan budaya, contohnya seperti budaya batik dan tari-tari Idonesia yang diklaim oleh negara Malaysia.

Bagi saya pribadi, ASEAN mengalami kebingungan / dilema dalam menentukan kadar/standardisasi “Hak Asasi Manusia”, dan hal ini pula yang dinyatakan oleh seorang penulis, Heru Susetyo Nuswanto dalam artikelnya yang bertajuk Asean dan Dilema Penegakan HAM.

Sebagai contoh kasus; Negeri gajah putih Thailand mengadakan hajat akbar akhir Februari 2009 ini yaitu 14th ASEAN Summit (Pertemuan Puncak ASEAN ke 14) yang diadakan di Hua Hin, Thailand. Sedianya forum tertinggi ASEAN ini akan diadakan di Chiang Mai pada bulan Desember 2008, namun berhubung kondisi politik dalam negeri Thailand kurang stabil dan daerah Chiang Mai adalah basis kelompok oposisi maka pertemuan ASEAN ke 14 ini digelar di Hua Hin, kota pantai berjarak tiga jam di Selatan Bangkok. Bagi pemerintah Thailand yang berkuasa saat ini (di bawah PM Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat), pertemuan ASEAN ini amat penting karena meneguhkan legitimasinya selaku pemerintah yang berkuasa ke dalam dan keluar Thailand. Maklumlah, tahun 2008 silam diwarnai dengan kisruh politik yang luar biasa dahsyat, dimana PM Thailand berganti empat kali dalam satu tahun saja. Dimana hanya satu kali saja pergantian kepala pemerintahan tesebut berlangsung melalui mekanisme Pemilu dan selebihnya adalah 'intervensi' dari Mahkamah Konstitusi Thailand.

Bagi ASEAN, terlebih lagi pertemuan ini amat penting, karena merupakan pertemuan pertama pasca kelahiran ASEAN Charter (Piagam ASEAN) pada 20 November 2007. Empat puluh tahun sudah ASEAN berdiri sejak 8 Agustus 1967 namun tak kunjung memiliki piagam bersama. Barulah pada ASEAN Summit ke 13 di Singapore piagam tersebut dilahirkan dan berkekuatan hukum (entry into force) pada 15 Desember 2008 setelah sepuluh negara anggotanya meratifikasinya.

Sesuai dengan ASEAN Charter, pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara-negara ASEAN yang digelar di Hua Hin ini adalah forum pengambilan kebijakan utama yang akan memberikan panduan kebijakan sekaligus keputusan terkait isu-isu penting yang sejalan dengan tujuan-tujuan dan kepentingan ASEAN. Lebih dari itu, ASEAN Summit ke 14 ini ingin menegaskan mandat dan memberikan cetak biru (blueprint) bagi negara-negara ASEAN untuk pembentukan masyarakat ASEAN yang terdiri atas masyarakat ekonomi (economic community), masyarakat politik dan keamanan (political-security community), dan masyarakat sosial budaya (socio cultural community) ASEAN yang dicanangkan untuk dibentuk pada tahun 2015. Secara khusus adalah cetak biru untuk dua jenis masyarakat yang terakhir, karena cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN economic community) telah lahir pada pertemuan di Kuala Lumpur pada tahun 2006. Dengan telah lengkapnya ratifikasi ASEAN Charter oleh semua anggota ASEAN pada 15 Desember 2008, maka asosiasi negara-negara Asia Tenggara yang terbentuk di Bangkok pada 8 Agustus 1967 ini telah menjadi satu entitas dan organisasi antar pemerintah yang memiliki personalitas hukum (legal personality) tersendiri.

Saya jadi berpikir, sebenarnya apa makna HAM dalam bingkai ASEAN? Salah satu tujuan pembentukan ASEAN, sesuai dengan Deklarasi ASEAN 1967 adalah untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghargaan terhadap keadilan dan supremasi hukum dalam hubungan antar negara ASEAN sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB (UN Charter 1945).

Tujuan tersebut di atas kemudian dijabarkan lagi dalam pasal 1 Piagam ASEAN 2007 dimana maksud dari pembentukan ASEAN antara lain adalah untuk memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas serta memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada kedamaian di dalam regional ASEAN (angka 1) dan juga untuk memperkuat demokrasi, meningkatkan kepemerintahan yang baik (good governance) dan supremasi hukum, serta untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar (angka 7). Menilik maksud dan tujuan pembentukan ASEAN seperti terungkap dalam Deklarasi ASEAN maupun Piagam ASEAN di atas, tak diragukan lagi bahwa organisasi ini memiliki komitmen yang tinggi terhadap pemajuan dan peningkatan perdamaian, keamanan, dan juga hak asasi manusia di lingkup ASEAN. Lebih dari itu organisasi ini juga menyatakan ketundukan dan penghormatannya kepada Piagam PBB, hukum inernasional dan hukum humaniter internasional (pasal 2 angka 2 Piagam ASEAN).

Komitmen tersebut di atas kemudian semakin menguat dengan pembentukan Badan HAM ASEAN (Asean Human Rights Body) seperti tertuang pada pasal 14 Piagam ASEAN 2007. Kendati demikian langkah-langkah indah terkait perdamaian, keamanan dan HAM di lingkup ASEAN ini bukan tanpa pembatasan. Karena, pada piagam yang sama disebutkan bahwa semua tindakan ASEAN dan negara-negara anggotanya harus sesuai dengan prinsip-prinsip, antara lain : (1) menghargai kemerdekaan, kedaulatan, persamaan, integritas territorial dan identitas nasional semua negara ASEAN dan (2) tidak melakukan intervensi (non interference) pada masalah-masalah dalam negeri sesama anggota ASEAN serta (3) tidak mengambil bagian dalam setiap kebijakan dan aktivitas yang mengancam kedaulatan, integritas territorial, stabilitas politik dan keamanan negara ASEAN lainnya (pasal 2 angka 2 Piagam ASEAN).

ASEAN memiliki dilema terkait permasalahan HAM. Salah satu mandat dari Piagam ASEAN adalah pembentukan Badan HAM ASEAN (ASEAN Human Rights Body). Pasal 14 Piagam ASEAN menyebutkan bahwa sesuai dengan tujuan ASEAN untuk memajukan dan meningkatkan perlindungan HAM dan kebebasan-kebebasan dasar (fundamental freedoms), ASEAN akan membentuk Badan HAM ASEAN.

Sampai kini kelompok kerja untuk pembentukan mekanisme HAM ASEAN (ASEAN human rights mechanism) masih bekerja dan telah melahirkan kerangka acuan (terms of reference) tentang badan ini. Beberapa usulannya antara lain bahwa badan ini akan berbentuk komisi (commission) (www.aseanhrmech.org) dan, sesuai dengan Vientiene Action Programme 2004, akan menaruh perhatian secara khusus pada (1) pemajuan dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak; (2) perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran; (3) memajukan kesadaran dan pendidikan HAM; dan (4) menggalang kerjasama antara komisi nasional HAM di setiap negara ASEAN. Kelompok kerja tersebut juga menegaskan bahwa Badan HAM ASEAN tersebut nantinya akan tunduk dan mengacu pada instrumen-instrumen HAM nasional dan internasional seperti Piagam PBB, Deklarasi HAM Universal 1948, Deklarasi dan Program Aksi Vienna 1993, dan konvensi-konvensi internasional di bidang HAM lainnya.

Namun demikian, di luar semua perkembangan progresif dari ASEAN dengan Piagam ASEAN, Masyarakat ASEAN dan Badan HAM ASEAN-nya, ASEAN menghadapi tantangan dan masalah yang harus diselesaikan secara arif, yaitu penghormatan dan penegakan HAM di negara-negara anggotanya. Organisasi ASEAN pasca kelahiran Piagam ASEAN 2007 telah menjadi entitas dan memiliki personalitas hukum (legal personality) tersendiri. Status dan mandat baru ASEAN ini akan terbentur tembok tebal para anggotanya sendiri. Karena, hampir semua negara anggota ASEAN memiliki persoalan HAM. Myanmar dengan rejim militernya yang otoriter dan penindasan etnis minoritasnya (Rohingya, dll), Thailand dengan kekerasan dan konflik di Thailand Selatan (Patani Darussalam) dan sengketa perbatasan dengan Kamboja, Malaysia dengan masalah diskriminasi rasial dan pemberlakuan internal security act-nya, Kamboja dengan berlarut-larutnya peradilan terhadap mantan petinggi Khmer Merah, Philippina dengan berlarutnya konflik dan macetnya perdamaian di Moro-Mindanao, juga Indonesia yang memiliki masalah dengan kemiskinan, pengangguran, serta pemenuhan hak-hak ekonomi, kesehatan dan pendidikan warganya.

Beberapa masalah HAM di atas bahkan telah melewati pintu ruang domestiknya karena skala pelanggaran dan kejahatan yang begitu besar. Sebutlah kasus Myanmar dan Kamboja. Apa yang terjadi di Myanmar dalam bentuk kekerasan politik dan penindasan etnis minoritas seperti Rohingya (yang tak diakui sebagai warganegara Myamar hingga kini) dan di Kamboja (dalam bentuk genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan pada era Pol Pot 1975 – 1979) adalah suatu pelanggaran berat HAM dan kejahatan internasional yang patut menjadi perhatian bersama. Tak cukup diserahkan melalui mekanisme nasional saja. Masalah kemudian adalah, bagaimanakah ASEAN dapat mengatasi dilema penegakan HAM ini dengan fair dan adil? Bagaimanakah ASEAN dapat tetap memajukan dan melindungi HAM, menghormati keadilan dan perdamaian sambil tetap menghargai kedaulatan, integritas teritorial, dan prinsip tidak campur tangan urusan dalam negeri dari negara anggota ASEAN lainnya? Juga, bagaimanakah Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk dapat tetap memajukan dan melindungi HAM di ruang lingkup ASEAN sekaligus pada saat bersamaan mengakomodasi integritas dan kepentingan negara-negara ASEAN?

Dilema ini sungguh tidak sederhana dan jelas menjadi batu ujian bagi ASEAN. Bagaimana ASEAN dari semula bersifat asosiasi kerjasama regional bisa bermetamorfosis menjadi personalitas hukum dengan mekanisme dan aturan bersama yang ditaati oleh semua negara anggotanya . Termasuk di bidang Hak Asasi Manusia.

Pada akhirnya, saya menyimpulkan bahwa dalam kehidupan ini saya tidak bisa hanya bersantai-santi. Saya harus mau berjuang keras. ASEAN membutuhkan generasi penerus yang mau berjuang, saya berharap suatu saat saya dapat memberikan suatu sumbangan bagi ASEAN. Pastinya permasalahan kebudayaan dan perebutan daerah teritorial harus bisa dituntaskan secepatnya. Apakah saya dapat ikut berperan sebagai pemberi masukan untuk hal itu? Semoga saja.


August 20, 2010

Prophecy of Barack Obama

.


100 tahun dari ramalan penubuat Kenya akan masa depan “Anak Kenya” (Obama) mulai terbuka…




Dari abad yang lalu, peramal Kenya yang besar, Johanwa Owalo, penemu dari Gereja Kenya Nomiya Luo, dan yang dipercaya oleh warga Kenya sebagai Nabi dengan karunia bernubuat yang mirip seperti Yesus Kristus dan Muhammad, pada tahun 1912 menyatakan nubuat mengerikan tentang Amerika Serikat:


“Sangat jauh mereka (Amerika Serikat) bersatu dalam kejahatan di masa itu (masa depan) sehingga kehancuran mereka telah dikunci oleh Bapaku. Kota besar mereka akan terbakar, tanaman-tanaman mereka dan ternak mereka akan menderita penyakit dan mati, anak-anak mereka akan binasa karena penyakit yang tidak pernah dilihat di dunia ini, dan aku menyatakan padamu misteri terbesar dari segala hal yang telah diijinkan untuk kulihat, bahwa kehancuran mereka (Amerika Serikat) akan tiba melalui tangan penuh dendam dari salah satu anak kita sendiri.” (“Visions of the Great Nyasaye, A Study of the Luo Religion in Kenya”, Order of Sorcha Faal, Sister Mary McCrea © 1915)




Artikel oleh Sorcha Faal ini dilanjutkan dengan:


“Untuk mempelajari tingkat akurasi nubuat Kenya dari Johanwa Owalo, kita harus memperhatikan banyaknya kebetulan yang telah terjadi dalam 100 tahun ramalan yang tampaknya terus bergaung dalam saat-saat sulit kita. Senator Obama memang muncul untuk memenuhi nubuatan tersebut karena memang, ia adalah, jelas, ‘anak’ dari agama suku Kenya Luo (gabungan dari Kekristenan dan kepercayaan suku Afrika), karena ia telah lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawai dari ayahnya Barack Obama Sr. (lahir di Propinsi Nanza, Kenya, dari etnis Luo) dan Stanley Ann Dunham (yang memberinya nama dari nama awal ayahnya).”




“Yang jauh lebih menarik, mungkin, adalah fakta bahwa anak dari orang Kenya Luo ini, Barack Obama, memiliki tujuan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat dalam waktu yang sama ketika kebangsaan ayahnya sedang dalam krisis karena adanya cacat pada (dan beberapa menyataan ‘kecurian’) pemilihan umum yang membawa warga Kenya jatuh dalam perang suku yang merenggut nyawa 1.000 orang, yang dipercaya banyak warga Luo sebagai pengantar untuk waktu yang telah dinubuatkan oleh peramal mereka, Johanwa Owalo…”


Karena binatang pertama dalam Wahyu 13 (Obama) dinubuatkan hanya memiliki waktu 42 bulan (3,5 tahun), maka waktunya dimulai sejak hari Inagurasi Kepresidenan Obama pada 20 Januari 2009, yang berarti bahwa pada akhir Juli 2012 kita akan melihat kehancuran dari Amerika Serikat, kemungkinan terjadi dari nuklir yang dideskripsikan sebagai kehancuran dari “Putri Babel” (Amerika) dan rajanya dalam Yeremia 50 dan 51.


“The alien who is among you shall rise higher and higher above you, and you shall come down lower and lower…” (Deuteronomy 28:43).

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah…” (Ulangan 28:42).





Mungkinkah nubuatan dari Johanwa Owalo tentang ‘anak’ dari Kenya ini tepat seperti yang digadang-gadangkan bahwa ia adalah nabi yang bernubuat dengan tingkat akurasi seperti Yesus? Mari kita nantikan akhir Juli 2012. Semoga saja semua ini hanya akan menjadi legenda Kenya…



Sumber:

http://www.christian-forum.net/index.php?showtopic=25500

http://www.firststonellc.com/JohanwaOwaloResearch.pdf



.

August 15, 2010

Kacamata Bolong: "Uuuurgh" Fashion...

.

Dari jaman ke jaman selalu aja inovasi baru di dunia fashion, hal-hal yang di dekade tertentu dianggap sampah, di dekade lain bisa dianggep something cool yang wajib dipake..

Temenku nih yang doyan banget K-Pop, bilang ke aku, "Ini lagi booming banget di Korea nih!"
Dan aku melihat sesuatu yang bagi aku sama sekali nggak keren...


Kacamata


Apa yang "spesial" dari kacamata ini?

Kacamatanya bolong... Tanpa kaca, dan katanya lagi digandrungi banget di Korea.

Nggak bisa gue menalar barang ini bisa bikin seseorang makin keren, bahkan aku melihat benda ga berfaedah ini malah bikin orang yang make keliatan haus perhatian banget...




Gimana menurutmu?


.

August 12, 2010

BAB 10: Jangan Menyembah Maria

.


Dalam Kerajaan Surga, kami melihat hal-hal indah seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”



Ketika kami tiba di Kerajaan Surga, segalanya begitu spektakuler dan indah; begitu banyak hal-hal besar dan luar biasa untuk merasakan kebesaran Tuhan. Sungguh spesial; tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Kami bisa mengatakan bahwa ada jutaan anak-anak di tempat itu.


Kami melihat anak-anak dari berbagai usia, Surga dibagi-bagi ke dalam beberapa seksi. Kami melihat sejenis rumah-bayi yang menjadi tempat anak-anak usia 2-4. Kami juga memperhatikan bahwa anak-anak di Surga bertumbuh dan ada sekolah-sekolah dimana anak-anak tersebut diajari Firman Tuhan. Pengajar mereka adalah malaikat-malaikat, dan mereka mengajari anak-anak menyanyikan lagu pujian dan bagaimana caranya menyembah Tuhan Yesus.


Ketika Tuhan tiba, kami dapat melihat sukacita yang kuat dari Raja kita. Walaupun kami tidak bisa melihat wajahNya, kami dapat melihat senyumanNya memenuhi seluruh tempat. Ketika Ia tiba, semua anak berlari ke arahNya! Di tengah-tengah semua anak itu, kami dapat melihat Maria, ibu dari Tuhan Yesus di bumi. Ia adalah wanita yang cantik.


Kami tidak melihatnya di atas tahta dan tidak seorangpun menyembahnya. Ia ada disana sepadan dengan semua wanita di Surga, seperti semua manusia di bumi, ia harus memperjuangkan keselamatannya. Ia mengenakan kain putih dan sebuah sabuk emas melingkar di pinggangnya, dan rambutnya terurai sampai ke pinggangnya.





Di bumi, kami telah mendengar banyak orang menyembah Maria karena ia adalah ibu dari Yesus, tetapi aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Satu-satunya gerbang menuju kerajaan Surga adalah Yesus dari Nazaret.


Kami juga memperhatikan, disana tak ada matahari atau bulan. Firman Tuhan berkata lewat Wahyu 22:5 “Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”


Kami dapat melihat kemuliaan Tuhan. Kami merasa sangat kesulitan untuk mendeskripsikan kengerian di neraka, namun rupanya jauh lebih sulit untuk mencoba menjelaskan hal-hal sempurna yang diciptakan Pencipta kita. Ketika kami di sana, kami berlari dan berusaha melihat semuanya. Kami dapat berbaring di rumputnya, dan kami dapat merasakan kemuliaan Tuhan. Suara siulan yang lembut; hembusan angin lembut yang membelai wajah kami, sungguh merupakan hal yang sangat indah.


Di tengah-tengah langit , kami melihat sebuah salib raksasa yang terbuat dari emas murni. Kami percaya ini bukan penyembahan berhala namun lebih merupakan simbol yang menunjukkan bahwa lewat kematian Yesus di kayu salib, kita dapat memasuki gerbang Surga.


Kami melanjutkan perjalanan di Surga. Sungguh sangat menyenangkan bisa berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. Disana kami tahu dengan pasti, siapakah Tuhan yang sedang kita layani… Yesus dari Nazaret. Banyak orang di bumi berpikir bahwa ada Tuhan di atas, yang hanya menunggu sampai kita berbuat dosa, supaya Ia dapat menghukum kita dan mengirim kita ke neraka. Tapi itu tidak benar. Kami dapat melihat Yesus yang adalah teman; Yesus yang menangis di saat kau meangis. Yesus adalah Tuhan dari cinta, keharuan, dan belas kasih; Ia meletakkan kita di tanganNya untuk menolong kita melanjutkan jalan keselamatan.





Tuhan Yesus juga mengijinkan kita untuk berjumpa dengan tokoh dalam Alkitab. Kami bertemu dengan Raja Daud yang diceritakan dalam Firman. Ia adalah pria yang tampan, tnggi, dan wajahnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Sepanjang waktu kami ada di Surga, hal yang dilakukan Raja Daud adalah menari, menari, menari, dan memberikan segala sembah dan penghargaan untuk Tuhan.





Bagi siapapun yang sedang membaca testimoni ini, aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”, dan aku juga memberitahumu, hanya orang-orang pemberani yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga.



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

August 1, 2010

BAB 9: Bayi yang Ku Aborsi di Surga

.

Wahyu 21:4

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.



Ketika kami tiba, pintu-pintu besar itu terbuka untuk kami, dan aku mulai melihat lembah yang dipenuhi bunga. Bunga-bunga itu begitu indah dan aromanya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan total seperti yang belum pernah kami rasakan di bumi. Kami merasakan kedamaian memenuhi hati kami, dan sewaktu kami melihat bunga-bunga itu, kami memperhatikan bahwa tiap-tiap bunga unik; tiap kelopak berbeda-beda, asli, dan memiliki warna-warna yang unik.


Di dalam hatiku, aku berkata pada Tuhan kalau aku menginginkan bunga-bunga seperti itu. Tuhan memberikan ekspresi setuju, aku mendekati salah satu bunga dan mulai menariknya. Tapi tidak ada yang terjadi, aku tak bisa mencabut bunga itu dari tanah. Aku bahkan tidak bisa mencabut kelopak atau daunnya. Lalu Tuhan memecahkan keheningan dengan berkata, “Disini semua harus dilakukan dengan cinta.” Ia menyentuh sebuah bunga dan bunga itu menyerahkan dirinya pada tangan Tuhan. Ia lalu memberikannya pada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan aroma bunga itu tetap ada bersama kami.


Kami sampai ke suatu tempat dengan kumpulan pintu-pintu cantik. Pintu-pintu ini tidak sederhana, pintu-pintu itu benar-benar terukir dengan rumit dan dipenuhi batu-batu berharga yang terpasang. Pintu itu terbuka dan kami memasuki sebuah ruangan yang berisi banyak orang. Semua orang berlari kesana-kemari melakukan persiapan. Beberapa dari mereka membawa gulungan jubah putih yang bercahaya di bahu mereka, yang lain membawa bergelendong-gelendong benang emas, dan bahkan yang lain membawa sesuatu seperti piring dengan sesuatu seperti perisai di dalamnya. Semua orang berlari dengan tujuan.


Kami menanyai Tuhan, mengapa ada begitu banyak tugas dan kesibukan. Lalu Tuhan menunjuk seorang pria muda untuk datang mendekat. Pria ini membawa gulungan lenan putih di bahunya. Ia datang dan melihat kepada Tuhan denan hormat. Ketika Tuhan bertanya mengapa ia membawa gulungan lenan itu, ia hanya melihat kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Kau tahu lenan ini untuk apa! Lenan ini akan dipakai untuk membuat jubah bagi orang-orang yang bertobat, jubah bagi para mempelai.” Saat mendengar ini, kami merasakan kesukaan dan kedamaian yang besar. Wahyu 19:8 memberitahu kita, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”


Ketika kami keluar dari tempat itu, kami bahkan bisa merasaan kedamaian yang lebih lagi, karena sungguh indah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membuat hal-hal yang baik untuk kami. Ia punya tempat dan waktu untukmu karena engkau sangat penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, mata kami tersesat dalam tiap detail di Surga. Seakan-akan tiap benda memiliki kehidupan masing-masing, dan segala sesatu di sana seperti memberikan kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu kami datang ke tempat dimana jutaan dan jutaan anak-anak berada, dari segala usia. Ketika mereka melihat Tuhan, mereka semua ingin memelukNya, untuk mersakan cintaNya lebih lagi, karena Ia adalah gairah mereka. Yesus adalah gairah tiap anak disana. Kami ingin menangis melihat beapa Tuhan sangat memanjakan tiap-tiap anak, betapa ia mencium mereka dan memegang tangan mereka.




Kami melihat malaikat-malaikat datang mendekat kepada Tuhan dengan membawa bayi-bayi yang terbungkus kain linen. Tuhan membelai, menyentuh, dan menciumi dahi mereka, kemudian malaikat-malakat itu membawa mereka pergi. Kami bertanya pada Tuhan kenapa ada begitu banyak anak kecil disana, apakah anak-anak itu akan dikirim ke bumi. Tuhan terdengar tersentuh untuk sementara, lalu Ia berkata, “Tidak, anak-anak ini tidak untuk dikirim ke bumi! Mereka adalah anak-anak yang di aborsi di bumi, yang orang tuanya tidak mau memiliki mereka. Mereka adalah anak-anakKu dan Aku mencintai mereka.” Aku menganggukkan kepala, dan bahkan suaraku bergetar untuk menanyakan hal seperti itu kepada Tuhan.


Ketika aku tidak mengenal Tuhan sebagai jalan kehidupan, aku melakukan suatu kesalahan dan berdosa seperti banyak orang lain. Di antara dosa-dosa itu adalah aborsi yang pernah aku lakukan. Ada sebuah momen dimana aku berhadapan wajah dengan Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah bayi yang ku aborsi dulu ada disini?” Tuhan menjawab, “Ya.” Aku mulai berjalan ke salah satu sisi dan aku melihat seorang bocah kecil yang tampan. Di dekatnya berdiri malaikat. Malaikat itu memandangi Tuhan, dan bocah itu sedang membelakangi kami.


Tuhan memberitahuku, “Lihat, itu anakmu.” Aku mau melihatnya, maka aku segera berlari kepadanya, namun malaikat menghentikanku dengan tangannya. Ia menyuruhku mendengarka apa yang dikatakan bocah itu terlebih dahulu. Aku mulai mendengar apa yang bocah itu ucapkan. Ia sedang berbicara dan melihat ke arah anak-anak lain. Ia bertanya pada malaikat, “Apakah papa dan mamaku akan segera kesini?” Malaikat itu melihat ke arahku, menjawabnya, “Ya, papamu dan mamamu akan segera datang.”


Aku tidak tahu kenapa aku diberi kesempatan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku aku tahu bahwa kata-kata itu adalah hadiah terbaik yang bisa Tuhan berikan untukku. Anak kecil ini tidak berbicara dengan kemarahan atau luka, mungkin ia bahkan tahu bahwa kami tidak membiarkannya dilahirkan. Ia secara sederhana menantikan dengan cinta yang Tuhan taruh dalam hatinya.


Kami melanjutkan perjalanan, tetapi aku menyimpan gambaran bocah itu di hatiku. Aku tahu bahwa setiap hari aku harus melakukan usaha untuk bisa bersama dengannya suatu hari nanti. Aku punya satu alasan lagi untuk ke sana, karena seseorang sedang menunggu-nunggu aku di kerajaan Surga. Firman Tuhan memberitahu kita lewat Yesaya 65:19, “Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”


Kami tiba di suatu tempat dengan gunung-gunung kecil, dan Tuhan Yesus mulai menari. Di depanNya banyak orang berpakaian dalam jubah putih dan mereka semua mengangkat tangan-tangan mereka yang membawa dahan zaitun yang hijau. Ketika mereka melambaikan dahan-dahan itu di udara, dahan-dahan itu melepaskan minyak. Tuhan telah menyiapkan hal-hal hebat untukmu! Sekaranglah saatnya untuk memberikan hatimu kepadaNya.




Tuhan memberkatimu!



TO BE CONTINUED...



.

July 28, 2010

BAB 8: Ariel di Surga

.

Ketika kami mulai naik ke Kerajaan Surga, kami tiba ke suatu tempat indah dengan pintu-pintu yang berharga. Di depan pintu-pintu itu ada dua malaikat. Mereka mulai berbicara, namun perkataan mereka merupakan bahasa malaikat dan kami tidak dapat memahami apa yang mereka bicarakan. Namun Roh Kudus memberi kami pengertian, mereka sedang menyambut kami. Tuhan Yesus menaruh tanganNya di pintu dan pintu itu terbuka. Jika Yesus tidak bersama kami, kami pasti tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Surga.


Kami mulai menghargai semua yang ada di Surga. Kami melihat pohon yang sangat besar, Alkitab menjelaskan pohon itu sebaai “Pohon Kehidupan” (Wahyu 2:7). Kami menuju sebuah sungai dan melihat ada banyak ikan di dalamnya. Segalanya tampak begitu luar biasa sampai-sampai aku dan temanku memutuskan untuk masuk ke dalam air. Kami mulai berenang di dalam air. Kami melihat ikan-ikan bergerak mengelilingi kami dan mereka mengusap dan menciumi tubuh kami. Mereka tidak berenang pergi seperti layaknya ikan di bumi; kehadiran Tuhan menenangkan ikan-ikan itu. Ikan-ikan itu dapat mempercayai kami karena mereka tahu bahwa kami tidak akan membahayakan mereka. Aku begitu terberkati dan terkagum-kagum hingga aku mengambil seekor ikan dan mengeluarkannya dari air. Yang begitu luar biasa adalah ikan itu begitu tenang menikmati kehadiran Tuhan bahkan di dalam tanganku. Aku mengembalikan ikan itu ke dalam air.


Aku dapat melihat di kejauhan ada kuda-kuda putih di Surga, seperti yang tertulis dalam firman Tuhan di Wahyu 19:11, “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya berama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil”. Kuda-kuda itu adalah kuda-kuda yang akan dipakai Tuhan saat Ia kembali ke dunia untuk menjemput umatNya, gerejaNya. Aku berjalan ke arah kuda-kuda itu dan mulai mengelus-elus mereka. Tuhan mengikutiku dan mengijinkanku menunggangi seekor kuda.





Ketika aku mulai menungganginya, aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya di bumi. Aku mulai merasakan kedamaian, kebebasan, cinta, kekudusan yang dapat diperoleh seseorang di tempat indah itu. Aku mulai menikmati segala hal yang dapat dilihat mataku. Aku hanya mau menikmati segalanya di Firdaus indah tersebut yang telah disediakan Tuhan bagi kita.


Kami juga dapat melihat meja-meja untuk pesta pernikahan, segalanya telah disiapkan. Meja-meja itu tidak memiliki awal dan akhir, kami melihat kursi-kursi disiapkan bagi kami. Disana juga tersedia mahkota kehidupan kekal yang telah siap untuk diambil oleh kami. Kami melihat makanan-makanan lezat telah siap bagi mereka yang diundang untuk menghadiri perjamuan nikah anak domba.





Malaikat-malaikat ada disana dengan membawa jubah-jubah putih yang telah disiapkan Tuhan bagi kita. Aku sangat terpesona melihat semua hal ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menerima Kerajaan Surga seperti anak-anak kecil (Matius 18:3). Ketika kami ada di Surga, kami seperti anak kecil. Kami mulai menikmati segalanya disana; bunga-bunganya, perumahannya… Tuhan bahkan mengijinkan kami untuk masuk ke rumah-rumahnya.


Lalu Tuhan membawa kami ke tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Tuhan berdiri di tengah-tengah mereka dan Ia mulai bermain-main dengan mereka. Ia memastikan untuk menghabiskan cukup waktu dengan tiap-tiap mereka, dan Ia menikmati bersama mereka. Kami mendekat pada Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah ini anak-anak yang akan dilahirkan ke dunia?”, Tuhan mejawab, “Tidak, anak-anak ini adalah anak-anak yang di aborsi di dunia”. Mendengar hal ini, aku merasakan ada sesuatu di dalam diriku yang membuatku terguncang.


Aku mengingat sesuatu yang telah ku lakukan di masa lalu, ketika aku belum mengenal Tuhan. Pada saat itu, aku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita dan pada akhirnya ia hamil. Ketika ia memberitahuku bahwa ia hamil, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, jadi aku memintanya memberiku waktu untuk mengambil keputusan. Waktu berlalu dan ketika aku pergi kepadanya untuk memberitahukan keputusanku, segalanya sudah terlambat sebab ia telah melakukan aborsi. Kejadian itu tidak dapat kulupakan. Bahkan setelah aku menerima Tuhan di dalam hatiku, aborsi itu merupakan sesuatu yang membuatku tidak dapat memaafkan diriku. Namun Tuhan melakukan sesuatu hari itu, Ia mengijinkan aku memasuki tempat itu dan memberitahuku, “Ariel, apakah kau lihat gadis kecil itu di sana? Gadis itu adalah anakmu.”


Ketika Ia memberitahuku hal itu, aku melihat gads kecil itu, aku merasa luka yang telah kumiliki dalam jiwaku untuk waktu yang lama mulai disembuhkan. Tuhan mengijinkan aku berjalan mendekatinya dan ia mendekatiku. Aku meraih tangannya dan melihat matanya. Satu kata kudengar dari bibirnya, “Papa”. Aku memahami dan merasakan bahwa Tuhan telah mengasihani aku dan mengampuniku, namun aku harus belajar untuk mengampuni diriku sendiri.


Temanku, siapapun yang membaca tulisan ini, aku mau memberitahumu sesuatu. Tuhan telah mengampuni dosa-dosamu, sekarang kau harus belajar untuk mengampuni dirimu sendiri. Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah mengijinkan aku membagi testimoni ini padamu. Tuhan Yesus Kristus, aku memberikan seluruh kehormatan dan kemuliaan hanya bagiMu! Testimoni ini berasal dari Tuhan, Ia mengijinkan kita menerima pewahyuan ini. Aku berharap setiap orang yang membaca testimoni ini menerima berkat dan menggunakan berkat itu untuk memberkati banyak orang lain.


Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

July 17, 2010

BAB 7: Kisah Esau Tentang Surga

.

2 Korintus 12:2

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.



Kami ada dalam ruangan, ketika kami merasakan pengalaman yang pertama. Ruangan itu mulai dipenuhi cahaya lagi melalui kehadiran Tuhan. Cahaya itu begitu kuat hingga menerangi seluruh ruangan. Ruangan itu dipenuhi kemuliaanNya, sungguh sangat indah bisa merasakan kehadiranNya.


Yesus berkata pada kami, “Anak-anakKu, sekarang aku akan menunjukkan padamu kerajaan Surgaku.” Kami saling berpegangan tangan dan kami diangkat. Aku melihat ke bawah dan melihat bahwa kami telah keluar dari tubuh kami. Setelah kami keluar dari tubuh, kami telah mengenakan jubah putih dan mulai bergerak naik dalam kecepatan tinggi.


Kami tiba di depan sepasang pintu yang merupakan gerbang menuju kerajaan Surga. Kami begitu terperangah akan apa yang terjadi pada kami. Untunglah, Yesus anak Allah ada disana dengan kami, bersama dua malaikat yang tiap-tiapnya memiliki empat sayap.


Malaikat itu mulai berbicara dengan kami, namun kami tidak memahami apa yang mereka katakan. Bahasa mereka sangat berbeda dari bahasa kita, bahkan itu sangat berbeda dari segala bahasa di bumi. Malaikat-malaikat itu menyambut kami dan mereka membuka pintu-pintu yang besar itu. Kami melihat tempat yang indah, dengan banyak hal di dalamnya. Ketika kami masuk ke dalam, kedamaian yang sempurna memenuhi hati kami. Alkitab memberitahu kita bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7).





Hal pertama yang kulihat adalah rusa, jadi aku bertanya pada salah satu temanku, “Sandra, apa kau juga melihat hal yang aku lihat?” Ia tidak lagi menangis atau menjerit seperti saat kami dibawa ke neraka. Ia tersenyum dan menjawab, “Ya Esau, aku melihat rusa!” Lalu aku tahu bahwa segalanya nyata, kami benar-benar di kerajaan Surga. Segala kengerian yang kami lihat di neraka segera terlupakan. Kami benar-benar menikmati kemuliaan Tuhan. Kami menuju ke tempat rusa itu berada, di belakangnya berdiri sebuah pohon yang sangat besar! Pohon itu terletak di pusat dari Firdaus.


Alkitab berkata dalam Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan aa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah”.


Pohon ini adalah lambang dari Yesus, sebab Yesus adalah kehidupan yang kekal. Di balik pohon itu ada sebuah sungai yang airnya sejernih kristal. Sungai itu sangat jernih dan indah, seperti sungai yang tidak mungkin ada di bumi. Kami hanya mau terus menetap di tempat itu. Seringkali kami berkata kepada Tuhan, “Tuhan tolong! Jangan keluarkan kami dari tempat ini! Kami mau disini selamanya! Kami tidak mau kembali ke bumi!” Tuhan lalu menjawab kami, “Sangat penting untuk kamu kembali dan bersaksi tentang semua hal yang telah Kusiapkan untuk mereka yang mencintaiKu, karena aku segera kembali dan hadiahKu ada bersamaKu.”


Ketika kami melihat sungai itu, kami cepat-cepat berlari ke sana dan masuk ke dalamnya. Kami teringat akan ayat yang mengatakan barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38). Air dari sungai ini seperti memiliki hidup di dalamnya, jadi kami membenamkan diri kami di dalamnya. Di dalam maupun di luar air kami dapat bernafas dengan normal. Sungai itu begitu dalam dan disana banyak ikan-ikan berwarna-warni berenang. Cahaya di dalam dan di luar sungai tidak berbeda; di Surga, cahaya tidak datang dari sumber yang spesifik, segalanya bercahaya dengan sendirinya. Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus adalah cahaya dari kota itu (Wahyu 21:23).Dengan tangan kami, kami mengeluarkan beberapa ikan dari air; ikan-ikan itu tidak mati. Maka kami berlari pada Tuhan dan bertanya padaNya mengapa. Tuhan tersenyum dan menjawab bahwa di Surga tak ada lagi kematian, tak ada lagi air mata dan rasa sakit (Wahyu 21:4).


Kami meninggalkan sungai dan berlari ke segala tempat yang bisa kami temukan, kami mau menyentuh dan mengalami segalanya. Kami mau membawa semuanya pulang bersama kami, karena kami begitu terkagum-kagum pada benda-benda di Surga. Segalanya di Surga tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketika Paulus dibawa ke Surga, ia melihat hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena kehebatan hal-hal yang ada di Kerajaan Surga (2 Korintus 12). Disana bahkan terdapat hal-hal yang sama sekali tidak bisa kami jelaskan.


Kami lalu tiba di suatu area yang sangat luas; tempat yang sangat indah dan cantik. Tempat ini dipenuhi batu-batu berharga: emas, emerald, ruby, dan berlian. Lantainya terbuat dari emas murni. Kami lalu tiba di tempat dimana terdapat tiga buku yang sangat besar. Yang pertama adalah Alkitab yang terbuat dari emas. Dalam Mazmur kita diberitahu bahwa firman Tuhan adalah teguh dan bahwa firman Tuhan tetap ada di Surga selamanya (Mazmur 119:89). Kami lalu melihat Alkitab emas besar tersebut; halaman-halamannya, ayat-ayatnya, semuanya tercipta dari emas murni.


Buku yang kedua adalah buku yang jauh lebih besar dibanding Alkitab emas. Buku itu terbuka dan sesosok malaikat sedang duduk di atasnya dan menulis di dalamnya. Bersama dengan Tuhan Yesus kami mendekat untuk melihat apa yang ditulis malaikat itu. Malaikat itu sedang menulis segala hal yang sedang terjadi di bumi. Segala hal yang sedang terjadi; termasuk tanggal, jam, segalanya tertulis di situ. Ini dilakukan supaya firman Tuhan dapat tergenapi seperti yang tertulis dalam Alkitab, bahwa kitab akan dibuka dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu (Wahyu 20:12). Malaikat itu terus menulis segala hal yang dilakukan semua manusia di bumi, baik atau buruk, semua tertulis.

Kami melanjutkan menuju tempat dimana buku ketiga berada. Buku ini bahkan lebih besar dari buku yang kedua! Buku itu tertutup, namun kami tetap mendekatinya. Kami bertujuh bersama-sama menurunkan buku itu dari tempatnya, sesuai dengan perintah Tuhan, lalu kami menaruhnya di depan pilar.


Pilar-pilar dan tiang-tiang di Surga begitu indah! Mereka tidak seperti pilar dan tiang di bumi. Tiang-tiangnya dibuat seperti kepangan / anyaman, dan itu dibuat dari batu-batu berharga yang berbeda-beda. Beberapa terbuat dari berlian, yang lain terbuat dari emerald murni, yang lain terbuat dari emas murni, dan yang lain terbuat dari kombinasi dari berbagai macam batu-batuan. Aku akhirnya mengerti bahwa Tuhan sungguh-sungguh pemilik dari semua hal, seperti yang tertulis dalam Hagai 2:9, “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam”. Aku memahami bahwa Tuhan benar-benar kaya dan Ia memiliki semua kekayaan di dunia. Aku juga mengerti bahwa dunia ini beserta segala kekayaan di dalamnya ditujukan untuk memuliakan Tuhan kita, dan Ia mau memberikan itu semua bagi orang-orang yang meminta dalam kepercayaan.





Tuhan berkata, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberkan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8). Buku ini yang kami letakkan pada tiang begitu besarnya, hingga untuk membuka halamannya kami harus berjalan untuk memindah halamannya ke sisi lain buku. Kami mencoba membaca apa yang tertulis pada buku itu seperti yang diminta Tuhan. Pada mulanya sangat sulit untuk dibaca karena itu ditulis dalam karakter asing yang tidak dapat kami mengerti. Itu begitu berbeda dari segala bahasa di bumi; itu benar-benar tulisan Surgawi. Namun dengan pertolongan dari Roh Kudus, kami diberi kemurahan untuk memahaminya. Sepertinya penutup mata telah dilepaskan dari mata kami dan kami dapat memahami tulisan itu; sejelas kami memahami bahasa kami sendiri.


Kami dapat melihat bahwa nama kami bertujuh tertulis di dalam buku itu. Tuhan memberitahu kami bahwa itu adalah kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Kami memperhatikan bahwa nama yang tertulis di buku bukanlah nama kami yang biasa kami gunakan di bumi; nama-nama ini adalah nama baru, supaya firman Tuhan dapat dipenuhi saat itu berkata bahwa Tuhan akan mengaruniakan batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya (Wahyu 2:17).


Di Surga, kami dapat mengucapkan nama kami, namun begitu Tuhan membawa kami kembali ke bumi, nama-nama itu telah diambil dari kenangan dan hati kami. Firman Tuhan itu selamanya, dan itu pasti terpenuhi. Teman-temanku, Alkitab berkata dalam Wahyu 3:11, Jangan biarkan seorangpun mengambil mahkotamu, jangan biarkan seorangpun menghilangkan atau memindah tempat yang telah disediakan Bapa bagimu. Di Surga, tersedia jutaan hal yang sangat indah, kami bahkan tidak dapat menjelaskannya dengan mulut kami. Namun aku mau memberitahumu sesuatu, “Tuhan menantikanmu!” Tetapi hanya orang-orang yang bertahan sampai kesudahannnya yang akan diselamatkan! (Markus 13:13)



TO BE CONTINUED...



.

June 27, 2010

63336: Segala Pertanyaan Terjawab?



63336 adalah layanan jawab pertanyaan lewat SMS, lebih dikenal dengan AQA (Any Questions Answered). Dengan mengetik sebuah pertanyaan dan mengirimkan ke nomor 63336, anda akan segera mendapat SMS jawabannya. Organisasi ini menyatakan diri sebagai organisasi yang mengetahui segala jawaban di dunia.


"We've been answering questions now for six years, so when it comes down to it, 63336, the UK's most accurate text question and answer service, knows pretty much everything. Ask us absolutely any question - fun or serious, or just challenging - and we'll answer in just a few minutes."



Pertama kali muncul pada April 2004, AQA 63336 telah menjawab lebih dari 20 juta pertanyaan. Pertanyaannya bebas, boleh pertanyaan menjebak, menantang, bahkan hal-hal di masa depan. APAPUN!

Cukup dengan 1 poundsterling per SMS. Untuk info lebih lengkap, berikut link-nya:
63336

Setelah aku melihat iklan dari AQA 63336 di
63336ADVERT melalui saran temanku, Nico, aku jadi sedikit SHOCK dan terheran-heran...


63336 produced and broadcast its first television advert in November 2009. The advert was the subject of controversy due to the alleged use of Illuminati symbolism such as a pyramid and an eye. In March 2010 the advert was shown for a second time.




Gimana bisa organisasi ini menayangkan iklan segelap dan seseram itu? Dengan koor menyeramkan (ga heran kalo itu lagu dari gereja setan) dan ekspresi serius dan egang dari para "bintang iklan"nya, aku jadi terperangah dan ga bisa berkata apa-apa selain: INI ORGANISASI SESAT.


Dengan menyatakan diri mereka sebagai "Organisasi yang Tahu Segalanya", mereka memiliki motto yang hampir sama dengan Illuminati, dimana mereka mempercayai bahwa mereka telah "dicerahkan" dan tahu segalanya karena pertolongan sang The Great Architect...

Well, bagi kita yang udah percaya jelas angka 63336 sendiri mengundang tanda tanya karena tidak berbeda jauh dengan angka setan; 666 di kitab Wahyu. Semua fenomena aneh ini harus membuat kita waspada, jangan geblek dan terus-terusan bebal seakan-akan ini cuma fenomena yang lagi trend dan 'cool'...




Apapun kata orang, iklan AQA63336 dan simbol-simbol yang mereka pakai sama sekali nggak cool dan nggak lazim. So, always vigilant and prepare for the last days.


.

June 24, 2010

Illuminati

.



Illuminati adalah sebuah organisasi persaudaraan rahasia kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang, walaupun tidak ditemukan bukti - bukti nyata tentang keberadaan organisasi persaudaraan ini sampai saat ini. Kata Illuminati dapat diterjemahkan sebagai "Pencerahan Baru". Para pengikut Illuminati disebut "Illuminatus", yang berarti "Yang Tercerahkan".


Dalam novel "Angels and Demon" karya Dan Brown; Salah seorang Illuminatus yang terkenal adalah Galileo Galilei, seorang ahli antropologi yang dihukum pancung oleh gereja akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta bukan bumi, melainkan matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja, karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Dalil Galilei tersebut juga sekaligus membantah doktrin gereja pada saat itu bahwa Bumi berbentuk datar. Sejak saat itu Illuminatus terus diburu oleh para kaum gereja. Saat pihak geraja menekan anggota Illuminati, mereka ditangkap lalu diberi cap salib di dada mereka, baru kemudian dibunuh. Anggota Illuminati kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang paling dicari oleh gereja.


Para Illuminatus yang melarikan diri kemudian bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang bernama
Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason. Sejak bergabung dengan kelompok Freemasonry, illuminati menjadi semakin kuat karena dibantu oleh jaringan kelompok Freemasonry yang sepertinya tidak menyadari telah dijadikan alat transportasi aman oleh illuminati. Illuminati terus diburu oleh gereja.


Mereka dicap sebagai penganut paham Luciferian Conspiracy, dikarenakan mereka, sama seperti halnya Freemasonry, memiliki ritual pemujaan kepada "Sang Arsitek Agung" / "The Great Architect", yang dilambangkan oleh mereka berupa "The All-seeing-Eye" / "Mata tuhan" (diambil dari legenda mesir); yang merupakan simbol dari Lucifer (sebutan setan dalam tradisi kristiani).
Hingga saat ini, mereka berjuang secara diam-diam melawan dan berusaha meruntuhkan gereja katolik roma, yang dianggap melambangkan kekuasaan dari Yesus Kristus, musuh Lucifer.


Misi akhir Illuminati adalah mengurangi jumlah umat manusa secara drastis dan memasang chip pada tiap manusia. Dengan memakai chip ini, maka manusia telah manjadi pengikut setan.

Anda mau tahu tentang chip? Berikut
promosinya.

Sumber: Wikipedia


.