Powered By Blogger
Showing posts with label Gereja. Show all posts
Showing posts with label Gereja. Show all posts

January 29, 2013

Mengapa Beberapa Orang Diijinkan Tidak Berhasil?



Ayat Hafalan:
Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah Tuhan - 2 Tawarikh 26:21a


Sunny, seorang gadis kecil amat mengagumi kemampuan menjahit ibunya. Sejak kecil ia diajar menjahit hingga akhirnya ia mahir. Ketika dewasa, ia sukses sebagai desainer pakaian dan berhasil meraup uang jutaan rupiah hanya dari 1 pakaian rancangannya.


Suatu ketika saat ia kembali ke kampung halamannya dan menjumpai ibunya yang sudah tua, ibunya berkata, "Sunny, kau ingat dulu ibu dengan tekun dan sabar mengajarimu menjahit? Sekarang kamu sudah sukses luar biasa, ibu mau kamu membuatkan 1 baju untuk ibu."

December 13, 2012

Highlight of 2012


"2012 has been the most extraordinary year of my life so far... Hope 2013 and so on will get better and better till I get back to my Creator!"


Pesan itu benar-benar terpatri mendalam di benak dan hati beberapa hari ini... Ketika mereview 2012 yang akan kulewati, aku baru sadar kalau tahun 2012 ini benar-benar tahun yang awesome!


Memasuki 2012, aku merasa tidak menjalani awal tahun ini dengan baik. Ada banyak masalah yang kuhadapi; manajemen waktu yang buruk, kesibukan yang terlalu over-dose dan urusan kuliah yang terbengkalai karena urusan-urusan lain yang seharusnya bukan prioritas namun menuntut untuk diperhatikan...

Tahun ini ada 3 event besar yang menjadi penerang ajaib di tahun ini. Aku benar-benar bersyukur sama Tuhan dan dengan kubuatnya posting ini, aku berharap di tahun-tahun mendatang, ketika masa-masa berat datang, aku masih bisa melihat terang yang memberi pengharapan dengan melihat pertolonganNya yang ajaib di tahun ini...


February 16, 2011

Review Lagu Lady Gaga: BORN THIS WAY



Single yang terbaru dari Lady Gaga baru keluar dan lagunya emang asik banget. Lagu itu baru aku dengerin 4 kali dan langsung terngiang-ngiang di kepalaku... Lagu itu adalah:




BORN THIS WAY



Aku mau mereview lagu ini, tapi sebelumnya, buat kamu-kamu yang ga tau liriknya, ini aku kasih...

August 20, 2010

Prophecy of Barack Obama

.


100 tahun dari ramalan penubuat Kenya akan masa depan “Anak Kenya” (Obama) mulai terbuka…




Dari abad yang lalu, peramal Kenya yang besar, Johanwa Owalo, penemu dari Gereja Kenya Nomiya Luo, dan yang dipercaya oleh warga Kenya sebagai Nabi dengan karunia bernubuat yang mirip seperti Yesus Kristus dan Muhammad, pada tahun 1912 menyatakan nubuat mengerikan tentang Amerika Serikat:


Sangat jauh mereka (Amerika Serikat) bersatu dalam kejahatan di masa itu (masa depan) sehingga kehancuran mereka telah dikunci oleh Bapaku. Kota besar mereka akan terbakar, tanaman-tanaman mereka dan ternak mereka akan menderita penyakit dan mati, anak-anak mereka akan binasa karena penyakit yang tidak pernah dilihat di dunia ini, dan aku menyatakan padamu misteri terbesar dari segala hal yang telah diijinkan untuk kulihat, bahwa kehancuran mereka (Amerika Serikat) akan tiba melalui tangan penuh dendam dari salah satu anak kita sendiri. (“Visions of the Great Nyasaye, A Study of the Luo Religion in Kenya”, Order of Sorcha Faal, Sister Mary McCrea © 1915)




Artikel oleh Sorcha Faal ini dilanjutkan dengan:


“Untuk mempelajari tingkat akurasi nubuat Kenya dari Johanwa Owalo, kita harus memperhatikan banyaknya kebetulan yang telah terjadi dalam 100 tahun ramalan yang tampaknya terus bergaung dalam saat-saat sulit kita. Senator Obama memang muncul untuk memenuhi nubuatan tersebut karena memang, ia adalah, jelas, ‘anak’ dari agama suku Kenya Luo (gabungan dari Kekristenan dan kepercayaan suku Afrika), karena ia telah lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawai dari ayahnya Barack Obama Sr. (lahir di Propinsi Nanza, Kenya, dari etnis Luo) dan Stanley Ann Dunham (yang memberinya nama dari nama awal ayahnya).”




“Yang jauh lebih menarik, mungkin, adalah fakta bahwa anak dari orang Kenya Luo ini, Barack Obama, memiliki tujuan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat dalam waktu yang sama ketika kebangsaan ayahnya sedang dalam krisis karena adanya cacat pada (dan beberapa menyataan ‘kecurian’) pemilihan umum yang membawa warga Kenya jatuh dalam perang suku yang merenggut nyawa 1.000 orang, yang dipercaya banyak warga Luo sebagai pengantar untuk waktu yang telah dinubuatkan oleh peramal mereka, Johanwa Owalo…”


Karena binatang pertama dalam Wahyu 13 (Obama) dinubuatkan hanya memiliki waktu 42 bulan (3,5 tahun), maka waktunya dimulai sejak hari Inagurasi Kepresidenan Obama pada 20 Januari 2009, yang berarti bahwa pada akhir Juli 2012 kita akan melihat kehancuran dari Amerika Serikat, kemungkinan terjadi dari nuklir yang dideskripsikan sebagai kehancuran dari “Putri Babel” (Amerika) dan rajanya dalam Yeremia 50 dan 51.


The alien who is among you shall rise higher and higher above you, and you shall come down lower and lower…” (Deuteronomy 28:43).

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah…” (Ulangan 28:42).





Mungkinkah nubuatan dari Johanwa Owalo tentang ‘anak’ dari Kenya ini tepat seperti yang digadang-gadangkan bahwa ia adalah nabi yang bernubuat dengan tingkat akurasi seperti Yesus? Mari kita nantikan akhir Juli 2012. Semoga saja semua ini hanya akan menjadi legenda Kenya



Sumber:

http://www.christian-forum.net/index.php?showtopic=25500

http://www.firststonellc.com/JohanwaOwaloResearch.pdf



.

Cukup Itu Berapa?

.

Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".




Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.




Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. MASIH KURANG! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. BELUM CUKUP! Dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena ia tak pernah bisa berkata "cukup".

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya kurang, belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa KURANG dan KURANG. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan dengan tulus oleh orang yang bisa mengucap syukur.

Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "CUKUP" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandek, dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia. Belajarlah berkata "cukup".




FILIPI 4:11-13
"Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam SEGALA KEADAAN. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."



Sumber: Warta GBI Imamat Rajani edisi 15-22 Agustus 2010


.

August 15, 2010

INDEPENDENCE IN GOD

.



Independence / kebebasan / kemerdekaan merupakan sesuatu yang sedang kita peringati di bulan ini. Pada tanggal 17 Agustus 2010, kita bersama-sama akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yaitu hari dimana Indonesia terbebaskan dari segala bentuk penjajahan negara lain.


Namun apakah kemerdekaan itu telah benar-benar membebaskan Indonesia dari segala aspek? Hmm… Kalau menurut kalian belum, coba renungkan, di aspek apa kita belum merdeka, dan apa yang bisa kamu lakukan untuk membebaskan negara ini dari ‘penjajahan’ itu.




Berbicara tentang kemerdekaan, berarti bicara tentang menjadi pribadi yang independent, yaitu pribadi yang mandiri dalam Tuhan. Maksudnya?? Kita tidak bisa menjadi remaja yang terus-terusan memiliki kerohanian bayi. Sudah saatnya kita belajar dewasa, belajar mendiri. Saat teduh tiap hari, baca firmanNya tiap hari, berdoa dengan intim dan sungguh-sungguh tiap hari. Semua harus mulai kita jalankan secara dewasa dan mandiri, agar kita bisa benar-benar MERDEKA! Mungkin tidak mudah pada awalnya, tapi itulah yang disebut belajar. Kita harus mau sangkal diri. Kita yang suka tidur melulu atau main game melulu, sudah saatnya kita merelakan waktu kita dengan hal yang bagi kita awalnya tidak asik. Tapi percaya deh, kalau kita terus jalankan, kita akan semakin menikmatinya dan merasakan adanya Tuhan dan lawatanNya bagi kita.





Ayo MERDEKA!


.

August 12, 2010

BAB 10: Jangan Menyembah Maria

.


Dalam Kerajaan Surga, kami melihat hal-hal indah seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”



Ketika kami tiba di Kerajaan Surga, segalanya begitu spektakuler dan indah; begitu banyak hal-hal besar dan luar biasa untuk merasakan kebesaran Tuhan. Sungguh spesial; tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Kami bisa mengatakan bahwa ada jutaan anak-anak di tempat itu.


Kami melihat anak-anak dari berbagai usia, Surga dibagi-bagi ke dalam beberapa seksi. Kami melihat sejenis rumah-bayi yang menjadi tempat anak-anak usia 2-4. Kami juga memperhatikan bahwa anak-anak di Surga bertumbuh dan ada sekolah-sekolah dimana anak-anak tersebut diajari Firman Tuhan. Pengajar mereka adalah malaikat-malaikat, dan mereka mengajari anak-anak menyanyikan lagu pujian dan bagaimana caranya menyembah Tuhan Yesus.


Ketika Tuhan tiba, kami dapat melihat sukacita yang kuat dari Raja kita. Walaupun kami tidak bisa melihat wajahNya, kami dapat melihat senyumanNya memenuhi seluruh tempat. Ketika Ia tiba, semua anak berlari ke arahNya! Di tengah-tengah semua anak itu, kami dapat melihat Maria, ibu dari Tuhan Yesus di bumi. Ia adalah wanita yang cantik.


Kami tidak melihatnya di atas tahta dan tidak seorangpun menyembahnya. Ia ada disana sepadan dengan semua wanita di Surga, seperti semua manusia di bumi, ia harus memperjuangkan keselamatannya. Ia mengenakan kain putih dan sebuah sabuk emas melingkar di pinggangnya, dan rambutnya terurai sampai ke pinggangnya.





Di bumi, kami telah mendengar banyak orang menyembah Maria karena ia adalah ibu dari Yesus, tetapi aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Satu-satunya gerbang menuju kerajaan Surga adalah Yesus dari Nazaret.


Kami juga memperhatikan, disana tak ada matahari atau bulan. Firman Tuhan berkata lewat Wahyu 22:5 “Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”


Kami dapat melihat kemuliaan Tuhan. Kami merasa sangat kesulitan untuk mendeskripsikan kengerian di neraka, namun rupanya jauh lebih sulit untuk mencoba menjelaskan hal-hal sempurna yang diciptakan Pencipta kita. Ketika kami di sana, kami berlari dan berusaha melihat semuanya. Kami dapat berbaring di rumputnya, dan kami dapat merasakan kemuliaan Tuhan. Suara siulan yang lembut; hembusan angin lembut yang membelai wajah kami, sungguh merupakan hal yang sangat indah.


Di tengah-tengah langit , kami melihat sebuah salib raksasa yang terbuat dari emas murni. Kami percaya ini bukan penyembahan berhala namun lebih merupakan simbol yang menunjukkan bahwa lewat kematian Yesus di kayu salib, kita dapat memasuki gerbang Surga.


Kami melanjutkan perjalanan di Surga. Sungguh sangat menyenangkan bisa berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. Disana kami tahu dengan pasti, siapakah Tuhan yang sedang kita layani… Yesus dari Nazaret. Banyak orang di bumi berpikir bahwa ada Tuhan di atas, yang hanya menunggu sampai kita berbuat dosa, supaya Ia dapat menghukum kita dan mengirim kita ke neraka. Tapi itu tidak benar. Kami dapat melihat Yesus yang adalah teman; Yesus yang menangis di saat kau meangis. Yesus adalah Tuhan dari cinta, keharuan, dan belas kasih; Ia meletakkan kita di tanganNya untuk menolong kita melanjutkan jalan keselamatan.





Tuhan Yesus juga mengijinkan kita untuk berjumpa dengan tokoh dalam Alkitab. Kami bertemu dengan Raja Daud yang diceritakan dalam Firman. Ia adalah pria yang tampan, tnggi, dan wajahnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Sepanjang waktu kami ada di Surga, hal yang dilakukan Raja Daud adalah menari, menari, menari, dan memberikan segala sembah dan penghargaan untuk Tuhan.





Bagi siapapun yang sedang membaca testimoni ini, aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”, dan aku juga memberitahumu, hanya orang-orang pemberani yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga.



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

August 1, 2010

BAB 9: Bayi yang Ku Aborsi di Surga

.

Wahyu 21:4

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.



Ketika kami tiba, pintu-pintu besar itu terbuka untuk kami, dan aku mulai melihat lembah yang dipenuhi bunga. Bunga-bunga itu begitu indah dan aromanya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan total seperti yang belum pernah kami rasakan di bumi. Kami merasakan kedamaian memenuhi hati kami, dan sewaktu kami melihat bunga-bunga itu, kami memperhatikan bahwa tiap-tiap bunga unik; tiap kelopak berbeda-beda, asli, dan memiliki warna-warna yang unik.


Di dalam hatiku, aku berkata pada Tuhan kalau aku menginginkan bunga-bunga seperti itu. Tuhan memberikan ekspresi setuju, aku mendekati salah satu bunga dan mulai menariknya. Tapi tidak ada yang terjadi, aku tak bisa mencabut bunga itu dari tanah. Aku bahkan tidak bisa mencabut kelopak atau daunnya. Lalu Tuhan memecahkan keheningan dengan berkata, “Disini semua harus dilakukan dengan cinta.” Ia menyentuh sebuah bunga dan bunga itu menyerahkan dirinya pada tangan Tuhan. Ia lalu memberikannya pada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan aroma bunga itu tetap ada bersama kami.


Kami sampai ke suatu tempat dengan kumpulan pintu-pintu cantik. Pintu-pintu ini tidak sederhana, pintu-pintu itu benar-benar terukir dengan rumit dan dipenuhi batu-batu berharga yang terpasang. Pintu itu terbuka dan kami memasuki sebuah ruangan yang berisi banyak orang. Semua orang berlari kesana-kemari melakukan persiapan. Beberapa dari mereka membawa gulungan jubah putih yang bercahaya di bahu mereka, yang lain membawa bergelendong-gelendong benang emas, dan bahkan yang lain membawa sesuatu seperti piring dengan sesuatu seperti perisai di dalamnya. Semua orang berlari dengan tujuan.


Kami menanyai Tuhan, mengapa ada begitu banyak tugas dan kesibukan. Lalu Tuhan menunjuk seorang pria muda untuk datang mendekat. Pria ini membawa gulungan lenan putih di bahunya. Ia datang dan melihat kepada Tuhan denan hormat. Ketika Tuhan bertanya mengapa ia membawa gulungan lenan itu, ia hanya melihat kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Kau tahu lenan ini untuk apa! Lenan ini akan dipakai untuk membuat jubah bagi orang-orang yang bertobat, jubah bagi para mempelai.” Saat mendengar ini, kami merasakan kesukaan dan kedamaian yang besar. Wahyu 19:8 memberitahu kita, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”


Ketika kami keluar dari tempat itu, kami bahkan bisa merasaan kedamaian yang lebih lagi, karena sungguh indah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membuat hal-hal yang baik untuk kami. Ia punya tempat dan waktu untukmu karena engkau sangat penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, mata kami tersesat dalam tiap detail di Surga. Seakan-akan tiap benda memiliki kehidupan masing-masing, dan segala sesatu di sana seperti memberikan kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu kami datang ke tempat dimana jutaan dan jutaan anak-anak berada, dari segala usia. Ketika mereka melihat Tuhan, mereka semua ingin memelukNya, untuk mersakan cintaNya lebih lagi, karena Ia adalah gairah mereka. Yesus adalah gairah tiap anak disana. Kami ingin menangis melihat beapa Tuhan sangat memanjakan tiap-tiap anak, betapa ia mencium mereka dan memegang tangan mereka.




Kami melihat malaikat-malaikat datang mendekat kepada Tuhan dengan membawa bayi-bayi yang terbungkus kain linen. Tuhan membelai, menyentuh, dan menciumi dahi mereka, kemudian malaikat-malakat itu membawa mereka pergi. Kami bertanya pada Tuhan kenapa ada begitu banyak anak kecil disana, apakah anak-anak itu akan dikirim ke bumi. Tuhan terdengar tersentuh untuk sementara, lalu Ia berkata, “Tidak, anak-anak ini tidak untuk dikirim ke bumi! Mereka adalah anak-anak yang di aborsi di bumi, yang orang tuanya tidak mau memiliki mereka. Mereka adalah anak-anakKu dan Aku mencintai mereka.” Aku menganggukkan kepala, dan bahkan suaraku bergetar untuk menanyakan hal seperti itu kepada Tuhan.


Ketika aku tidak mengenal Tuhan sebagai jalan kehidupan, aku melakukan suatu kesalahan dan berdosa seperti banyak orang lain. Di antara dosa-dosa itu adalah aborsi yang pernah aku lakukan. Ada sebuah momen dimana aku berhadapan wajah dengan Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah bayi yang ku aborsi dulu ada disini?” Tuhan menjawab, “Ya.” Aku mulai berjalan ke salah satu sisi dan aku melihat seorang bocah kecil yang tampan. Di dekatnya berdiri malaikat. Malaikat itu memandangi Tuhan, dan bocah itu sedang membelakangi kami.


Tuhan memberitahuku, “Lihat, itu anakmu.” Aku mau melihatnya, maka aku segera berlari kepadanya, namun malaikat menghentikanku dengan tangannya. Ia menyuruhku mendengarka apa yang dikatakan bocah itu terlebih dahulu. Aku mulai mendengar apa yang bocah itu ucapkan. Ia sedang berbicara dan melihat ke arah anak-anak lain. Ia bertanya pada malaikat, “Apakah papa dan mamaku akan segera kesini?” Malaikat itu melihat ke arahku, menjawabnya, “Ya, papamu dan mamamu akan segera datang.”


Aku tidak tahu kenapa aku diberi kesempatan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku aku tahu bahwa kata-kata itu adalah hadiah terbaik yang bisa Tuhan berikan untukku. Anak kecil ini tidak berbicara dengan kemarahan atau luka, mungkin ia bahkan tahu bahwa kami tidak membiarkannya dilahirkan. Ia secara sederhana menantikan dengan cinta yang Tuhan taruh dalam hatinya.


Kami melanjutkan perjalanan, tetapi aku menyimpan gambaran bocah itu di hatiku. Aku tahu bahwa setiap hari aku harus melakukan usaha untuk bisa bersama dengannya suatu hari nanti. Aku punya satu alasan lagi untuk ke sana, karena seseorang sedang menunggu-nunggu aku di kerajaan Surga. Firman Tuhan memberitahu kita lewat Yesaya 65:19, “Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”


Kami tiba di suatu tempat dengan gunung-gunung kecil, dan Tuhan Yesus mulai menari. Di depanNya banyak orang berpakaian dalam jubah putih dan mereka semua mengangkat tangan-tangan mereka yang membawa dahan zaitun yang hijau. Ketika mereka melambaikan dahan-dahan itu di udara, dahan-dahan itu melepaskan minyak. Tuhan telah menyiapkan hal-hal hebat untukmu! Sekaranglah saatnya untuk memberikan hatimu kepadaNya.




Tuhan memberkatimu!



TO BE CONTINUED...



.

July 28, 2010

BAB 8: Ariel di Surga

.

Ketika kami mulai naik ke Kerajaan Surga, kami tiba ke suatu tempat indah dengan pintu-pintu yang berharga. Di depan pintu-pintu itu ada dua malaikat. Mereka mulai berbicara, namun perkataan mereka merupakan bahasa malaikat dan kami tidak dapat memahami apa yang mereka bicarakan. Namun Roh Kudus memberi kami pengertian, mereka sedang menyambut kami. Tuhan Yesus menaruh tanganNya di pintu dan pintu itu terbuka. Jika Yesus tidak bersama kami, kami pasti tidak akan pernah bisa masuk ke dalam Surga.


Kami mulai menghargai semua yang ada di Surga. Kami melihat pohon yang sangat besar, Alkitab menjelaskan pohon itu sebaai “Pohon Kehidupan” (Wahyu 2:7). Kami menuju sebuah sungai dan melihat ada banyak ikan di dalamnya. Segalanya tampak begitu luar biasa sampai-sampai aku dan temanku memutuskan untuk masuk ke dalam air. Kami mulai berenang di dalam air. Kami melihat ikan-ikan bergerak mengelilingi kami dan mereka mengusap dan menciumi tubuh kami. Mereka tidak berenang pergi seperti layaknya ikan di bumi; kehadiran Tuhan menenangkan ikan-ikan itu. Ikan-ikan itu dapat mempercayai kami karena mereka tahu bahwa kami tidak akan membahayakan mereka. Aku begitu terberkati dan terkagum-kagum hingga aku mengambil seekor ikan dan mengeluarkannya dari air. Yang begitu luar biasa adalah ikan itu begitu tenang menikmati kehadiran Tuhan bahkan di dalam tanganku. Aku mengembalikan ikan itu ke dalam air.


Aku dapat melihat di kejauhan ada kuda-kuda putih di Surga, seperti yang tertulis dalam firman Tuhan di Wahyu 19:11, “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya berama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil”. Kuda-kuda itu adalah kuda-kuda yang akan dipakai Tuhan saat Ia kembali ke dunia untuk menjemput umatNya, gerejaNya. Aku berjalan ke arah kuda-kuda itu dan mulai mengelus-elus mereka. Tuhan mengikutiku dan mengijinkanku menunggangi seekor kuda.





Ketika aku mulai menungganginya, aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya di bumi. Aku mulai merasakan kedamaian, kebebasan, cinta, kekudusan yang dapat diperoleh seseorang di tempat indah itu. Aku mulai menikmati segala hal yang dapat dilihat mataku. Aku hanya mau menikmati segalanya di Firdaus indah tersebut yang telah disediakan Tuhan bagi kita.


Kami juga dapat melihat meja-meja untuk pesta pernikahan, segalanya telah disiapkan. Meja-meja itu tidak memiliki awal dan akhir, kami melihat kursi-kursi disiapkan bagi kami. Disana juga tersedia mahkota kehidupan kekal yang telah siap untuk diambil oleh kami. Kami melihat makanan-makanan lezat telah siap bagi mereka yang diundang untuk menghadiri perjamuan nikah anak domba.





Malaikat-malaikat ada disana dengan membawa jubah-jubah putih yang telah disiapkan Tuhan bagi kita. Aku sangat terpesona melihat semua hal ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menerima Kerajaan Surga seperti anak-anak kecil (Matius 18:3). Ketika kami ada di Surga, kami seperti anak kecil. Kami mulai menikmati segalanya disana; bunga-bunganya, perumahannya… Tuhan bahkan mengijinkan kami untuk masuk ke rumah-rumahnya.


Lalu Tuhan membawa kami ke tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Tuhan berdiri di tengah-tengah mereka dan Ia mulai bermain-main dengan mereka. Ia memastikan untuk menghabiskan cukup waktu dengan tiap-tiap mereka, dan Ia menikmati bersama mereka. Kami mendekat pada Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah ini anak-anak yang akan dilahirkan ke dunia?”, Tuhan mejawab, “Tidak, anak-anak ini adalah anak-anak yang di aborsi di dunia”. Mendengar hal ini, aku merasakan ada sesuatu di dalam diriku yang membuatku terguncang.


Aku mengingat sesuatu yang telah ku lakukan di masa lalu, ketika aku belum mengenal Tuhan. Pada saat itu, aku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita dan pada akhirnya ia hamil. Ketika ia memberitahuku bahwa ia hamil, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, jadi aku memintanya memberiku waktu untuk mengambil keputusan. Waktu berlalu dan ketika aku pergi kepadanya untuk memberitahukan keputusanku, segalanya sudah terlambat sebab ia telah melakukan aborsi. Kejadian itu tidak dapat kulupakan. Bahkan setelah aku menerima Tuhan di dalam hatiku, aborsi itu merupakan sesuatu yang membuatku tidak dapat memaafkan diriku. Namun Tuhan melakukan sesuatu hari itu, Ia mengijinkan aku memasuki tempat itu dan memberitahuku, “Ariel, apakah kau lihat gadis kecil itu di sana? Gadis itu adalah anakmu.”


Ketika Ia memberitahuku hal itu, aku melihat gads kecil itu, aku merasa luka yang telah kumiliki dalam jiwaku untuk waktu yang lama mulai disembuhkan. Tuhan mengijinkan aku berjalan mendekatinya dan ia mendekatiku. Aku meraih tangannya dan melihat matanya. Satu kata kudengar dari bibirnya, “Papa”. Aku memahami dan merasakan bahwa Tuhan telah mengasihani aku dan mengampuniku, namun aku harus belajar untuk mengampuni diriku sendiri.


Temanku, siapapun yang membaca tulisan ini, aku mau memberitahumu sesuatu. Tuhan telah mengampuni dosa-dosamu, sekarang kau harus belajar untuk mengampuni dirimu sendiri. Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah mengijinkan aku membagi testimoni ini padamu. Tuhan Yesus Kristus, aku memberikan seluruh kehormatan dan kemuliaan hanya bagiMu! Testimoni ini berasal dari Tuhan, Ia mengijinkan kita menerima pewahyuan ini. Aku berharap setiap orang yang membaca testimoni ini menerima berkat dan menggunakan berkat itu untuk memberkati banyak orang lain.


Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

July 17, 2010

BAB 7: Kisah Esau Tentang Surga

.

2 Korintus 12:2

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.



Kami ada dalam ruangan, ketika kami merasakan pengalaman yang pertama. Ruangan itu mulai dipenuhi cahaya lagi melalui kehadiran Tuhan. Cahaya itu begitu kuat hingga menerangi seluruh ruangan. Ruangan itu dipenuhi kemuliaanNya, sungguh sangat indah bisa merasakan kehadiranNya.


Yesus berkata pada kami, “Anak-anakKu, sekarang aku akan menunjukkan padamu kerajaan Surgaku.” Kami saling berpegangan tangan dan kami diangkat. Aku melihat ke bawah dan melihat bahwa kami telah keluar dari tubuh kami. Setelah kami keluar dari tubuh, kami telah mengenakan jubah putih dan mulai bergerak naik dalam kecepatan tinggi.


Kami tiba di depan sepasang pintu yang merupakan gerbang menuju kerajaan Surga. Kami begitu terperangah akan apa yang terjadi pada kami. Untunglah, Yesus anak Allah ada disana dengan kami, bersama dua malaikat yang tiap-tiapnya memiliki empat sayap.


Malaikat itu mulai berbicara dengan kami, namun kami tidak memahami apa yang mereka katakan. Bahasa mereka sangat berbeda dari bahasa kita, bahkan itu sangat berbeda dari segala bahasa di bumi. Malaikat-malaikat itu menyambut kami dan mereka membuka pintu-pintu yang besar itu. Kami melihat tempat yang indah, dengan banyak hal di dalamnya. Ketika kami masuk ke dalam, kedamaian yang sempurna memenuhi hati kami. Alkitab memberitahu kita bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7).





Hal pertama yang kulihat adalah rusa, jadi aku bertanya pada salah satu temanku, “Sandra, apa kau juga melihat hal yang aku lihat?” Ia tidak lagi menangis atau menjerit seperti saat kami dibawa ke neraka. Ia tersenyum dan menjawab, “Ya Esau, aku melihat rusa!” Lalu aku tahu bahwa segalanya nyata, kami benar-benar di kerajaan Surga. Segala kengerian yang kami lihat di neraka segera terlupakan. Kami benar-benar menikmati kemuliaan Tuhan. Kami menuju ke tempat rusa itu berada, di belakangnya berdiri sebuah pohon yang sangat besar! Pohon itu terletak di pusat dari Firdaus.


Alkitab berkata dalam Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan aa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah”.


Pohon ini adalah lambang dari Yesus, sebab Yesus adalah kehidupan yang kekal. Di balik pohon itu ada sebuah sungai yang airnya sejernih kristal. Sungai itu sangat jernih dan indah, seperti sungai yang tidak mungkin ada di bumi. Kami hanya mau terus menetap di tempat itu. Seringkali kami berkata kepada Tuhan, “Tuhan tolong! Jangan keluarkan kami dari tempat ini! Kami mau disini selamanya! Kami tidak mau kembali ke bumi!” Tuhan lalu menjawab kami, “Sangat penting untuk kamu kembali dan bersaksi tentang semua hal yang telah Kusiapkan untuk mereka yang mencintaiKu, karena aku segera kembali dan hadiahKu ada bersamaKu.”


Ketika kami melihat sungai itu, kami cepat-cepat berlari ke sana dan masuk ke dalamnya. Kami teringat akan ayat yang mengatakan barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38). Air dari sungai ini seperti memiliki hidup di dalamnya, jadi kami membenamkan diri kami di dalamnya. Di dalam maupun di luar air kami dapat bernafas dengan normal. Sungai itu begitu dalam dan disana banyak ikan-ikan berwarna-warni berenang. Cahaya di dalam dan di luar sungai tidak berbeda; di Surga, cahaya tidak datang dari sumber yang spesifik, segalanya bercahaya dengan sendirinya. Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus adalah cahaya dari kota itu (Wahyu 21:23).Dengan tangan kami, kami mengeluarkan beberapa ikan dari air; ikan-ikan itu tidak mati. Maka kami berlari pada Tuhan dan bertanya padaNya mengapa. Tuhan tersenyum dan menjawab bahwa di Surga tak ada lagi kematian, tak ada lagi air mata dan rasa sakit (Wahyu 21:4).


Kami meninggalkan sungai dan berlari ke segala tempat yang bisa kami temukan, kami mau menyentuh dan mengalami segalanya. Kami mau membawa semuanya pulang bersama kami, karena kami begitu terkagum-kagum pada benda-benda di Surga. Segalanya di Surga tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketika Paulus dibawa ke Surga, ia melihat hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena kehebatan hal-hal yang ada di Kerajaan Surga (2 Korintus 12). Disana bahkan terdapat hal-hal yang sama sekali tidak bisa kami jelaskan.


Kami lalu tiba di suatu area yang sangat luas; tempat yang sangat indah dan cantik. Tempat ini dipenuhi batu-batu berharga: emas, emerald, ruby, dan berlian. Lantainya terbuat dari emas murni. Kami lalu tiba di tempat dimana terdapat tiga buku yang sangat besar. Yang pertama adalah Alkitab yang terbuat dari emas. Dalam Mazmur kita diberitahu bahwa firman Tuhan adalah teguh dan bahwa firman Tuhan tetap ada di Surga selamanya (Mazmur 119:89). Kami lalu melihat Alkitab emas besar tersebut; halaman-halamannya, ayat-ayatnya, semuanya tercipta dari emas murni.


Buku yang kedua adalah buku yang jauh lebih besar dibanding Alkitab emas. Buku itu terbuka dan sesosok malaikat sedang duduk di atasnya dan menulis di dalamnya. Bersama dengan Tuhan Yesus kami mendekat untuk melihat apa yang ditulis malaikat itu. Malaikat itu sedang menulis segala hal yang sedang terjadi di bumi. Segala hal yang sedang terjadi; termasuk tanggal, jam, segalanya tertulis di situ. Ini dilakukan supaya firman Tuhan dapat tergenapi seperti yang tertulis dalam Alkitab, bahwa kitab akan dibuka dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu (Wahyu 20:12). Malaikat itu terus menulis segala hal yang dilakukan semua manusia di bumi, baik atau buruk, semua tertulis.

Kami melanjutkan menuju tempat dimana buku ketiga berada. Buku ini bahkan lebih besar dari buku yang kedua! Buku itu tertutup, namun kami tetap mendekatinya. Kami bertujuh bersama-sama menurunkan buku itu dari tempatnya, sesuai dengan perintah Tuhan, lalu kami menaruhnya di depan pilar.


Pilar-pilar dan tiang-tiang di Surga begitu indah! Mereka tidak seperti pilar dan tiang di bumi. Tiang-tiangnya dibuat seperti kepangan / anyaman, dan itu dibuat dari batu-batu berharga yang berbeda-beda. Beberapa terbuat dari berlian, yang lain terbuat dari emerald murni, yang lain terbuat dari emas murni, dan yang lain terbuat dari kombinasi dari berbagai macam batu-batuan. Aku akhirnya mengerti bahwa Tuhan sungguh-sungguh pemilik dari semua hal, seperti yang tertulis dalam Hagai 2:9, “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam”. Aku memahami bahwa Tuhan benar-benar kaya dan Ia memiliki semua kekayaan di dunia. Aku juga mengerti bahwa dunia ini beserta segala kekayaan di dalamnya ditujukan untuk memuliakan Tuhan kita, dan Ia mau memberikan itu semua bagi orang-orang yang meminta dalam kepercayaan.





Tuhan berkata, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberkan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8). Buku ini yang kami letakkan pada tiang begitu besarnya, hingga untuk membuka halamannya kami harus berjalan untuk memindah halamannya ke sisi lain buku. Kami mencoba membaca apa yang tertulis pada buku itu seperti yang diminta Tuhan. Pada mulanya sangat sulit untuk dibaca karena itu ditulis dalam karakter asing yang tidak dapat kami mengerti. Itu begitu berbeda dari segala bahasa di bumi; itu benar-benar tulisan Surgawi. Namun dengan pertolongan dari Roh Kudus, kami diberi kemurahan untuk memahaminya. Sepertinya penutup mata telah dilepaskan dari mata kami dan kami dapat memahami tulisan itu; sejelas kami memahami bahasa kami sendiri.


Kami dapat melihat bahwa nama kami bertujuh tertulis di dalam buku itu. Tuhan memberitahu kami bahwa itu adalah kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Kami memperhatikan bahwa nama yang tertulis di buku bukanlah nama kami yang biasa kami gunakan di bumi; nama-nama ini adalah nama baru, supaya firman Tuhan dapat dipenuhi saat itu berkata bahwa Tuhan akan mengaruniakan batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya (Wahyu 2:17).


Di Surga, kami dapat mengucapkan nama kami, namun begitu Tuhan membawa kami kembali ke bumi, nama-nama itu telah diambil dari kenangan dan hati kami. Firman Tuhan itu selamanya, dan itu pasti terpenuhi. Teman-temanku, Alkitab berkata dalam Wahyu 3:11, Jangan biarkan seorangpun mengambil mahkotamu, jangan biarkan seorangpun menghilangkan atau memindah tempat yang telah disediakan Bapa bagimu. Di Surga, tersedia jutaan hal yang sangat indah, kami bahkan tidak dapat menjelaskannya dengan mulut kami. Namun aku mau memberitahumu sesuatu, “Tuhan menantikanmu!” Tetapi hanya orang-orang yang bertahan sampai kesudahannnya yang akan diselamatkan! (Markus 13:13)



TO BE CONTINUED...



.

July 4, 2010

BAB 6: Aku Ada di Sini Karena Aku Normal

.

Mazmur 62:12

“Dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.”



Pada pagi hari dimana Tuhan mengunjungi kami di ruangan itu, Ia meraih tangan kami dan kami mulai bergerak turun. Hatiku dipenuhi ketakutan yang bahkan tidak bisa kujelaskan. Aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa melepaskan tangan Juruselamatku. Aku merasa bahwa Yesus adalah hidupku dan cahayaku, dan semua harapanku ada padaNya; jika tidak aku akan tertinggal di tempat itu selamanya. Aku bahkan tidak pernah menyangka aku akan pergi ke tempat itu. Aku bahkan tidak percaya tempat seperti itu nyata. Bahkan sebagai orang Kristen, aku selalu menyangka bahwa api penyucian adalah neraka, namun Tuhan menunjukkan kepadaku kenyataan dari neraka.


Ketika kami tiba di neraka, aku merasakan tempat itu bergetar dan semua iblis disana berlari untuk bersembunyi, karena tidak satupun dari mereka mampu menahan kehadiran Tuhan. Kami bahkan mendengar jiwa yang terpenjara menjerit lebih nyaring, karena mereka tahu Yesus dari Nazaret ada disana. Mereka semua tahu bahwa disana ada satu pribadi yang mungkin dapat mengeluarkan mereka. Mereka memiliki harapan itu, walaupun itu hanyalah harapan palsu.





Kami berjalan sambil bergandengan tangan dengan Yesus dan tiba di bagian perzinahan. Yesus berhenti untuk melihat seorang wanita yang tubuhnya penuh dilapisi dengan api. Ketika Yesus melihatnya, ia mulai keluar dari api secara perlahan, walaupun penderitaannya tidak pernah berhenti. Kami dapat melihat bahwa ia benar-benar telanjang dan semua bagian tubuhnya masih jelas terlihat. Tubuhnya benar-benar kotor dan ia sangat bau. Rambutnya benar-benar kacau, dan ia dipenuhi dengan lumpur berwarna kuning kehijauan. Ia tidak memiliki mata dan bibirnya berjatuhan menjadi serpih-serpih kecil. Ia tidak memiliki telinga, hanya lubang. Dengan tangannya, yang telah hitam karena hangus, ia mengambil daging yang jatuh dari wajahnya dan mencoba menempelkannya kembali. Namun hal ini justru membuatnya merasakan kesakitan yang lebih parah.


Ia lalu gemetar dan menjerit lebih keras; jeritan-jeritannya tidak pernah berhenti. Ia dipenuhi ulat, dan ada seekor ular yang melingkar di lengannya. Ular itu begitu gemuk dan dipenuhi duri di seluruh permukaan tubuhnya. Angka 666 terukir di tubuh wanita itu; angka dari binatang yang disebutkan di Wahyu 13:16-18 (Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya, yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam / 666).


Ia juga memiliki piringan metal tertancap di dadanya, terbuat dari metal yang tidak dikenal, metal itu tidak pernah leleh oleh api. Pada piringan itu terdapat tulisan yang terbuat dari bahasa yang aneh, namun kami dapat memahami apa yang tertulis disana. Tertulis, “AKU ADA DI SINI KARENA PERZINAHAN.”


Ketika Yesus melihatnya, Ia bertanya, “Elena, mengapa kau ada di tempat ini?” Ketika Elena menjawab Tuhan, tubuhnya meringkuk karena kesakitam yang menyiksanya. Ia berkata bahwa ia ada disana karena berzinah. Ia meminta pengampunan dari Tuhan terus berulang-ulang.

Lalu kami mulai melihat saat-saat kematiannya. Ketika ia mati, ia sedang berhubungan seks dengan salah satu teman prianya, karena ia berpikir bahwa pria yang selama ini menjadi pacarnya dan tinggal bersamanya sedang pergi dalam sebuah perjalanan bisnis. Namun, ia kembali dari pekerjaannya dan melihat Elena sedang di ranjang dengan pria lain. Lalu pria itu pergi ke dapur mengambil sebuah pisau pesar dan menancapkannya di punggung Elena. Ia tewas dan dibawa ke neraka, persis seperti keadaannya saat mati; telanjang bulat.


Di neraka, segalanya termaterialisasi dan ia masih memiliki pisau besar yang tertancap di punggungnya, membuatnya merasakan kesakitan yang hebat. Sampai saat ini, ia telah di neraka seama 7 tahun dan ia masih dapat mengingat setiap momen dalam hidup dan matinya. Ia juga teringat ketika seseorang mencoba memberitahunya tentang Yesus; bahwa hanya Ialah satu-satunya yang dapat menyelamatkannya. Namun sekarang semua sudah terlambat untuknya dan semua orang di neraka.


Firman Tuhan banyak berbicara tentang perzinahan dengan sangat jelas. Perzinahan adalah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. 1 Korintus 6:13, “Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh”, Juga dalam 1 Korintus 6:18 dinyatakan, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.”


Setelah Yesus selesai berbicara dengannya, ia ditutupi oleh selimut api yang besar dan kami tak dapat melihatnya lagi. Tapi kami tetap mendengar suara dari dagingnya yang terbakar dan teriakan yang mengerikan itu, suara yang bahkan tak dapat kujelaskan dengan kata-kata.


Selama kami berjalan dengan Tuhan, Ia menunjukkan kepada kami banyak orang disana: pemuja idola, orang-orang yang menggunakan dan mempraktekkan sihir, orang-orang tak bermoral, pezinah, pembohong, dan homoseksual. Kami begitu ketakutan, hal yang kami inginkan hanya pergi. Tetapi Yesus terus berkata bahwa penting untuk melihat agar kami dapat memberitahu yang lain, supaya mereka mau percaya.


Kami melanjutkan perjalanan dengan Yesus, bahkan memegang tanganNya semakin erat. Kami tiba di tempat yang bagiku tidak mungkin terlupakan, kami melihat lelaki muda berusia 23 tahun, dimasukkan ke dalam api sampai ke pinggangnya. Kami tidak dapat melihat apa sebenarnya yang menyiksanya, namun angka 666 terukir padanya. Ia juga memiliki piringan metal di dadanya yang bertulisan, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”. Ketika ia melihat Yesus, ia mengulurkan tangannya ke arah Yesus dan memohon belas kasihan. Firman Tuhan berata dalam Amsal 14:12, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.





Ketika kami membaca tulisan di piringan itu yang bertuliskan “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”, kami bertanya pada Tuhan, “Tuhan, bagamana bisa!? Mungkinkah seseorang datang ke sini karena alasan ini?” Lalu Yesus bertanya padanya, “Andrew, kenapa kamu ada di tempat ini?” Ia menjawab, “Yesus, saat aku di bumi, aku kira membunuh dan mencuri adalah dosa, itulah mengapa aku tidak pernah mencoba untuk lebih dekat kepadaMu.” Dalam Mazmur 9:18 dikatakan, “Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.


Andrew membuat kesalahan besar dengan mengklasifikasikan dosa, persis seperti yang banyak dilakukan orang hari-hari ini. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23). Lebih jauh, saat Alkitab berbicara tentang dosa, Alkitab tidak pernah mengklasifkaskan dosa-dosa, karena semua dosa adalah dosa. Andrew memiliki kesempatan untuk mengenal dan menerima Yesus, tapi ia tidak mengambil kesempatan yang Tuhan berikan untuknya. Mungkin ia memiliki ribuan kesempatan untuk mengenal Tuhan, tapi ia tidak pernah memiliki keinginan untuk mengenalNya, dan itu adalah alasan mengapa ia di neraka. Lalu selimut api yang besar menutupi tubuhnya dan kami tidak pernah melihatnya lagi.


Kami melanjutkan perjalanan bersama Yesus. Di kejauhan kami melihat sesuatu berjatuhan, seperti bongkahan material. Ketika kami mendekat, kami melihat bahwa itu adalah manusia yang berjatuhan ke neraka di saat itu. Orang-orang yang baru saja meninggal di bumi tanpa menerima Yesus Kristus di hati mereka, mereka semua tiba di neraka.





Kami melihat seorang pria muda, banyak iblis berlari ke arahnya dan mulai menghancurkan tubuhnya. Dengan segera, tubuhnya dipenuhi dengan ulat-ulat. Ia menjerit, “Tidak! Apa ini? Hentikan! Aku tidak mau ada di tempat ini! Hentikan! Ini pasti mimpi! Keluarkan aku dari sini!” Ia bahkan tidak tahu bahwa ia sudah meninggal, dan bahwa ia meninggal tanpa Yesus di hatinya. Iblis-iblis menjadikannya bahan lelucon dan terus menyiksa tubuhnya. Lalu angka 666 muncul di dahinya, dan sebuah piringan metal muncul di dadanya. Walaupun kami tidak bisa melihat alasan yang menyebabkan ia masuk ke neraka, kami tahu dengan pasti bahwa ia tidak akan pernah keluar lagi.





Tuhan memberitahu kami bahwa siksaan orang-orang di neraka ini akan menjadi jauh lebih parah setelah hari penghakiman. Jika mereka menderita dengan cara yang sangat buruk dan mengerikan sekarang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka akan menderita setelah hari penghakiman.


Kami tidak melihat anak kecil di sana. Kami hanya melihat ribuan dan ribuan orang-orang muda; laki-laki dan perempuan dari berbagai kebangsaan. Lagipula, di neraka tidak ada lagi kebangsaan atau level sosial, semua datang untuk disiksa dan dihukum. Disana ada satu hal yang diinginkan semua orang, yaitu kesempatan untuk keluar, paling tidak untuk satu detik. Mereka juga menginginkan setetes air untuk menyegarkan lidah mereka, seperti kisah orang kaya di Alkitab (Lukas 16:19), namun itu tidak mungkin lagi, mereka memilih kemana mereka mau untuk menghabiskan keabadian mereka. Mereka memilih untuk menghabiskannya tanpa Tuhan. Tuhan tidak pernah mengirim siapapun ke neraka, semua tiba disana berdasarkan perbuatan mereka sendiri. Galatia 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”





Hari ini, kau mendapat kesempatan besar untuk mengubah tujuan abadimu. Yesus masih ada sekarang, dan Alkitab berkata bahwa saat kita memiliki hidup, kita juga memiliki harapan. Hari ini kau memiliki hidup, jangan lewatkan kesempatan, bisa saja ini kesempatanmu yang terakhir. Kumohon percayalah tentang neraka. Ini sungguh! Ini kenyataan! Jangan keraskan hatimu, jangan menjadi orang bebal seperti yang dinyatakan oleh Abraham:


Lukas 16:27-31

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abaham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...

(Next chapter we will go to Heaven)



.