Powered By Blogger
Showing posts with label Culture. Show all posts
Showing posts with label Culture. Show all posts

December 21, 2012

Movie Review - The Hobbit: An Unexpected Journey


Sudah menyaksikan The Hobbit: An Unexpected Journey?

Well, it's a MUST!

Film ini adalah hasil karya EPIC dari Peter Jackson yang panjang namun sangat menghibur dan memanjakan mata!

Here's the movie review of
The Hobbit: An Unexpected Journey
Release: December 2012


The Hobbit merupakan film yang menjadi prolog dari Trilogi besar The Lord of The Rings. Dengan setting waktu 60 tahun sebelum era The Lord of The Rings, The Hobbit mengisahkan hobbit muda bernama Bilbo Baggins yang menjalani suatu perjalanan yng tidak disangka-sangka; perjalanan menuju The Lonely Mountain bersama grup kurcaci untuk merebut gunung mereka yang dicuri oleh naga bernama Smaug...

December 5, 2012

Menjejak di Dunia Kerja



Lucu setiap tahun aku selalu mem-posting sesuatu... Padahal aku kira 2012 ini aku sudah akan membuang blog yang dulu kupandang valuable ini... Tapi menulis tetap hal yang menyenangkan!

Sekarang ini aku sudah lulus kuliah! Euphoria sudah lewat, dan wisudah baru akan berjalan Februari 2013... Pastinya saat itu euphoria sesaat akan kembali terjadi. Tapi sekarang aku sudah mulai belajar kerja.

Pinginnya nganggur dulu 1 bulan, tapi memang dasarnya nggak bisa diam, cuma tidur-tiduran dan senang-senang bikin nurani tertuduh dan pikiran jadi ketakutan dan paranoid.




Akhirnya tanpa menunda lama-lama aku ingin juga menjejakkan kaki di dunia profesional yang kata orang kejam: Dunia Kerja...

February 16, 2011

Review Lagu Lady Gaga: BORN THIS WAY



Single yang terbaru dari Lady Gaga baru keluar dan lagunya emang asik banget. Lagu itu baru aku dengerin 4 kali dan langsung terngiang-ngiang di kepalaku... Lagu itu adalah:




BORN THIS WAY



Aku mau mereview lagu ini, tapi sebelumnya, buat kamu-kamu yang ga tau liriknya, ini aku kasih...

February 15, 2011

Pemanfaatan Dunia Internet Melalui Perspektif Interaksionisme Simbolik


Dunia internet merupakan dunia baru yang diciptakan oleh manusia. Dalam dunia internet, tercipta banyak komunitas yang tiap-tiap komunitasnya memiliki suatu ketertarikan terhadap suatu fenomena, contohnya komunitas pecinta batik, komunitas pemilik hobi yang sama, komunitas penggemar artis A atau B, dan lain sebagainya.

Terciptanya komunitas internet disebabkan karena adanya kecepatan penyampaian pesan yang sangat mengagumkan jika disalurkan melalui dunia maya. “The illusion of getting away with something was entirely based on the fact that data transmission times have dropped so that only 2 / 3rds of second, for example, to send an e-mail message from the US to Antartica. Moreover, the internet breaks up even such super-fast messages transmitting them with scant regard to the time / distance cost structures of traditional telephone use” (Winston and Walton 1996: 82).

HYPER REALITY in Disney World


Disney World adalah tempat rekreasi terbesar dan paling sering dikunjungi di dunia. Tempat ini mencakup 4 taman bermain, 2 taman air, 23 hotel bertema unik, dan tempat perbelanjaan, restaurant, tempat entertainment dan rekreasi yang tidak terhitung banyaknya. Disney World dimiliki dan dioperasikan oleh bagian Walt Disney Parks and Resorts dari The Walt Disney Company. Lokasinya di barat daya Orlando dan Florida. Tempat ini biasa disebut masyarakat Walt Disney World, Disney World, atau WDW. Masyarakat lokal biasa menyebutnya hanya dengan sebutan Disney.

Tempat ini dibuka pada 1 oktober 1971, dimulai dengan taman bermain MAGIC KINGDOM, dan kemudian pada tanggal 1 oktober 1982 ditambah dengan Epcot, lalu pada 1 mei 1989 ditambah dengan Disney’s Hollywood Studios, dan akhirnya ditambahi Disney’s Animal Kingdom pada 22 april 1998.

Berikut ikon-ikon dari Disney World:


1. Cinderella Castle, ikon dari Magic Kingdom

2. Spaceship Earth, ikon dari Epcot

3. The Sorcerer's Hat, ikon dari Disney's Hollywood Studios

4. The Tree of Life, ikon dari Disney's Animal Kingdom


Melalui penjelasan di atas, Disney World adalah sebuah dunia yang diciptakan melalui daya imajinasi serang jenius bernama Walt Disney. Beliau merealisasikan imajinasinya, yang dimulai lewat penggambaran kartun, menjadi sebuah dunia nyata yang menarik dan bisa dinikmati oleh semua orang. Disney World sendiri berisikan aneka macam wahana seru, seperti Jet Coaster, Ghost House, Galleon, dan lain sebagainya. Selain itu Disney World juga memiliki Shopping Centre, Restoran, Hotel, dan aneka macam tempat menarik yang akan membangkitkan daya imajinasi semua orang mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.



Lewat penjabaran di atas, dapat disimpulkan, bahwa Disney World adalah contoh dari Realitas Hiper atau Hyper Reality. Hal ini terbukti dari apa yang disajikan Disney World seolah-olah nyata dan benar-benar ada, namun pada kenyataannya sendiri, hal-hal seperti tikus yang bisa berbicara, peri-peri, debu sihir, dan lain sebagainya itu sangatlah berlebihan jika dibandingan dengan realitas manusia. Oleh karena itu, sangat tepat jika Disney World ditentukan sebagai realitas Hiper / Hyper Reality.


August 25, 2010

5 DNA Dalam New Media Menurut Lev Manovich

.

Dalam membandingkan antara New Media dengan Old Media, ada 5 gen / DNA yang dapat djadikan pembanding keduanya, dimana ke-5 hal ini wajib dimiliki suatu media yang disebut New Media.

Namun tidak setiap obyek media harus mematuhi prinsip 5 DNA ini. 5 DNA ini harus dipertimbangkan bukan sebagai Hukum-Pasti, tetapi lebih sebagai tendensi umum dalam budaya sekarang (yang lebih mengarah pada komputerisasi / digital).




5 DNA tersebut adalah:



1. NUMERICAL REPRESENTATION

(Pengaplikasian matematika dalam media)


New Media adalah media yang dibuat dengan kode digital, yaitu memakai representasi matematis. Hal ini membuat New Media dapat dideskripsikan secara formal / matematis. Contohnya, sebuah gambar dapat dijelaskan menggunakan fungsi matematika. Lalu, obyek new media adalah subyek dari manipulasi alogaritma; artinya new media selalu dikonvergensikan dengan ilmu matematis, contohnya, dengan menggunakan alogaritma yang tepat, kita dapat dengan otomatis membuang “noise” dari foto, meningkatkan kontras warna, mencari sisi-sisi dari bentuk, atau mengubah proporsi dan ukuran gambar, singkatnya, media menjadi mudah untuk diprogramkan.


Adanya pemahaman bahwa media harus dikonvergensi dengan ilmu matematika untuk menjadi new media saya rasa sangat tepat. Ilmu matematika memungkinkan kita dapat membuat blog pribadi, mengedit foto, mengetik, dsb. Jika media dimanfaatkan tanpa digabungkan dengan ilmu matematika, maka segala sesuatunya harus dikerjakan secara manual, seperti memotong foto harus dengan silet, menulis harus dengan tangan dan alat tulis, jika segalanya manual, bagaimana bisa disebut “new” media?



2. MODULARITY

(Adanya konvergensi / penggabungan aneka media menjadi satu)


DNA kedua ini membahas mengenai betapa media yang disebut new media, adalah media yang didalamnya terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu, itu baru disebut new media. Namun walau media-media tersebut disatukan, tiap-tiap elemen memiliki independensi masing-masing; contohnya sebuah film multimedia yang dibuat dengan software Macromedia Director yang terkenal mungkin berisi ratusan gambar, QuickTime movies, dan suara yang dimasukkan secara terpisah dan berjalan selama film berjalan. Karena tiap-tiap elemen memiliki independensi masing-masing, maka masing-masing dapat dimodifikasi / di-edit kapanpun tanpa harus mengubah film itu sendiri (contoh: suaranya ditinggikan seperti chipmunk, tetapi gambar dan warna film tidak berubah).


Contoh lain adalah gambar yang memiliki aneka aplikasi (GIF, JPG, PSD, dsb), ketika gambar-gambar ini dipindah ke microsoft office seperti word, maka gambar-gambar itu masing-masing tetap berdiri secara independen dan dapat di edit sendiri-sendiri.


Kesimpulan dari modularity adalah, obyek new media terdiri dari bagian-bagian independen, yang masing-masing kembali terdiri dari bagian-bagian independen yang lebih kecil (berlapis-lapis) dan seterusnya hingga ke “atom” terkecil – pixel, poin 3-D, atau karakter teks.



3. AUTOMATION

(New media harus otomatis)


Apabila 2 DNA pertama (Numerical dan Struktur Modular) telah terpenuhi, maka media dapat mengoperasikan sifat otomatis dalam berbagai perangkatnya. Kesimpulannya, dengan adanya sifat matematis dan konvergnesi di dalamnya, media dapat digunakan / di-akses/ dioperasikan dengan lebih otomatis (instan, cepat, mudah).


Dalam Automation ini, sifat otomatis new media terbagi menjadi 2, yaitu Low-Level Automation dan High-Level Automation.


Low-Level Automation bekerja dengan mengubah atau menciptakan perubahan dari sketsa suatu obyek dengan memakai template atau alogaritma sederhana; contohnya program edit gambar seperti Photoshop dapat dengan otomatis memperbaiki gambar hasil scan, membersihkan gambar dan meningkatkan kontras gambar. Sifat otomatis ini juga dilengkapi dengan penyaring / filter yang dapat dengan otomatis merubah obyek, seperti suatu foto yang dapat dirubah hingga seakan-akan gambar tersebut telah dilukis oleh pelukis ternama seperti Van Gogh.


High-Level Automation mengharuskan komputer untuk memahami beberapa tingatan, makna pada obyek yang ada (komputer memahami semantik / bahasa). Ini merupakan pengembangan dari proyek Artificial Intelligence / AI (Kecerdasan buatan), contoh media yang telah memakai High-Level Automation aDalah Smart Camera, yang ketika diberi skrip, secara otomatis mengikuti aksi yang berjalan dan segera merekam. (Media seakan-akan hidup dan bisa berpikir).



4. VARIABILITY

(Satu new media, tercipta dan dapat diaplikasikan dalam berbagai versi)


Obyek new media bukanlah obek yang sekali jadi dan begitu seterusnya, tetapi new media haruslah media yang dapat eksis dalam versi yang berbeda-beda. Ini merupaan dampak lain dari DNA 1 dan 2 (Numerical dan Modularity).


Jika old media membutuhkan manusia sebagai pencipta secara manual (teks, visual, dan audio), maka new media haruslah media yang diciptakan sekali untuk banyak hal. Obyek dari new media harus diciptakan untuk berbagai versi yang berbeda, dan daripada diciptakan sepenuhnya oleh manusia sebagai pencipta, versi ini seringkali diciptakan demi tujuan otomatis dalam komputer. Oleh sebab itu, DNA ini (Varability) tidak mungkin terdapat jika tidak disertai dengan modularity (konvergensi media / penggabungan beberapa elemen media)

Contoh variability dalam new media, yaitu adanya software Photoshop yang tercipta dalam berbagai bentuk, Adobe (CS, CS3, dll), Idesign, atau microsoft office tools, atau dalam dunia internet, seperti blog yang memiliki layanan variatif, baik untuk menunjukkan musik, video, berita, dsb.



5. TRANSCODING

(Menerjemahkan suatu elemen media ke format lainnya)


Dalam perkembangannya, media harus mengikuti budaya yang ada dalam kehidupan manusia. Media harus berkembang dan berkembang, mengikuti kode-kode yang ada di masyarakat, supaya dapat diartikan / diterjemahkan dalam komputer. Hasilnya, akan muncul budaya komputer baru; yaitu pembauran makna dari manusia dan komputer (Budaya manusia yang menjadi model dunia, dan tujuan pribadi komputer dalam merepresentasikannya).


Ini merupakan DNA terakhir yang jauh sekali berkembang dari ke-4 DNA new media sebelumnya. Pada tahapan Transcoding, kita perlu memahami logika dari media, dan bagaimana media harus berubah mengikuti perkembangan manusia. Perkembangan ini tentu tidak langsung, tetapi pelan-pelan karena bertahap.

Untuk memahami logika new media, kita perlu memahami computer science. Disana kita dapat menemukan istilah-istilah baru, kategori-kategori, serta operasi untuk mengkarakterkan media menjadi mudah untuk diprogramkan.


Kesimpulannya; Transcoding merupakan DNA new media terakhir yang membuat media dipandang sebagai sesuatu yang dapat berpikir karena adanya perkembangan logika media sehingga media memiliki pembauran makna dengan manusia (New media adalah media yang “cerdas seperti manusia” karena terus berkembang seturut perkembangan jaman).



.


August 23, 2010

Analisis Citra Media Dengan Perspektif Interpretatif

.

Media memiliki sumber acuan dalam menggambarkan berbagai citra, contohnya citra media terhadap feminisme, maskulin, kelas sosial, kenikmatan, manfaat, persahabatan, seksualitas, dan lain sebagainya. Lalu dari mana sumber acuan nilai konstruksi sosial media massa ini berasal? Jika dibedah dengan teori Interpretatif, media memiliki semua pencitraan tersebut berdasarkan Frame of References dan Field of Experiences dari individu dalam struktur media tersebut.



Max Weber mengemukakan suatu kajian yang menjadi dasar dari perspektif Interpretatif. Kajian tersebut menyatakan bahwa penelitian sosial, ekonomi, dan sejarah tidak dapat selalu dilakukan secara empiris atau deskriptif, tapi harus menggunakan dan memperhitungkan konseptualnya. Analisa terhadap perspektif ini adalah, semua ilmu dan pembahasan yang ada tidak selalu dapat dijelaskan secara teoritis, sebab selalu ada pendapat-pendapat dan jalan pikiran yang berbeda dari tiap individu dalam menyikapi pembahasan tersebut. Jika pencitraan media A terhadap media B tentang suatu hal berbeda, itu semua tergantung pengalaman dan pengetahuan individu-individu dalam struktur media tersebut (Disarikan melalui INTERAKSIONISME SIMBOLIK (http://edsa.unsoed.net/?p=62) Artikel ini banyak membahas mengenai teori-teori Sosiologi Komunikasi, yang lengkap dengan pembahasannya). Contohnya; Media TPI memiliki sumber acuan bahwa budaya timur jauh lebih menarik untuk diangkat sebab produser TPI banyak yang menyukai budaya-budaya India, Malaysia, Indonesia, dsb. Sedangkan media RCTI memiliki sumber acuan bahwa budaya barat jauh lebih menarik untuk diangkat di layar kaca, sebab produser-produser RCTI banyak yang suka mengunjungi Australia, Amerika, UK, dsb.



Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa segala sesuatu yang akan diartikan selalu memiliki banyak arti karena pemikiran tiap-tiap orang selalu berbeda tergantung dari Frame of References dan Field of Experiences dari tiap individu (perspektif interpretatif). Maka dapat diterima apabila pengaruh pencitraan media itu akan berbeda-beda pula pada masyarakat (atau dalam hal ini audiens media). Sebagai contoh; Audiens yang memiliki pemikiran sederhana, ketika menonton sinetron di SCTV yang menyajikan citra orang kaya sebagai orang yang jahat akan menggeneralisasikan bahwa semua orang kaya pasti jahat.



Sedangkan pada audiens dengan pemikiran dewasa akan melakukan seleksi dari informasi yang ia terima, seperti misalnya ia akan berpikir, tidak semua orang kaya itu jahat, hanya orang-orang tertentu saja yang sedari kecil sudah menerima didikan yang salah.


Analisis media ini tentu memiliki pengaruh terhadap masyarakat dalam kehidupan sosialnya. Pengaruhnya juga berbeda-beda, kembali tergantung dari pemikiran dan pengetahuan tiap individu. Saat-saat ini Indosiar banyak menyajikan sinetron remaja yang menunjukkan gaya hidup orang kaya, sinetron ini juga banyak digemari, terbukti dari banyaknya ibu-ibu, remaja dan pembantu rumah tangga yang tiap pukul 19:00 selalu menonton sinetron di SCTV dan Indosiar (Disarikan melalui SINETRON INDOSIAR (http://www.kpi.go.id/index.php?etats=pengaduan&nid=3979)).


Gaya hidup yang ditampilkan dalam sinetron itu menunjukkan, orang kaya harus memakai pakaian yang indah, ditambah aksesoris seperti anting-anting besar dan kalung, jangan lupa menambahkan jam tangan dan cincin. Citra Indosiar tentang “orang kaya” ini memiliki pengaruh terhadap para ibu-ibu maupun remaja yang menyaksikannya, yaitu menimbulkan fenomena “Harajuku Style” di Indonesia (Indosiar juga banyak menayangkan sinetron dari Jepang dan Korea), banyak remaja yang berani memakai pakaian-pakaian seksi yang merupakan bentuk imitasi dari apa yang mereka tonton.



Namun ada juga yang tidak terpengaruh, tetap cuek, dan berpakaian sesuai dengan kebiasaannya sehari-hari. Ini semua kembali lagi sesuai dengan Perspektif Interpretatif, yaitu tergantung dari pemikiran dan pengetahuan tiap individu.


.

Contoh Media yang Membuat Definisi New Media Menjadi Kabur

.

Kalau mau mengambil contoh, saya akan memberikan 2 contoh media yang membuat kita bingung, manakah yang new media?


Pertama, buku jika dengan cepat dinilai, tentu mayoritas orang akan mengatakan buku adalah Old Media, tapi mari kita bahas buku yang sangat fenomenal, laris, diterjemahkan dan dibaca jutaan orang.


Contohnya Twilight Saga atau Harry Potter.




Buku-buku ini sangat digandrungi banyak orang, apakah ini termasuk Old Media? Sudah jelas secara waktu buku-buku ini baru ditulis dan dicetak, secara manfaat jelas mengubah culture masyarakat, dan secara produksi, tetu diketik di komputer dan dicetak memakan alat-alat percetakan canggih, tetapi secara distribusi, ini hanyalah sebuah buku… Seratus tahun yang lalu buku seperti ini juga banyak. Jadi?


Contoh kedua adalah Friendster.



Masih ingatkah anda dengan Social Network yang DULU sempat sangat booming di Indonesia ini? Hmmm… Kemanakah gaungnya sekarang? Apakah SEKARANG Friendster masih bisa disebut New Media?


Memang Friendster merupakan media digital, social-networking, tetapi sudah lama ditinggalkan orang dan tidak disentuh masyarakat. Secara produksi dan distribusi, Frendster bisa dikatakan New-Media, tetapi secara waktu dan manfaat, kini Friendster sudah dilupakan orang. Apakah bisa Friendster saat ini tetap disebut New Media?


Anda yang memilih.


.

August 20, 2010

Prophecy of Barack Obama

.


100 tahun dari ramalan penubuat Kenya akan masa depan “Anak Kenya” (Obama) mulai terbuka…




Dari abad yang lalu, peramal Kenya yang besar, Johanwa Owalo, penemu dari Gereja Kenya Nomiya Luo, dan yang dipercaya oleh warga Kenya sebagai Nabi dengan karunia bernubuat yang mirip seperti Yesus Kristus dan Muhammad, pada tahun 1912 menyatakan nubuat mengerikan tentang Amerika Serikat:


Sangat jauh mereka (Amerika Serikat) bersatu dalam kejahatan di masa itu (masa depan) sehingga kehancuran mereka telah dikunci oleh Bapaku. Kota besar mereka akan terbakar, tanaman-tanaman mereka dan ternak mereka akan menderita penyakit dan mati, anak-anak mereka akan binasa karena penyakit yang tidak pernah dilihat di dunia ini, dan aku menyatakan padamu misteri terbesar dari segala hal yang telah diijinkan untuk kulihat, bahwa kehancuran mereka (Amerika Serikat) akan tiba melalui tangan penuh dendam dari salah satu anak kita sendiri. (“Visions of the Great Nyasaye, A Study of the Luo Religion in Kenya”, Order of Sorcha Faal, Sister Mary McCrea © 1915)




Artikel oleh Sorcha Faal ini dilanjutkan dengan:


“Untuk mempelajari tingkat akurasi nubuat Kenya dari Johanwa Owalo, kita harus memperhatikan banyaknya kebetulan yang telah terjadi dalam 100 tahun ramalan yang tampaknya terus bergaung dalam saat-saat sulit kita. Senator Obama memang muncul untuk memenuhi nubuatan tersebut karena memang, ia adalah, jelas, ‘anak’ dari agama suku Kenya Luo (gabungan dari Kekristenan dan kepercayaan suku Afrika), karena ia telah lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawai dari ayahnya Barack Obama Sr. (lahir di Propinsi Nanza, Kenya, dari etnis Luo) dan Stanley Ann Dunham (yang memberinya nama dari nama awal ayahnya).”




“Yang jauh lebih menarik, mungkin, adalah fakta bahwa anak dari orang Kenya Luo ini, Barack Obama, memiliki tujuan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat dalam waktu yang sama ketika kebangsaan ayahnya sedang dalam krisis karena adanya cacat pada (dan beberapa menyataan ‘kecurian’) pemilihan umum yang membawa warga Kenya jatuh dalam perang suku yang merenggut nyawa 1.000 orang, yang dipercaya banyak warga Luo sebagai pengantar untuk waktu yang telah dinubuatkan oleh peramal mereka, Johanwa Owalo…”


Karena binatang pertama dalam Wahyu 13 (Obama) dinubuatkan hanya memiliki waktu 42 bulan (3,5 tahun), maka waktunya dimulai sejak hari Inagurasi Kepresidenan Obama pada 20 Januari 2009, yang berarti bahwa pada akhir Juli 2012 kita akan melihat kehancuran dari Amerika Serikat, kemungkinan terjadi dari nuklir yang dideskripsikan sebagai kehancuran dari “Putri Babel” (Amerika) dan rajanya dalam Yeremia 50 dan 51.


The alien who is among you shall rise higher and higher above you, and you shall come down lower and lower…” (Deuteronomy 28:43).

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah…” (Ulangan 28:42).





Mungkinkah nubuatan dari Johanwa Owalo tentang ‘anak’ dari Kenya ini tepat seperti yang digadang-gadangkan bahwa ia adalah nabi yang bernubuat dengan tingkat akurasi seperti Yesus? Mari kita nantikan akhir Juli 2012. Semoga saja semua ini hanya akan menjadi legenda Kenya



Sumber:

http://www.christian-forum.net/index.php?showtopic=25500

http://www.firststonellc.com/JohanwaOwaloResearch.pdf



.

August 15, 2010

Kacamata Bolong: "Uuuurgh" Fashion...

.

Dari jaman ke jaman selalu aja inovasi baru di dunia fashion, hal-hal yang di dekade tertentu dianggap sampah, di dekade lain bisa dianggep something cool yang wajib dipake..

Temenku nih yang doyan banget K-Pop, bilang ke aku, "Ini lagi booming banget di Korea nih!"
Dan aku melihat sesuatu yang bagi aku sama sekali nggak keren...


Kacamata


Apa yang "spesial" dari kacamata ini?

Kacamatanya bolong... Tanpa kaca, dan katanya lagi digandrungi banget di Korea.

Nggak bisa gue menalar barang ini bisa bikin seseorang makin keren, bahkan aku melihat benda ga berfaedah ini malah bikin orang yang make keliatan haus perhatian banget...




Gimana menurutmu?


.

June 27, 2010

63336: Segala Pertanyaan Terjawab?



63336 adalah layanan jawab pertanyaan lewat SMS, lebih dikenal dengan AQA (Any Questions Answered). Dengan mengetik sebuah pertanyaan dan mengirimkan ke nomor 63336, anda akan segera mendapat SMS jawabannya. Organisasi ini menyatakan diri sebagai organisasi yang mengetahui segala jawaban di dunia.


"We've been answering questions now for six years, so when it comes down to it, 63336, the UK's most accurate text question and answer service, knows pretty much everything. Ask us absolutely any question - fun or serious, or just challenging - and we'll answer in just a few minutes."



Pertama kali muncul pada April 2004, AQA 63336 telah menjawab lebih dari 20 juta pertanyaan. Pertanyaannya bebas, boleh pertanyaan menjebak, menantang, bahkan hal-hal di masa depan. APAPUN!

Cukup dengan 1 poundsterling per SMS. Untuk info lebih lengkap, berikut link-nya:
63336

Setelah aku melihat iklan dari AQA 63336 di
63336ADVERT melalui saran temanku, Nico, aku jadi sedikit SHOCK dan terheran-heran...


63336 produced and broadcast its first television advert in November 2009. The advert was the subject of controversy due to the alleged use of Illuminati symbolism such as a pyramid and an eye. In March 2010 the advert was shown for a second time.




Gimana bisa organisasi ini menayangkan iklan segelap dan seseram itu? Dengan koor menyeramkan (ga heran kalo itu lagu dari gereja setan) dan ekspresi serius dan egang dari para "bintang iklan"nya, aku jadi terperangah dan ga bisa berkata apa-apa selain: INI ORGANISASI SESAT.


Dengan menyatakan diri mereka sebagai "Organisasi yang Tahu Segalanya", mereka memiliki motto yang hampir sama dengan Illuminati, dimana mereka mempercayai bahwa mereka telah "dicerahkan" dan tahu segalanya karena pertolongan sang The Great Architect...

Well, bagi kita yang udah percaya jelas angka 63336 sendiri mengundang tanda tanya karena tidak berbeda jauh dengan angka setan; 666 di kitab Wahyu. Semua fenomena aneh ini harus membuat kita waspada, jangan geblek dan terus-terusan bebal seakan-akan ini cuma fenomena yang lagi trend dan 'cool'...




Apapun kata orang, iklan AQA63336 dan simbol-simbol yang mereka pakai sama sekali nggak cool dan nggak lazim. So, always vigilant and prepare for the last days.


.

June 21, 2010

Kita Semua Berhak Menjadi Cerdas!

.

Menjalani kuliah tu jujur terkadang ngerasa capek dan males... Tapi suatu hari perjalanan di mobil membuatku mengamati adanya anak-anak kecil yang harus jual-jual koran, aku jadi ngerasa beruntung sekaligus kasian banget ngeliat mereka-mereka...


Dengan wajah polos penuh permohonan, seakan-akan mereka berkata,
"Tolong, belilah koran ini........."

Aaaaaw....

Kenapa masih banyak anak-anak kecil yang harus sekolah sekaligus bekerja??
Kenapa tidak ada dana dari Pemerintah Indonesia untuk memperlancar proses studi anak-anak Bangsa??




Sebagian siswa masih harus melalui jalan terjal untuk mendapat pendidikan layak.
Anak-anak satu keluarga miskin di Sragen, Jateng, terpaksa harus bekerja keras agar bisa tetap sekolah.



Hal-hal di atas itu jelas jadi tanda tanya besar yang harus bisa kita jawab...
Aku sih jujur kalau sudah mapan nanti akan berusaha bantu anak-anak jalanan itu dapet pendidikan sebaik mungkin... Coba bayangin kalo kita yang ada di posisi mereka, harus panas-panas jualan koran pada jam 12 siang di Surabaya... Sedangkan banyak anak-anak orang kaya yang dengan malesnya kerja tugas di sekolah-sekolah ber-AC... Ga heran terkadang banyak orang mikir hidup ini ga adil...



Sangat diperlukan sekali kesadaran dan kepedulian dari berbagai kalangan baik dari pemerintah, pihak sekolah maupun para orang tua. Dimana kesemuanya sangat berpengaruh terhadap jumlah anak yang akan putus sekolah.


Let's hope for a brighter future for our education system... And we're the generation who shall start it!



http://kabar-heboh.co.cc/berita-nasional/anak-miskin-bekerja-agar-bisa-sekolah.html
http://emperordeva.wordpress.com/about/masih-adanya-anak-putus-sekolah-di-bali/


.

March 15, 2010

Alice in Wonderland Movie Review

.

Perasaanku setelah menonton film ini sama persis seperti perasaanku setelah menonton New Moon - Twilight Saga.





Dengan trailer yang dahsyat, ekspektasiku untuk film ini sangat tinggi, bahkan bisa dibilang kemulukan. Yah itu dapat menjadi alasan kenapa aku sangat kecewa terhadap film ini, dan itu juga dapat kalian gunakan sebagai alasan untuk menyalahkanku karena terlalu berharap muluk...

Kalau mau di umpamakan, menonton Alice in Wonderland bagaikan makan kerupuk udang mahal yang rasanya sangat enak, tapi sayangnya melempem. Efek yang dihasilkan lumayan bagus, tapi sound yang ada kurang bombastis. Bandingkan menonton film ini dengan Resident Evil 2, dalam RE2, aku bisa sangat berdebar-debar dan tegang karena sound film yang menggelegar dan 'pas', film ini memiliki kualias musik dan suara yang kurang bisa membangkitkan ketegangan penonton, apalagi saat adegan pertarungan akhir, serasa hambar dan nggak jelas, dan akhirnya harus ditutup dengan tarian aneh dan 'maksa' dari Mad Hatter...


Performance terbaik dalam film ini pantas disematkan untuk Hellena Bonham-Carter sebagai The Red Queen, villain film ini memiliki unsur lucu, tapi benar-benar jahat, bukan jahat yang suam-suam kuku.

Mia sebagai pemeran Alice sangat datar dan seakan-akan tidak memiliki pendirian yang kuat, Alice di film ini sangat kaku dan seakan-akan selalu memikirkan script, karena ia tampak selalu hampir lupa dialog...

The White Queen (Anne Hathaway) berperan standard dan hampir seperti orang gila, tapi ia cukup berhasil membuat karakternya menjadi karaker yang menarik dan perkataannya selalu kunanti-nanti. The White Queen bisa aku cap sebagai tokoh yang misterius dan eksklusif, dimana setiap kalimat yang meluncur dari mulutnya selalu aneh, berwibawa, dan unik. Sayang karakter ini diberi riasan wajah yang berlebihan dan kurang pas di hati...

Akhirnya, The Mad Hatter... Addddduh! Aku NGGAK SUKA dengan akting Johny Depp di film ini! Mad Hatter itu orang gila yang berbeda, bukan Jack Sparrow! Tampaknya Johnny Depp bisa kubilang 'terperangkap' dalam karakter Jack Sparrow setelah bermain dalam 3 film Pirates of The Carribean... Sungguh disayangkan, padahal Johnny Depp seharusnya sangat berbakat, dan ia seharusnya bisa menghasilkan karakter Mad Hater yang 'benar-benar baru'. Terus yang sangat mengganjal, adalah caranya berinteraksi dengan Alice di akhir perpisahan, dimana ia seakan-akan 'jatuh cinta' dengan Alice... What The...!!!??


Aku dikecewakan dengan 2 bagian di film ini.
Pertama: Adegan setelah kejadian Mad Hatter dan si tikus akan dipenggal. Adegan itu cukup bagus dan sedikit seru, tapi setelah itu, ketika mereka menuju istana The White Queen, adegan sangat menurun drastis dan amat-sangat membosankan, dimana dialog yang panjang dan terlalu berbelit-belit terjadi, dan akhirnya Alice mau berperang begitu saja, semua terasa begitu di-skenariokan dan bagi aku jadi terkesan 'maksa'.

Kedua: BANDSNATCHER. Yaitu monster yang pertama kali menyerang dan menimbulkan luka cakaran di lengan Alice. Kalian yang sudah menontonnya pasti ngerti maksudku. Gimana bisa makhluk sebuas macan itu jadi tiba-tiba jinak dan terkesan 'mencintai' Alice sampai rela menyelamatkannya??? Apa gara-gara matanya dikembalika?? Nggak logis.

Overall, kusimpulkan, Alice in Wonderland kurang berhasil untuk membuatku, sebagai penonton, terpesona dan tegang. Setiap adegan dan dialog terasa hambar dan terlalu apa adanya. Adegan perang di akhir film yang tampak 'WOW' di trailer juga tidak fantastis. Pada akhirnya, Wonderland is just an Ordinary World with weird characters in it.




Nilai untuk film ini: 6/10


.

February 21, 2010

Hindari Gaya Hidup Hedonisme Dalam Adat Cina

.




GONG XI FAT CHOI!
GONG XI!
GONG XI!!


Guys, 14 Februari 2010, selain Valentine’s Day, para suku Cina juga merayakan tahun barunya yang biasa ditunjukkan lewat pernak-pernik merah, berpakaian merah, makanan melimpah, dan yang terpenting *terutama bagi anak-anak muda* tentulah Angpao!



Hmmmm… Siapa sih yang nggak suka dikasih duit?? Aku suka… Kamu?? Wah… Biasanya yang ada di pikiran kita kalau Imlek, tentulah berburu harta… Hanya dengan mengepalkan tangan, berkata “Gong Xi… Gong Xi…”, tiba-tiba selembar amplop merah diulurkan kepada kita, dan isinya duit tentunya… Wah3… Ini jelas pekerjaan termudah dan paling menyenangkan di dunia… Hanya saja, event ini hanya terjadi sekali setahun, jadi kerahkanlah seluruh tenaga, waktu, dan usaha untuk berburu harta di hari keramat ini…



Guys… Event langka itu terjadi di hari minggu pada tahun 2010 ini… Mana yang kita pilih? Valentine alias dinner with somebody special… Ke gereja dan beribadah dengan khusyuk… Atau terus memikirkan uang, uang dan uang?? Hmm… Ini bukan pilihan yang mudah, bahkan saat amplop merah itu sudah menyentuh jari-jari kita, pikiran kita akan melayang ke dalam isi amplop, mencoba meraba-raba dengan indera keenam, berapakah jumlahnya
...


Memang sudah saatnya kita bertobat dan menentukan prioritas hidup kita. Kalau bukan dari Tuhan, toh angpao-angpao itu tidak akan kita terima. Jangan kita menjadikan mamon allah di dalam hidup kita. Hindari gaya hidup hedonisme, suka berfoya-foya, bersifat duniawi, dan terus memikirkan soal harta. Yuk kita berusaha memprioritaskan Tuhan Yesus, walau terkadang memang berat, kita harus berusaha untuk lulus dari tiap ujian yang akan memperkuat iman kita! Setuju?

En buat yang udah dapat banyak angpao tahun ini, bersyukurlah guys, dan ingat Tuhan! Berikanlah persembahan yang harum dan terbaik buat Dia, jangan dengan berkeluh kesah dan sikap sayang harta… SAYANG YESUS!

.