Powered By Blogger
Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

December 13, 2012

Highlight of 2012


"2012 has been the most extraordinary year of my life so far... Hope 2013 and so on will get better and better till I get back to my Creator!"


Pesan itu benar-benar terpatri mendalam di benak dan hati beberapa hari ini... Ketika mereview 2012 yang akan kulewati, aku baru sadar kalau tahun 2012 ini benar-benar tahun yang awesome!


Memasuki 2012, aku merasa tidak menjalani awal tahun ini dengan baik. Ada banyak masalah yang kuhadapi; manajemen waktu yang buruk, kesibukan yang terlalu over-dose dan urusan kuliah yang terbengkalai karena urusan-urusan lain yang seharusnya bukan prioritas namun menuntut untuk diperhatikan...

Tahun ini ada 3 event besar yang menjadi penerang ajaib di tahun ini. Aku benar-benar bersyukur sama Tuhan dan dengan kubuatnya posting ini, aku berharap di tahun-tahun mendatang, ketika masa-masa berat datang, aku masih bisa melihat terang yang memberi pengharapan dengan melihat pertolonganNya yang ajaib di tahun ini...


February 15, 2011

Situasi Politik dalam Film HOTEL RWANDA






Dalam pelajaran Pengantar Ilmu Politik, saya menonton sebuah film berjudul Hotel Rwanda. Film ini mengisahkan tentang pertumpahan darah di Afrika yang kini dikenal dengan nama Rwandan Genocide. Hal paling menarik disini adalah situasi Politik yang benar-benar kacau karena banyaknya konflik yang disimpan antara dua kubu yang menindas dan ditindas.

Refleksi Seminar ASEAN - 15 Maret 2010


Pada tanggal 15 Maret 2010, saya mengikuti sebuah seminar tentang ASEAN yang diadakan di Universitas Kristen Petra. Seminar ini merupakan seminar besar dimana para pembicaranya merupakan pembicara yang ahli di bidangnya dan berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia.

Dalam seminar ini, dibahas permasalahan-permasalahan yang menyangkut ASEAN seperti permasalahan ‘comot kebudayaan’, masalah keamanan, dan lain sebagainya. Setelah mengikuti seminar tersebut, saya menemukan beberapa pencerahan dan pengetahuan.

Setelah mengikuti seminar ini, ada 2 poin yang saya tangkap, yaitu para generasi-generasi muda di Indonesia harus mulai vokal dan memiliki ketertarikan untuk memberikan sumbangsih pikiran bagi ASEAN. Karena kalau bukan kita yang muda, siapa yang akan meneruskan ASEAN?

Poin ke-2, saya menangkap bahwa saat ini, negara-negara ASEAN masih memiliki banyak konflik. Konflik itu disebabkan masalah perebutan wilayah teritorial. Tiap negara mengklain suatu pulau sebagai kepunyaannya, kemudian konflik juga disebabkan adanya permasalahan perebutan budaya, contohnya seperti budaya batik dan tari-tari Idonesia yang diklaim oleh negara Malaysia.

Bagi saya pribadi, ASEAN mengalami kebingungan / dilema dalam menentukan kadar/standardisasi “Hak Asasi Manusia”, dan hal ini pula yang dinyatakan oleh seorang penulis, Heru Susetyo Nuswanto dalam artikelnya yang bertajuk Asean dan Dilema Penegakan HAM.

Sebagai contoh kasus; Negeri gajah putih Thailand mengadakan hajat akbar akhir Februari 2009 ini yaitu 14th ASEAN Summit (Pertemuan Puncak ASEAN ke 14) yang diadakan di Hua Hin, Thailand. Sedianya forum tertinggi ASEAN ini akan diadakan di Chiang Mai pada bulan Desember 2008, namun berhubung kondisi politik dalam negeri Thailand kurang stabil dan daerah Chiang Mai adalah basis kelompok oposisi maka pertemuan ASEAN ke 14 ini digelar di Hua Hin, kota pantai berjarak tiga jam di Selatan Bangkok. Bagi pemerintah Thailand yang berkuasa saat ini (di bawah PM Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat), pertemuan ASEAN ini amat penting karena meneguhkan legitimasinya selaku pemerintah yang berkuasa ke dalam dan keluar Thailand. Maklumlah, tahun 2008 silam diwarnai dengan kisruh politik yang luar biasa dahsyat, dimana PM Thailand berganti empat kali dalam satu tahun saja. Dimana hanya satu kali saja pergantian kepala pemerintahan tesebut berlangsung melalui mekanisme Pemilu dan selebihnya adalah 'intervensi' dari Mahkamah Konstitusi Thailand.

Bagi ASEAN, terlebih lagi pertemuan ini amat penting, karena merupakan pertemuan pertama pasca kelahiran ASEAN Charter (Piagam ASEAN) pada 20 November 2007. Empat puluh tahun sudah ASEAN berdiri sejak 8 Agustus 1967 namun tak kunjung memiliki piagam bersama. Barulah pada ASEAN Summit ke 13 di Singapore piagam tersebut dilahirkan dan berkekuatan hukum (entry into force) pada 15 Desember 2008 setelah sepuluh negara anggotanya meratifikasinya.

Sesuai dengan ASEAN Charter, pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara-negara ASEAN yang digelar di Hua Hin ini adalah forum pengambilan kebijakan utama yang akan memberikan panduan kebijakan sekaligus keputusan terkait isu-isu penting yang sejalan dengan tujuan-tujuan dan kepentingan ASEAN. Lebih dari itu, ASEAN Summit ke 14 ini ingin menegaskan mandat dan memberikan cetak biru (blueprint) bagi negara-negara ASEAN untuk pembentukan masyarakat ASEAN yang terdiri atas masyarakat ekonomi (economic community), masyarakat politik dan keamanan (political-security community), dan masyarakat sosial budaya (socio cultural community) ASEAN yang dicanangkan untuk dibentuk pada tahun 2015. Secara khusus adalah cetak biru untuk dua jenis masyarakat yang terakhir, karena cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN economic community) telah lahir pada pertemuan di Kuala Lumpur pada tahun 2006. Dengan telah lengkapnya ratifikasi ASEAN Charter oleh semua anggota ASEAN pada 15 Desember 2008, maka asosiasi negara-negara Asia Tenggara yang terbentuk di Bangkok pada 8 Agustus 1967 ini telah menjadi satu entitas dan organisasi antar pemerintah yang memiliki personalitas hukum (legal personality) tersendiri.

Saya jadi berpikir, sebenarnya apa makna HAM dalam bingkai ASEAN? Salah satu tujuan pembentukan ASEAN, sesuai dengan Deklarasi ASEAN 1967 adalah untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghargaan terhadap keadilan dan supremasi hukum dalam hubungan antar negara ASEAN sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB (UN Charter 1945).

Tujuan tersebut di atas kemudian dijabarkan lagi dalam pasal 1 Piagam ASEAN 2007 dimana maksud dari pembentukan ASEAN antara lain adalah untuk memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas serta memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada kedamaian di dalam regional ASEAN (angka 1) dan juga untuk memperkuat demokrasi, meningkatkan kepemerintahan yang baik (good governance) dan supremasi hukum, serta untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar (angka 7). Menilik maksud dan tujuan pembentukan ASEAN seperti terungkap dalam Deklarasi ASEAN maupun Piagam ASEAN di atas, tak diragukan lagi bahwa organisasi ini memiliki komitmen yang tinggi terhadap pemajuan dan peningkatan perdamaian, keamanan, dan juga hak asasi manusia di lingkup ASEAN. Lebih dari itu organisasi ini juga menyatakan ketundukan dan penghormatannya kepada Piagam PBB, hukum inernasional dan hukum humaniter internasional (pasal 2 angka 2 Piagam ASEAN).

Komitmen tersebut di atas kemudian semakin menguat dengan pembentukan Badan HAM ASEAN (Asean Human Rights Body) seperti tertuang pada pasal 14 Piagam ASEAN 2007. Kendati demikian langkah-langkah indah terkait perdamaian, keamanan dan HAM di lingkup ASEAN ini bukan tanpa pembatasan. Karena, pada piagam yang sama disebutkan bahwa semua tindakan ASEAN dan negara-negara anggotanya harus sesuai dengan prinsip-prinsip, antara lain : (1) menghargai kemerdekaan, kedaulatan, persamaan, integritas territorial dan identitas nasional semua negara ASEAN dan (2) tidak melakukan intervensi (non interference) pada masalah-masalah dalam negeri sesama anggota ASEAN serta (3) tidak mengambil bagian dalam setiap kebijakan dan aktivitas yang mengancam kedaulatan, integritas territorial, stabilitas politik dan keamanan negara ASEAN lainnya (pasal 2 angka 2 Piagam ASEAN).

ASEAN memiliki dilema terkait permasalahan HAM. Salah satu mandat dari Piagam ASEAN adalah pembentukan Badan HAM ASEAN (ASEAN Human Rights Body). Pasal 14 Piagam ASEAN menyebutkan bahwa sesuai dengan tujuan ASEAN untuk memajukan dan meningkatkan perlindungan HAM dan kebebasan-kebebasan dasar (fundamental freedoms), ASEAN akan membentuk Badan HAM ASEAN.

Sampai kini kelompok kerja untuk pembentukan mekanisme HAM ASEAN (ASEAN human rights mechanism) masih bekerja dan telah melahirkan kerangka acuan (terms of reference) tentang badan ini. Beberapa usulannya antara lain bahwa badan ini akan berbentuk komisi (commission) (www.aseanhrmech.org) dan, sesuai dengan Vientiene Action Programme 2004, akan menaruh perhatian secara khusus pada (1) pemajuan dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak; (2) perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran; (3) memajukan kesadaran dan pendidikan HAM; dan (4) menggalang kerjasama antara komisi nasional HAM di setiap negara ASEAN. Kelompok kerja tersebut juga menegaskan bahwa Badan HAM ASEAN tersebut nantinya akan tunduk dan mengacu pada instrumen-instrumen HAM nasional dan internasional seperti Piagam PBB, Deklarasi HAM Universal 1948, Deklarasi dan Program Aksi Vienna 1993, dan konvensi-konvensi internasional di bidang HAM lainnya.

Namun demikian, di luar semua perkembangan progresif dari ASEAN dengan Piagam ASEAN, Masyarakat ASEAN dan Badan HAM ASEAN-nya, ASEAN menghadapi tantangan dan masalah yang harus diselesaikan secara arif, yaitu penghormatan dan penegakan HAM di negara-negara anggotanya. Organisasi ASEAN pasca kelahiran Piagam ASEAN 2007 telah menjadi entitas dan memiliki personalitas hukum (legal personality) tersendiri. Status dan mandat baru ASEAN ini akan terbentur tembok tebal para anggotanya sendiri. Karena, hampir semua negara anggota ASEAN memiliki persoalan HAM. Myanmar dengan rejim militernya yang otoriter dan penindasan etnis minoritasnya (Rohingya, dll), Thailand dengan kekerasan dan konflik di Thailand Selatan (Patani Darussalam) dan sengketa perbatasan dengan Kamboja, Malaysia dengan masalah diskriminasi rasial dan pemberlakuan internal security act-nya, Kamboja dengan berlarut-larutnya peradilan terhadap mantan petinggi Khmer Merah, Philippina dengan berlarutnya konflik dan macetnya perdamaian di Moro-Mindanao, juga Indonesia yang memiliki masalah dengan kemiskinan, pengangguran, serta pemenuhan hak-hak ekonomi, kesehatan dan pendidikan warganya.

Beberapa masalah HAM di atas bahkan telah melewati pintu ruang domestiknya karena skala pelanggaran dan kejahatan yang begitu besar. Sebutlah kasus Myanmar dan Kamboja. Apa yang terjadi di Myanmar dalam bentuk kekerasan politik dan penindasan etnis minoritas seperti Rohingya (yang tak diakui sebagai warganegara Myamar hingga kini) dan di Kamboja (dalam bentuk genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan pada era Pol Pot 1975 – 1979) adalah suatu pelanggaran berat HAM dan kejahatan internasional yang patut menjadi perhatian bersama. Tak cukup diserahkan melalui mekanisme nasional saja. Masalah kemudian adalah, bagaimanakah ASEAN dapat mengatasi dilema penegakan HAM ini dengan fair dan adil? Bagaimanakah ASEAN dapat tetap memajukan dan melindungi HAM, menghormati keadilan dan perdamaian sambil tetap menghargai kedaulatan, integritas teritorial, dan prinsip tidak campur tangan urusan dalam negeri dari negara anggota ASEAN lainnya? Juga, bagaimanakah Badan HAM ASEAN yang akan dibentuk dapat tetap memajukan dan melindungi HAM di ruang lingkup ASEAN sekaligus pada saat bersamaan mengakomodasi integritas dan kepentingan negara-negara ASEAN?

Dilema ini sungguh tidak sederhana dan jelas menjadi batu ujian bagi ASEAN. Bagaimana ASEAN dari semula bersifat asosiasi kerjasama regional bisa bermetamorfosis menjadi personalitas hukum dengan mekanisme dan aturan bersama yang ditaati oleh semua negara anggotanya . Termasuk di bidang Hak Asasi Manusia.

Pada akhirnya, saya menyimpulkan bahwa dalam kehidupan ini saya tidak bisa hanya bersantai-santi. Saya harus mau berjuang keras. ASEAN membutuhkan generasi penerus yang mau berjuang, saya berharap suatu saat saya dapat memberikan suatu sumbangan bagi ASEAN. Pastinya permasalahan kebudayaan dan perebutan daerah teritorial harus bisa dituntaskan secepatnya. Apakah saya dapat ikut berperan sebagai pemberi masukan untuk hal itu? Semoga saja.


August 22, 2010

Wicked Dream of Mine

.

20 Agustus 2010; sekitar pukul 3 subuh, aku mengalami sebuah mimpi yang secara visual sangat jelas dan melekat di pikiranku sampai beberapa hari. Ketika bangun, aku merenungkan mimpi itu dan tidak menemukan maknanya, selama merenung, aku tidak berhenti merinding, dan aku terdorong untuk mem-postingkan mimpiku itu di blog ini.


Pada awalnya, mimpiku hanyalah mimpi konyol yang tidak jelas. Aku memimpikan balon-balon, langit biru, video game masa kanak-kanakku, melihat 2 ekor naga melompat-lompat di atas samudera yang luas, lalu 2 ekor naga itu masuk ke dalam laut, dan disinilah mimpiku baru bermula.


2 ekor naga itu berubah menjadi 2 ekor ikan. 1 ikan yang kecil, dan 1 adalah ikan paus yang sangat besar. Kedua ekor ikan ini terus berenang, berenang, dan berenang beriringan dalam kecepatan yang mengagumkan. Tak lama ikan-ikan itu-pun kelelahan dan berhenti, lalu terjadilah percakapan berikut:


“Sial! Dari tadi kita terus berenang, tapi tak satu ikan-pun kita makan. Badanmu kan besar! Seharusnya kau menangkap seekor ikan hiu untuk kita berdua makan! Aku sudah lapar!” Kata si ikanj kecil pada ikan paus yang diam saja. Tak lama ikan paus itu berdiam, ikan paus itu akhirnya berkata, “Baik, ayo kita menangkap ikan hiu untuk dimakan!”





Ikan itu kembali berenang, dan aku menonton adegan ini seperti menonton sebuah film bioskop. Mereka berenang, dan tiba-tiba, entah dari mana, ikan paus itu telah menangkap seekor ikan hiu dan memakannya sendiri tanpa membaginya pada si ikan kecil. Ikan kecil itu tampak terkejut, lalu ikan paus itu dengan egois pergi meninggalkan ikan kecil itu sendirian!





Kini ikan itu tidak lagi secongkak sebelumnya, kini ia sadar bahwa ia dalam bahaya, di sekitarnya mulai bermunculan ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, ikan-ikan kecil saling dimakan, dan ia sendiri mulai menjadi target. Tampak seekor belut besar dan seekor ikan baracuda berusaha memakannya. Ikan kecil itu menghindar terus dan tampak begitu ketakutan.





Tiba-tiba, aku yang sebelumnya hanya melihat ikan itu dalam layar film, kini aku tersedot dan aku berubah melihat segalanya dari sudut pandang si ikan! Kini akulah ikan kecil yang tak berdaya itu.





Aku melihat puluhan ikan berusaha menggigitku, aku ketakutan dan segera menghindar, dengan cepatnya aku berenang dan menghindari gerombolan ikan-ikan besar yang ganas itu. Aku berenang makin dalam dan makin dalam hingga aku tiba di bagian laut yang sangat gelap. Tidak ada sedikitpun cahaya. Aku sendirian dan merasa aman.





“Disini tidak ada ikan, aku sendirian, aku aman…” Pikirku. Tapi tiba-tiba muncul cahaya dan seekor ikan pembawa lentera yang sangat besar dan bergigi tajam muncul di depanku, ikan itu membuka mulutnya dan aku menjerit, siap untuk dilahap.





Tiba-tiba ikan itu mengatupkan mulutnya dan tampak ketakutan. Ikan itu segera berbalik dan berenang pergi dengan cepat, aku kembali ditinggal sendirian. Semuanya gelap. Tetapi tidak lama, kegelapan itu mulai sirna, tampak sedikit cahaya, dan di laut yang sangat dalam dan dingin menggigit itu, aku bisa melihat, bukan laut biru, tetapi laut yang agak merah, seperti laut yang telah ternoda oleh darah. Warna remang-remang seperti karat itu membuatku bisa melihat keadaan sekeliling. Tiba-tiba, tampak dari kejauhan gulungan angin seperti tornado kecil, tornado dalam laut itu makin besar dan makin besar, aku hanya diam dan memandangnya, tiba-tiba dari atas, muncul sesosok manusia yang berputar-putar tertarik aliran tornado raksasa tersebut.





Orang itu tertarik makin ke bawah dan mulai mendekatiku, tiba-tiba dalam kecepatan ekstrem itu, ketika orang itu ada di depan mataku, segalanya menjadi slow-motion. Aku bisa melihat wajah orang itu dengan jelas. Orang itu adalah seorang pria bule tua, berambut sedikit dan berwarna putih. Ia gemuk, dan memakai jubah hitam, dan ketika ia mulai melambat di depan mataku, aku melihat ia memakai sebuah kalung, dan kalung itu terangkat dan aku bisa melihat bahwa ia mengenakan kalung dengan liontin salib berwarna emas. Aku menyimpulkan bahwa pria tua itu adalah seorang pendeta.





Begitu aku selesai mengamati keadaan pria itu, segalanya kembali berjalan dalam kecepatan ekstrem, aku begitu keakutan hingga aku segera berbalik dan berenang pergi, berenang secepat-cepatnya, sejauh-jauhnya dari situasi tersebut.


Tiba-tiba walau aku sudah berenang jauh, aku dikembalikan ke pemandangan pusat dari tornado tersebut. Aku seakan-akan dipaksa melihat adegan ini, dengan pasrah aku melihat adegan itu.


Aku melihat pendeta gemuk itu mulai tertarik ke dalam pusat tornado di dasar laut, disini sangat dingin, dan situasi remang-remang merah-oranye, segalanya suram seperti berenang di dalam air bercampur darah. Mendekati pusat tornado, pendeta itu menjerit dalam bahasa Inggris, “No! No! No! No! NOOOOO!!





Aku merasa walaupun ia sudah sesak nafas setengah mati, walau ia tidak bisa bernafas di dalam air, ia tetap tidak bisa mati, karena cukup lama ia tertarik ke dalam laut, dan ia tidak juga mati.


Akhirnya pendeta itu masuk ke dalam lubang itu, tetapi karena tubuhnya yang gemuk, pendeta itu menyumbat lubang itu, dan sebagian tubuhnya ada di atas. Walaupun ia tetap tertarik ke bawah. Tiba-tiba lumpur-lumpur dan tanah di sekitar lubang tornado itu mulai tertarik dan menumpuk di atas kepalanya seakan ikut menekannya. Dan kalimat terakhir yang bisa kudengar dengan jelas dari pendeta itu adalah, “The World is Upon Me…


Selesai mengatakan hal itu, pendeta itu tertarik masuk dan tanah-tanah di atas kepalanya menutup lubang tornado tersebut. Aku bisa mendengar pendeta itu menjerit-jerit di dalam bumi. Aku begitu ketakutan mendengar jeritannya dan segera berenang pergi sejauh-jauhnya.




Setelah itu aku terbangun.


Aku langsung berdiri dan pergi ke luar kamr. Di luar, aku melihat tiga pembantuku yang tampaknya sedang sibuk menyiapkan suatu masakan, mereka tampaknya sedang menggulung kulit lumpia atau sejenis pangsit. Aku duduk di tangga dan diam sejenak sambil memandang mereka bekerja, lalu aku berkata, “Aku mau menceritakan mimpiku pada kalian…”


Setelah itu baru aku benar-benar terbangun.


Mimpi itu begitu jelas, melekat di pikiranku, dan membuatku merenungkannya terus. Kalau menurut kalian apakah artinya? Karena mimpi itu sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dan aku yakin ini bukan mimpi biasa, karena selain secara visual sangat jelas, aku bisa terus mengingatnya, dan merenungkannya membuatku terus merinding sepanjang pagi.



.

August 20, 2010

Prophecy of Barack Obama

.


100 tahun dari ramalan penubuat Kenya akan masa depan “Anak Kenya” (Obama) mulai terbuka…




Dari abad yang lalu, peramal Kenya yang besar, Johanwa Owalo, penemu dari Gereja Kenya Nomiya Luo, dan yang dipercaya oleh warga Kenya sebagai Nabi dengan karunia bernubuat yang mirip seperti Yesus Kristus dan Muhammad, pada tahun 1912 menyatakan nubuat mengerikan tentang Amerika Serikat:


Sangat jauh mereka (Amerika Serikat) bersatu dalam kejahatan di masa itu (masa depan) sehingga kehancuran mereka telah dikunci oleh Bapaku. Kota besar mereka akan terbakar, tanaman-tanaman mereka dan ternak mereka akan menderita penyakit dan mati, anak-anak mereka akan binasa karena penyakit yang tidak pernah dilihat di dunia ini, dan aku menyatakan padamu misteri terbesar dari segala hal yang telah diijinkan untuk kulihat, bahwa kehancuran mereka (Amerika Serikat) akan tiba melalui tangan penuh dendam dari salah satu anak kita sendiri. (“Visions of the Great Nyasaye, A Study of the Luo Religion in Kenya”, Order of Sorcha Faal, Sister Mary McCrea © 1915)




Artikel oleh Sorcha Faal ini dilanjutkan dengan:


“Untuk mempelajari tingkat akurasi nubuat Kenya dari Johanwa Owalo, kita harus memperhatikan banyaknya kebetulan yang telah terjadi dalam 100 tahun ramalan yang tampaknya terus bergaung dalam saat-saat sulit kita. Senator Obama memang muncul untuk memenuhi nubuatan tersebut karena memang, ia adalah, jelas, ‘anak’ dari agama suku Kenya Luo (gabungan dari Kekristenan dan kepercayaan suku Afrika), karena ia telah lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawai dari ayahnya Barack Obama Sr. (lahir di Propinsi Nanza, Kenya, dari etnis Luo) dan Stanley Ann Dunham (yang memberinya nama dari nama awal ayahnya).”




“Yang jauh lebih menarik, mungkin, adalah fakta bahwa anak dari orang Kenya Luo ini, Barack Obama, memiliki tujuan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat dalam waktu yang sama ketika kebangsaan ayahnya sedang dalam krisis karena adanya cacat pada (dan beberapa menyataan ‘kecurian’) pemilihan umum yang membawa warga Kenya jatuh dalam perang suku yang merenggut nyawa 1.000 orang, yang dipercaya banyak warga Luo sebagai pengantar untuk waktu yang telah dinubuatkan oleh peramal mereka, Johanwa Owalo…”


Karena binatang pertama dalam Wahyu 13 (Obama) dinubuatkan hanya memiliki waktu 42 bulan (3,5 tahun), maka waktunya dimulai sejak hari Inagurasi Kepresidenan Obama pada 20 Januari 2009, yang berarti bahwa pada akhir Juli 2012 kita akan melihat kehancuran dari Amerika Serikat, kemungkinan terjadi dari nuklir yang dideskripsikan sebagai kehancuran dari “Putri Babel” (Amerika) dan rajanya dalam Yeremia 50 dan 51.


The alien who is among you shall rise higher and higher above you, and you shall come down lower and lower…” (Deuteronomy 28:43).

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah…” (Ulangan 28:42).





Mungkinkah nubuatan dari Johanwa Owalo tentang ‘anak’ dari Kenya ini tepat seperti yang digadang-gadangkan bahwa ia adalah nabi yang bernubuat dengan tingkat akurasi seperti Yesus? Mari kita nantikan akhir Juli 2012. Semoga saja semua ini hanya akan menjadi legenda Kenya



Sumber:

http://www.christian-forum.net/index.php?showtopic=25500

http://www.firststonellc.com/JohanwaOwaloResearch.pdf



.

August 15, 2010

INDEPENDENCE IN GOD

.



Independence / kebebasan / kemerdekaan merupakan sesuatu yang sedang kita peringati di bulan ini. Pada tanggal 17 Agustus 2010, kita bersama-sama akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia, yaitu hari dimana Indonesia terbebaskan dari segala bentuk penjajahan negara lain.


Namun apakah kemerdekaan itu telah benar-benar membebaskan Indonesia dari segala aspek? Hmm… Kalau menurut kalian belum, coba renungkan, di aspek apa kita belum merdeka, dan apa yang bisa kamu lakukan untuk membebaskan negara ini dari ‘penjajahan’ itu.




Berbicara tentang kemerdekaan, berarti bicara tentang menjadi pribadi yang independent, yaitu pribadi yang mandiri dalam Tuhan. Maksudnya?? Kita tidak bisa menjadi remaja yang terus-terusan memiliki kerohanian bayi. Sudah saatnya kita belajar dewasa, belajar mendiri. Saat teduh tiap hari, baca firmanNya tiap hari, berdoa dengan intim dan sungguh-sungguh tiap hari. Semua harus mulai kita jalankan secara dewasa dan mandiri, agar kita bisa benar-benar MERDEKA! Mungkin tidak mudah pada awalnya, tapi itulah yang disebut belajar. Kita harus mau sangkal diri. Kita yang suka tidur melulu atau main game melulu, sudah saatnya kita merelakan waktu kita dengan hal yang bagi kita awalnya tidak asik. Tapi percaya deh, kalau kita terus jalankan, kita akan semakin menikmatinya dan merasakan adanya Tuhan dan lawatanNya bagi kita.





Ayo MERDEKA!


.

August 12, 2010

BAB 10: Jangan Menyembah Maria

.


Dalam Kerajaan Surga, kami melihat hal-hal indah seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”



Ketika kami tiba di Kerajaan Surga, segalanya begitu spektakuler dan indah; begitu banyak hal-hal besar dan luar biasa untuk merasakan kebesaran Tuhan. Sungguh spesial; tempat yang dipenuhi anak-anak kecil. Kami bisa mengatakan bahwa ada jutaan anak-anak di tempat itu.


Kami melihat anak-anak dari berbagai usia, Surga dibagi-bagi ke dalam beberapa seksi. Kami melihat sejenis rumah-bayi yang menjadi tempat anak-anak usia 2-4. Kami juga memperhatikan bahwa anak-anak di Surga bertumbuh dan ada sekolah-sekolah dimana anak-anak tersebut diajari Firman Tuhan. Pengajar mereka adalah malaikat-malaikat, dan mereka mengajari anak-anak menyanyikan lagu pujian dan bagaimana caranya menyembah Tuhan Yesus.


Ketika Tuhan tiba, kami dapat melihat sukacita yang kuat dari Raja kita. Walaupun kami tidak bisa melihat wajahNya, kami dapat melihat senyumanNya memenuhi seluruh tempat. Ketika Ia tiba, semua anak berlari ke arahNya! Di tengah-tengah semua anak itu, kami dapat melihat Maria, ibu dari Tuhan Yesus di bumi. Ia adalah wanita yang cantik.


Kami tidak melihatnya di atas tahta dan tidak seorangpun menyembahnya. Ia ada disana sepadan dengan semua wanita di Surga, seperti semua manusia di bumi, ia harus memperjuangkan keselamatannya. Ia mengenakan kain putih dan sebuah sabuk emas melingkar di pinggangnya, dan rambutnya terurai sampai ke pinggangnya.





Di bumi, kami telah mendengar banyak orang menyembah Maria karena ia adalah ibu dari Yesus, tetapi aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6) Satu-satunya gerbang menuju kerajaan Surga adalah Yesus dari Nazaret.


Kami juga memperhatikan, disana tak ada matahari atau bulan. Firman Tuhan berkata lewat Wahyu 22:5 “Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”


Kami dapat melihat kemuliaan Tuhan. Kami merasa sangat kesulitan untuk mendeskripsikan kengerian di neraka, namun rupanya jauh lebih sulit untuk mencoba menjelaskan hal-hal sempurna yang diciptakan Pencipta kita. Ketika kami di sana, kami berlari dan berusaha melihat semuanya. Kami dapat berbaring di rumputnya, dan kami dapat merasakan kemuliaan Tuhan. Suara siulan yang lembut; hembusan angin lembut yang membelai wajah kami, sungguh merupakan hal yang sangat indah.


Di tengah-tengah langit , kami melihat sebuah salib raksasa yang terbuat dari emas murni. Kami percaya ini bukan penyembahan berhala namun lebih merupakan simbol yang menunjukkan bahwa lewat kematian Yesus di kayu salib, kita dapat memasuki gerbang Surga.


Kami melanjutkan perjalanan di Surga. Sungguh sangat menyenangkan bisa berjalan dengan Tuhan Yesus Kristus. Disana kami tahu dengan pasti, siapakah Tuhan yang sedang kita layani… Yesus dari Nazaret. Banyak orang di bumi berpikir bahwa ada Tuhan di atas, yang hanya menunggu sampai kita berbuat dosa, supaya Ia dapat menghukum kita dan mengirim kita ke neraka. Tapi itu tidak benar. Kami dapat melihat Yesus yang adalah teman; Yesus yang menangis di saat kau meangis. Yesus adalah Tuhan dari cinta, keharuan, dan belas kasih; Ia meletakkan kita di tanganNya untuk menolong kita melanjutkan jalan keselamatan.





Tuhan Yesus juga mengijinkan kita untuk berjumpa dengan tokoh dalam Alkitab. Kami bertemu dengan Raja Daud yang diceritakan dalam Firman. Ia adalah pria yang tampan, tnggi, dan wajahnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Sepanjang waktu kami ada di Surga, hal yang dilakukan Raja Daud adalah menari, menari, menari, dan memberikan segala sembah dan penghargaan untuk Tuhan.





Bagi siapapun yang sedang membaca testimoni ini, aku mau memberitahumu bahwa Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 21:27, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”, dan aku juga memberitahumu, hanya orang-orang pemberani yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga.



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...



.

August 1, 2010

BAB 9: Bayi yang Ku Aborsi di Surga

.

Wahyu 21:4

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.



Ketika kami tiba, pintu-pintu besar itu terbuka untuk kami, dan aku mulai melihat lembah yang dipenuhi bunga. Bunga-bunga itu begitu indah dan aromanya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan total seperti yang belum pernah kami rasakan di bumi. Kami merasakan kedamaian memenuhi hati kami, dan sewaktu kami melihat bunga-bunga itu, kami memperhatikan bahwa tiap-tiap bunga unik; tiap kelopak berbeda-beda, asli, dan memiliki warna-warna yang unik.


Di dalam hatiku, aku berkata pada Tuhan kalau aku menginginkan bunga-bunga seperti itu. Tuhan memberikan ekspresi setuju, aku mendekati salah satu bunga dan mulai menariknya. Tapi tidak ada yang terjadi, aku tak bisa mencabut bunga itu dari tanah. Aku bahkan tidak bisa mencabut kelopak atau daunnya. Lalu Tuhan memecahkan keheningan dengan berkata, “Disini semua harus dilakukan dengan cinta.” Ia menyentuh sebuah bunga dan bunga itu menyerahkan dirinya pada tangan Tuhan. Ia lalu memberikannya pada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan aroma bunga itu tetap ada bersama kami.


Kami sampai ke suatu tempat dengan kumpulan pintu-pintu cantik. Pintu-pintu ini tidak sederhana, pintu-pintu itu benar-benar terukir dengan rumit dan dipenuhi batu-batu berharga yang terpasang. Pintu itu terbuka dan kami memasuki sebuah ruangan yang berisi banyak orang. Semua orang berlari kesana-kemari melakukan persiapan. Beberapa dari mereka membawa gulungan jubah putih yang bercahaya di bahu mereka, yang lain membawa bergelendong-gelendong benang emas, dan bahkan yang lain membawa sesuatu seperti piring dengan sesuatu seperti perisai di dalamnya. Semua orang berlari dengan tujuan.


Kami menanyai Tuhan, mengapa ada begitu banyak tugas dan kesibukan. Lalu Tuhan menunjuk seorang pria muda untuk datang mendekat. Pria ini membawa gulungan lenan putih di bahunya. Ia datang dan melihat kepada Tuhan denan hormat. Ketika Tuhan bertanya mengapa ia membawa gulungan lenan itu, ia hanya melihat kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, Kau tahu lenan ini untuk apa! Lenan ini akan dipakai untuk membuat jubah bagi orang-orang yang bertobat, jubah bagi para mempelai.” Saat mendengar ini, kami merasakan kesukaan dan kedamaian yang besar. Wahyu 19:8 memberitahu kita, “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.”


Ketika kami keluar dari tempat itu, kami bahkan bisa merasaan kedamaian yang lebih lagi, karena sungguh indah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membuat hal-hal yang baik untuk kami. Ia punya tempat dan waktu untukmu karena engkau sangat penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, mata kami tersesat dalam tiap detail di Surga. Seakan-akan tiap benda memiliki kehidupan masing-masing, dan segala sesatu di sana seperti memberikan kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu kami datang ke tempat dimana jutaan dan jutaan anak-anak berada, dari segala usia. Ketika mereka melihat Tuhan, mereka semua ingin memelukNya, untuk mersakan cintaNya lebih lagi, karena Ia adalah gairah mereka. Yesus adalah gairah tiap anak disana. Kami ingin menangis melihat beapa Tuhan sangat memanjakan tiap-tiap anak, betapa ia mencium mereka dan memegang tangan mereka.




Kami melihat malaikat-malaikat datang mendekat kepada Tuhan dengan membawa bayi-bayi yang terbungkus kain linen. Tuhan membelai, menyentuh, dan menciumi dahi mereka, kemudian malaikat-malakat itu membawa mereka pergi. Kami bertanya pada Tuhan kenapa ada begitu banyak anak kecil disana, apakah anak-anak itu akan dikirim ke bumi. Tuhan terdengar tersentuh untuk sementara, lalu Ia berkata, “Tidak, anak-anak ini tidak untuk dikirim ke bumi! Mereka adalah anak-anak yang di aborsi di bumi, yang orang tuanya tidak mau memiliki mereka. Mereka adalah anak-anakKu dan Aku mencintai mereka.” Aku menganggukkan kepala, dan bahkan suaraku bergetar untuk menanyakan hal seperti itu kepada Tuhan.


Ketika aku tidak mengenal Tuhan sebagai jalan kehidupan, aku melakukan suatu kesalahan dan berdosa seperti banyak orang lain. Di antara dosa-dosa itu adalah aborsi yang pernah aku lakukan. Ada sebuah momen dimana aku berhadapan wajah dengan Tuhan dan bertanya padaNya, “Tuhan, apakah bayi yang ku aborsi dulu ada disini?” Tuhan menjawab, “Ya.” Aku mulai berjalan ke salah satu sisi dan aku melihat seorang bocah kecil yang tampan. Di dekatnya berdiri malaikat. Malaikat itu memandangi Tuhan, dan bocah itu sedang membelakangi kami.


Tuhan memberitahuku, “Lihat, itu anakmu.” Aku mau melihatnya, maka aku segera berlari kepadanya, namun malaikat menghentikanku dengan tangannya. Ia menyuruhku mendengarka apa yang dikatakan bocah itu terlebih dahulu. Aku mulai mendengar apa yang bocah itu ucapkan. Ia sedang berbicara dan melihat ke arah anak-anak lain. Ia bertanya pada malaikat, “Apakah papa dan mamaku akan segera kesini?” Malaikat itu melihat ke arahku, menjawabnya, “Ya, papamu dan mamamu akan segera datang.”


Aku tidak tahu kenapa aku diberi kesempatan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku aku tahu bahwa kata-kata itu adalah hadiah terbaik yang bisa Tuhan berikan untukku. Anak kecil ini tidak berbicara dengan kemarahan atau luka, mungkin ia bahkan tahu bahwa kami tidak membiarkannya dilahirkan. Ia secara sederhana menantikan dengan cinta yang Tuhan taruh dalam hatinya.


Kami melanjutkan perjalanan, tetapi aku menyimpan gambaran bocah itu di hatiku. Aku tahu bahwa setiap hari aku harus melakukan usaha untuk bisa bersama dengannya suatu hari nanti. Aku punya satu alasan lagi untuk ke sana, karena seseorang sedang menunggu-nunggu aku di kerajaan Surga. Firman Tuhan memberitahu kita lewat Yesaya 65:19, “Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.”


Kami tiba di suatu tempat dengan gunung-gunung kecil, dan Tuhan Yesus mulai menari. Di depanNya banyak orang berpakaian dalam jubah putih dan mereka semua mengangkat tangan-tangan mereka yang membawa dahan zaitun yang hijau. Ketika mereka melambaikan dahan-dahan itu di udara, dahan-dahan itu melepaskan minyak. Tuhan telah menyiapkan hal-hal hebat untukmu! Sekaranglah saatnya untuk memberikan hatimu kepadaNya.




Tuhan memberkatimu!



TO BE CONTINUED...



.

June 28, 2010

Roh Reptil yang Pernah Kulihat!

.

Hey, guys... Mungkin beberapa dari kalian ada yang banyak baca entry-entry yang aku masukin blog ini dari jaman dahulu kala, tapi mungkin ada juga dari kalian yang cuma baca postingan-postingan terbaru, aku mau menjelaskan tentang suatu hal.


Pada tanggal 6 Februari 2009, aku mem-posting sebuah entry dengan judul "Horror di Sekitar Kita...", entry itu bisa kalian baca di sini.

Nah, dalam entry itu, aku menuliskan kesaksianku tentang setan katak kurus yang aku lihat waktu (kalo ga salah...) umurku baru 11 atau 12 tahun. Berikut testimoniku tentang pengalaman itu:


Malem-malem waktu itu aku mau naik ke lantai 2 rumahku, waktu itu papaku lagi ke luar kota, dan kami semua mau tidur sekamar, tujuannya nemenin mamaku tidur... Jadi kami ber-5 tidur sekamar (Mamaku, aku, ama 3 saudariku)...


Pas mau naik ke atas, aku kan liat ke atas, tiba-tiba ada seseorang yang modelnya aneh banget sampe sekarang aku selalu merinding kalau ngebayangin orang itu...


Orang itu kurus banget, kulitnya hijau tua, pokoknya kurus banget hampir kayak Aming di Extravaganza... selain hijau, kulitnya juga agak mengkilap, dan tangannya itu ada selaputnya kayak kodok, tapi selaputnya tuh luebar banget!

Selain itu, kepalanya gak kelihatan... Bukan gara-gara gak ada, tapi orang itu pake penutup kepala, kayak semacam penutup kepala buat para penyelam gitu, jadi ada 2 lingkaran kaca di bagian mata dan 1 lingkaran besar di bagian hidung dan mulut buat bernapas...

Kesimpulannya, setan yang aku lihat itu berwujud manusia katak kurus yang memakai penutup kepala penyelam...


Begitu tuh makhluk lihat aku, langsung dengan kakinya yang berselaput, tuh makhluk lari dan terhalang tembok...


Aq bener-bener merinding, dan karena tempat tidur buat aku tidur ada di lantai 2, mau gak mau aku mesti ke tempat orang itu tadi lari!!


Suer, selama lari, aku gak berhenti merinding...


Otomatis keluargaku yang aku ceritain gak ada yang percaya, hingga sekarang-pun aku jadi agak percaya kalo aku itu Cuma ngelindur, tapi bayangan setan itu jelas banget di pikiranku... Bahkan kalo ada kertas ama pen, aku bisa gambarin kayak apa model makhluk aneh bin ajaib entu...



Nah, ga lama, waktu aku lagi browsing-browsing tentang simbol illuminati di youtube, aku menemukan sesuatu yang cukup menarik perhatianku, yaitu fakta bahwa di daerah-daerah timur tengah, di tempat banyak orang memakai cadar, ada orang yang wajahnya seperti reptil dan orang-orang itu sangat keji. Ini merupakan hasil manifestasi setan / lucifer di dunia.


Selagi aku mencari-cari info, aku mengikuti saran salah satu video untuk klik di google dan aku ketik "Reptilians Human". Di sana aku banyak menemukan dokumen-dokumen yang membahas tentang fenomena manusia yang seperti reptil. Kalau kalian tertarik, bisa coba-coba baca disini: Humans, nephilim, and Reptilians


Disini aku dikejutkan akan gambar dari salah satu film anak-anak yang berjudul LAND OF THE LOST. Gambar itu menampakkan manusia seperti reptil yang bisa kubilang 80% mirip dengan setan katak yang aku lihat, bedanya di penglihatanku, makhluk itu lebih kurus, mengkilap, dan warnanya lebih hijau tua.



Segala pencarian-pencarian ini sangat menarik dan seru untuk diselidiki sebenarnya. Next time kalo aku ada info lagi yang mistis-mistis, pasti aku postingkan lagi.. Ciao! ^^


.

June 27, 2010

63336: Segala Pertanyaan Terjawab?



63336 adalah layanan jawab pertanyaan lewat SMS, lebih dikenal dengan AQA (Any Questions Answered). Dengan mengetik sebuah pertanyaan dan mengirimkan ke nomor 63336, anda akan segera mendapat SMS jawabannya. Organisasi ini menyatakan diri sebagai organisasi yang mengetahui segala jawaban di dunia.


"We've been answering questions now for six years, so when it comes down to it, 63336, the UK's most accurate text question and answer service, knows pretty much everything. Ask us absolutely any question - fun or serious, or just challenging - and we'll answer in just a few minutes."



Pertama kali muncul pada April 2004, AQA 63336 telah menjawab lebih dari 20 juta pertanyaan. Pertanyaannya bebas, boleh pertanyaan menjebak, menantang, bahkan hal-hal di masa depan. APAPUN!

Cukup dengan 1 poundsterling per SMS. Untuk info lebih lengkap, berikut link-nya:
63336

Setelah aku melihat iklan dari AQA 63336 di
63336ADVERT melalui saran temanku, Nico, aku jadi sedikit SHOCK dan terheran-heran...


63336 produced and broadcast its first television advert in November 2009. The advert was the subject of controversy due to the alleged use of Illuminati symbolism such as a pyramid and an eye. In March 2010 the advert was shown for a second time.




Gimana bisa organisasi ini menayangkan iklan segelap dan seseram itu? Dengan koor menyeramkan (ga heran kalo itu lagu dari gereja setan) dan ekspresi serius dan egang dari para "bintang iklan"nya, aku jadi terperangah dan ga bisa berkata apa-apa selain: INI ORGANISASI SESAT.


Dengan menyatakan diri mereka sebagai "Organisasi yang Tahu Segalanya", mereka memiliki motto yang hampir sama dengan Illuminati, dimana mereka mempercayai bahwa mereka telah "dicerahkan" dan tahu segalanya karena pertolongan sang The Great Architect...

Well, bagi kita yang udah percaya jelas angka 63336 sendiri mengundang tanda tanya karena tidak berbeda jauh dengan angka setan; 666 di kitab Wahyu. Semua fenomena aneh ini harus membuat kita waspada, jangan geblek dan terus-terusan bebal seakan-akan ini cuma fenomena yang lagi trend dan 'cool'...




Apapun kata orang, iklan AQA63336 dan simbol-simbol yang mereka pakai sama sekali nggak cool dan nggak lazim. So, always vigilant and prepare for the last days.


.

April 14, 2010

How Can I Repent?

.

Last Easter surely boost something new in my life...




Paskah 2010 akan mejadi momen yang merubah hidupku.
Aku nggak tahu kenapa dan bagaimana? Selama ini aku begitu penuh dosa dan pikiran-pikiran jahat. Berkali-kali aku selalu bertobat, tapi kembali ke jalan yang salah. Aku berkata, "Tuhan, aku manusia, aku nggak akan bisa lepas dari ini semua... Dosa terlalu kuat dan menyenangkan, jadi maaf Tuhan... Lain kali aku akan bertobat lagi..."

Tapi suatu kalimat sederhana saat ibadah Paskah menyentakku, "Mengikut Tuhan itu memang sulit, tapi kita harus menyangkal diri dan pikul salib."

Walau kalimat itu sudah aku dengar ratusan kali, kali itu berbeda.
Mataku dicelikkan, pikiranku dibukakan.
Seakan aku medengar permohonan di hatiku, "Tolong.... Tolong mengertilah kalimat ini... Tolong..."

Permohonan itu membuatku iba, dan aku bersaha mengerti makna kalimat itu hanya untuk memuaskan suara hati yang menyedihkan itu, akhirnya aku mengerti, Tuhan putus asa menarikku. Tuhan sangat ingin aku bebas dari dosa-dosaku, Tuhan mau sekali, sekali yang sangat sekali hingga tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata, agar aku bisa dekat denganNya... Tapi aku penuh dosa dan kotor karena aku mengeraskan hati, karena aku selalu berpikir, "Manusia itu pasti berdosa, sudahlah, jangan berusaha bertobat!"

Malamnya aku seperti diberi petunjuk: Saat ini berdoalah!

Aku tidak tahu apa yang harus aku doakan, jadi aku hanya berbicara sendiri yang bagiku saat itu seperti orang gila. Aku berbicara sendirian secara verbal di kamar dan tidak ada sahutan atau jawaban di hatiku, tapi aku tidak berhenti bicara.

Sejak saat itu aku seperti diikat dan tidak dilepaskan oleh serombongan malaikat Tuhan. Pikiranku tidak berhenti mengeluarkan suara yang menekanku untuk bertobat. Dosa-dosaku kini terasa sangat aneh bagiku. "Bagaimana mungkin aku dulu bisa sejahat itu?!"

Malamnya, tiba-tiba aku didorong untuk membuka google dan melakukan pencarian apapun tentang neraka. Jari-jariku bergerak dengan cepat di atas tombol HP dan aku kesulitan menemukan dokumen yang menarik hatiku. Akhirnya aku mencari lewat komputer dan jutaan informasi yang menjadi motivasiku bermunculan.

Saat membaca kisah-kisah yang sebenarnya sudah pernah aku dengar sebelumnya, otakku menyerap bacaan itu dengan berbeda. Pikiranku dibuka dan aku diberi kemampuan visual yang jauh lebih dahsyat dari sebelum-sebelumnya. Seakan apa yang aku baca itu nyata. Aku diberitahu, "Neraka itu ada dan nyata! Tolong sadarlah! Dengan kamu mati dan membawa benih dosa, kamu pasti akan masuk ke sana!"




Aku diberitahu bagaimana kemarahan dan tidak mau memaafkan merupakan hal yang membuat kita menderita siksa api kekal. Aku diberitahu betapa orang-orang yang menderita siksaan paling mengerikan dan tidak terkatakan merupakan orang-orang yang berhubungan dengan sihir, percabulan, dan penyembahan allah lain.

Detik itu aku bertobat, aku membuang segala aspek yang aku tuhankan selama ini.
Cukup radikal dan mengejutkan, bahkan bagi aku sendiri. Apa yang selama ini aku bilang tidak mungkin, rupanya sangat mungkin bagi Tuhan!
Selama ini aku selalu merasa pergi dari dosa adalah hal yang mustahil, rupanya bagi Tuhan itu semudah membalikkan telapak tangan, asal kita mau, Tuhan akan bekerja secara tidak terduga!

Aku bertanya, "Tuhan, apabila aku menceritakan hal luar biasa yang Kau ungkapkan padaku ini kepada semua orang, mereka pasti percaya! Apabila aku menceritakan kepada mereka tentang kengerian neraka yang kau jelaskan padaku, mereka pasti bertobat!"

JawabNya, "Mereka akan mengolokmu, dan beberapa akan percaya, tapi karena ketakutan akan neraka, itupun hanya akan berlaku sesaat, hanya sedikit yang akan benar-benar bertobat karena mencintai Aku. Banyak orang saat ini akan mengeraskan hatinya, melakukan pembenaran terhadap dosa-dosanya, mereka akan berkata 'ini keadaanku dan mustahil bisa kuubah', padahal mereka sedang mengeraskan hatinya. Mereka tidak mau meninggalkan dosa dan kebiasaan mereka yang jahat'."

Aku tertegun. Yang bisa aku lakukan saat ini hanya menjadi teladan dan mendoakan setiap orang yang aku ingat dan aku temui di jalan. Aku benar-benar takut dan tidak mau ada satupun orang yang aku kenal harus masuk ke tempat kengerian itu! Dimana lahar akan mengalir melewati kepala dan mengelupas kulit kita, dan cacing sepanjang 20 kaki bagai ular akan masuk ke dalam tubuh dan keluar lewat telinga, hidung, atau mata. Kesakitan yang membuat gila, tetapi tidak membuat kita gila atau mati. Daging kita dicabik-cabik oleh panas yang tidak terkatakan dan aroma paling busuk yang menjadi racun bagi siapapun.

Walau jutaan orang ada disana, tiap orang menderita kesakitannya sendiri. Tidak ada komunikasi sama sekali di neraka. Tak ada harapan. Sekali masuk, selama-lamanya.

Sekarang yang bisa aku lakukan hanya mendoakan kalian. Percayalah pada Tuhan dan menyesallah atas dosa kalian! Jangan menyesal saat semuanya terlambat!




Time is running out. You'll never know...

.