Powered By Blogger
Showing posts with label Referensi. Show all posts
Showing posts with label Referensi. Show all posts

December 21, 2012

Movie Review - The Hobbit: An Unexpected Journey


Sudah menyaksikan The Hobbit: An Unexpected Journey?

Well, it's a MUST!

Film ini adalah hasil karya EPIC dari Peter Jackson yang panjang namun sangat menghibur dan memanjakan mata!

Here's the movie review of
The Hobbit: An Unexpected Journey
Release: December 2012


The Hobbit merupakan film yang menjadi prolog dari Trilogi besar The Lord of The Rings. Dengan setting waktu 60 tahun sebelum era The Lord of The Rings, The Hobbit mengisahkan hobbit muda bernama Bilbo Baggins yang menjalani suatu perjalanan yng tidak disangka-sangka; perjalanan menuju The Lonely Mountain bersama grup kurcaci untuk merebut gunung mereka yang dicuri oleh naga bernama Smaug...

December 6, 2012

HISTORICAL TASTE: Pecel Mbok Rah Surabaya Pertahankan Citarasa 61 Tahun



Hari masih menunjukkan pukul setengah enam, namun kota Surabaya telah terbangun untuk memulai kesibukannya. Kendaraan-kendaraan berseliweran di jalan untuk memulai aktivitasnya masing-masing; mencari penumpang, menuju ke suatu lokasi untuk bekerja, atau hanya sekedar bersantai dan mengisi perut. Surabaya memang memiliki ratusan tempat yang layak dikunjungi untuk menambah wawasan maupun rekreasi, namun di kota terbesar kedua di Indonesia ini, satu yang tidak boleh dilewatkan pengunjung dari kota lain: kuliner yang terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Melewati jalan Ngagel Jaya, sebuah spanduk merah dan kuning dengan tulisan “Mbok Rah” tampak menarik perhatian. Nama itu tampak familiar dan saya mencoba mengingatnya, darimana saya pernah mendengar nama itu. Tak lama pikiran saya membawa saya ke kenangan masa kecil, ayah saya sering mengajak saya menikmati pecel dengan nama yang sama di kawasan Tugu Pahlawan. Apakah ini pecel yang sama, pecel yang saya makan waktu saya masih kecil? Saya mendekat dan melihat tulisan “Buka Cabang Pagi” di bagian bawah spanduk.


“Pecel Mbok Rah, ya sudah papa makan dari papa kecil, sudah lama itu ada, sampai sekarang rasanya juga nggak pernah berubah.” Terang ayah saya.

Ingin kembali mencicipi citarasa kuno, saya pun berjalan memasuki depot tersebut.