Powered By Blogger
Showing posts with label Seram. Show all posts
Showing posts with label Seram. Show all posts

February 16, 2011

Review Lagu Lady Gaga: BORN THIS WAY



Single yang terbaru dari Lady Gaga baru keluar dan lagunya emang asik banget. Lagu itu baru aku dengerin 4 kali dan langsung terngiang-ngiang di kepalaku... Lagu itu adalah:




BORN THIS WAY



Aku mau mereview lagu ini, tapi sebelumnya, buat kamu-kamu yang ga tau liriknya, ini aku kasih...

February 15, 2011

Situasi Politik dalam Film HOTEL RWANDA






Dalam pelajaran Pengantar Ilmu Politik, saya menonton sebuah film berjudul Hotel Rwanda. Film ini mengisahkan tentang pertumpahan darah di Afrika yang kini dikenal dengan nama Rwandan Genocide. Hal paling menarik disini adalah situasi Politik yang benar-benar kacau karena banyaknya konflik yang disimpan antara dua kubu yang menindas dan ditindas.

August 22, 2010

Wicked Dream of Mine

.

20 Agustus 2010; sekitar pukul 3 subuh, aku mengalami sebuah mimpi yang secara visual sangat jelas dan melekat di pikiranku sampai beberapa hari. Ketika bangun, aku merenungkan mimpi itu dan tidak menemukan maknanya, selama merenung, aku tidak berhenti merinding, dan aku terdorong untuk mem-postingkan mimpiku itu di blog ini.


Pada awalnya, mimpiku hanyalah mimpi konyol yang tidak jelas. Aku memimpikan balon-balon, langit biru, video game masa kanak-kanakku, melihat 2 ekor naga melompat-lompat di atas samudera yang luas, lalu 2 ekor naga itu masuk ke dalam laut, dan disinilah mimpiku baru bermula.


2 ekor naga itu berubah menjadi 2 ekor ikan. 1 ikan yang kecil, dan 1 adalah ikan paus yang sangat besar. Kedua ekor ikan ini terus berenang, berenang, dan berenang beriringan dalam kecepatan yang mengagumkan. Tak lama ikan-ikan itu-pun kelelahan dan berhenti, lalu terjadilah percakapan berikut:


“Sial! Dari tadi kita terus berenang, tapi tak satu ikan-pun kita makan. Badanmu kan besar! Seharusnya kau menangkap seekor ikan hiu untuk kita berdua makan! Aku sudah lapar!” Kata si ikanj kecil pada ikan paus yang diam saja. Tak lama ikan paus itu berdiam, ikan paus itu akhirnya berkata, “Baik, ayo kita menangkap ikan hiu untuk dimakan!”





Ikan itu kembali berenang, dan aku menonton adegan ini seperti menonton sebuah film bioskop. Mereka berenang, dan tiba-tiba, entah dari mana, ikan paus itu telah menangkap seekor ikan hiu dan memakannya sendiri tanpa membaginya pada si ikan kecil. Ikan kecil itu tampak terkejut, lalu ikan paus itu dengan egois pergi meninggalkan ikan kecil itu sendirian!





Kini ikan itu tidak lagi secongkak sebelumnya, kini ia sadar bahwa ia dalam bahaya, di sekitarnya mulai bermunculan ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, ikan-ikan kecil saling dimakan, dan ia sendiri mulai menjadi target. Tampak seekor belut besar dan seekor ikan baracuda berusaha memakannya. Ikan kecil itu menghindar terus dan tampak begitu ketakutan.





Tiba-tiba, aku yang sebelumnya hanya melihat ikan itu dalam layar film, kini aku tersedot dan aku berubah melihat segalanya dari sudut pandang si ikan! Kini akulah ikan kecil yang tak berdaya itu.





Aku melihat puluhan ikan berusaha menggigitku, aku ketakutan dan segera menghindar, dengan cepatnya aku berenang dan menghindari gerombolan ikan-ikan besar yang ganas itu. Aku berenang makin dalam dan makin dalam hingga aku tiba di bagian laut yang sangat gelap. Tidak ada sedikitpun cahaya. Aku sendirian dan merasa aman.





“Disini tidak ada ikan, aku sendirian, aku aman…” Pikirku. Tapi tiba-tiba muncul cahaya dan seekor ikan pembawa lentera yang sangat besar dan bergigi tajam muncul di depanku, ikan itu membuka mulutnya dan aku menjerit, siap untuk dilahap.





Tiba-tiba ikan itu mengatupkan mulutnya dan tampak ketakutan. Ikan itu segera berbalik dan berenang pergi dengan cepat, aku kembali ditinggal sendirian. Semuanya gelap. Tetapi tidak lama, kegelapan itu mulai sirna, tampak sedikit cahaya, dan di laut yang sangat dalam dan dingin menggigit itu, aku bisa melihat, bukan laut biru, tetapi laut yang agak merah, seperti laut yang telah ternoda oleh darah. Warna remang-remang seperti karat itu membuatku bisa melihat keadaan sekeliling. Tiba-tiba, tampak dari kejauhan gulungan angin seperti tornado kecil, tornado dalam laut itu makin besar dan makin besar, aku hanya diam dan memandangnya, tiba-tiba dari atas, muncul sesosok manusia yang berputar-putar tertarik aliran tornado raksasa tersebut.





Orang itu tertarik makin ke bawah dan mulai mendekatiku, tiba-tiba dalam kecepatan ekstrem itu, ketika orang itu ada di depan mataku, segalanya menjadi slow-motion. Aku bisa melihat wajah orang itu dengan jelas. Orang itu adalah seorang pria bule tua, berambut sedikit dan berwarna putih. Ia gemuk, dan memakai jubah hitam, dan ketika ia mulai melambat di depan mataku, aku melihat ia memakai sebuah kalung, dan kalung itu terangkat dan aku bisa melihat bahwa ia mengenakan kalung dengan liontin salib berwarna emas. Aku menyimpulkan bahwa pria tua itu adalah seorang pendeta.





Begitu aku selesai mengamati keadaan pria itu, segalanya kembali berjalan dalam kecepatan ekstrem, aku begitu keakutan hingga aku segera berbalik dan berenang pergi, berenang secepat-cepatnya, sejauh-jauhnya dari situasi tersebut.


Tiba-tiba walau aku sudah berenang jauh, aku dikembalikan ke pemandangan pusat dari tornado tersebut. Aku seakan-akan dipaksa melihat adegan ini, dengan pasrah aku melihat adegan itu.


Aku melihat pendeta gemuk itu mulai tertarik ke dalam pusat tornado di dasar laut, disini sangat dingin, dan situasi remang-remang merah-oranye, segalanya suram seperti berenang di dalam air bercampur darah. Mendekati pusat tornado, pendeta itu menjerit dalam bahasa Inggris, “No! No! No! No! NOOOOO!!





Aku merasa walaupun ia sudah sesak nafas setengah mati, walau ia tidak bisa bernafas di dalam air, ia tetap tidak bisa mati, karena cukup lama ia tertarik ke dalam laut, dan ia tidak juga mati.


Akhirnya pendeta itu masuk ke dalam lubang itu, tetapi karena tubuhnya yang gemuk, pendeta itu menyumbat lubang itu, dan sebagian tubuhnya ada di atas. Walaupun ia tetap tertarik ke bawah. Tiba-tiba lumpur-lumpur dan tanah di sekitar lubang tornado itu mulai tertarik dan menumpuk di atas kepalanya seakan ikut menekannya. Dan kalimat terakhir yang bisa kudengar dengan jelas dari pendeta itu adalah, “The World is Upon Me…


Selesai mengatakan hal itu, pendeta itu tertarik masuk dan tanah-tanah di atas kepalanya menutup lubang tornado tersebut. Aku bisa mendengar pendeta itu menjerit-jerit di dalam bumi. Aku begitu ketakutan mendengar jeritannya dan segera berenang pergi sejauh-jauhnya.




Setelah itu aku terbangun.


Aku langsung berdiri dan pergi ke luar kamr. Di luar, aku melihat tiga pembantuku yang tampaknya sedang sibuk menyiapkan suatu masakan, mereka tampaknya sedang menggulung kulit lumpia atau sejenis pangsit. Aku duduk di tangga dan diam sejenak sambil memandang mereka bekerja, lalu aku berkata, “Aku mau menceritakan mimpiku pada kalian…”


Setelah itu baru aku benar-benar terbangun.


Mimpi itu begitu jelas, melekat di pikiranku, dan membuatku merenungkannya terus. Kalau menurut kalian apakah artinya? Karena mimpi itu sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dan aku yakin ini bukan mimpi biasa, karena selain secara visual sangat jelas, aku bisa terus mengingatnya, dan merenungkannya membuatku terus merinding sepanjang pagi.



.

August 20, 2010

Prophecy of Barack Obama

.


100 tahun dari ramalan penubuat Kenya akan masa depan “Anak Kenya” (Obama) mulai terbuka…




Dari abad yang lalu, peramal Kenya yang besar, Johanwa Owalo, penemu dari Gereja Kenya Nomiya Luo, dan yang dipercaya oleh warga Kenya sebagai Nabi dengan karunia bernubuat yang mirip seperti Yesus Kristus dan Muhammad, pada tahun 1912 menyatakan nubuat mengerikan tentang Amerika Serikat:


Sangat jauh mereka (Amerika Serikat) bersatu dalam kejahatan di masa itu (masa depan) sehingga kehancuran mereka telah dikunci oleh Bapaku. Kota besar mereka akan terbakar, tanaman-tanaman mereka dan ternak mereka akan menderita penyakit dan mati, anak-anak mereka akan binasa karena penyakit yang tidak pernah dilihat di dunia ini, dan aku menyatakan padamu misteri terbesar dari segala hal yang telah diijinkan untuk kulihat, bahwa kehancuran mereka (Amerika Serikat) akan tiba melalui tangan penuh dendam dari salah satu anak kita sendiri. (“Visions of the Great Nyasaye, A Study of the Luo Religion in Kenya”, Order of Sorcha Faal, Sister Mary McCrea © 1915)




Artikel oleh Sorcha Faal ini dilanjutkan dengan:


“Untuk mempelajari tingkat akurasi nubuat Kenya dari Johanwa Owalo, kita harus memperhatikan banyaknya kebetulan yang telah terjadi dalam 100 tahun ramalan yang tampaknya terus bergaung dalam saat-saat sulit kita. Senator Obama memang muncul untuk memenuhi nubuatan tersebut karena memang, ia adalah, jelas, ‘anak’ dari agama suku Kenya Luo (gabungan dari Kekristenan dan kepercayaan suku Afrika), karena ia telah lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawai dari ayahnya Barack Obama Sr. (lahir di Propinsi Nanza, Kenya, dari etnis Luo) dan Stanley Ann Dunham (yang memberinya nama dari nama awal ayahnya).”




“Yang jauh lebih menarik, mungkin, adalah fakta bahwa anak dari orang Kenya Luo ini, Barack Obama, memiliki tujuan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat dalam waktu yang sama ketika kebangsaan ayahnya sedang dalam krisis karena adanya cacat pada (dan beberapa menyataan ‘kecurian’) pemilihan umum yang membawa warga Kenya jatuh dalam perang suku yang merenggut nyawa 1.000 orang, yang dipercaya banyak warga Luo sebagai pengantar untuk waktu yang telah dinubuatkan oleh peramal mereka, Johanwa Owalo…”


Karena binatang pertama dalam Wahyu 13 (Obama) dinubuatkan hanya memiliki waktu 42 bulan (3,5 tahun), maka waktunya dimulai sejak hari Inagurasi Kepresidenan Obama pada 20 Januari 2009, yang berarti bahwa pada akhir Juli 2012 kita akan melihat kehancuran dari Amerika Serikat, kemungkinan terjadi dari nuklir yang dideskripsikan sebagai kehancuran dari “Putri Babel” (Amerika) dan rajanya dalam Yeremia 50 dan 51.


The alien who is among you shall rise higher and higher above you, and you shall come down lower and lower…” (Deuteronomy 28:43).

“Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan menjadi makin tinggi mengatasi engkau, tetapi engkau menjadi makin rendah…” (Ulangan 28:42).





Mungkinkah nubuatan dari Johanwa Owalo tentang ‘anak’ dari Kenya ini tepat seperti yang digadang-gadangkan bahwa ia adalah nabi yang bernubuat dengan tingkat akurasi seperti Yesus? Mari kita nantikan akhir Juli 2012. Semoga saja semua ini hanya akan menjadi legenda Kenya



Sumber:

http://www.christian-forum.net/index.php?showtopic=25500

http://www.firststonellc.com/JohanwaOwaloResearch.pdf



.

July 4, 2010

BAB 6: Aku Ada di Sini Karena Aku Normal

.

Mazmur 62:12

“Dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.”



Pada pagi hari dimana Tuhan mengunjungi kami di ruangan itu, Ia meraih tangan kami dan kami mulai bergerak turun. Hatiku dipenuhi ketakutan yang bahkan tidak bisa kujelaskan. Aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa melepaskan tangan Juruselamatku. Aku merasa bahwa Yesus adalah hidupku dan cahayaku, dan semua harapanku ada padaNya; jika tidak aku akan tertinggal di tempat itu selamanya. Aku bahkan tidak pernah menyangka aku akan pergi ke tempat itu. Aku bahkan tidak percaya tempat seperti itu nyata. Bahkan sebagai orang Kristen, aku selalu menyangka bahwa api penyucian adalah neraka, namun Tuhan menunjukkan kepadaku kenyataan dari neraka.


Ketika kami tiba di neraka, aku merasakan tempat itu bergetar dan semua iblis disana berlari untuk bersembunyi, karena tidak satupun dari mereka mampu menahan kehadiran Tuhan. Kami bahkan mendengar jiwa yang terpenjara menjerit lebih nyaring, karena mereka tahu Yesus dari Nazaret ada disana. Mereka semua tahu bahwa disana ada satu pribadi yang mungkin dapat mengeluarkan mereka. Mereka memiliki harapan itu, walaupun itu hanyalah harapan palsu.





Kami berjalan sambil bergandengan tangan dengan Yesus dan tiba di bagian perzinahan. Yesus berhenti untuk melihat seorang wanita yang tubuhnya penuh dilapisi dengan api. Ketika Yesus melihatnya, ia mulai keluar dari api secara perlahan, walaupun penderitaannya tidak pernah berhenti. Kami dapat melihat bahwa ia benar-benar telanjang dan semua bagian tubuhnya masih jelas terlihat. Tubuhnya benar-benar kotor dan ia sangat bau. Rambutnya benar-benar kacau, dan ia dipenuhi dengan lumpur berwarna kuning kehijauan. Ia tidak memiliki mata dan bibirnya berjatuhan menjadi serpih-serpih kecil. Ia tidak memiliki telinga, hanya lubang. Dengan tangannya, yang telah hitam karena hangus, ia mengambil daging yang jatuh dari wajahnya dan mencoba menempelkannya kembali. Namun hal ini justru membuatnya merasakan kesakitan yang lebih parah.


Ia lalu gemetar dan menjerit lebih keras; jeritan-jeritannya tidak pernah berhenti. Ia dipenuhi ulat, dan ada seekor ular yang melingkar di lengannya. Ular itu begitu gemuk dan dipenuhi duri di seluruh permukaan tubuhnya. Angka 666 terukir di tubuh wanita itu; angka dari binatang yang disebutkan di Wahyu 13:16-18 (Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya, yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam / 666).


Ia juga memiliki piringan metal tertancap di dadanya, terbuat dari metal yang tidak dikenal, metal itu tidak pernah leleh oleh api. Pada piringan itu terdapat tulisan yang terbuat dari bahasa yang aneh, namun kami dapat memahami apa yang tertulis disana. Tertulis, “AKU ADA DI SINI KARENA PERZINAHAN.”


Ketika Yesus melihatnya, Ia bertanya, “Elena, mengapa kau ada di tempat ini?” Ketika Elena menjawab Tuhan, tubuhnya meringkuk karena kesakitam yang menyiksanya. Ia berkata bahwa ia ada disana karena berzinah. Ia meminta pengampunan dari Tuhan terus berulang-ulang.

Lalu kami mulai melihat saat-saat kematiannya. Ketika ia mati, ia sedang berhubungan seks dengan salah satu teman prianya, karena ia berpikir bahwa pria yang selama ini menjadi pacarnya dan tinggal bersamanya sedang pergi dalam sebuah perjalanan bisnis. Namun, ia kembali dari pekerjaannya dan melihat Elena sedang di ranjang dengan pria lain. Lalu pria itu pergi ke dapur mengambil sebuah pisau pesar dan menancapkannya di punggung Elena. Ia tewas dan dibawa ke neraka, persis seperti keadaannya saat mati; telanjang bulat.


Di neraka, segalanya termaterialisasi dan ia masih memiliki pisau besar yang tertancap di punggungnya, membuatnya merasakan kesakitan yang hebat. Sampai saat ini, ia telah di neraka seama 7 tahun dan ia masih dapat mengingat setiap momen dalam hidup dan matinya. Ia juga teringat ketika seseorang mencoba memberitahunya tentang Yesus; bahwa hanya Ialah satu-satunya yang dapat menyelamatkannya. Namun sekarang semua sudah terlambat untuknya dan semua orang di neraka.


Firman Tuhan banyak berbicara tentang perzinahan dengan sangat jelas. Perzinahan adalah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. 1 Korintus 6:13, “Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh”, Juga dalam 1 Korintus 6:18 dinyatakan, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.”


Setelah Yesus selesai berbicara dengannya, ia ditutupi oleh selimut api yang besar dan kami tak dapat melihatnya lagi. Tapi kami tetap mendengar suara dari dagingnya yang terbakar dan teriakan yang mengerikan itu, suara yang bahkan tak dapat kujelaskan dengan kata-kata.


Selama kami berjalan dengan Tuhan, Ia menunjukkan kepada kami banyak orang disana: pemuja idola, orang-orang yang menggunakan dan mempraktekkan sihir, orang-orang tak bermoral, pezinah, pembohong, dan homoseksual. Kami begitu ketakutan, hal yang kami inginkan hanya pergi. Tetapi Yesus terus berkata bahwa penting untuk melihat agar kami dapat memberitahu yang lain, supaya mereka mau percaya.


Kami melanjutkan perjalanan dengan Yesus, bahkan memegang tanganNya semakin erat. Kami tiba di tempat yang bagiku tidak mungkin terlupakan, kami melihat lelaki muda berusia 23 tahun, dimasukkan ke dalam api sampai ke pinggangnya. Kami tidak dapat melihat apa sebenarnya yang menyiksanya, namun angka 666 terukir padanya. Ia juga memiliki piringan metal di dadanya yang bertulisan, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”. Ketika ia melihat Yesus, ia mengulurkan tangannya ke arah Yesus dan memohon belas kasihan. Firman Tuhan berata dalam Amsal 14:12, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.





Ketika kami membaca tulisan di piringan itu yang bertuliskan “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”, kami bertanya pada Tuhan, “Tuhan, bagamana bisa!? Mungkinkah seseorang datang ke sini karena alasan ini?” Lalu Yesus bertanya padanya, “Andrew, kenapa kamu ada di tempat ini?” Ia menjawab, “Yesus, saat aku di bumi, aku kira membunuh dan mencuri adalah dosa, itulah mengapa aku tidak pernah mencoba untuk lebih dekat kepadaMu.” Dalam Mazmur 9:18 dikatakan, “Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.


Andrew membuat kesalahan besar dengan mengklasifikasikan dosa, persis seperti yang banyak dilakukan orang hari-hari ini. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23). Lebih jauh, saat Alkitab berbicara tentang dosa, Alkitab tidak pernah mengklasifkaskan dosa-dosa, karena semua dosa adalah dosa. Andrew memiliki kesempatan untuk mengenal dan menerima Yesus, tapi ia tidak mengambil kesempatan yang Tuhan berikan untuknya. Mungkin ia memiliki ribuan kesempatan untuk mengenal Tuhan, tapi ia tidak pernah memiliki keinginan untuk mengenalNya, dan itu adalah alasan mengapa ia di neraka. Lalu selimut api yang besar menutupi tubuhnya dan kami tidak pernah melihatnya lagi.


Kami melanjutkan perjalanan bersama Yesus. Di kejauhan kami melihat sesuatu berjatuhan, seperti bongkahan material. Ketika kami mendekat, kami melihat bahwa itu adalah manusia yang berjatuhan ke neraka di saat itu. Orang-orang yang baru saja meninggal di bumi tanpa menerima Yesus Kristus di hati mereka, mereka semua tiba di neraka.





Kami melihat seorang pria muda, banyak iblis berlari ke arahnya dan mulai menghancurkan tubuhnya. Dengan segera, tubuhnya dipenuhi dengan ulat-ulat. Ia menjerit, “Tidak! Apa ini? Hentikan! Aku tidak mau ada di tempat ini! Hentikan! Ini pasti mimpi! Keluarkan aku dari sini!” Ia bahkan tidak tahu bahwa ia sudah meninggal, dan bahwa ia meninggal tanpa Yesus di hatinya. Iblis-iblis menjadikannya bahan lelucon dan terus menyiksa tubuhnya. Lalu angka 666 muncul di dahinya, dan sebuah piringan metal muncul di dadanya. Walaupun kami tidak bisa melihat alasan yang menyebabkan ia masuk ke neraka, kami tahu dengan pasti bahwa ia tidak akan pernah keluar lagi.





Tuhan memberitahu kami bahwa siksaan orang-orang di neraka ini akan menjadi jauh lebih parah setelah hari penghakiman. Jika mereka menderita dengan cara yang sangat buruk dan mengerikan sekarang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka akan menderita setelah hari penghakiman.


Kami tidak melihat anak kecil di sana. Kami hanya melihat ribuan dan ribuan orang-orang muda; laki-laki dan perempuan dari berbagai kebangsaan. Lagipula, di neraka tidak ada lagi kebangsaan atau level sosial, semua datang untuk disiksa dan dihukum. Disana ada satu hal yang diinginkan semua orang, yaitu kesempatan untuk keluar, paling tidak untuk satu detik. Mereka juga menginginkan setetes air untuk menyegarkan lidah mereka, seperti kisah orang kaya di Alkitab (Lukas 16:19), namun itu tidak mungkin lagi, mereka memilih kemana mereka mau untuk menghabiskan keabadian mereka. Mereka memilih untuk menghabiskannya tanpa Tuhan. Tuhan tidak pernah mengirim siapapun ke neraka, semua tiba disana berdasarkan perbuatan mereka sendiri. Galatia 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”





Hari ini, kau mendapat kesempatan besar untuk mengubah tujuan abadimu. Yesus masih ada sekarang, dan Alkitab berkata bahwa saat kita memiliki hidup, kita juga memiliki harapan. Hari ini kau memiliki hidup, jangan lewatkan kesempatan, bisa saja ini kesempatanmu yang terakhir. Kumohon percayalah tentang neraka. Ini sungguh! Ini kenyataan! Jangan keraskan hatimu, jangan menjadi orang bebal seperti yang dinyatakan oleh Abraham:


Lukas 16:27-31

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abaham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...

(Next chapter we will go to Heaven)



.

July 1, 2010

BAB 5: Cinta di Bumi, Kebencian di Neraka

.

Hasil Translation dari 7 Columbia Youth go to Hell and Heaven
(Chapter 5 from 12 chapters)



Roma 6:23

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”



Ketika kami turun ke sana, aku merasakan rasa sakit dan merasakan pengalaman mejadi orang mati. Aku begitu ketakutan dengan apa yang aku lihat. Aku menyadari ada begitu banyak orang di sana; semua berteriak dan menangis. Di sana benar-benar gelap, namun dengan keberadaan Tuhan, kegelapan itu lenyap. Kami melihat ribuan dan ribuan jiwa menangis dan meminta pertolongan dan belas kasih. Mereka menjerit kepada Tuhan untuk mengeluarkan mereka dari tempat itu. Kami juga merasakan kesakitan yang luar biasa karena kami tahu bahwa Tuhan sangat menderita kapanpun Ia melihat mereka.


Banyak yang menangis kepada Tuhan untuk mengeluarkan mereka hanya untuk satu menit, hanya untuk satu detik. Tuhan akan menanyai mereka, “Kenapa kau mau keluar?”, dan mereka akan menjawab, “Karena aku mau diselamatkan! Aku mau bertobat dan diselamatkan!” Bagaimanapun, sudah terlambat bagi mereka.


Bagi kau yang membaca tulisanku sekarang, sekaranglah kesempatan untuk memilih tujuan abadimu. Kau dapat memilih keselamatan yang kekal, atau siksaan yang kekal.


Kami masuk makin jauh. Aku melihat lantai tempat kami berjalan mulai dihancurkan oleh api; lumpur dan api keluar melaluinya. Disana juga tercium aroma yang menjijikkan dimanapun. Kami merasa begitu sedih dan pusing karena aroma dan jeritan-jeritan semua orang.


Di kejauhan kami melihat seorang pria, yang dimasukkan ke dalam lumpur api sampai ke pinggangnya. Kapanpun ia menjulurkan tangannya, daging dari tulang-tulangnya akan berjatuhan ke dalam lumpur. Kami dapat melihat kabut kelabu di dalam tulangnya, maka kami bertanya pada Tuhan apa itu. Kabut tipe ini dimiliki setiap orang di neraka. Tuhan menjelaskan kepada kami bahwa itu adalah jiwa mereka yang terperangkap di dalam tubuh dosa; seperti yang tertulis dalam Wahyu 14:11: “Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”




Kami mulai memahami banyak hal yang telah kami abaikan di bumi; paling terutama, pesan terjelas adalah bahwa hidup kita di bumi menentukan dimana kita akan tinggal dalam keabadian.

Saat kami berjalan dengan bergandengan tangan pada Tuhan, kami menyadari bahwa neraka memiliki banyak tempat yang berbeda dengan level siksaan yang berbeda-beda. Kami datang di suatu tempat yang memiliki banyak sel yang berisi jiwa-jiwa yang tersiksa. Jiwa-jiwa itu disiksa dengan banyak tipe iblis. Iblis-iblis itu akan mengutuki jiwa itu, berkata, “Kamu makhluk terkutuk, sembah setan! Layani dia seperti yang kau lakukan ketika kau masih di bumi!” Jiwa itu sangat menderita karena ulat-ulat; dan apinya seperti air keras yang melapisi seluruh tubuhnya.


Kami melihat dua pria di dalam satu sel, tiap orang memegang belati di tangannya dan mereka saling menusuki satu dengan yang lain. Mereka akan berkata kepada yang lain, “Kau makhluk terkutuk! Karena kamulah aku ada disini! Kamu membuatku ada disini karena kamu telah membutakan aku untuk menerima kebenaran dan tidak membiarkanku mengenali Tuhan! Kamu tidak membiarkanku menerimaNya! Banyak kesempatan datang padaku tapi kau tidak membiarkanku menerimaNya! Itulah kenapa aku disini, disiksa siang dan malam!”


Melalui penglihatan, Tuhan menunjukkan kepada kami kehidupan mereka di bumi. Kami melihat mereka di bar bersama. Sebuah argumen dimulai yang berujung pada perkelahian. Mereka sudah mabuk. Salah satu dari mereka mengambil botol yang pecah dan yang lain mengeluarkan pisau. Mereka bertarung hingga tiap-tiap mereka terluka parah dan mati. Kedua pria itu terkutuk untuk mengulang skenario tersebut selamanya. Mereka juga tersiksa dengan kenangan bahwa mereka pernah menjadi sahabat di bumi, cinta mereka bagaikan cinta kakak-beradik.


Aku mau memberitahumu sekarang, hanya ada satu teman sejati, dan namaNya adalah Yesus dari Nazaret. Dialah teman yang sebenarnya. Ia adalah teman yang setia, yang selalu bersamamu dalam segala perkara.


Selama kami melanjutkan berjalan, kami melihat seorang wanita dalam sel, ia berguling-guling dalam lumpur. Rambutnya benar-bena kacau dan penuh lumpur. Di dalam sel itu terdapat ular yang sangat besar dan gemuk. Ular itu mendekatinya, mengelilingi tubuhnya, dan masuk ke dalam tubuhnya melalui alat kelaminnya. Ia dipaksa melakukan hubungan seksual dengan ular itu. Di neraka, semua pria dan wanita yang menghidupi perzinahan dipaksa mengulang semua perzinahan mereka. Namun, mereka harus melakukannya dengan ular-ular yang dilapisi dengan duri sepanjang 6 inci. Ular itu menghancurkan tubuh wanita itu tiap kali ia masuk ke dalam tubuhnya. Ia menjerit kepada Tuhan dan meminta kepadanya untuk menghentikannya. Ia tidak mau menderita lagi. “Buatlah ini berhenti! Aku tidak akan melakukannya lagi! Tolong! Buatlah ini berhenti!” Ia memohon kepada Tuhan sedangkan ular itu masuk ke dalamnya dan menghancurkan tubuhnya terus berulang-ulang.




Kami mencoba menutupi telinga kami dari tangisannya namun kami masih bisa medengarnya. Kami bahkan mencoba lebih keras untuk menutup telinga kami, namun sia-sia saja. Kami berkata kepada Tuhan, “Tolong Tuhan, kami tidak mau melihat dan mendengar hal ini lagi! Tolong!” Tuhan berkata, “Sangat penting bagi kalian untuk melihat hal ini, jadi kalian bisa memperingatkan yang lain, karena orang-orangku sedang dihancurkan, orang-orangku mengabaikan keselamatan yang sejati, jalan keselamatan yang sesungguhnya.”


Kami melanjutkan berjalan dan kami melihat danau raksasa dengan ribuan dan ribuan manusia dalam kobaran api. Mereka melambai-lambaikan tangan mereka meminta pertolongan, namun ada banyak iblis melayang-layang di tempat itu. Iblis-iblis itu menggunakan tombak dengan ujung berbentuk ‘S’ untuk menyakiti semua orang yang terbakar di danau. Iblis-iblis mengejek dan mengutuk mereka dengan berkata, “Kau makhluk terkutuk! Sekarang kau harus menyembah setan! Sembah dia, sembah dia seperti yang kau lakukan ketika kau di bumi!” Disana ada ribuan manusia. Kami begitu ketakutan, kami merasa bahwa jika kami tidak memegang tangan Tuhan, kami akan ditinggalkan di tempat yang mengerikan itu. Kami ketakutan akan hal yang kami bayangkan.


Di kejauhan kami melihat seorang pria berdiri dengan kesakitan yang sangat hebat dan pederitaan. Ia memiliki dua iblis yang melayang mengitarinya, menyiksanya. Mereka akan menusukkan tombak mereka ke dalam tubuhnya dan menarik keluar tulang rusuknya. Mereka juga menjadikannya bahan lelucon setiap saat. Lebih jauh, Tuhan menunjukkan pada kami bahwa ia disiksa dari rasa kekuatiran akan keluarganya yang ia tinggalkan di bumi. Pria itu tidak mau keluarganya tiba di tempat penyiksaan yang sama. Ia begitu khawatir karena ia tidak pernah memberi mereka pesan keselamatan. Ia tersiksa karena ia ingat bahwa mereka pernah mendapat kesempatan untuk menerima pesan itu. Ia adalah orang yang sangat penting untuk memberikan pesan ini kepada keluarganya, namun ia memilih untuk mengabaikannya, dan sekarang ia begitu kuatir pada anak-anaknya dan istrinya.




Siksaannya berlanjut dengan iblis memotong kedua tangannya, ia jatuh ke dalam lumpur api. Karena kesakitan yang diakibatkan lumpur api, ia menggeliat-geliut seperti cacing dari satu tempat ke tempat lain. Dagingnya berjatuhan dari tulangnya karena panas. Ia lalu mulai menjalar seperti ular, mencoba keluar dari sana. Namun tiap kali ia mencoba keluar, iblis-iblis mendorongnya untuk kembali dan ia dimasukkan lebih dalam ke dalam lumpur api.


Kami lalu melihat kumpulan iblis di satu tempat. Sesuatu menarik perhatianku, aku melihat bahwa salah satu iblis kehilangan sebelah sayapnya. Aku bertanya pada Tuhan, “Tuhan. Mengapa iblis ini kehilangan satu sayap?” Tuhan menjawab, “Iblis itu dikirim ke bumi dengan satu tujuan, namun ia tidak menyelesaikan tugasnya, dan ia dikembalikan ke neraka oleh salah satu hamba Tuhan. Lalu setan datang dan menghukumnya, dan memotong salah satu sayapnya.” Lalu aku mengerti, bahwa sebagai umat Kristen, kita memiliki otoritas dan kekuatan dalam nama Yesus untuk mengusir semua iblis dan pengikut-pengikutnya.


Bagi temanku yang sedang membaca kata-kata ini sekarang, testimoni ini bukan untuk mengutuk, namun untuk menyelamatkan; supaya kau dapat menguji dirimu sendiri dan melihat kondisi hatimu di hadapan Tuhan. Pesan ini ada supaya kau bisa mengubah jalan-jalanmu, demi keselamatan dan bukan untuk hukuman. Saat ini, angkat hatimu kepada Tuhan dan akuilah dosa-dosamu, jadi apabila Tuhan hadir saat ini, kau bisa ikut pergi bersamaNya, dan bukan pergi ke tempat penyiksaan dimana di dalamnya terdapat ratap dan kertak gigi. Disana, kau baru akan mengerti mengapa Yesus membayar harga yang begitu mahal di atas salib kalvari.


Kami melihat banyak orang di neraka yang tidak menyadari mengapa mereka ada disana. Hidup mereka dipenuhi begitu banyak aktivitas yang mereka pikir bukanlah dosa. Temanku, ujilah dirimu! Jangan berpikir bahwa berbohong, mencuri, menjadi sombong adalah hal-hal yang biasa untuk dilakukan! Ini semua adalah dosa di mata Tuhan! Saudaraku, berbaliklah dan berhentilah melakukan hal-hal ini! Aku memberimu pesan ini supaya kau mau berhenti berbuat dosa secara sengaja, dan melihat lebih dekat wajah dari Tuhan.



TO BE CONTINUED...



.

June 30, 2010

BAB 4: Jika Kau Anakku, Kau Akan Ada di Surga

.

Tuhan memberkatimu, saudara-saudara. Ketika Tuhan meraih tanganku, aku dapat melihat bahwa aku sedang berdiri di atas batu, dan di belakang kami, aku melihat malaikat. Kami mulai bergerak turun melewati terowongan dalam kecepatan yang luar biasa. Dengan cepat aku berputar dan melihat malaikat itu telah hilang, dan aku merasa sangat ketakutan. Aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, dimana malaikat itu? Kenapa ia tidak disini lagi?” Tuhan berkata, “Ia tidak dapat ikut kemana kita akan pergi.”


Kami terus turun dan tiba-tiba berhenti dengan mendadak, seperti di dalam lift. Aku melihat beberapa terowongan dan kami memasuki salah satu terowongan, yaitu terowongan yang diceritakan oleh Sandra. Terowongan dimana orang-orang digantung dengan kait di kepala mereka, dengan rantai di lengan mereka. Dinding yang menjadi tempat penggantungan manusia itu seakan-akan sangat tinggi dan tidak berujung. Jutaan manusia digantung disana. Ulat-ulat memenuhi seluruh tubuh mereka. Aku melihat ke atas dan rupanya masih ada dinding-dinding lain, tiap dinding benar-benar persis. “Tuhan! Banyak sekali orang-orang di tempat ini!” Dalam sekejap, sebuah ayat memasuki pikiranku; ayat yang tidak pernah aku baca. Tuhan memberitahuku, “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas.” (Amsal 27:20)




Kami meninggalkan tempat itu dan tiba di tempat yang kami sebut LEMBAH KUALI. Kuali-kuali disini dipenuhi lumpur yang mendidih dan kami mendekati salah satunya. Orang pertama yang aku lihat adalah seorang wanita. Tubuhnya mengambang dan tenggelam dalam lumpur mendidih, tapi saat Tuhan melihatnya, ia berhenti bergerak dan tetap diam dalam lumpur yang setinggi pinggangnya. Tuhan bertanya, “Wanita, siapakah namamu?” Ia menjawab, “Namaku Rubiella.”


Rambutnya dipenuhi lumpur mendidih dan daging menggantung di tulang-tulangnya, yang telah gosong karena api. Ulat-ulat masuk melalui lubang di matanya, lalu keluar dari mulutnya dan masuk lagi lewat hidungnya dan keluar dari telinganya. Ketika ulat-ulat tidak dapat masuk, mereka dengan mudah membuat lubang untuk memasuki bagian tubuh yang lain, yang menyebabkan kesakitan yang tidak terkatakan.




Ia menjerit, “Tuhan, tolong! Keluarkan aku dari sini. Kasihanilah aku! Aku tidak dapat melanjutkan seperti ini lebih lama lagi! Buatlah berhenti, Tuhan! Aku tidak tahan lagi! Tolong kasihanlah aku!” Tuhan bertanya mengapa ia ada disana. Ia berkata bawa ia ada disana karena kesombongan, sesuai kata yang tertulis di piringan metal di dadanya. Di tangannya terdapat botol yang terlihat biasa, namun baginya itu adalah parfum yang sangat mahal. Rubiella harus mengambil botol itu, yang penuh dengan air keras, dan menyemprotkannya di sekujur tubuhnya. Ini menyebabkan semua daging yang tersemprot meleleh, menyebabkan ia sangat kesakitan.


Ia menjerit kepada Tuhan, “Tuhan, kumohon kasihanilah aku! Aku tidak bisa disini lebih lama lagi! Hanya satu detik, Tuhan!”. Aku tidak mengatakan bahwa menggunakan parfum adalah dosa, namun Tuhan memberitahu kami bahwa wanita itu ada di neraka karena parfumnya, seperti kata-kata Tuhan dalam Ulangan 5:7, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”. Wanita itu ada di neraka karena kecantikannya, parfum-parfumnya, dan kotak-kotak perhiasannya adalah yang terutama di dalam hidupnya. Bagaimanapun, Tuhan Yesus adalah Raja atas segala raja dan Allah atas segala allah! Ia harus menjadi yang utama di hidupmu; itulah mengapa wanita itu di neraka. Dengan kesedihan, Tuhan melihat wanita itu dan berkata,”Rubiella, sudah terlambat untukmu, ulat-ulat akan menjadi ranjangmu, dan ulat-ulat akan menutupimu.” Ketika Tuhan mengatakan itu, selimut api menutupinya dengan sempurna. Selama tubuhnya dihabiskan di dalam kuali, ia menderita kesakitan yang sangat parah.


Kami lalu pergi jauh dan tiba di suatu tempat dengan pintu-pintu raksasa. Ketika kami mendekatinya, pintu-pintu itu terbuka bagi kami. Di dalam kami melihat gua besar. Waktu aku melihat ke atas, aku melihat cahaya-cahaya berwarna yang bervariasi bergerak seperti asap awan. Tiba-tiba; kami mendengar musik; salsa, musik balet, rock, dan aneka macam musik populer yang didengar orang-orang di radio. Tuhan membuat gerakan dengan tanganNya, dan kami melihat jutaan dan jutaan manusia digantung dengan rantai pada tangan mereka. Mereka semua melompat-lompat dengan liar di dalam api.




Tuhan melihat kami dan berkata, “Lihat, ini adalah upah para penari”. Mereka harus melompat gila-gilaan mengikuti irama musik. Jika musik salsa dimainkan, mereka harus melompat sesuai irama, jika segala macam musik dimainkan, mereka harus melompat sesuai irama. Mereka tidak pernah bisa berhenti melompat. Namun jauh lebih buruk dari itu, sepatu mereka memiliki jarum-jarum sepanjang 6 inci. Kapanpun mereka melompat, jarum-jarum itu akan menusuk kaki mereka, dan mereka tidak memiliki saat untuk beristirahat. Ketika seseorang mencoba berhenti, iblis-iblis akan muncul serentak dan menusuk mereka dengan tombak, mengutuki mereka dan berkata, “Sembah dia! Ini adalah kerajaanmu sekarang, sembah setan! Sembah dia! Kau tidak bisa berhenti, sembah dia! Sembah dia! Kau harus menyembahnya! Kamu harus lompat! Kamu harus menari! Kamu tidak bisa berhenti sedetikpun!”


Sungguh sangat mengerikan bahwa banyak di antara orang-orang itu adalah orang Krsten yang pernah mengenal Tuhan, namun mereka ada di klub-klub malam saat mereka meninggal. Mungkin kau bertanya, “Dimana dikatakan di Alkitab bahwa menari itu salah?” Dalam Yakobus 4:4 firman Tuhan berkata: “Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Juga dalam 1 Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Ingatlah bahwa dunia akan berakhir, semua ini akan lenyap, namun siapapun yang melakukan kehendak Allah akan hidup selamanya.


Temanku dan saudaraku, ketika kami meninggalkan tempat ini, kami melihat sesuatu seperti jembatan yang memisahkan bagian neraka ini dengan bagian siksaan yang lain. Kami melihat roh yang berjalan melintasi jembatan. Roh itu tampak seperti boneka yang kita lihat di bumi; kita menyebutnya Treasure Trolls. Mereka memiliki warna rambut yang berbeda-beda, dengan wajah lelaki tua tapi dengan tubuh anak-anak; tanpa organ seksual. Mata mereka dipenuhi kejahatan. Tuhan menjelaskan bahwa mereka adalah roh kerugian. Roh-roh itu memiliki tombak di tangannya dan berjalan dengan bangganya di atas jembatan, seakan-akan mereka adalah raja.





Ketika ia berjalan, ia akan menusuk orang-orang di bawah jembatan dengan tombaknya. Ia akan mengutuki mereka dengan berkata, “Ingatkah kalian akan hari ketika kalian di luar gereja Kristen dan kalian tidak mau masuk ke dalam? Ingatkah kalian pada hari ketika mereka berkhotbah padamu dan kalian tidak mau medengar? Ingatkah kalian akan hari ketika mereka memberimu lembar warta dan kalian membuangnya?” Jiwa-jiwa yang terhilang akan mencoba menutupi letak telinga mereka seharusnya berada. Mereka akan menjawab roh itu, “Diam! Diam! Jangan beritahu aku lagi! Aku tidak mau tahu lagi, diamlah!” Bagaimanapun, roh jahat itu menikmati melakukannya karena kesakitan yang bisa ditimbulkannya pada jiwa-jiwa tersebut.


Kami melanjutkan berjalan bersama Tuhan. Saat kami melihat masa di sekitar kami, kami memperhatikan seorang pria yang menjerit lebih keras dibandingkan yang lain yang terbakar di dalam api. Ia menjerit, “Bapa, Bapa, kasihanilah aku!” Tuhan tidak berniat berhenti untuk melihat pria tersebut, namun ketika kata ‘Bapa’ didengarNya, Ia berhenti dan berputar. Yesus melihatnya dan berkata, “Bapa? Kau memanggilKu Bapa? Bukan, aku bukan bapamu, dan kau bukan anakku. Jika kau anakku, kamu sekarang akan ada bersamaKu di Kerajaan Surga. Kau adalah anak dari bapamu, si iblis.” Dengan segera selimut api naik dan menutupi seluruh tubuh pria itu.


Tuhan menceritakan kepada kami kisah pria tersebut. Pria itu memanggilNya Bapa karena ia pernah mengenalNya. Ia biasa pergi ke gereja dan mendengarkan Tuhan melalui firmanNya, dan ia banyak memperoleh janji dari Tuhan. Maka kami bertanya, “Apa yang terjadi Tuhan? Lalu mengapa ia ada disini?” Tuhan menjawab, “Ia memiliki kehidupan ganda; ia hidup dengan satu cara di rumah, dan cara yang berbeda di gereja. Ia berpikir dalam hatinya, ‘Yah, tidak ada seorangpun yang hidup dekat denganku, tidak seorang pastur ataupun saudara lain, maka aku bebas melakukan apapun yang aku mau.’ Namun ia lupa bahwa mata Tuhan selalu mengamati semua jalan manusia dan tak ada seorangpun dapat berbohong atau bersembunyi dari Tuhan.”


Firman Tuhan memberitahu kami, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7). Pria ini menderita ribuan kali lebih parah dari yang lain. Ia harus membayar dua kali hukuman: Satu untuk dosa-dosanya, dan satu untuk pikirannya bahwa ia bisa menipu Tuhan.


Hari-hari ini, orang-orang banyak yang membuat tingkatan-tingkatan dosa; mereka berpikir bahwa homoseksual, pencuri, dan pembunuh adalah dosa yang jauh lebih besar dibanding pembohong atau penggosip. Namun di mata Tuhan, semua dosa ini memiliki beban yang sama dan harga yang sama. Alkitab membertahu kita, “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya.” (Yehezkiel 18:20) dan “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23).


Teman dan saudaraku, aku mengundangmu sekarang untuk menerima undangan Yesus. Yesus mengulurkan tanganNya yang penuh belas kasih jika kau bertobat dan mengakui dosamu. Firman Tuhan memberitahu kita bahwa mereka yang merubah jalan hidupnya dan bertobat akan diberi belas kasih. Jauh lebih baik percaya saat ini, daripada terus menunggu dan menemukan kenyataan yang pahit nanti saat segalanya terlambat. Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...


.

June 28, 2010

Roh Reptil yang Pernah Kulihat!

.

Hey, guys... Mungkin beberapa dari kalian ada yang banyak baca entry-entry yang aku masukin blog ini dari jaman dahulu kala, tapi mungkin ada juga dari kalian yang cuma baca postingan-postingan terbaru, aku mau menjelaskan tentang suatu hal.


Pada tanggal 6 Februari 2009, aku mem-posting sebuah entry dengan judul "Horror di Sekitar Kita...", entry itu bisa kalian baca di sini.

Nah, dalam entry itu, aku menuliskan kesaksianku tentang setan katak kurus yang aku lihat waktu (kalo ga salah...) umurku baru 11 atau 12 tahun. Berikut testimoniku tentang pengalaman itu:


Malem-malem waktu itu aku mau naik ke lantai 2 rumahku, waktu itu papaku lagi ke luar kota, dan kami semua mau tidur sekamar, tujuannya nemenin mamaku tidur... Jadi kami ber-5 tidur sekamar (Mamaku, aku, ama 3 saudariku)...


Pas mau naik ke atas, aku kan liat ke atas, tiba-tiba ada seseorang yang modelnya aneh banget sampe sekarang aku selalu merinding kalau ngebayangin orang itu...


Orang itu kurus banget, kulitnya hijau tua, pokoknya kurus banget hampir kayak Aming di Extravaganza... selain hijau, kulitnya juga agak mengkilap, dan tangannya itu ada selaputnya kayak kodok, tapi selaputnya tuh luebar banget!

Selain itu, kepalanya gak kelihatan... Bukan gara-gara gak ada, tapi orang itu pake penutup kepala, kayak semacam penutup kepala buat para penyelam gitu, jadi ada 2 lingkaran kaca di bagian mata dan 1 lingkaran besar di bagian hidung dan mulut buat bernapas...

Kesimpulannya, setan yang aku lihat itu berwujud manusia katak kurus yang memakai penutup kepala penyelam...


Begitu tuh makhluk lihat aku, langsung dengan kakinya yang berselaput, tuh makhluk lari dan terhalang tembok...


Aq bener-bener merinding, dan karena tempat tidur buat aku tidur ada di lantai 2, mau gak mau aku mesti ke tempat orang itu tadi lari!!


Suer, selama lari, aku gak berhenti merinding...


Otomatis keluargaku yang aku ceritain gak ada yang percaya, hingga sekarang-pun aku jadi agak percaya kalo aku itu Cuma ngelindur, tapi bayangan setan itu jelas banget di pikiranku... Bahkan kalo ada kertas ama pen, aku bisa gambarin kayak apa model makhluk aneh bin ajaib entu...



Nah, ga lama, waktu aku lagi browsing-browsing tentang simbol illuminati di youtube, aku menemukan sesuatu yang cukup menarik perhatianku, yaitu fakta bahwa di daerah-daerah timur tengah, di tempat banyak orang memakai cadar, ada orang yang wajahnya seperti reptil dan orang-orang itu sangat keji. Ini merupakan hasil manifestasi setan / lucifer di dunia.


Selagi aku mencari-cari info, aku mengikuti saran salah satu video untuk klik di google dan aku ketik "Reptilians Human". Di sana aku banyak menemukan dokumen-dokumen yang membahas tentang fenomena manusia yang seperti reptil. Kalau kalian tertarik, bisa coba-coba baca disini: Humans, nephilim, and Reptilians


Disini aku dikejutkan akan gambar dari salah satu film anak-anak yang berjudul LAND OF THE LOST. Gambar itu menampakkan manusia seperti reptil yang bisa kubilang 80% mirip dengan setan katak yang aku lihat, bedanya di penglihatanku, makhluk itu lebih kurus, mengkilap, dan warnanya lebih hijau tua.



Segala pencarian-pencarian ini sangat menarik dan seru untuk diselidiki sebenarnya. Next time kalo aku ada info lagi yang mistis-mistis, pasti aku postingkan lagi.. Ciao! ^^


.