Powered By Blogger

March 17, 2010

"Did You Hear About The MORGANS?" Movie Review

.

'Did You Hear About The Morgans?' / DYHATM adalah film drama-komedi yang baru saja aku tonton. Dengan aktor dan aktris Hugh Grant dan Sarah Jessica Parker, film ini tentu cukup menarik bagi banyak orang, mengingat kedua bintang Hollywood ini sudah sangat terasah dalam berakting di bidang komedi.




Film ini lumayan lucu dan menghibur, aku cukup suka film seperti ini. Komedi-komedi yang ada di dalamnya tidak terkesan 'mereka berusaha terlalu keras untuk menjadi lucu', tetapi lucu yang ada adalah kelucuan yang ringan dan seakan mengalir dengan cepat dan spontan.

Film ini selain lucu juga mengandung unsur kesedihan, dimana keluarga Morgans sedang di ujung perceraian. Keadaan keluarga mereka kurang berbahagia karena... Kalian nonton sendiri deh! ^^

Dengan tambahan unsur 'crime' dan 'divorce' di dalamnya, aku rasa DYHATM cukup orisinil untuk film ber-genre drama-komedi. Hanya saja ada suatu kekurangan yang cukup tidak mengenakkan untuk ditonton di film ini, yaitu:

Penjahat yang ada di film ini. Penjahat di film ini pada awalnya tampak begitu cerdas, berintelektual tinggi, dan sangat kejam *tidak ragu membunuh Sarah Jessica Parker!*, namun di akhir film, dengan bodoh dan mudahnya penjahat ini bisa dibekuk, bahkan sangat cepat... Terlalu cepat!

Adegan klise yang 'maksa' juga ada, seperti proses percintaan asisten pribadi Sarah dan Hugh. Yah... Tampakanya di film-film apapun akan selalu ada pasangan aneh yang mudah tercipta seperti ini...


Tapi overall DYHATM dapat menghibur siapa saja yang menontonnya, dan menonton film ini dengan pasangan di bioskop juga bukanlah pengalaman yang buruk. Layak dicoba!

Aku sendiri sempat tertawa dan sangat terhibur oleh kalimat-kalimat dan kejadian di film ini, seperti penyemprotan gas pengusir beruang di mata dan adegan pengulangan sumpah pernikahan di bawah bintang.

Wah... Kalau kupikir-pikir, DYHATM ini romantis sekali loh!



Nilai untuk film ini: 7/10


.

March 15, 2010

Alice in Wonderland Movie Review

.

Perasaanku setelah menonton film ini sama persis seperti perasaanku setelah menonton New Moon - Twilight Saga.





Dengan trailer yang dahsyat, ekspektasiku untuk film ini sangat tinggi, bahkan bisa dibilang kemulukan. Yah itu dapat menjadi alasan kenapa aku sangat kecewa terhadap film ini, dan itu juga dapat kalian gunakan sebagai alasan untuk menyalahkanku karena terlalu berharap muluk...

Kalau mau di umpamakan, menonton Alice in Wonderland bagaikan makan kerupuk udang mahal yang rasanya sangat enak, tapi sayangnya melempem. Efek yang dihasilkan lumayan bagus, tapi sound yang ada kurang bombastis. Bandingkan menonton film ini dengan Resident Evil 2, dalam RE2, aku bisa sangat berdebar-debar dan tegang karena sound film yang menggelegar dan 'pas', film ini memiliki kualias musik dan suara yang kurang bisa membangkitkan ketegangan penonton, apalagi saat adegan pertarungan akhir, serasa hambar dan nggak jelas, dan akhirnya harus ditutup dengan tarian aneh dan 'maksa' dari Mad Hatter...


Performance terbaik dalam film ini pantas disematkan untuk Hellena Bonham-Carter sebagai The Red Queen, villain film ini memiliki unsur lucu, tapi benar-benar jahat, bukan jahat yang suam-suam kuku.

Mia sebagai pemeran Alice sangat datar dan seakan-akan tidak memiliki pendirian yang kuat, Alice di film ini sangat kaku dan seakan-akan selalu memikirkan script, karena ia tampak selalu hampir lupa dialog...

The White Queen (Anne Hathaway) berperan standard dan hampir seperti orang gila, tapi ia cukup berhasil membuat karakternya menjadi karaker yang menarik dan perkataannya selalu kunanti-nanti. The White Queen bisa aku cap sebagai tokoh yang misterius dan eksklusif, dimana setiap kalimat yang meluncur dari mulutnya selalu aneh, berwibawa, dan unik. Sayang karakter ini diberi riasan wajah yang berlebihan dan kurang pas di hati...

Akhirnya, The Mad Hatter... Addddduh! Aku NGGAK SUKA dengan akting Johny Depp di film ini! Mad Hatter itu orang gila yang berbeda, bukan Jack Sparrow! Tampaknya Johnny Depp bisa kubilang 'terperangkap' dalam karakter Jack Sparrow setelah bermain dalam 3 film Pirates of The Carribean... Sungguh disayangkan, padahal Johnny Depp seharusnya sangat berbakat, dan ia seharusnya bisa menghasilkan karakter Mad Hater yang 'benar-benar baru'. Terus yang sangat mengganjal, adalah caranya berinteraksi dengan Alice di akhir perpisahan, dimana ia seakan-akan 'jatuh cinta' dengan Alice... What The...!!!??


Aku dikecewakan dengan 2 bagian di film ini.
Pertama: Adegan setelah kejadian Mad Hatter dan si tikus akan dipenggal. Adegan itu cukup bagus dan sedikit seru, tapi setelah itu, ketika mereka menuju istana The White Queen, adegan sangat menurun drastis dan amat-sangat membosankan, dimana dialog yang panjang dan terlalu berbelit-belit terjadi, dan akhirnya Alice mau berperang begitu saja, semua terasa begitu di-skenariokan dan bagi aku jadi terkesan 'maksa'.

Kedua: BANDSNATCHER. Yaitu monster yang pertama kali menyerang dan menimbulkan luka cakaran di lengan Alice. Kalian yang sudah menontonnya pasti ngerti maksudku. Gimana bisa makhluk sebuas macan itu jadi tiba-tiba jinak dan terkesan 'mencintai' Alice sampai rela menyelamatkannya??? Apa gara-gara matanya dikembalika?? Nggak logis.

Overall, kusimpulkan, Alice in Wonderland kurang berhasil untuk membuatku, sebagai penonton, terpesona dan tegang. Setiap adegan dan dialog terasa hambar dan terlalu apa adanya. Adegan perang di akhir film yang tampak 'WOW' di trailer juga tidak fantastis. Pada akhirnya, Wonderland is just an Ordinary World with weird characters in it.




Nilai untuk film ini: 6/10


.

Lukisan Kedamaian

.

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian.

Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.

Lukisan pertama:




Menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua orang yang memandang lukisan itu akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai 'kedamaian'.



Lukisan kedua:




Menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai. Sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar di kejauhan. Di sisi gunung, ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.



Lukisan manakah yang memenangkan lomba???


Sang Raja memilih lukisan nomor dua.


"Tahukah anda mengapa?" Tanya sang Raja;
"Karena kedamaian bukan berarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan, atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, selalu terpaut kepada Allah, Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta meski anda berada di tengah-tengah keributan yang luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati, karena Allah akan selalu menjaga dan bersama anda."


Kedamaian hati adalah kedamaian sejati.



Sumber: Warta GBI Imamat Rajani Edisi 14 Maret 2010


.

'HACHIKO - A Dog's Story' Movie Review

.

Huaaaaa.... Aku terharu oleh film ini!!




HACHIKO- A Dog's Story sebenernya bukan film yang bagus-bagus amat, ceritanya juga mayoritas dari penonton udah pada tahu, tapi ada 'sesuatu' dari film ini, mungkin akting para pemainnya, atau anjingnya, yang bikin film ini spesial dan sedikit misterius...

Walau film ini dikemas secara sederhana tanpa embel-embel hiperbola sama sekali, film ini sama sekali nggak membosankan, malah, tiap adegan selalu membuat penonton bertanya-tanya, apa adegan berikutnya? Apa adegan berikutnya??

SPOILER *in shocking pink colour*:

Hachi adalah seekor anjing jenis Akita *jenis anjing Jepang* yang hilang dan 'menemukan' profesor (Richard Gere), dimana sejak saat itu, persahabatan mereka-pun terjalin. Profesor yang pada awalnya dilarang oleh sang istri untuk memelihara anjing-pun, akhirnya berhasil meluluhkan kekerasan hati sang istri, dan mengijinkan profesor memelihara anjing itu.

Saat Hachi beranjak remaja, Hachi memiliki kebiasaan untuk 'mengantar-jemput' sang profesor. Namun suatu hari, Hachi tidak ingin mengantar profesor, ia bahkan seakan-akan berusaha melarang profesor untuk pergi bekerja, tapi profesor yang tidak menangkap arti komunikasi Hachi tetap berangkat, dan as you all know, the profesor die that day... *OH NO!*

Kematian profesor itu membuat keluarganya sedih, tapi tampaknya tak ada yang jauh lebih sedih daripada Hachi. Hachi tetap menunggu di depan stasiun, bahkan ia sampai kabur dari rumah anak profesor. Ia menerjang panas dan dinginnya salju, menunggu dan terus menunggu... Hachiko yang menunggu selama 10 tahun telah berubah dari anjing Akita yang cantik menjadi sejenis anjing Chow-Chow yang terlihat sedih... Huaaaa....

2 adegan yang paling berkesan adalah ketika istri sang profesor menemukan Hachi 10 tahun kemudian. Ia begitu terkejut ketika melihat bahwa Hachi yang tua dan kotor masih terus menunggu di depan stasiun, adegan itu bahkan sampai membuat si penjual hot-dog menangis... Lalu adegan berikutnya yang bener-bener bikin aku mewek *yah!! Ketahuan!!* adalah adegan ketika Hachi akhirnya menyadari bahwa ajalnya sudah dekat... Dengan tertatih-tatih ia beranjak dari bawah kereta usang menuju 'spot' penantiannya yang biasa, disana ia duduk, menunggu sebentar, melihat orang-orang keluar dari peron seperti biasa, tak ada profesor seperti biasa, lalu ia memejamkan mata, dan akhirnya mati, dimana flashback terjadi dan klip-klip Hachi muda berlari-lari dengan Richard Gere yang tua tetapi fit dipertontonkan. Kasian buanget!

Film ini jadi membuatku bertanya-tanya, apakah anjing bisa merasakan ajal seseorang dan ajalnya sendiri?? Saat adegan akhir ia berjumpa dengan profesor, ia berusaha melarang profesor pergi bekerja, seakan-akan ia dapat melihat malaikat maut sedang mengitari profesor hari itu... Kemudian saat Hachi akan mati, ia seolah-olah menyadari bahwa ia ditakdirkan mati di spot penantiannya, sehingga ia harus tertatih-tatih berpindah tempat di malam yang sangat dingin dan bersalju...

Aku sangat terpesona dengan anjing di film ini!! Siapa ya namanya?? Sayang di daftar pemain tidak dicantumkan... Akting anjing ini bagus! Hahahahaha... Apalagi film ini tampaknya memakai 4 jenis anjing Akita. Yah, mungkin 3 jenis, Hachi anak, Hachi remaja, dan Hachi tua, dimana ketiga anjing itu memainkan perannya dengan sempurna! *err... tampaknya kalian harus mulai mempertanyakan kredibilitas review-ku... tapi yah begitulah keadaannya!*

Tapi ada juga adegan kurang jelas di film ini, seperti pertemuan Hachi dengan seekor poodle betina berwarna putih yang bernama Lucky, mungkin itu penambahan unsur entertainment untuk film ini yang dipikirkan sang sutradara, sayang pertemuan singkat itu tidak berujung kemana-mana, seakan-akan itu hanya iklan untuk mempromoskan keindahan anjing poodle *yang di film ini: buruk rupa*, nampaknya sang sutradara ingin menambahkan unsur percintaan anjing *Who doesn't like 101 Dalmatians???* di film ini yang gagal dan malah manjadi 'turn-off' bagi aku sebagai penonton...

Kemudian, walau aku tahu ini kisah nyata, tapi aku ingin mengkritisi pemiliki anjing itu, a.k.a istri dan anak profesor, seharusnya mereka tahu kalau Hachi sedang sedih akan kematian profesor, tapi kenapa mereka tidak berusaha menghibur Hachi?? Misalnya membawa Hachi jalan-jalan, kasih makan enak, ajak bermain, pokoknya supaya Hachi nggak usah menunggu sampai semenderita itu!! *ini lebih ke kritisi fakta, bukan film*

Yah... Tetapi selesai menonton film ini, para penonton yang memiliki anjing *aku contohnya* akan berpikiran, "Benarkah anjing se-spesial itu?? Benarkah anjingku se-setia itu???", mungkin penonton yang nggak punya anjing, atau bahkan yang nggak suka anjing bisa berpikir, "Aku mau punya anjing!"

Dengan malu harus ku akui, aku memang berkaca-kaca dalam menonton beberapa adegan di film ini, tapi aku memiliki hak untuk membela diri: Orang yang menonton film ini tanpa terharu sedikit-pun adalah orang yang hatinya lebih keras dari palu! Hatiku kan lembut...


Nilai untuk film ini: 7.4/10



Jadi kangen Riki, Chicko, ama Nalla... Duh! Kayaknya aku harus pergi untuk memperhatikan anjingku nih... Ciaoo!


.

March 14, 2010

The Dream About My Own Web

.

Aku sangat ingin punya web...

Aku suka sekali liat web tentang Leona Lewis dari Perancis. Kalo kalian mau tahu, liat di www.leonaweb.net...

Punya web itu kayaknya keren banget!

Kalo punya web, aku mau kasih nama 'johansenhalimweb.net' aja... Biar simple dan aku inget terus.

Nanti kalo udah canggih, baru aku buat web lain pake nama yang lebih komersil..

Kalo punya web nanti, aku bakal lebih aktif nulis, dan yang aku masukin di web, pastinya harus lebih berbobot daripada yang di blog ini...

Sekarang aku lagi ngikutin mata kuliah Design Web... Kira-kira disini aku diajarin buat blog ampe tuntas atau cuma diajarin men-desain web ya...??

Aku mau di akhir semester, aku udah punya 'johansenhalimweb.net'..

Aku ambisius, aku aneh, aku lebay...

Tapi ya itu mauku, aku mau punya web.

Tapi aku nggak bisa mengoperasikan 'Flash', dan aku bahkan nggak tahu apa itu 'Dreamweaver'...

Aku excited belajar Design Web, tapi di waktu yang sama, aku juga takut belajar Design Web...


Aku takut nggak bisa.


Tapi gimana mau bisa kalo nggak belajar?

Aku mau bisa tanpa belajar...

Aku mau punya web...

Aku mau punya web...

*Sumpah, entry-ku yang ini bikin aku kayak psycho gila...*




Tapi aku mau punya web....
....
...
..
.



.

'NINE' Movie Review

.

Baru aja aku selesai menonton film Nine, film musikal yang memiliki tayangan indah, stars yang very attractive, dan seni musik yang extraordinary *dari segi lagu, cara menyanyi, dan menari*. Sayangnya, film ini...




Nanti dulu... Nine adalah film musikal yang di sutradarai oleh Rob Marshall, sang sutradara dari film CHICAGO (Catherine Zetta-Jones, Richard Gere, dan Rene Zellwenger) yang fenomenal. Dari segi kesenian, harus aku akui film ini menang jauh dari Chicago, dengan lagu-lagu yang lebih 'berat' dan koreografi yang canggih dan sangat memanjakan mata penonton.

NINE bercerita tentang *bagi yang nggak mau spoiler, jangan baca tulisan berwarna shocking pink berikut*:


Seorang sutradara mengadakan konferensi pers dan menyatakan bahwa dirinya akan membuat sebuah film. Karena sutradara ini terkenal, film berikutnya ini sangat ditunggu-tunggu dan banyak orang yang excited untuk mendengar cerita dari film baru yang memiliki judul 'ITALIA' itu.

Yang membuat ITALIA sangat menarik rasa penasaran, adalah fakta bahwa tidak ada satupun orang yang tahu isi cerita film yang akan segera digarap tersebut, bahkan sahabat si pembuat film sendiri tidak tahu... Ternyata, bahkan si pembuat film sendiri tidak memiliki ide cerita di kepalanya!

Dengan tekanan dari berbagai pihak, sutradara film ITALIA ini (yang diperankan oleh Daniel Day-Lewis) sangat stress dan depresi, ia berusaha memikirkan ide cerita, tapi ia benar-benar buntu dan tidak memiliki inspirasi apapun, padahal semua orang sangat penasaran dan sudah berpikir bahwa ada cerita yang luar biasa dibalik film berjudul ITALIA tersebut.

Selama memikirkan ide cerita, sang sutradara terus membayangkan artis-artis bernyanyi untuknya, yaitu artis-artis yang sangat cantik dan berbakat. Pada akhir film, ia terpaksa mengaku pada seluruh pekerjanya bahwa tidak ada film. ITALIA tidak memiliki cerita sama sekali.

Film batal dibuat, dan nama sang sutradara tidak didengar selama 2 tahun, akhirnya di ending film, sutradara tersebut membuat film berjudul NINE.


Film ini memiliki tingkat kesenian yang tinggi, apalagi dengan artis-artis seperti Nicole Kidman, Penelope Cruz, Kate Hudson, Marion Cortillard, dan Fergie, film ini akan menarik banyak orang untuk menontonnya.

Namun *kelanjutan dari intro di awal*,
Sayangnya, film ini tidak didukung cerita yang jauh lebih rumit. Film ini sangat dangkal, yang membuat durasinya panjang hanya imajinasi sang sutradara yang indah. Inti film ini: Sutradara mau bikin film, tapi nggak punya ide cerita.

Tapi bagi orang-orang melankolis yang jauh lebih bisa menghargai kesenian, film ini cukup pantas untuk ditonton. Tapi tidak disarankan bagi orang-orang yang kurang suka kesenian tari dan nyanyi untuk menonton film ini, yang jadi malah kalian akan tidur di bangku bioskop.

Aku pribadi sangat suka melihat orang menari dan menyanyi, apalagi jika yang melakukannya adalah artis-artis seperti Fergie dan Nicole Kidman, apalagi disini, Penelope dan Kate Hudson sangat-sangat HOT dan membuatku tidak berkedip.

Pastinya untuk membuat film ini, mereka semua harus berlatih berbulan-bulan, terbukti dari performance di film yang flawless, apalagi di bagian saat Fergie menari sambil memukul tamborin, lalu menggenggam pasir. Sungguh terkesan SEXY and very Italian...

Kesimpulanku:
-Yang suka liat orang nari dan nyanyi, nontonlah. Begitu pula sebaliknya.


Nilai untuk film ini: 7.8/10

.

White Day: Is It Important?

.
White day adalah perayaan setiap tanggal 14 Maret yang merupakan kebalikan dari valentine’s Day.



Banyak orang menyatakan, Valentine’s Day adalah hari dimana seorang gadis menunjukkan cintanya pada seorang pria lewat hadiah, jadi 14 maret adalah saatnya si pria membalas hadiah dari si gadis.

Sebenarnya White Day hanya sebuah hari dimana kita ingin menunjukkan rasa terima kasih kita kepada orang yang telah menyayangi kita. Siapapun dia, sudah saatnya kita membalas kebaikan dan kasih sayang orang-orang di sekitar kita.

Siapapun dia… Papa, mama, saudara, sahabat, teman, siapapun itu, ayo kita tunjukkan rasa terima kasih kita kepada mereka.



Yang terpenting? Jangan lupakan Yesus yang sudah sangat-sangat-sangat menyayangi kita sepanjang usia kita!


Terus, jangan Cuma setiap tanggal 14 maret kita praktekkan, tunjukkanlah setiap hari agar kasih Tuhan itu nyata terpancar dari cara hidup kita! ^^

God Bless You all!!

.