Powered By Blogger
Showing posts with label Riki. Show all posts
Showing posts with label Riki. Show all posts

March 15, 2010

'HACHIKO - A Dog's Story' Movie Review

.

Huaaaaa.... Aku terharu oleh film ini!!




HACHIKO- A Dog's Story sebenernya bukan film yang bagus-bagus amat, ceritanya juga mayoritas dari penonton udah pada tahu, tapi ada 'sesuatu' dari film ini, mungkin akting para pemainnya, atau anjingnya, yang bikin film ini spesial dan sedikit misterius...

Walau film ini dikemas secara sederhana tanpa embel-embel hiperbola sama sekali, film ini sama sekali nggak membosankan, malah, tiap adegan selalu membuat penonton bertanya-tanya, apa adegan berikutnya? Apa adegan berikutnya??

SPOILER *in shocking pink colour*:

Hachi adalah seekor anjing jenis Akita *jenis anjing Jepang* yang hilang dan 'menemukan' profesor (Richard Gere), dimana sejak saat itu, persahabatan mereka-pun terjalin. Profesor yang pada awalnya dilarang oleh sang istri untuk memelihara anjing-pun, akhirnya berhasil meluluhkan kekerasan hati sang istri, dan mengijinkan profesor memelihara anjing itu.

Saat Hachi beranjak remaja, Hachi memiliki kebiasaan untuk 'mengantar-jemput' sang profesor. Namun suatu hari, Hachi tidak ingin mengantar profesor, ia bahkan seakan-akan berusaha melarang profesor untuk pergi bekerja, tapi profesor yang tidak menangkap arti komunikasi Hachi tetap berangkat, dan as you all know, the profesor die that day... *OH NO!*

Kematian profesor itu membuat keluarganya sedih, tapi tampaknya tak ada yang jauh lebih sedih daripada Hachi. Hachi tetap menunggu di depan stasiun, bahkan ia sampai kabur dari rumah anak profesor. Ia menerjang panas dan dinginnya salju, menunggu dan terus menunggu... Hachiko yang menunggu selama 10 tahun telah berubah dari anjing Akita yang cantik menjadi sejenis anjing Chow-Chow yang terlihat sedih... Huaaaa....

2 adegan yang paling berkesan adalah ketika istri sang profesor menemukan Hachi 10 tahun kemudian. Ia begitu terkejut ketika melihat bahwa Hachi yang tua dan kotor masih terus menunggu di depan stasiun, adegan itu bahkan sampai membuat si penjual hot-dog menangis... Lalu adegan berikutnya yang bener-bener bikin aku mewek *yah!! Ketahuan!!* adalah adegan ketika Hachi akhirnya menyadari bahwa ajalnya sudah dekat... Dengan tertatih-tatih ia beranjak dari bawah kereta usang menuju 'spot' penantiannya yang biasa, disana ia duduk, menunggu sebentar, melihat orang-orang keluar dari peron seperti biasa, tak ada profesor seperti biasa, lalu ia memejamkan mata, dan akhirnya mati, dimana flashback terjadi dan klip-klip Hachi muda berlari-lari dengan Richard Gere yang tua tetapi fit dipertontonkan. Kasian buanget!

Film ini jadi membuatku bertanya-tanya, apakah anjing bisa merasakan ajal seseorang dan ajalnya sendiri?? Saat adegan akhir ia berjumpa dengan profesor, ia berusaha melarang profesor pergi bekerja, seakan-akan ia dapat melihat malaikat maut sedang mengitari profesor hari itu... Kemudian saat Hachi akan mati, ia seolah-olah menyadari bahwa ia ditakdirkan mati di spot penantiannya, sehingga ia harus tertatih-tatih berpindah tempat di malam yang sangat dingin dan bersalju...

Aku sangat terpesona dengan anjing di film ini!! Siapa ya namanya?? Sayang di daftar pemain tidak dicantumkan... Akting anjing ini bagus! Hahahahaha... Apalagi film ini tampaknya memakai 4 jenis anjing Akita. Yah, mungkin 3 jenis, Hachi anak, Hachi remaja, dan Hachi tua, dimana ketiga anjing itu memainkan perannya dengan sempurna! *err... tampaknya kalian harus mulai mempertanyakan kredibilitas review-ku... tapi yah begitulah keadaannya!*

Tapi ada juga adegan kurang jelas di film ini, seperti pertemuan Hachi dengan seekor poodle betina berwarna putih yang bernama Lucky, mungkin itu penambahan unsur entertainment untuk film ini yang dipikirkan sang sutradara, sayang pertemuan singkat itu tidak berujung kemana-mana, seakan-akan itu hanya iklan untuk mempromoskan keindahan anjing poodle *yang di film ini: buruk rupa*, nampaknya sang sutradara ingin menambahkan unsur percintaan anjing *Who doesn't like 101 Dalmatians???* di film ini yang gagal dan malah manjadi 'turn-off' bagi aku sebagai penonton...

Kemudian, walau aku tahu ini kisah nyata, tapi aku ingin mengkritisi pemiliki anjing itu, a.k.a istri dan anak profesor, seharusnya mereka tahu kalau Hachi sedang sedih akan kematian profesor, tapi kenapa mereka tidak berusaha menghibur Hachi?? Misalnya membawa Hachi jalan-jalan, kasih makan enak, ajak bermain, pokoknya supaya Hachi nggak usah menunggu sampai semenderita itu!! *ini lebih ke kritisi fakta, bukan film*

Yah... Tetapi selesai menonton film ini, para penonton yang memiliki anjing *aku contohnya* akan berpikiran, "Benarkah anjing se-spesial itu?? Benarkah anjingku se-setia itu???", mungkin penonton yang nggak punya anjing, atau bahkan yang nggak suka anjing bisa berpikir, "Aku mau punya anjing!"

Dengan malu harus ku akui, aku memang berkaca-kaca dalam menonton beberapa adegan di film ini, tapi aku memiliki hak untuk membela diri: Orang yang menonton film ini tanpa terharu sedikit-pun adalah orang yang hatinya lebih keras dari palu! Hatiku kan lembut...


Nilai untuk film ini: 7.4/10



Jadi kangen Riki, Chicko, ama Nalla... Duh! Kayaknya aku harus pergi untuk memperhatikan anjingku nih... Ciaoo!


.

January 8, 2009

MBAMBOETZ!!



Iih! Apa ae seh mbamboetz-mbamboetz!!???



Mbamboetz adalah kumpulan orang-orang gak waras, aneh, tapi berbakat... (Ihiy!)


Sebenernya gak penting-penting amat... Nih adalah kumpulanku ama temen-temenku yang mau aku critain. Tiap orang punya kisah tersendiri dan tiap orang tentunya punya keunikan ndiri-ndiri...


Apa sih yang buat kita yang awalnya gak seberapa deket ini bisa tiba-tiba deket banget ampe iseng-iseng bikin nama geng yang gak ada keren-krennya (MBAMBOETZ)???



LADIES FIRST...


Nih adalah kisah tentang dua anggota Mbamboetz yang cewek...


Yang kiri namanya Eunika Laura alias Lala, yang kanan entu Paulina Sigit alias Pau2...


Lala adalah seorang gadis mandiri (Kliatannya), dia ini kayaknya yang paling dewasa di antara kami-kami yang childish2 banget ini... Tapi kalo udah guyonan, Lala ini bisa gak waras juga loh...


Pertama kenal Lala nih di SMA kelas 2, waktu itu, nih anak diem banget, tp ternyata doi jago main keyboard, dan waktu ada lomba aransemen lagu gitu, kita ber-2 kerjasama, disanalah pertemanan mulai terjalin... (Halah!)


Tapi sebenernya ampe masuk kuliah-pun aku ama Lala ini gak pernah deket-deket banget loh, terus aku dikenalin ama Pau2 ini di awal perkuliahan oleh Lala...


La: Jo, nih kenalno...


Jo: Johansen...


Pau: Paulin...


Dan disanalah pertemanan kita dimulai...


Paulina ini awalnya terlihat sebagai sosok yang tegas, disiplin, puinter banget, dan agak nyeremin... Dan nyatanya emang bisa dibilang gitu... Pau2 adalah anak yang sangat religius (Kayaknya...), perhatian ama temen2nya, tapi ya itu, kalo mengkritik bisa gak tanggung-tanggung, nylekit!!!!


Pokok kalo mau tanya apa-apa ama Pau2, dia itu selalu bisa jawab... Yah gak selalu sih, tapi mayoritas yang berhubungan dengan dunia akademik itu dia selalu tahu...



MY BEST BUDDY IN MBAMBOETZ...


Kalo teman terdekatku di mbamboetz ini ya Nico Setiawan Susilo alias Mr. Mocca...


Pertama kenal Nico ini di SMA kelas 2, doi kan selalu nggrubul ama Lala, Kitty, dan Nita, jadi kita gak pernah bener-bener deket...


Tapi begitu masuk kuliah gara-gara gak ada temen, ya udah, kita deket-deketan, kan letak geograis SMA-nya sama, jadi serasa senasib-sepenanggungan gitu deh...


Ternyata berteman dengan Nico ini banyak keuntungannya, dia juga pintar dan enak gitu, serasa punya jin yang setia menemani, kemana-mana selalu bersama... (Kayak my personal assistant ajah... Hihihi, maunya!) Pokoknya kalo mau tanya-tanya apa ajah, di antara Mbamboetz, Nico adalah pilihan pertamaku... (Kayak iklan kecap ajah...)



THE CRAZIEST...


Uih!! Kalo yang ini adalah anggota Mbamboetz yang paling gak bisa diem!! Umeg ae gak iso meneng!


Namanya Ricky Tanudjaja alias A.A.


Kok aneh ya panggilannya A.A.??? Gue juga ga ngerti kok bisa gitu, pastinya itu ada sejarahnya waktu SMA... Karena gue ga au sejarahnya, biar gue panggil Ricky ajah.


Ricky ini anak laki-laki yang berbakti dan sayang banget ama mamanya (Semua ajah kalee...), dia ini hobinya menari, menyanyi, dan melawak, walau untuk bakatnya yang ke

tiga ini masih perlu diasah lagi, karena mayoritas jayuzz alias gak lucuh...


Tapi mesti diakui,

kalo Ricky udah nari, gokil abiezz... Dan hebatnya, Ricky nih udah job sana-sini, sibuk banget karena bakat narinya ini...


Aq kenal Ricky ini dari SD, anaknya bandel, nyebelin, dan jahat, masa waktu SD aku sering dipukuli...


Jadinya modelku kalo di film-film itu kayak anak tak berdaya dan Ricky tuh tokoh antagonisnya!!


Tapi untunglah dia udah tobat di kuliah, walau kadang dosa lama bersemi kembali...



ABOUT ME...


Kalo aku nih gak ada yang bisa dijelasin de... Liat aja di profilku... Pokoknya aku ini narsis dan sering jayuzz... Hihihi...


Yah aku ini orangnya kadang cuek, walau di luar kliatannya care ato peduli, sebenernya di hati ga pernah bener-bener perhatiin... Gampang ber

teman, dan gampang beradaptasi...


Hmmm... Apa lagi ya... Wes itu ae lah... Isin aku...



IT’S TIME FOR CRAZZZZYYYYYYYY!!!!!!


Paling seneng kalo pulang kuliah dan bisa gila-gilaan di kost Lala-Pau2...


Ya gak paling seneng sih, kalo keseringen lama-lama ya bosen dong...


Nih liat aja betapa gilanya kita-kita...



RICKY



Udah biasa kalo yang satu ini paling gila... Kalo udah ditolet-tolet bedak gitu aja masih asik bange difoto...

Udah toletannya paling banyak...


Main polisi-maling kalah terus, ya iya lha wong kalo jadi maling ngakunya ke si polisi langsung... Khukhukhu... Kasian... Kasian...



PAU-PAU



What’s wrong with you girl??


Pinter-pinter jago gila-gilaan juga...


Walau kalahnya gak terlalu sering tapi toletannya panja

ng juga ya...


Sakit apa, bu?? Sakit gigi ato sakit dagu??



LALA



Bukan berarti dia ini gak gila, biar paling dewasa di antara Mbamboetz juga, Lala nih paling hebat kalo

soal foto2...


Dan lagi, foto-foto non Lala ini selalu heboh-heboh dan gila-gila, dan nggilani-nggilani tapi lucu-lucu!


Jadi gemezz kudu nyokot ae...



NICO



Siapa tuh??


Kayak Raja Kaum Kanibal deh...


Ekspresi! Ekspresi!


EKSPRESINYA MANAAAAAA...!!!!!!!!



JOJO



Huih!


Aku ya bisa lo gila-gilaan...


HUMPH... Liat aja hasilnya...

Kayak ikan gembung!



END



Pokoknya asik deh kalo bisa gila-gilaan ama Mbamboetz... Sayang liburan ini kita gak kumpul-kumpul, abis banyak kegiatan ndiri-ndiri... Tapi bang Jojo masih bisa kongkow-kongkow ama bang Nico di KJ selama 4 setengah jam kok... Hohohow...


Ya udah, biar nih Entri kayaknya gak penting-penting ama, tapi lega bisa nulis ini, serasa salah satu tugas kuliahku sudah selesai... (Yeee!!! Hhhh... Hhhhh... Hhhhhh.... Menggos-menggos dulu...)




Semoga yang bersangkutan bisa membacanya dan silahkan protes... Huhuhu...



BYE, and see you next time in PCU!!!


(Entu aku, Pau2, ama Jackie... Salam buat Jackie!! Anjing bau dari Padang Pasir...)

January 5, 2009

The Weirdest Experience With Animals



Kita semua di dunia ini
pasti pernah ada pengalaman ama makhluk yang namanya BINATANG, ya ga?

Kayak aku nih bukan pengecualian, aku punya banyaaaaak banget pengalaman ama binatang, ama kelinci, hamster, tikus, monyet, singa, gajah, anjing, kucing, bebek, dan lain-lain, penalamannya-pun variatif gila, ada yang lucu, asik, nyenengin, njengkelin, nyeremin, dan lain-lain juga...

Aku kasih tahu beberapa pengalaman yang aneh deh ama beberapa binatang, bahkan beberapa pengalamanku ini ada yang nyeremin dan sadis banget lo!! Jadi siapin mental elo!

BEBEK

Kalo yang ini biasa banget, Cuma sebagai pembukaan aja... Gini ya, waktu SD, kan di depan sekolahku itu sering jual bebek seharga 500 perak (Kalo dipikir-pikir murahnya kebangetan ya...), aku ama kakakku itu beli 2 ekor.

“Minta yang jantan ama betina pak!”

“Ya, ya... Ini yang laki, ini yang perempuan...” (Dasar anak-anak bodoh...)

Akhirnya kita bawa pulang tuh bebek yang awalnya imut, tapi lama-lama bikin muntap...

Kalo bisa dikasih gelar ya...

Bebek itu akan aku kasih gelar “HEWAN TERCEREWET DI DUNIA”!!!

Masa kalo bebeknya laper dia bakal: “Kwek! Kwek! Kwek! Kwek! Kweeeeeek!!!!!!!”

Kalo udah kenyang, tuh bebek masih aja: “Kwek... Kwek... Kwek... Kwek... Kwek...”

Kalo lagi pingin dikeluarin dari kandang dan mau main-main: “KWEK!!! KWEK!!!! KWEK!!!! KWEK!!! KWEK!!!!”

Kalo lagi tidur-pun (!!!): Kwek........... Kwek............. Kwek...........

OMG!

Tuh bebek makanannya agak-agak disgusting gitu deh...

Makanannya itu dari makanan ayam yang coklat-coklat dan larut kalo diasih air, makanannya dikasih air, diaduk-aduk sampe kayak bubur gandum coklat (Hueeek!), terus langsung deh, bebeknya nyosor...

Bebek malang itu hanya bertahan 2 bulan di rumahku, ketika mamaku udah gak tahan ama kecerewetannya yang parah, sepulang sekolah, aku dan kakakku mendapati dua ekor bebek goreng di atas meja makan...

Awalnya kita ngambek dan gak mau makan, alesannya gara-gara gak tega, tapi akhirnya kita makan juga kok, dan rasanya gak main-main...

WUENAK!!!!!!!!


KELABANG

Kalo yang ini sumpah gak penting banget, alesan klise sih...

Aku lagi mandi, enak-enak dan, HIAAAAAAAA KONO!!!!! Seekor kelabang berkaki 1000 (Mitos sih, padahal kakinya cuma 20 pasang: Yang digabungin jadi 40 kaki!! Hiiiii...) merambati kakiku yang putih mulus...

Sialan!!!! Aku langsung lompat-lompat kayak orang kesetanan, dan anehnya, kelabang itu walau udah gak ada di kaki, tetep aja kaki ini rasanya ada yang ngerambatin, punya daya sihir hewan yang satu ini!

Akhirnya aku ambil deterjen ATTACK, dan kuberi kelabang itu sejumput deterjen...

Bahagianya hati ini melihat kelabang itu menggeliat-geliat kesakitan karena deterjenku...

Di lain waktu, aku dirambatin lagi ama kelabang yang jauh lebih gendut dari kelabang sebelumnya...

TIDAAAAAAAK!!!!!!!

Untung aku melihara ikan Lou Han yang jauh lebih endut...

Ku ambil pake gayung tuh kelabang, dan kumasukkan ke aquarium...

Senangnya Lou Han-ku bisa mendapatkan nutrisi dari kelabang tersebut...


TIKUS

Kalo binatang yang satu ini, jujur aku takut!

Pengalamanku kayak gini, aku lagi mandi, tiba-tiba entah dari mana, tuh tikus bisa masuk lewat lubang kecil di pintu, dan anehnya, itu tikus yang gede!!!

“MBAAAAAK!!!! TIKUS!!!!!!”

Begitu kira-kira yang aku teriakkan waktu itu, aku masih SD kelas 2 ato kelas 3, dan apa yang bisa dilakukan pembantuku, sedangkan pintu kamar mandiku terkunci dari dalam.. (Aku gak berani turun dari kloset untuk buka pintu, lha wong tikusnya lari-lari kayak tikus gila!)

Akhirnya kusiram tikus itu!

BYUR! BYUR!! BYUUUUR!!!!!

Tikusnya kayaknya malah seneng, lha aku nyiramnya pake air anget, malah basah-basah kayak buat video klip lagu Bollywood tuh tikus...

Tapi akhirnya tikus itu berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari lubang dimana ia masuk... (Nyelametin diri?? Dari apa???? Dari aku yang takut tikus???)

Di hari lain, waktu malem-malem aku lagi jalan, tiba-tiba seekor tikus yang besarnya sekucing (Beneran!!!) berlari secepat klat dan menabrak kakiku!!! Kayaknya kakiku itu ditubruk ama gigi tikus, kok kayaknya basah-basah gitu...

Aku berteriak... TIDAAAAAAK!!!!!! Yah gak semendramatisir itu lha, paling aku Cuma teriak: HIH!!

Akhirnya tikus itu berhasil lari lagi dengan gigi yang kesakitan, dan aku terus-terusan mencuci kakiku yang ditabraknya...

Ga tau kenapa tuh kaki yang bekas ditabrak tikus terus aja kerasa basah kena liur tikus meski udah aku cuci dan lap pake handuk ampe kering-ring-ring...

Di event lain, papaku menemukan bangkai tikus yang baunya sungguh dapat menambah jumlah mayat... (Sial! Tikus nih hewan yang dari hidup ampe mati terus aja ganggu hidup orang!)

“Nyo! Ambilen itu tikuse!”

Aku ini sebenernya jijik dan takut banget, walau udah mati, tetep aja aku takut ama bangkai tikus, apalagi bangkainya gede!! Tapi apa daya, itu request bokap yang gak tega aku tolak, maksudnya sungkan gitu kalo mesti bilang: “Hih! Emoh! Takut!!”

Akhirnya dengan tangan tanpa pelindung apapun, kutarik ekor tikus itu yang rupanya sangat berat kawan!! Tuh tikus udah gendut, berat, bau lagi! Bisa-bisa 2 kilo tuh beratnya!!

Papaku malah ampe bilang: “Wih! Berani kamu!”

Ya enggak lah! Ini bener-bener terpaksa buanget!!

Akhirnya kucuci tanganku berkali-kali hingga trauma itu mereda...

Yang bikin aku keki ama nih hewan, kok heran dia ini pemakan segala... Melampaui herbivora dan karnivora, dia ini plasticvora dan sabunvora!!!! Semua kabel-kabel dan sabun-sabun di rumaku bisa dilahap!!!!

KESEEEEL!!!!!!!


KECOAK

Jadi sedih kalo inget pengalaman yang satu ini... Aku pernah dicabuli saat masih dibawah umur oleh kecoak... Tuh kecoak udah kasih aku oral seks waktu umurku masih 8 tahun...

Gini ya ceritanya...

Aku tuh waktu kecil emang bandel dan njijiki, paling ga suka pake celana dalem, sukanya membiarkan titiku itu ditiup angin biar isis (Aku bertobat setelah merasakan burungku terjepit resleting celana...).

Waktu aku lagi jalan-jalan di luar ramah, dengan celana pendek tanpa celana dalam, tiba-tiba seekor hewan menempel di celanaku tanpa kusadari...

Hewan itu berjalan dan masuk ke dalam celanaku lewat bawah, aku tetep ga sadar...

Akhirnya aku sadar saat hewan sial itu telah tiba di tujuan, di burungku!!!

Sumpah deh, kalo ngeliat modelku waktu itu kalian semua pada ketawa nguakak...

Aku melompat-lompat, menari-nari, berlari, melompat lagi, bener-bener kayak tarian ritual pemanggilan roh halus yang dijalankan oleh kaum kanibal...

Dan sialnya, tuh kecoak malah berlari-lari menyusuri pantatku dan kembali lagi ke bagian depannya... rasanya kayak burungku itu udah digigiti kecoak! Hiiiiiiiiii...

Akhirnya hewan itu berhasil kukeluarkan dan... TERBANG!!!

Gak ada indah-indahnya, itu kecoak coklat kotor yang bernafsu tinggi!

Aku sudah kehilangan keperjakaan di usia 8 tahun oleh seekor kecoak hina...

(Setelah itu badanku merinding semua...)


CICAK

"Cicak... Cicak... Di dinding... Diam-diam merayap..."

Kalo di kasusku ini, tuh cicak ga di dinding, tapi di dalam rice cooker menanti seseorang membukanya...

Sepulang sekolah, sumpe laper bener... Aku lari ke meja makan, ambil piring, buka rice cooker, mau ambil nasi, daaan...

Seekor cicak bagaikan spiderman melompat dan tepat sasaran ke arahku...

Jangan harap jurus maut cicak itu hanya akan berhenti sampai disana... Cicak itu jauh lebih cerdas! Dia melompat dan TEPAT menempel di kerah bajuku dan turun ke tubuhku yang mulus...


OH NO MAN!!


Sama dengan kasus kecoak di kemaluanku, kini-pun aku menari-nari dan melompat bagai orang kesetanan...

“Duh! Cecek!!! Duh!!! Uuuuh...” Keluhku penuh desahan dan kejengkelan.

Akhirnya cicak itu berhasil melompat keluar tanpa cedera sedikitpun walau aku sudah memukuli tubuhku penuh nafsu...

Hari itu aku absen makan nasi, biar udah kelaparan...

Dan sejak detik itu, aku dendam ama yang namanya cicak!

Ga lama, waktu aku masuk ke kamar mandi, seekor cicak yang sedang santai di balik pintu tiba-tiba melompat ke arahku dan jatuh di pahaku!!

Aku melompat ngeri dan melakukan ritual tarian yang biasa kulakukan jika kaget, jijik, dan geli.

Cicak itu berjalan cukup pelan merambati kakiku dan akhirnya turun ke lantai!

Tanpa ampun, di kamar mandi itu ada tegel (Ato ubin) yang nganggur, aku ambil, aku taruh separuh di atas cicak, aku teken, dan aku geser-geser, ke kiri dan ke kanan...


Ngek-ngek-ngek-ngek...


Waktu aku angkat, bagian tubuh cicak yang aku kasih tegel udah gepeng, sedangkan bagian kepalanya ama kaki depannya masih goyang-goyang... Tuh cicak masih hidup!

Tanpa ampun, dibakar dendam kesumat, kusiram cicak it hidup-hidup ke saluran pembuangan air...

Bukannya aku ini psycho ya, tapi kalian harus mengerti kalo aku tuh benci ama cicak!!!!!


KUTU

Ini pengalaman dengan binatang yang sumpah paling menjijikkan dan bikin merinding!!

Waktu itu sehabis lebaran, mamaku kehilangan beberapa pembantu lama dan akhirnya mendapat pembantu baru...

Pembantu itu merawat kami dengan penuh kasih sayang dan kami selalu suka di dekatnya...

Sampai akhirnya kami semua menyadari kalau itu adalah suatu keputusan yang salah...

Suatu hari kami semua ke salon, masih kecil-kecil dan lucu-lucunya... masih baru 6 tahun aku...

Ibu salon tiba-tiba mengeluarkan statement yang sangat mengerikan sekali kepada ibuku...

“Lho, bu! Ini rambutnya kutuan!!”


Teriak dulu: KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!


“Hah!?? Iya tah??” Mamaku tidak percaya.

“Iya, nih liat sendiri, di bawah kulit kepalanya udah ada telurnya kutu, tuh, ada jutaan telur!”

Mamaku melihat dan ibu salon ga bohong, pembaca!!


Teriak lagi: KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!


Rupanya emang bener kalo di bawah kuliat kepalaku dan 3 saudariku, dipenuhi telur-telur mini berwarna putih bening, dan yang nyebelin, tuh telur ada di bawah lapisan kulit! Jadi gak bisa diambil!!!!

Dan bagian paling mengerikan belum selesai...

Ribuan kutu rambut super-mini berjalan seenaknya di bawah lapisan kulit kepala kita!! Mengerami jutaan telurnya, menanti anak-anaknya menetas...


TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!!!!!!!


Guatelnya bukan main, rasanya tuh kepala mesti digaruk ame berdarah-darah baru gatelnya reda, Cuma reda untuk sesaat, dan gak lama bakal guatel lagi!

Rupanya sumber kutu itu diketahui berasal dari pembantu baruku!!!

Akhirnya mamaku beli PEDITOX yang banyak dan semua dapet bagian...

Mamaku agak kesel ama pembantuku, kok bisa-bisanya rambutnya bawa souvenir dari desa!??

Akhirnya setelah seminggu terus-terusan di PEDITOX-in, rambut kita bener-bener bersih, termasuk rambut pembantuku...

Tuh kutu ga bisa ilang gitu aja lo, harus dicabutin satu-satu, bakan waktu itu kakakku bilang:

“Mana sih ma, kutunya? Aku mau lihat!”

Akhirnya ditunjukkanlah kutu berwarna putih bening itu... Benar-benar ga kebayang ribuan makhluk biadab itu telah mendiami kepala kami selama 2 minggu lebih...

Jadi rajin-rajinlah keramas! Dan kalo mau mempekerjakan pembantu baru, harus di cek kebersihannya!


MONYET

Sebagai penutup entri ini, aku akan menyajikan pengalamanku yang paling sadis dan sangat kusesali hingga detik ini...

Entri ini ku dedikasikan kepada monyet peliharaanku... Oh monyet, maafkan daku...

Waktu masih TK besar, papaku membeli seekor monyet... Warnanya abu-abu, monyetnya udah tua, gendut lagi...

Monyet itu bener-bener munafik, asem!

Kalo ama papaku aja, tuh monyet bisa sayang, manja-manja...

Tapi kalo ama aku ato saudari-saudariku, tuh monyet bisa jadi bengis dan jahatnya amit-amit!!

Tiap pulang sekolah, aku selalu berjalan mepet tembok, karena monyet yang dirantai di pohon mangga itu selalu maju dan berusaha mencakari kami semua, sampai rantai di lehernya itu jadi bener-bener lurus karena ditarik kencang-kencang...

Kami semua, para anak-anak kecil yang tidak berdaya, sangat ketakutan setiap hari kalau harus melewati pohon mangga itu, karena setiap saat yang tidak terduga, monyet itu bisa melompat dan mencakari kami semua... (Kecuali papaku, yang sangat disayang oleh tuh monyet...)

Suatu hari, karena kecerobohanku, aku lupa dan berjalan gak jauh dari pohon mangga! Tiba-tiba monyet itu turun dengan amat cepat dan memamerkan giginya!

“HIIIISH!!!!!” Jeritnya mengancam...

Lalu monyet itu mencakar-cakar udara dan melompat ke arahku...

Secepat kilat kuambil benda di sebelahku dan kuayunkan ke arah monyet itu...

Kamu tahu pembaca, benda itu adalah garpu tanah yang tidak seperti gambar ini, tapi bagian tajamnya bengkok, jadi begitu kuayunkan, ujung-ujung tajamnya menancap tepat di tengkorak si monyet...

Aku takut banget dan akhirnya lari ke dalam rumah, meninggalkan monyet itu bergerak pelan dan gemetaran... (Monyet itu masih hidup!!!)

Akhirnya papaku pulang kerja dan begitu sedihnya memangku monyet tu... Aduh... Jahatnya aku...

Monyet itu terus gemetaran dan dari kepalanya muncul banyak banget busa putih...

Setelah dipangku papaku, akhirnya monyet itu mati...

Papaku entah kenapa gak terlalu marah ama aku waktu itu, mungkin gara-gara papa udah terlanjur sedih banget... Aku sebagai anak TK masih gak ngerti arti dari GUILTY, jadinya aku yang biadab ini tidak terlalu menyesali kejadian itu, tapi sekarang aku bener-bener menyesal...

Mungkin hal itu bisa dibilang self-defense... Tapi kok kalau dipikir-pikir itu cuma kesalahpahaman yang bodoh...


THE END


Sebenernya masih banyak banget pengalaman gila-gilaan ama hewan-hewanku, mulai ikan mas-ku yang makan temennya hidup-hidup, kura-kuraku yang gampang geli, ampe kelinciku yang selalu mati di hari ke-3 (Itu mah gak bisa ngerawatnya!!), yah pokoknya gak mungkin deh pengalamanku sama binatang itu bisa dijabarkan semuanya di entri ini... Bisa setahun loe bacanya...

Okay, thanks 4 your attention... Moga pengalaman-pengalaman yang aneh-aneh ini bisa jadi pembelajaran buat kalian semua, walau sebenernya gak ada yang bisa dipelajari juga dari sini... Hihihihi...

Bye, and...


SAVE THE ANIMALS!!


(Agak munafik yah...)