Powered By Blogger

July 17, 2010

BAB 7: Kisah Esau Tentang Surga

.

2 Korintus 12:2

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.



Kami ada dalam ruangan, ketika kami merasakan pengalaman yang pertama. Ruangan itu mulai dipenuhi cahaya lagi melalui kehadiran Tuhan. Cahaya itu begitu kuat hingga menerangi seluruh ruangan. Ruangan itu dipenuhi kemuliaanNya, sungguh sangat indah bisa merasakan kehadiranNya.


Yesus berkata pada kami, “Anak-anakKu, sekarang aku akan menunjukkan padamu kerajaan Surgaku.” Kami saling berpegangan tangan dan kami diangkat. Aku melihat ke bawah dan melihat bahwa kami telah keluar dari tubuh kami. Setelah kami keluar dari tubuh, kami telah mengenakan jubah putih dan mulai bergerak naik dalam kecepatan tinggi.


Kami tiba di depan sepasang pintu yang merupakan gerbang menuju kerajaan Surga. Kami begitu terperangah akan apa yang terjadi pada kami. Untunglah, Yesus anak Allah ada disana dengan kami, bersama dua malaikat yang tiap-tiapnya memiliki empat sayap.


Malaikat itu mulai berbicara dengan kami, namun kami tidak memahami apa yang mereka katakan. Bahasa mereka sangat berbeda dari bahasa kita, bahkan itu sangat berbeda dari segala bahasa di bumi. Malaikat-malaikat itu menyambut kami dan mereka membuka pintu-pintu yang besar itu. Kami melihat tempat yang indah, dengan banyak hal di dalamnya. Ketika kami masuk ke dalam, kedamaian yang sempurna memenuhi hati kami. Alkitab memberitahu kita bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7).





Hal pertama yang kulihat adalah rusa, jadi aku bertanya pada salah satu temanku, “Sandra, apa kau juga melihat hal yang aku lihat?” Ia tidak lagi menangis atau menjerit seperti saat kami dibawa ke neraka. Ia tersenyum dan menjawab, “Ya Esau, aku melihat rusa!” Lalu aku tahu bahwa segalanya nyata, kami benar-benar di kerajaan Surga. Segala kengerian yang kami lihat di neraka segera terlupakan. Kami benar-benar menikmati kemuliaan Tuhan. Kami menuju ke tempat rusa itu berada, di belakangnya berdiri sebuah pohon yang sangat besar! Pohon itu terletak di pusat dari Firdaus.


Alkitab berkata dalam Wahyu 2:7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan aa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah”.


Pohon ini adalah lambang dari Yesus, sebab Yesus adalah kehidupan yang kekal. Di balik pohon itu ada sebuah sungai yang airnya sejernih kristal. Sungai itu sangat jernih dan indah, seperti sungai yang tidak mungkin ada di bumi. Kami hanya mau terus menetap di tempat itu. Seringkali kami berkata kepada Tuhan, “Tuhan tolong! Jangan keluarkan kami dari tempat ini! Kami mau disini selamanya! Kami tidak mau kembali ke bumi!” Tuhan lalu menjawab kami, “Sangat penting untuk kamu kembali dan bersaksi tentang semua hal yang telah Kusiapkan untuk mereka yang mencintaiKu, karena aku segera kembali dan hadiahKu ada bersamaKu.”


Ketika kami melihat sungai itu, kami cepat-cepat berlari ke sana dan masuk ke dalamnya. Kami teringat akan ayat yang mengatakan barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38). Air dari sungai ini seperti memiliki hidup di dalamnya, jadi kami membenamkan diri kami di dalamnya. Di dalam maupun di luar air kami dapat bernafas dengan normal. Sungai itu begitu dalam dan disana banyak ikan-ikan berwarna-warni berenang. Cahaya di dalam dan di luar sungai tidak berbeda; di Surga, cahaya tidak datang dari sumber yang spesifik, segalanya bercahaya dengan sendirinya. Alkitab memberitahu kita bahwa Yesus adalah cahaya dari kota itu (Wahyu 21:23).Dengan tangan kami, kami mengeluarkan beberapa ikan dari air; ikan-ikan itu tidak mati. Maka kami berlari pada Tuhan dan bertanya padaNya mengapa. Tuhan tersenyum dan menjawab bahwa di Surga tak ada lagi kematian, tak ada lagi air mata dan rasa sakit (Wahyu 21:4).


Kami meninggalkan sungai dan berlari ke segala tempat yang bisa kami temukan, kami mau menyentuh dan mengalami segalanya. Kami mau membawa semuanya pulang bersama kami, karena kami begitu terkagum-kagum pada benda-benda di Surga. Segalanya di Surga tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketika Paulus dibawa ke Surga, ia melihat hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena kehebatan hal-hal yang ada di Kerajaan Surga (2 Korintus 12). Disana bahkan terdapat hal-hal yang sama sekali tidak bisa kami jelaskan.


Kami lalu tiba di suatu area yang sangat luas; tempat yang sangat indah dan cantik. Tempat ini dipenuhi batu-batu berharga: emas, emerald, ruby, dan berlian. Lantainya terbuat dari emas murni. Kami lalu tiba di tempat dimana terdapat tiga buku yang sangat besar. Yang pertama adalah Alkitab yang terbuat dari emas. Dalam Mazmur kita diberitahu bahwa firman Tuhan adalah teguh dan bahwa firman Tuhan tetap ada di Surga selamanya (Mazmur 119:89). Kami lalu melihat Alkitab emas besar tersebut; halaman-halamannya, ayat-ayatnya, semuanya tercipta dari emas murni.


Buku yang kedua adalah buku yang jauh lebih besar dibanding Alkitab emas. Buku itu terbuka dan sesosok malaikat sedang duduk di atasnya dan menulis di dalamnya. Bersama dengan Tuhan Yesus kami mendekat untuk melihat apa yang ditulis malaikat itu. Malaikat itu sedang menulis segala hal yang sedang terjadi di bumi. Segala hal yang sedang terjadi; termasuk tanggal, jam, segalanya tertulis di situ. Ini dilakukan supaya firman Tuhan dapat tergenapi seperti yang tertulis dalam Alkitab, bahwa kitab akan dibuka dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu (Wahyu 20:12). Malaikat itu terus menulis segala hal yang dilakukan semua manusia di bumi, baik atau buruk, semua tertulis.

Kami melanjutkan menuju tempat dimana buku ketiga berada. Buku ini bahkan lebih besar dari buku yang kedua! Buku itu tertutup, namun kami tetap mendekatinya. Kami bertujuh bersama-sama menurunkan buku itu dari tempatnya, sesuai dengan perintah Tuhan, lalu kami menaruhnya di depan pilar.


Pilar-pilar dan tiang-tiang di Surga begitu indah! Mereka tidak seperti pilar dan tiang di bumi. Tiang-tiangnya dibuat seperti kepangan / anyaman, dan itu dibuat dari batu-batu berharga yang berbeda-beda. Beberapa terbuat dari berlian, yang lain terbuat dari emerald murni, yang lain terbuat dari emas murni, dan yang lain terbuat dari kombinasi dari berbagai macam batu-batuan. Aku akhirnya mengerti bahwa Tuhan sungguh-sungguh pemilik dari semua hal, seperti yang tertulis dalam Hagai 2:9, “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam”. Aku memahami bahwa Tuhan benar-benar kaya dan Ia memiliki semua kekayaan di dunia. Aku juga mengerti bahwa dunia ini beserta segala kekayaan di dalamnya ditujukan untuk memuliakan Tuhan kita, dan Ia mau memberikan itu semua bagi orang-orang yang meminta dalam kepercayaan.





Tuhan berkata, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberkan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” (Mazmur 2:8). Buku ini yang kami letakkan pada tiang begitu besarnya, hingga untuk membuka halamannya kami harus berjalan untuk memindah halamannya ke sisi lain buku. Kami mencoba membaca apa yang tertulis pada buku itu seperti yang diminta Tuhan. Pada mulanya sangat sulit untuk dibaca karena itu ditulis dalam karakter asing yang tidak dapat kami mengerti. Itu begitu berbeda dari segala bahasa di bumi; itu benar-benar tulisan Surgawi. Namun dengan pertolongan dari Roh Kudus, kami diberi kemurahan untuk memahaminya. Sepertinya penutup mata telah dilepaskan dari mata kami dan kami dapat memahami tulisan itu; sejelas kami memahami bahasa kami sendiri.


Kami dapat melihat bahwa nama kami bertujuh tertulis di dalam buku itu. Tuhan memberitahu kami bahwa itu adalah kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Kami memperhatikan bahwa nama yang tertulis di buku bukanlah nama kami yang biasa kami gunakan di bumi; nama-nama ini adalah nama baru, supaya firman Tuhan dapat dipenuhi saat itu berkata bahwa Tuhan akan mengaruniakan batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya (Wahyu 2:17).


Di Surga, kami dapat mengucapkan nama kami, namun begitu Tuhan membawa kami kembali ke bumi, nama-nama itu telah diambil dari kenangan dan hati kami. Firman Tuhan itu selamanya, dan itu pasti terpenuhi. Teman-temanku, Alkitab berkata dalam Wahyu 3:11, Jangan biarkan seorangpun mengambil mahkotamu, jangan biarkan seorangpun menghilangkan atau memindah tempat yang telah disediakan Bapa bagimu. Di Surga, tersedia jutaan hal yang sangat indah, kami bahkan tidak dapat menjelaskannya dengan mulut kami. Namun aku mau memberitahumu sesuatu, “Tuhan menantikanmu!” Tetapi hanya orang-orang yang bertahan sampai kesudahannnya yang akan diselamatkan! (Markus 13:13)



TO BE CONTINUED...



.

July 4, 2010

BAB 6: Aku Ada di Sini Karena Aku Normal

.

Mazmur 62:12

“Dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.”



Pada pagi hari dimana Tuhan mengunjungi kami di ruangan itu, Ia meraih tangan kami dan kami mulai bergerak turun. Hatiku dipenuhi ketakutan yang bahkan tidak bisa kujelaskan. Aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa melepaskan tangan Juruselamatku. Aku merasa bahwa Yesus adalah hidupku dan cahayaku, dan semua harapanku ada padaNya; jika tidak aku akan tertinggal di tempat itu selamanya. Aku bahkan tidak pernah menyangka aku akan pergi ke tempat itu. Aku bahkan tidak percaya tempat seperti itu nyata. Bahkan sebagai orang Kristen, aku selalu menyangka bahwa api penyucian adalah neraka, namun Tuhan menunjukkan kepadaku kenyataan dari neraka.


Ketika kami tiba di neraka, aku merasakan tempat itu bergetar dan semua iblis disana berlari untuk bersembunyi, karena tidak satupun dari mereka mampu menahan kehadiran Tuhan. Kami bahkan mendengar jiwa yang terpenjara menjerit lebih nyaring, karena mereka tahu Yesus dari Nazaret ada disana. Mereka semua tahu bahwa disana ada satu pribadi yang mungkin dapat mengeluarkan mereka. Mereka memiliki harapan itu, walaupun itu hanyalah harapan palsu.





Kami berjalan sambil bergandengan tangan dengan Yesus dan tiba di bagian perzinahan. Yesus berhenti untuk melihat seorang wanita yang tubuhnya penuh dilapisi dengan api. Ketika Yesus melihatnya, ia mulai keluar dari api secara perlahan, walaupun penderitaannya tidak pernah berhenti. Kami dapat melihat bahwa ia benar-benar telanjang dan semua bagian tubuhnya masih jelas terlihat. Tubuhnya benar-benar kotor dan ia sangat bau. Rambutnya benar-benar kacau, dan ia dipenuhi dengan lumpur berwarna kuning kehijauan. Ia tidak memiliki mata dan bibirnya berjatuhan menjadi serpih-serpih kecil. Ia tidak memiliki telinga, hanya lubang. Dengan tangannya, yang telah hitam karena hangus, ia mengambil daging yang jatuh dari wajahnya dan mencoba menempelkannya kembali. Namun hal ini justru membuatnya merasakan kesakitan yang lebih parah.


Ia lalu gemetar dan menjerit lebih keras; jeritan-jeritannya tidak pernah berhenti. Ia dipenuhi ulat, dan ada seekor ular yang melingkar di lengannya. Ular itu begitu gemuk dan dipenuhi duri di seluruh permukaan tubuhnya. Angka 666 terukir di tubuh wanita itu; angka dari binatang yang disebutkan di Wahyu 13:16-18 (Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya, yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam / 666).


Ia juga memiliki piringan metal tertancap di dadanya, terbuat dari metal yang tidak dikenal, metal itu tidak pernah leleh oleh api. Pada piringan itu terdapat tulisan yang terbuat dari bahasa yang aneh, namun kami dapat memahami apa yang tertulis disana. Tertulis, “AKU ADA DI SINI KARENA PERZINAHAN.”


Ketika Yesus melihatnya, Ia bertanya, “Elena, mengapa kau ada di tempat ini?” Ketika Elena menjawab Tuhan, tubuhnya meringkuk karena kesakitam yang menyiksanya. Ia berkata bahwa ia ada disana karena berzinah. Ia meminta pengampunan dari Tuhan terus berulang-ulang.

Lalu kami mulai melihat saat-saat kematiannya. Ketika ia mati, ia sedang berhubungan seks dengan salah satu teman prianya, karena ia berpikir bahwa pria yang selama ini menjadi pacarnya dan tinggal bersamanya sedang pergi dalam sebuah perjalanan bisnis. Namun, ia kembali dari pekerjaannya dan melihat Elena sedang di ranjang dengan pria lain. Lalu pria itu pergi ke dapur mengambil sebuah pisau pesar dan menancapkannya di punggung Elena. Ia tewas dan dibawa ke neraka, persis seperti keadaannya saat mati; telanjang bulat.


Di neraka, segalanya termaterialisasi dan ia masih memiliki pisau besar yang tertancap di punggungnya, membuatnya merasakan kesakitan yang hebat. Sampai saat ini, ia telah di neraka seama 7 tahun dan ia masih dapat mengingat setiap momen dalam hidup dan matinya. Ia juga teringat ketika seseorang mencoba memberitahunya tentang Yesus; bahwa hanya Ialah satu-satunya yang dapat menyelamatkannya. Namun sekarang semua sudah terlambat untuknya dan semua orang di neraka.


Firman Tuhan banyak berbicara tentang perzinahan dengan sangat jelas. Perzinahan adalah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. 1 Korintus 6:13, “Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh”, Juga dalam 1 Korintus 6:18 dinyatakan, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.”


Setelah Yesus selesai berbicara dengannya, ia ditutupi oleh selimut api yang besar dan kami tak dapat melihatnya lagi. Tapi kami tetap mendengar suara dari dagingnya yang terbakar dan teriakan yang mengerikan itu, suara yang bahkan tak dapat kujelaskan dengan kata-kata.


Selama kami berjalan dengan Tuhan, Ia menunjukkan kepada kami banyak orang disana: pemuja idola, orang-orang yang menggunakan dan mempraktekkan sihir, orang-orang tak bermoral, pezinah, pembohong, dan homoseksual. Kami begitu ketakutan, hal yang kami inginkan hanya pergi. Tetapi Yesus terus berkata bahwa penting untuk melihat agar kami dapat memberitahu yang lain, supaya mereka mau percaya.


Kami melanjutkan perjalanan dengan Yesus, bahkan memegang tanganNya semakin erat. Kami tiba di tempat yang bagiku tidak mungkin terlupakan, kami melihat lelaki muda berusia 23 tahun, dimasukkan ke dalam api sampai ke pinggangnya. Kami tidak dapat melihat apa sebenarnya yang menyiksanya, namun angka 666 terukir padanya. Ia juga memiliki piringan metal di dadanya yang bertulisan, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”. Ketika ia melihat Yesus, ia mengulurkan tangannya ke arah Yesus dan memohon belas kasihan. Firman Tuhan berata dalam Amsal 14:12, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.





Ketika kami membaca tulisan di piringan itu yang bertuliskan “AKU ADA DI SINI KARENA AKU NORMAL”, kami bertanya pada Tuhan, “Tuhan, bagamana bisa!? Mungkinkah seseorang datang ke sini karena alasan ini?” Lalu Yesus bertanya padanya, “Andrew, kenapa kamu ada di tempat ini?” Ia menjawab, “Yesus, saat aku di bumi, aku kira membunuh dan mencuri adalah dosa, itulah mengapa aku tidak pernah mencoba untuk lebih dekat kepadaMu.” Dalam Mazmur 9:18 dikatakan, “Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.


Andrew membuat kesalahan besar dengan mengklasifikasikan dosa, persis seperti yang banyak dilakukan orang hari-hari ini. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23). Lebih jauh, saat Alkitab berbicara tentang dosa, Alkitab tidak pernah mengklasifkaskan dosa-dosa, karena semua dosa adalah dosa. Andrew memiliki kesempatan untuk mengenal dan menerima Yesus, tapi ia tidak mengambil kesempatan yang Tuhan berikan untuknya. Mungkin ia memiliki ribuan kesempatan untuk mengenal Tuhan, tapi ia tidak pernah memiliki keinginan untuk mengenalNya, dan itu adalah alasan mengapa ia di neraka. Lalu selimut api yang besar menutupi tubuhnya dan kami tidak pernah melihatnya lagi.


Kami melanjutkan perjalanan bersama Yesus. Di kejauhan kami melihat sesuatu berjatuhan, seperti bongkahan material. Ketika kami mendekat, kami melihat bahwa itu adalah manusia yang berjatuhan ke neraka di saat itu. Orang-orang yang baru saja meninggal di bumi tanpa menerima Yesus Kristus di hati mereka, mereka semua tiba di neraka.





Kami melihat seorang pria muda, banyak iblis berlari ke arahnya dan mulai menghancurkan tubuhnya. Dengan segera, tubuhnya dipenuhi dengan ulat-ulat. Ia menjerit, “Tidak! Apa ini? Hentikan! Aku tidak mau ada di tempat ini! Hentikan! Ini pasti mimpi! Keluarkan aku dari sini!” Ia bahkan tidak tahu bahwa ia sudah meninggal, dan bahwa ia meninggal tanpa Yesus di hatinya. Iblis-iblis menjadikannya bahan lelucon dan terus menyiksa tubuhnya. Lalu angka 666 muncul di dahinya, dan sebuah piringan metal muncul di dadanya. Walaupun kami tidak bisa melihat alasan yang menyebabkan ia masuk ke neraka, kami tahu dengan pasti bahwa ia tidak akan pernah keluar lagi.





Tuhan memberitahu kami bahwa siksaan orang-orang di neraka ini akan menjadi jauh lebih parah setelah hari penghakiman. Jika mereka menderita dengan cara yang sangat buruk dan mengerikan sekarang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka akan menderita setelah hari penghakiman.


Kami tidak melihat anak kecil di sana. Kami hanya melihat ribuan dan ribuan orang-orang muda; laki-laki dan perempuan dari berbagai kebangsaan. Lagipula, di neraka tidak ada lagi kebangsaan atau level sosial, semua datang untuk disiksa dan dihukum. Disana ada satu hal yang diinginkan semua orang, yaitu kesempatan untuk keluar, paling tidak untuk satu detik. Mereka juga menginginkan setetes air untuk menyegarkan lidah mereka, seperti kisah orang kaya di Alkitab (Lukas 16:19), namun itu tidak mungkin lagi, mereka memilih kemana mereka mau untuk menghabiskan keabadian mereka. Mereka memilih untuk menghabiskannya tanpa Tuhan. Tuhan tidak pernah mengirim siapapun ke neraka, semua tiba disana berdasarkan perbuatan mereka sendiri. Galatia 6:7, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”





Hari ini, kau mendapat kesempatan besar untuk mengubah tujuan abadimu. Yesus masih ada sekarang, dan Alkitab berkata bahwa saat kita memiliki hidup, kita juga memiliki harapan. Hari ini kau memiliki hidup, jangan lewatkan kesempatan, bisa saja ini kesempatanmu yang terakhir. Kumohon percayalah tentang neraka. Ini sungguh! Ini kenyataan! Jangan keraskan hatimu, jangan menjadi orang bebal seperti yang dinyatakan oleh Abraham:


Lukas 16:27-31

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abaham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”



Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...

(Next chapter we will go to Heaven)



.

July 1, 2010

BAB 5: Cinta di Bumi, Kebencian di Neraka

.

Hasil Translation dari 7 Columbia Youth go to Hell and Heaven
(Chapter 5 from 12 chapters)



Roma 6:23

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”



Ketika kami turun ke sana, aku merasakan rasa sakit dan merasakan pengalaman mejadi orang mati. Aku begitu ketakutan dengan apa yang aku lihat. Aku menyadari ada begitu banyak orang di sana; semua berteriak dan menangis. Di sana benar-benar gelap, namun dengan keberadaan Tuhan, kegelapan itu lenyap. Kami melihat ribuan dan ribuan jiwa menangis dan meminta pertolongan dan belas kasih. Mereka menjerit kepada Tuhan untuk mengeluarkan mereka dari tempat itu. Kami juga merasakan kesakitan yang luar biasa karena kami tahu bahwa Tuhan sangat menderita kapanpun Ia melihat mereka.


Banyak yang menangis kepada Tuhan untuk mengeluarkan mereka hanya untuk satu menit, hanya untuk satu detik. Tuhan akan menanyai mereka, “Kenapa kau mau keluar?”, dan mereka akan menjawab, “Karena aku mau diselamatkan! Aku mau bertobat dan diselamatkan!” Bagaimanapun, sudah terlambat bagi mereka.


Bagi kau yang membaca tulisanku sekarang, sekaranglah kesempatan untuk memilih tujuan abadimu. Kau dapat memilih keselamatan yang kekal, atau siksaan yang kekal.


Kami masuk makin jauh. Aku melihat lantai tempat kami berjalan mulai dihancurkan oleh api; lumpur dan api keluar melaluinya. Disana juga tercium aroma yang menjijikkan dimanapun. Kami merasa begitu sedih dan pusing karena aroma dan jeritan-jeritan semua orang.


Di kejauhan kami melihat seorang pria, yang dimasukkan ke dalam lumpur api sampai ke pinggangnya. Kapanpun ia menjulurkan tangannya, daging dari tulang-tulangnya akan berjatuhan ke dalam lumpur. Kami dapat melihat kabut kelabu di dalam tulangnya, maka kami bertanya pada Tuhan apa itu. Kabut tipe ini dimiliki setiap orang di neraka. Tuhan menjelaskan kepada kami bahwa itu adalah jiwa mereka yang terperangkap di dalam tubuh dosa; seperti yang tertulis dalam Wahyu 14:11: “Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”




Kami mulai memahami banyak hal yang telah kami abaikan di bumi; paling terutama, pesan terjelas adalah bahwa hidup kita di bumi menentukan dimana kita akan tinggal dalam keabadian.

Saat kami berjalan dengan bergandengan tangan pada Tuhan, kami menyadari bahwa neraka memiliki banyak tempat yang berbeda dengan level siksaan yang berbeda-beda. Kami datang di suatu tempat yang memiliki banyak sel yang berisi jiwa-jiwa yang tersiksa. Jiwa-jiwa itu disiksa dengan banyak tipe iblis. Iblis-iblis itu akan mengutuki jiwa itu, berkata, “Kamu makhluk terkutuk, sembah setan! Layani dia seperti yang kau lakukan ketika kau masih di bumi!” Jiwa itu sangat menderita karena ulat-ulat; dan apinya seperti air keras yang melapisi seluruh tubuhnya.


Kami melihat dua pria di dalam satu sel, tiap orang memegang belati di tangannya dan mereka saling menusuki satu dengan yang lain. Mereka akan berkata kepada yang lain, “Kau makhluk terkutuk! Karena kamulah aku ada disini! Kamu membuatku ada disini karena kamu telah membutakan aku untuk menerima kebenaran dan tidak membiarkanku mengenali Tuhan! Kamu tidak membiarkanku menerimaNya! Banyak kesempatan datang padaku tapi kau tidak membiarkanku menerimaNya! Itulah kenapa aku disini, disiksa siang dan malam!”


Melalui penglihatan, Tuhan menunjukkan kepada kami kehidupan mereka di bumi. Kami melihat mereka di bar bersama. Sebuah argumen dimulai yang berujung pada perkelahian. Mereka sudah mabuk. Salah satu dari mereka mengambil botol yang pecah dan yang lain mengeluarkan pisau. Mereka bertarung hingga tiap-tiap mereka terluka parah dan mati. Kedua pria itu terkutuk untuk mengulang skenario tersebut selamanya. Mereka juga tersiksa dengan kenangan bahwa mereka pernah menjadi sahabat di bumi, cinta mereka bagaikan cinta kakak-beradik.


Aku mau memberitahumu sekarang, hanya ada satu teman sejati, dan namaNya adalah Yesus dari Nazaret. Dialah teman yang sebenarnya. Ia adalah teman yang setia, yang selalu bersamamu dalam segala perkara.


Selama kami melanjutkan berjalan, kami melihat seorang wanita dalam sel, ia berguling-guling dalam lumpur. Rambutnya benar-bena kacau dan penuh lumpur. Di dalam sel itu terdapat ular yang sangat besar dan gemuk. Ular itu mendekatinya, mengelilingi tubuhnya, dan masuk ke dalam tubuhnya melalui alat kelaminnya. Ia dipaksa melakukan hubungan seksual dengan ular itu. Di neraka, semua pria dan wanita yang menghidupi perzinahan dipaksa mengulang semua perzinahan mereka. Namun, mereka harus melakukannya dengan ular-ular yang dilapisi dengan duri sepanjang 6 inci. Ular itu menghancurkan tubuh wanita itu tiap kali ia masuk ke dalam tubuhnya. Ia menjerit kepada Tuhan dan meminta kepadanya untuk menghentikannya. Ia tidak mau menderita lagi. “Buatlah ini berhenti! Aku tidak akan melakukannya lagi! Tolong! Buatlah ini berhenti!” Ia memohon kepada Tuhan sedangkan ular itu masuk ke dalamnya dan menghancurkan tubuhnya terus berulang-ulang.




Kami mencoba menutupi telinga kami dari tangisannya namun kami masih bisa medengarnya. Kami bahkan mencoba lebih keras untuk menutup telinga kami, namun sia-sia saja. Kami berkata kepada Tuhan, “Tolong Tuhan, kami tidak mau melihat dan mendengar hal ini lagi! Tolong!” Tuhan berkata, “Sangat penting bagi kalian untuk melihat hal ini, jadi kalian bisa memperingatkan yang lain, karena orang-orangku sedang dihancurkan, orang-orangku mengabaikan keselamatan yang sejati, jalan keselamatan yang sesungguhnya.”


Kami melanjutkan berjalan dan kami melihat danau raksasa dengan ribuan dan ribuan manusia dalam kobaran api. Mereka melambai-lambaikan tangan mereka meminta pertolongan, namun ada banyak iblis melayang-layang di tempat itu. Iblis-iblis itu menggunakan tombak dengan ujung berbentuk ‘S’ untuk menyakiti semua orang yang terbakar di danau. Iblis-iblis mengejek dan mengutuk mereka dengan berkata, “Kau makhluk terkutuk! Sekarang kau harus menyembah setan! Sembah dia, sembah dia seperti yang kau lakukan ketika kau di bumi!” Disana ada ribuan manusia. Kami begitu ketakutan, kami merasa bahwa jika kami tidak memegang tangan Tuhan, kami akan ditinggalkan di tempat yang mengerikan itu. Kami ketakutan akan hal yang kami bayangkan.


Di kejauhan kami melihat seorang pria berdiri dengan kesakitan yang sangat hebat dan pederitaan. Ia memiliki dua iblis yang melayang mengitarinya, menyiksanya. Mereka akan menusukkan tombak mereka ke dalam tubuhnya dan menarik keluar tulang rusuknya. Mereka juga menjadikannya bahan lelucon setiap saat. Lebih jauh, Tuhan menunjukkan pada kami bahwa ia disiksa dari rasa kekuatiran akan keluarganya yang ia tinggalkan di bumi. Pria itu tidak mau keluarganya tiba di tempat penyiksaan yang sama. Ia begitu khawatir karena ia tidak pernah memberi mereka pesan keselamatan. Ia tersiksa karena ia ingat bahwa mereka pernah mendapat kesempatan untuk menerima pesan itu. Ia adalah orang yang sangat penting untuk memberikan pesan ini kepada keluarganya, namun ia memilih untuk mengabaikannya, dan sekarang ia begitu kuatir pada anak-anaknya dan istrinya.




Siksaannya berlanjut dengan iblis memotong kedua tangannya, ia jatuh ke dalam lumpur api. Karena kesakitan yang diakibatkan lumpur api, ia menggeliat-geliut seperti cacing dari satu tempat ke tempat lain. Dagingnya berjatuhan dari tulangnya karena panas. Ia lalu mulai menjalar seperti ular, mencoba keluar dari sana. Namun tiap kali ia mencoba keluar, iblis-iblis mendorongnya untuk kembali dan ia dimasukkan lebih dalam ke dalam lumpur api.


Kami lalu melihat kumpulan iblis di satu tempat. Sesuatu menarik perhatianku, aku melihat bahwa salah satu iblis kehilangan sebelah sayapnya. Aku bertanya pada Tuhan, “Tuhan. Mengapa iblis ini kehilangan satu sayap?” Tuhan menjawab, “Iblis itu dikirim ke bumi dengan satu tujuan, namun ia tidak menyelesaikan tugasnya, dan ia dikembalikan ke neraka oleh salah satu hamba Tuhan. Lalu setan datang dan menghukumnya, dan memotong salah satu sayapnya.” Lalu aku mengerti, bahwa sebagai umat Kristen, kita memiliki otoritas dan kekuatan dalam nama Yesus untuk mengusir semua iblis dan pengikut-pengikutnya.


Bagi temanku yang sedang membaca kata-kata ini sekarang, testimoni ini bukan untuk mengutuk, namun untuk menyelamatkan; supaya kau dapat menguji dirimu sendiri dan melihat kondisi hatimu di hadapan Tuhan. Pesan ini ada supaya kau bisa mengubah jalan-jalanmu, demi keselamatan dan bukan untuk hukuman. Saat ini, angkat hatimu kepada Tuhan dan akuilah dosa-dosamu, jadi apabila Tuhan hadir saat ini, kau bisa ikut pergi bersamaNya, dan bukan pergi ke tempat penyiksaan dimana di dalamnya terdapat ratap dan kertak gigi. Disana, kau baru akan mengerti mengapa Yesus membayar harga yang begitu mahal di atas salib kalvari.


Kami melihat banyak orang di neraka yang tidak menyadari mengapa mereka ada disana. Hidup mereka dipenuhi begitu banyak aktivitas yang mereka pikir bukanlah dosa. Temanku, ujilah dirimu! Jangan berpikir bahwa berbohong, mencuri, menjadi sombong adalah hal-hal yang biasa untuk dilakukan! Ini semua adalah dosa di mata Tuhan! Saudaraku, berbaliklah dan berhentilah melakukan hal-hal ini! Aku memberimu pesan ini supaya kau mau berhenti berbuat dosa secara sengaja, dan melihat lebih dekat wajah dari Tuhan.



TO BE CONTINUED...



.

June 30, 2010

BAB 4: Jika Kau Anakku, Kau Akan Ada di Surga

.

Tuhan memberkatimu, saudara-saudara. Ketika Tuhan meraih tanganku, aku dapat melihat bahwa aku sedang berdiri di atas batu, dan di belakang kami, aku melihat malaikat. Kami mulai bergerak turun melewati terowongan dalam kecepatan yang luar biasa. Dengan cepat aku berputar dan melihat malaikat itu telah hilang, dan aku merasa sangat ketakutan. Aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, dimana malaikat itu? Kenapa ia tidak disini lagi?” Tuhan berkata, “Ia tidak dapat ikut kemana kita akan pergi.”


Kami terus turun dan tiba-tiba berhenti dengan mendadak, seperti di dalam lift. Aku melihat beberapa terowongan dan kami memasuki salah satu terowongan, yaitu terowongan yang diceritakan oleh Sandra. Terowongan dimana orang-orang digantung dengan kait di kepala mereka, dengan rantai di lengan mereka. Dinding yang menjadi tempat penggantungan manusia itu seakan-akan sangat tinggi dan tidak berujung. Jutaan manusia digantung disana. Ulat-ulat memenuhi seluruh tubuh mereka. Aku melihat ke atas dan rupanya masih ada dinding-dinding lain, tiap dinding benar-benar persis. “Tuhan! Banyak sekali orang-orang di tempat ini!” Dalam sekejap, sebuah ayat memasuki pikiranku; ayat yang tidak pernah aku baca. Tuhan memberitahuku, “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas.” (Amsal 27:20)




Kami meninggalkan tempat itu dan tiba di tempat yang kami sebut LEMBAH KUALI. Kuali-kuali disini dipenuhi lumpur yang mendidih dan kami mendekati salah satunya. Orang pertama yang aku lihat adalah seorang wanita. Tubuhnya mengambang dan tenggelam dalam lumpur mendidih, tapi saat Tuhan melihatnya, ia berhenti bergerak dan tetap diam dalam lumpur yang setinggi pinggangnya. Tuhan bertanya, “Wanita, siapakah namamu?” Ia menjawab, “Namaku Rubiella.”


Rambutnya dipenuhi lumpur mendidih dan daging menggantung di tulang-tulangnya, yang telah gosong karena api. Ulat-ulat masuk melalui lubang di matanya, lalu keluar dari mulutnya dan masuk lagi lewat hidungnya dan keluar dari telinganya. Ketika ulat-ulat tidak dapat masuk, mereka dengan mudah membuat lubang untuk memasuki bagian tubuh yang lain, yang menyebabkan kesakitan yang tidak terkatakan.




Ia menjerit, “Tuhan, tolong! Keluarkan aku dari sini. Kasihanilah aku! Aku tidak dapat melanjutkan seperti ini lebih lama lagi! Buatlah berhenti, Tuhan! Aku tidak tahan lagi! Tolong kasihanlah aku!” Tuhan bertanya mengapa ia ada disana. Ia berkata bawa ia ada disana karena kesombongan, sesuai kata yang tertulis di piringan metal di dadanya. Di tangannya terdapat botol yang terlihat biasa, namun baginya itu adalah parfum yang sangat mahal. Rubiella harus mengambil botol itu, yang penuh dengan air keras, dan menyemprotkannya di sekujur tubuhnya. Ini menyebabkan semua daging yang tersemprot meleleh, menyebabkan ia sangat kesakitan.


Ia menjerit kepada Tuhan, “Tuhan, kumohon kasihanilah aku! Aku tidak bisa disini lebih lama lagi! Hanya satu detik, Tuhan!”. Aku tidak mengatakan bahwa menggunakan parfum adalah dosa, namun Tuhan memberitahu kami bahwa wanita itu ada di neraka karena parfumnya, seperti kata-kata Tuhan dalam Ulangan 5:7, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”. Wanita itu ada di neraka karena kecantikannya, parfum-parfumnya, dan kotak-kotak perhiasannya adalah yang terutama di dalam hidupnya. Bagaimanapun, Tuhan Yesus adalah Raja atas segala raja dan Allah atas segala allah! Ia harus menjadi yang utama di hidupmu; itulah mengapa wanita itu di neraka. Dengan kesedihan, Tuhan melihat wanita itu dan berkata,”Rubiella, sudah terlambat untukmu, ulat-ulat akan menjadi ranjangmu, dan ulat-ulat akan menutupimu.” Ketika Tuhan mengatakan itu, selimut api menutupinya dengan sempurna. Selama tubuhnya dihabiskan di dalam kuali, ia menderita kesakitan yang sangat parah.


Kami lalu pergi jauh dan tiba di suatu tempat dengan pintu-pintu raksasa. Ketika kami mendekatinya, pintu-pintu itu terbuka bagi kami. Di dalam kami melihat gua besar. Waktu aku melihat ke atas, aku melihat cahaya-cahaya berwarna yang bervariasi bergerak seperti asap awan. Tiba-tiba; kami mendengar musik; salsa, musik balet, rock, dan aneka macam musik populer yang didengar orang-orang di radio. Tuhan membuat gerakan dengan tanganNya, dan kami melihat jutaan dan jutaan manusia digantung dengan rantai pada tangan mereka. Mereka semua melompat-lompat dengan liar di dalam api.




Tuhan melihat kami dan berkata, “Lihat, ini adalah upah para penari”. Mereka harus melompat gila-gilaan mengikuti irama musik. Jika musik salsa dimainkan, mereka harus melompat sesuai irama, jika segala macam musik dimainkan, mereka harus melompat sesuai irama. Mereka tidak pernah bisa berhenti melompat. Namun jauh lebih buruk dari itu, sepatu mereka memiliki jarum-jarum sepanjang 6 inci. Kapanpun mereka melompat, jarum-jarum itu akan menusuk kaki mereka, dan mereka tidak memiliki saat untuk beristirahat. Ketika seseorang mencoba berhenti, iblis-iblis akan muncul serentak dan menusuk mereka dengan tombak, mengutuki mereka dan berkata, “Sembah dia! Ini adalah kerajaanmu sekarang, sembah setan! Sembah dia! Kau tidak bisa berhenti, sembah dia! Sembah dia! Kau harus menyembahnya! Kamu harus lompat! Kamu harus menari! Kamu tidak bisa berhenti sedetikpun!”


Sungguh sangat mengerikan bahwa banyak di antara orang-orang itu adalah orang Krsten yang pernah mengenal Tuhan, namun mereka ada di klub-klub malam saat mereka meninggal. Mungkin kau bertanya, “Dimana dikatakan di Alkitab bahwa menari itu salah?” Dalam Yakobus 4:4 firman Tuhan berkata: “Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Juga dalam 1 Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Ingatlah bahwa dunia akan berakhir, semua ini akan lenyap, namun siapapun yang melakukan kehendak Allah akan hidup selamanya.


Temanku dan saudaraku, ketika kami meninggalkan tempat ini, kami melihat sesuatu seperti jembatan yang memisahkan bagian neraka ini dengan bagian siksaan yang lain. Kami melihat roh yang berjalan melintasi jembatan. Roh itu tampak seperti boneka yang kita lihat di bumi; kita menyebutnya Treasure Trolls. Mereka memiliki warna rambut yang berbeda-beda, dengan wajah lelaki tua tapi dengan tubuh anak-anak; tanpa organ seksual. Mata mereka dipenuhi kejahatan. Tuhan menjelaskan bahwa mereka adalah roh kerugian. Roh-roh itu memiliki tombak di tangannya dan berjalan dengan bangganya di atas jembatan, seakan-akan mereka adalah raja.





Ketika ia berjalan, ia akan menusuk orang-orang di bawah jembatan dengan tombaknya. Ia akan mengutuki mereka dengan berkata, “Ingatkah kalian akan hari ketika kalian di luar gereja Kristen dan kalian tidak mau masuk ke dalam? Ingatkah kalian pada hari ketika mereka berkhotbah padamu dan kalian tidak mau medengar? Ingatkah kalian akan hari ketika mereka memberimu lembar warta dan kalian membuangnya?” Jiwa-jiwa yang terhilang akan mencoba menutupi letak telinga mereka seharusnya berada. Mereka akan menjawab roh itu, “Diam! Diam! Jangan beritahu aku lagi! Aku tidak mau tahu lagi, diamlah!” Bagaimanapun, roh jahat itu menikmati melakukannya karena kesakitan yang bisa ditimbulkannya pada jiwa-jiwa tersebut.


Kami melanjutkan berjalan bersama Tuhan. Saat kami melihat masa di sekitar kami, kami memperhatikan seorang pria yang menjerit lebih keras dibandingkan yang lain yang terbakar di dalam api. Ia menjerit, “Bapa, Bapa, kasihanilah aku!” Tuhan tidak berniat berhenti untuk melihat pria tersebut, namun ketika kata ‘Bapa’ didengarNya, Ia berhenti dan berputar. Yesus melihatnya dan berkata, “Bapa? Kau memanggilKu Bapa? Bukan, aku bukan bapamu, dan kau bukan anakku. Jika kau anakku, kamu sekarang akan ada bersamaKu di Kerajaan Surga. Kau adalah anak dari bapamu, si iblis.” Dengan segera selimut api naik dan menutupi seluruh tubuh pria itu.


Tuhan menceritakan kepada kami kisah pria tersebut. Pria itu memanggilNya Bapa karena ia pernah mengenalNya. Ia biasa pergi ke gereja dan mendengarkan Tuhan melalui firmanNya, dan ia banyak memperoleh janji dari Tuhan. Maka kami bertanya, “Apa yang terjadi Tuhan? Lalu mengapa ia ada disini?” Tuhan menjawab, “Ia memiliki kehidupan ganda; ia hidup dengan satu cara di rumah, dan cara yang berbeda di gereja. Ia berpikir dalam hatinya, ‘Yah, tidak ada seorangpun yang hidup dekat denganku, tidak seorang pastur ataupun saudara lain, maka aku bebas melakukan apapun yang aku mau.’ Namun ia lupa bahwa mata Tuhan selalu mengamati semua jalan manusia dan tak ada seorangpun dapat berbohong atau bersembunyi dari Tuhan.”


Firman Tuhan memberitahu kami, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7). Pria ini menderita ribuan kali lebih parah dari yang lain. Ia harus membayar dua kali hukuman: Satu untuk dosa-dosanya, dan satu untuk pikirannya bahwa ia bisa menipu Tuhan.


Hari-hari ini, orang-orang banyak yang membuat tingkatan-tingkatan dosa; mereka berpikir bahwa homoseksual, pencuri, dan pembunuh adalah dosa yang jauh lebih besar dibanding pembohong atau penggosip. Namun di mata Tuhan, semua dosa ini memiliki beban yang sama dan harga yang sama. Alkitab membertahu kita, “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya.” (Yehezkiel 18:20) dan “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23).


Teman dan saudaraku, aku mengundangmu sekarang untuk menerima undangan Yesus. Yesus mengulurkan tanganNya yang penuh belas kasih jika kau bertobat dan mengakui dosamu. Firman Tuhan memberitahu kita bahwa mereka yang merubah jalan hidupnya dan bertobat akan diberi belas kasih. Jauh lebih baik percaya saat ini, daripada terus menunggu dan menemukan kenyataan yang pahit nanti saat segalanya terlambat. Tuhan memberkatimu.



TO BE CONTINUED...


.

June 28, 2010

Roh Reptil yang Pernah Kulihat!

.

Hey, guys... Mungkin beberapa dari kalian ada yang banyak baca entry-entry yang aku masukin blog ini dari jaman dahulu kala, tapi mungkin ada juga dari kalian yang cuma baca postingan-postingan terbaru, aku mau menjelaskan tentang suatu hal.


Pada tanggal 6 Februari 2009, aku mem-posting sebuah entry dengan judul "Horror di Sekitar Kita...", entry itu bisa kalian baca di sini.

Nah, dalam entry itu, aku menuliskan kesaksianku tentang setan katak kurus yang aku lihat waktu (kalo ga salah...) umurku baru 11 atau 12 tahun. Berikut testimoniku tentang pengalaman itu:


Malem-malem waktu itu aku mau naik ke lantai 2 rumahku, waktu itu papaku lagi ke luar kota, dan kami semua mau tidur sekamar, tujuannya nemenin mamaku tidur... Jadi kami ber-5 tidur sekamar (Mamaku, aku, ama 3 saudariku)...


Pas mau naik ke atas, aku kan liat ke atas, tiba-tiba ada seseorang yang modelnya aneh banget sampe sekarang aku selalu merinding kalau ngebayangin orang itu...


Orang itu kurus banget, kulitnya hijau tua, pokoknya kurus banget hampir kayak Aming di Extravaganza... selain hijau, kulitnya juga agak mengkilap, dan tangannya itu ada selaputnya kayak kodok, tapi selaputnya tuh luebar banget!

Selain itu, kepalanya gak kelihatan... Bukan gara-gara gak ada, tapi orang itu pake penutup kepala, kayak semacam penutup kepala buat para penyelam gitu, jadi ada 2 lingkaran kaca di bagian mata dan 1 lingkaran besar di bagian hidung dan mulut buat bernapas...

Kesimpulannya, setan yang aku lihat itu berwujud manusia katak kurus yang memakai penutup kepala penyelam...


Begitu tuh makhluk lihat aku, langsung dengan kakinya yang berselaput, tuh makhluk lari dan terhalang tembok...


Aq bener-bener merinding, dan karena tempat tidur buat aku tidur ada di lantai 2, mau gak mau aku mesti ke tempat orang itu tadi lari!!


Suer, selama lari, aku gak berhenti merinding...


Otomatis keluargaku yang aku ceritain gak ada yang percaya, hingga sekarang-pun aku jadi agak percaya kalo aku itu Cuma ngelindur, tapi bayangan setan itu jelas banget di pikiranku... Bahkan kalo ada kertas ama pen, aku bisa gambarin kayak apa model makhluk aneh bin ajaib entu...



Nah, ga lama, waktu aku lagi browsing-browsing tentang simbol illuminati di youtube, aku menemukan sesuatu yang cukup menarik perhatianku, yaitu fakta bahwa di daerah-daerah timur tengah, di tempat banyak orang memakai cadar, ada orang yang wajahnya seperti reptil dan orang-orang itu sangat keji. Ini merupakan hasil manifestasi setan / lucifer di dunia.


Selagi aku mencari-cari info, aku mengikuti saran salah satu video untuk klik di google dan aku ketik "Reptilians Human". Di sana aku banyak menemukan dokumen-dokumen yang membahas tentang fenomena manusia yang seperti reptil. Kalau kalian tertarik, bisa coba-coba baca disini: Humans, nephilim, and Reptilians


Disini aku dikejutkan akan gambar dari salah satu film anak-anak yang berjudul LAND OF THE LOST. Gambar itu menampakkan manusia seperti reptil yang bisa kubilang 80% mirip dengan setan katak yang aku lihat, bedanya di penglihatanku, makhluk itu lebih kurus, mengkilap, dan warnanya lebih hijau tua.



Segala pencarian-pencarian ini sangat menarik dan seru untuk diselidiki sebenarnya. Next time kalo aku ada info lagi yang mistis-mistis, pasti aku postingkan lagi.. Ciao! ^^


.

June 27, 2010

63336: Segala Pertanyaan Terjawab?



63336 adalah layanan jawab pertanyaan lewat SMS, lebih dikenal dengan AQA (Any Questions Answered). Dengan mengetik sebuah pertanyaan dan mengirimkan ke nomor 63336, anda akan segera mendapat SMS jawabannya. Organisasi ini menyatakan diri sebagai organisasi yang mengetahui segala jawaban di dunia.


"We've been answering questions now for six years, so when it comes down to it, 63336, the UK's most accurate text question and answer service, knows pretty much everything. Ask us absolutely any question - fun or serious, or just challenging - and we'll answer in just a few minutes."



Pertama kali muncul pada April 2004, AQA 63336 telah menjawab lebih dari 20 juta pertanyaan. Pertanyaannya bebas, boleh pertanyaan menjebak, menantang, bahkan hal-hal di masa depan. APAPUN!

Cukup dengan 1 poundsterling per SMS. Untuk info lebih lengkap, berikut link-nya:
63336

Setelah aku melihat iklan dari AQA 63336 di
63336ADVERT melalui saran temanku, Nico, aku jadi sedikit SHOCK dan terheran-heran...


63336 produced and broadcast its first television advert in November 2009. The advert was the subject of controversy due to the alleged use of Illuminati symbolism such as a pyramid and an eye. In March 2010 the advert was shown for a second time.




Gimana bisa organisasi ini menayangkan iklan segelap dan seseram itu? Dengan koor menyeramkan (ga heran kalo itu lagu dari gereja setan) dan ekspresi serius dan egang dari para "bintang iklan"nya, aku jadi terperangah dan ga bisa berkata apa-apa selain: INI ORGANISASI SESAT.


Dengan menyatakan diri mereka sebagai "Organisasi yang Tahu Segalanya", mereka memiliki motto yang hampir sama dengan Illuminati, dimana mereka mempercayai bahwa mereka telah "dicerahkan" dan tahu segalanya karena pertolongan sang The Great Architect...

Well, bagi kita yang udah percaya jelas angka 63336 sendiri mengundang tanda tanya karena tidak berbeda jauh dengan angka setan; 666 di kitab Wahyu. Semua fenomena aneh ini harus membuat kita waspada, jangan geblek dan terus-terusan bebal seakan-akan ini cuma fenomena yang lagi trend dan 'cool'...




Apapun kata orang, iklan AQA63336 dan simbol-simbol yang mereka pakai sama sekali nggak cool dan nggak lazim. So, always vigilant and prepare for the last days.


.

BAB 3: Kisah Sandra Tentang Neraka

.

Matius 10:28

Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.



Kapanpun jiwa-jiwa tiba di neraka, orang tersebut memperoleh tubuh yang telah mati. Tuhan Yesus meraih tanganku dan kami mulai berjalan melewati terowongan yang sangat gelap menuju ke pusat bumi. Kami tiba di suatu tempat dengan beberapa pintu; salah satu pintu terbuka dan kami masuk bersama Tuhan. Aku tidak akan melepaskan tangan Tuhan, karena aku tahu jika aku melepasNya, aku akan tinggal di neraka selamanya.


Setelah melewati pintu, aku melihat dinding yang sangat besar. Disana ribuan manusia digantung dari kepalanya dengan kait, dengan rantai yang mengikat tangan mereka ke dinding. Kami juga melihat ribuan orang berdiri di kobaran api dimanapun.




Kami menuju ke salah satu kobaran api dan api itu semakin menurun perlahan. Tidak lama aku melihat seseorang di dalamnya, dan ketika ia berbicara, aku dapat mengetahui bahwa ia adalah seorang laki-laki. Pria itu memakai pakaian pendeta, yang telah sangat kotor dan tersobek-sobek. Ulat-ulat menjalar keluar-masuk di seluruh tubuh pria ini. Ia terlihat terbakar dan hangus karena api. Matanya terlepas keluar dan dagingnya meleleh-leleh dan jatuh ke tanah. Namun setelah dagingnya terjatuh, dengan segera dagingnya tumbuh, dan seluruh proses itu akan terulang.


Ketika ia melihat Yesus ia berkata, “Tuhan kasihanilah aku, kasihanilah aku! Tolong keluarkan aku dari sini untuk sesaat! Hanya semenit!” Di dada pria ini terdapat piringan metal bertuliskan, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU MERAMPOK”.


Yesus mendekat dan bertanya pada pria itu, “Siapakah namamu?” Pria itu menjawab, “Andrew, namaku Andrew, Tuhan.” Tuhan bertanya lagi, “Berapa lama kau ada disini?” Andrew menjawab, “Aku sudah disini untuk waktu yang sangat lama.” Pria itu mulai menceritakan kisahnya. Ia berkata bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan persembahan dan mengorganisir distribusi keuangan untuk orang-orang miskin di gereja Katolik. Walau begitu, ia lebih memilih untuk mencuri uang-uang itu. Dengan mata penuh belas kasihan, Tuhan bertanya padanya, “Andrew, pernahkah kau mendengar firman?” Andrew menjawab, “Ya Tuhan, ada seorang wanita yang datang ke gerejaku dan berkotbah tentang firmanMu, tetapi aku tidak mau menerimanya. Aku tidak mau mempercayainya, tapi aku mempercayainya sekarang! Sekarang aku percaya bahwa ini sungguhan! Tolong Tuhan keluarkan aku dari sini, paling tidak untuk sesaat!”


Sewaktu ia berbicara, ulat-ulat merayap melewati lubang matanya, keluar dari telinganya, dan masuk ke tubuhnya lagi melalui mulutnya. Ia mencoba menarik ulat-ulat itu dengan tangannya tetapi itu sangat mustahil. Ia menjerit dengan mengenaskan dan terus memohon kepada Tuhan untuk berbelas kasih. Ia terus meminta Tuhan untuk mengeluarkannya dari tempat itu. Bahkan lebih buruk, disana ada setan-setan yang menyiksanya, berkali-kali menusuknya dengan tombak. Setan-setan itu persis seperti boneka mainan yang kita miliki di bumi yang bernama “The Jordanos”. Aku melihat boneka-boneka itu di neraka, tetapi mereka bukan boneka lagi, mereka hidup dan kesetanan. Mereka setinggi tiga kaki dan memiliki gigi-gigi yang sangat runcing. Darah keluar dari mulut mereka, dan mata mereka benar-benar merah.


Mereka menusuki Andrew dengan sepenuh kekuatan mereka, begitu juga yang dialami oleh jiwa-jiwa lain yang ada di bagian neraka ini. Ketika aku mengobservasi ini, aku bertanya kepada Tuhan, bagaimana mungkin boneka di bumi dapat benar-benar serupa dengan setan-setan itu. Tuhan memberitahuku bahwa mereka adalah roh-roh kesedihan.


Ketika kami melanjutkan perjalanan, kami melihat ribuan manusia dalam siksaan. Kapanpun jiwa-jiwa melihat Tuhan, mereka mencoba meraihNya dengan tangan kurus mereka. Aku memperhatikan seorang wanita yang menjerit waktu ia melihat Yesus. Ia berteriak, “Tuhan kumohon kasihanilah aku! Keluarkan aku dari tempat ini!” Ia begitu menderita sakit dan ia menjulurkan tangannya ke arah Tuhan. Ia terus menerus memohon padaNya untuk mengeluarkannya dari tempat itu, paling tidak untuk satu detik. Ia benar-benar telanjang bulat dan dilapisi dengan lumpur. Rambutnya sangat kotor dan ulat-ulat menjalar naik-turun di tubuhnya. Ia mencoba menarik ulat-ulat itu dengan tangannya, namun tiap kali ia membuang beberapa ulat, ulat-ulat di tubuhnya menjadi berlipat kali ganda. Ulat-ulat itu panjangnya antara 6-8 inci. Tuhan berkata dalam Markus 9:44, “di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.”


Sungguh sangat mengerikan melihat wanita ini dan mendengar jeritannya selama ulat-ulat dengan serakah memakan dagingnya. Ada sebuah piringan metal terpasang di dadanya yang tidak dapat dihancurkan oleh api. Disana tertulis, “AKU ADA DI SINI KARENA BERZINAH”. Dalam keadaan yang sama dengan dosanya, wanita ini dipaksa untuk berzinah di neraka dengan ular gendut yang sangat menjijikkan. Ular itu memiliki duri-duri yang sangat besar di sekujur tubuhnya, tiap duri sepanjang 6-8 inci. Ular itu memasuki alat keamin wanita itu dan menjalar naik melewati tubuhnya menuju tenggorokan wanita itu. Ketika si ular memasukinya, ia mulai menjerit.


Ia memohon-mohon kepada Tuhan semakin sering untuk mengeluarkannya dari tempat itu, “Tuhan, aku ada disini karena berzinah, aku telah disini selama 7 tahun, sejak aku meninggal karena AIDS. Aku memiliki 6 pacar, dan aku ada disini karena berzinah.” Di neraka ia harus mengulang dosa-dosanya berulang-ulang kali. Ia tidak memiliki istirahat, pagi atau malam, menderita dengan cara yang sama setiap saat. Ia mencoba menjulurkan tangannya ke arah Tuhan, namun Tuhan memberitahunya, “Bianca, sudah terlambat untukmu. Ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacng sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11) Ketika Tuhan mengucapkan kata-kata itu, selimut api segera menyelimutinya, dan aku tidak dapat melihatnya lagi.


Kami terus berjalan, melihat ribuan dan ribuan manusia. Disana ada anak muda, orang dewasa, dan orang-orang tua menderita dalam siksaan. Kami tiba di suatu tempat yang menyerupai kolam renang api yang besar, dengan ribuan laki-laki dan perempuan di dalamnya. Tiap-tiap mereka memiliki piringan metal di dadanya yang bertuliskan, “AKU ADA DI SINI KARENA TIDAK MEMBERI PERSEMBAHAN DAN PERPULUHAN”. Ketika membaca itu, aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, bagaimana mungkin orang bisa ada disini karena alasan ini??” Tuhan menjawab, “Ya, karena orang-orang ini berpikir bahwa perpuluhan dan persembahan tidaklah penting, ketika firmanKu dengan jelas menunjukkan itu sebagai perintah.” Dalam Maleakhi 3:8-9 dikatakan, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu terkutuk dengan kutukan, karena kamu merampok Aku, seluruh bangsamu.”


Tuhan memberitahuku bahwa ketika umatNya menahan persepuluhan mereka, itu menghambat pekerjaan Tuhan, sehingga firman Tuhan tidak tersampaikan. Orang-orang di tempat ini menderita ribuan kali lebih parah dibanding yang lain, sebab mereka mengetahui firman Tuhan dan tidak mematuhinya.


Kami melanjutkan perjalanan dan Tuhan menunjukkan kepada kami seorang pria. Aku dapat melihatnya melalui pinggang ke kepala, dan aku mulai memperoleh penglihatan tantang bagaimana ia meninggal. Namanya adalah Rogelio. Ia sedang di mobilnya ketika seseorang mendekat untuk mengkotbahkan firman kepadanya dan memberinya Alkitab. Namun Rogelio mengacuhkan peringatan orang itu dan melanjutkan perjalanannya, tanpa mengetahui bahwa beberapa menit kemudian mobilnya akan tertabrak. Mobilnya jatuh ke tebing yang curam dan ia-pun meninggal.


Saat ia tertabrak, Alkitab di mobilnya terbuka ke Wahyu 21:8, “Tetapi orang-orang yang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Ketika Rogelio membaca ayat ini, ia mati dan tiba di neraka.


Ia baru ada di neraka selama satu bulan dan masih memiliki daging di wajahnya. Bagaimanapun, ia sangat menderita seperti orang-orang lain. Pada awalnya ia tidak tahu mengapa ia ada di neraka. Aku pikir ketika orang Kristen itu mendekati mobilnya, itu adalah satu-satunya kesempatan akhir baginya untuk menerima Tuhan Yesus. Cara yang sama yang berhasil membuka kesempatan bagi orang-orang lain untuk menerimaNya. Hari ini, aku mengundangmu untuk membuka hatimu bagi Yesus; Ia sendirilah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6) Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus, dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Kisah Para Rasul 4:12) Tuhan juga meminta kita untuk mengikuti jalan-jalanNya dalam kekudusan dan hormat. Tuhan memberkatimu.





TO BE CONTINUED...



.