Powered By Blogger
Showing posts with label Natal. Show all posts
Showing posts with label Natal. Show all posts

December 29, 2008

Aura Natal di Perkotaan


Asiknya menikmati suasana natal di perkotaan...

Tanggal 27 desember 2008, hari sabtu, pas mall-mall tuh lagi rame-ramenya,
Aku yang udah ngebet banget kepingin jalan-jalan akhirnya bisa keturutan...

Kita ke PTC, Supermall! Jalan-jalan, makan-makan, kongkow-kongkow, beli film bajakan, duh senangnya...!

Rupanya di PTC entu suasana natalnya masih kentel banget, apalagi kan
di mall gede itu ada gereja Bethany, yang pastinya juga ngerayain natal dong...

Salah satu dekorasi yang aku suka, adalah dekorasi Santa Clause yang berdiri di sebelah papan PENUH lampu kuning bertuliskan XMAS!

Nih, aku udah foto kok bagusnya dekor natal itu...^^


Parahnya, hari itu hujan turun dengan derasnya, dan angin bertiup dengan kencangnya, kombinasi keduanya menghasilkan jurus maut yang namanya duinguiiiin...

Entu liat aja, temen-temen
gue ampe nutupin kepalanya...
(Jo, kok kayaknya gak deres-deres amat ya?) - Kamera gue jelek kali! Kan pake HP...

Napa sih kok yang namanya Natal itu bisa ada hubungannya ama sinterklas??
Layaknya dekor natal PTC ini...
Santa di sebelah XMAS??

Hmmm...

FAKTA NATAL DAN SINTERKLAS

Jika bulan sudah memasuki ‘ber’ artinya sudah mulai September, Oktober, November dan D
esember dan orientasi orang Manado adalah ‘Natal’. Segala persiapan dalam hubungan dengan perayaan-perayaan tersebut mulai dipersiapkan dengan segala model, bentuk dan gayanya orang Manado.

Kemudian orang Amerika memvisualisasikan dengan memberikannya janggut ber-warna putih, mendandaninya dengan baju merah dan menja-dikannya seorang tua yang riang dengan pipi yang merah dan sinar di matanya.

Mereka berkisah bahwa di malam Natal, santa claus akan menaiki kereta salju penuh ha-diah, ditarik oleh delapan ekor rusa kutub lalu terbang me-nembus awan untuk mengan-tarkan hadiah-hadiah itu kepa-da anak-anak di seluruh dunia. Anak-anak akan menggantung-kan stoking atau kaus kaki be-sar di atas perapian, kemudian santa claus akan turun dari cerobong asap dan meninggal-kan permen dan hadiah-hadiah dalam kaus kaki itu untuk anak-anak.

Santa claus menjadi tokoh legenda yang tinggal di kutub utara, di mana dia selalu membuat mainan sepanjang tahun dan selalu membagi-bagi hadiah kepada anak-anak.

MAKNA TEOLOGIS GEREJA MERAYAKAN NATAL

Gereja sampai abad ini telah mengambil alih suatu kebiasaan lama dan memasukkan
unsur-unsur religius teologis. Orang-orang Kristen melihat dan memandang kepada Allah yang menciptakan dan Allah yang pernah hadir dalam sejarah dunia yakni Dia pernah lahir dan menjadi manusia.

Hal itu perlu di ingat-ingat te-rus menerus dan jangan sampai dilupakan oleh generasi kini, generasi kemudian atau ketu-runan berikutnya. Suatu fakta historis dan Kebenaran Allah bahwa benar Yesus itu dilahir-kan oleh seorang perawan Ma-ria (Mat 1 :18-25 ; Luk 2:1-7). Inilah Pokok Iman orang Kristen tentang Kebenaran Allah akan kehadiran-Nya di dunia dan harus dikumandangkan di seluruh dunia sampai ke pe-losok-pelosok. Kehadiran Allah harus disambut dan diterima oleh Umat Kristen sebagai Kar-ya Selamat Ilahi.

Hal yang harus dilupakan dan dihindari oleh orang Kristen ter-hadap kebiasaan-kebiasaan ya
-ng pernah dilakukan seperti ka-um Paganis (Penyembah Berhala) adalah kebiasaan pesta pora, makan minum sepuasnya sampai mabuk-mabukkan.
Tradisi yang diteruskan oleh orang Kristen sekarang adalah perhatiannya pada persoalan konsumtif
makan dan minum sepuasnya dan tren fashion yang berlebihan. Sehingga lebih banyak orang terfokus pada tren fashion dan konsumti-fisme pada makan dan minum daripada “ Pencerahan” dan ke-hidupan yang pure “Moralitas” (maksudnya moralitas murni- bukan sok moralitas). Karena jika ini yang kita lakukan maka kita akan meneruskan kebiasa-an-kebiasaan Kaum Paganis dalam pemujaan kepada dewa-dewa mereka.

SINTERKLAS SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN BAGI ANAK-ANAK

Sinterklas sudah melegenda di hari Natal dan menjadi me-mori yang indah di pikiran anak-anak. Tetapi ajaran Kris-ten tidaklah mengajarkan suatu berita kebohongan kepada si-apa saja termasuk anak-anak.

Kaus kaki atau sepatu yang ditaruh rumput-rumput di malam Natal akan berganti dengan hadiah pada keesokan harinya dan hadiah itu dibawa oleh sin-terklas itu adalah kebohongan publik terutama anak-anak.

Kemudian berkembang ge-reja-gereja bahkan lembaga-lembaga serta pusat perbelan-jaan mengunjungi anak-anak ataupun menunggu anak-anak dengan memberikan hadiah kepada anak-anak yang telah didaftarkan namanya oleh ora-ng tua anak tersebut, dengan mengatakan bahwa hadiahnya adalah langsung dibawa dan diberikan oleh sinterklas.

Itu juga adalah suatu kebohongan dan mengajarkan kepada anak-anak tentang kebohongan, padahal hadiah-hadiah tersebut dibelikan oleh orang tuanya. Sehingga ada anak yang kritis mengatakan bahwa itu dari orang tuanya bukan da-ri sinterklas.

Sinterklas adalah pernak-pernik Natal yang awalnya seorang Pastur “Santo Nicolas” yang berhati
mulia membantu orang miskin. Itulah sebenar-nya dasar orang Kristen untuk “Berdiakonia” membantu ora-ng miskin.
Ketika sinterklas sudah men-jadi bagian dari perayaan Natal khususnya anak-anak, hal itu dilihat bukanlah suatu mani-pulasi berita kepada anak-anak tetapi mengajarkan kepada anak-anak tentang “Kebaikan”.
Sinterklas menjadi media pe-ngajaran Kristen tentang perilaku anak-anak yang baik, penurut, rajin b
elajar, mau ke Sekolah Minggu, tidak suka membantah dan mengasihi orang tua, sesama teman juga orang lain, dan seterusnya hal-hal tentang kebaikan. Dan anak-anak yang melakukan kebaikan-kebaikan tersebut ada upahnya atau ada ha-diahnya.

Hadiah tersebut dilihat seba-gai sarana untuk merangsang anak-anak tersebut. Dan kita akan jujur
mengatakan se-muanya itu diberikan baik oleh orang tua sendiri atau-pun gereja atau lembaga yang mensponsorinya. Hal ini akan lebih mendidik anak-anak kita dengan pengajaran yang baik daripada kita me-ngajarkan tentang keboho-ngan. Dan sinterklas adalah media dan sahabat bagi anak-anak untuk mengajarkan ke-baikan dan kebenaran.

Oleh Pdt. Djoys Karundeng-Rantung STh (Pendeta dari GMIM yang kini berdomisili di Jakarta, Pelayanan di GPIB Cibubur Jakarta dan Gereja-Gereja sekitarnya, dan Mahasiswa Pasca Sarjana UKI Jakarta.)

Sumber dari http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2007/des_17/opini01.html

Naaaah... Gitu toh...

Santa Clause itu ya Cuma media, karangan manusia untuk mempermudah anak-anak kecil belajar dan menyukai tentang natal...

Padahal kan Natal itu hari kelahiran Juruselamat?
Kok bisa digambarin dengan adanya kakek-kakek gendut berbaju merah yang bawa-bawa banyak hadiah??

Yah, dari kecil juga aku udah tau yang namanya Sinterklas itu kagak ada...
Ya ya ya, itu CUMA media...

Selama media itu sifatnya positif dan bisa membawa semangat Natal yang hangat dan menyenangkan, oke-oke aja kita menyukainya.

Asal jangan lupa arti sesungguhnya aja, kalo Natal itu simbol hari ulang tahun Tuhan kita yang sudah lahir dan mati untuk kita semua!

Merry Christmas 2008 everybody!!^^

December 26, 2008

The Night Before Christmas

Aku seneng banget akhirnya event natal di gereja bisa sukses!!

Udah latihan berminggu-minggu, padahal perannya ga banyak sih, di drama itu aq cuma berperan dugem, mabuk2an, main suntik2an, ama pura2 minum narkoba yang sebenernya cuma permen POLO yang di tughel2.

Walau cuma memainkan peran yang lamanya cuma 3 menit di atas panggung, tp overall jadi seneng juga bisa ikut menyukseskan jalannya event drama natal gereja... (Mbatin juga sih, klo perannya cuma 3 menit, dan dramanya itu lamanya 30 menit, ngapain aq latian terus2an!??)

Ada ga sih bonafitnya main drama entu?? Ya ada lah keuntungan dan kerugiannya...

Kerugian:

-Jadi sakit2an, udah ke gerejanya sore2 jam 5-7, begitu dinginnya di atas sepeda motor, apalagi saat awan menitikkan airnya dengan begitu bernafsu (Alias hujan deres), makin bikin aku ini mau goyang duyu!

-Sometimes wasting time... Udah aq-nya naik motor, mbelan2i... Eh, the other actors and actresses did not come dengan alasan: Hujannya kok deres ya?? Muke lo! Belum jadi artis Hollywood aje udah minta High Class Service... Mau loe gue jemput?? Sama aja kali! Sama2 basah ujung2nya... Walhasil aq kembali pulang tanpa latiha drama, aq ingakan sekali lagi ya para pembaca, aku itu cuma peran dugem 3 menit! Di antara drama 30 menit... Bayangkan!

-Malunya itu lo... Yah, walau aq seharusnya berkata dengan narsis kalo aq harus profesional... Tapi... jadi bad boy itu ga aq bgt... masa Aq yang polos dan berwajah tak berdosa ini harus mabuk2an, joged2, ama main suntik2an pembawa AIDS di atas panggung?? Bahkan (Ga mbojok ini!) Waktu aq joged, ada yang ketawa lo! Klo uangku cukup, operasi plastik itu udah masuk plan B!

Tapi ya... Hehehe, namanya ngrasain tampil di muka umum itu ya ada keuntungannya lo, guys...

Keuntungan:

-Ya asik to?? Bisa ada kesempatan TP2, alias tebar pesona yang disengaja, dan asiknya, TP2 itu ga da yang protes. Gue lagi main drama tauk! (Kayake tu cewek yg mayan cakep nglirik kagum... bener apa ga tuh? Ato matanya cuma lagi lecek ngliatin aku!??? Hihihihihi...)

-Ya mayan bisa belajar akting, merasakan suka-duka akting di atas panggung, walau di uji dengan peran yang cukup... ehem! Unik...

-Senangnya bisa melayani Tuhan, walau jujur ya, kadang2 aq aras2en pas latihan... Maafkan aq, Oh Tuhan... T.T
Tapi kan aq sudah mencoba bersungguh2...

____________________________________________________________________

ANEHNYA NIH...

Aku ini kenapa toh!??
Setelah berminggu-minggu penuh protes kepada Tuhanku, Yesus... Gara2 peranku yg dikit bgt dan latihannya yang segudang, sekarang setelah pementasannya sudah finish, aq kok malah kehilangan...
Pingiiiin rasane balik ke gereja lagi, latihan2 lagi...
Manusia itu emang aneh...

Yah, drama sudah usai, latihan udah berhenti...

Moga utk drama berikutnya aq bisa ikut serta lagi, toh selama ini aq kan ngomelnya di dalam hati, org2 gereja juga ga ada yg terganggu kan? Sedikit muna juga nih...
Khukhukhu...

Tapi ya, untuk drama berikutnya, peranku ga mau sesedikit ini!!

Paling gak jadi 5 menit deh dari 30 menit...


Welcome!


Akhirnya setelah lama berharap-harap memiliki blog pribadi... Terimakasih Tuhan!!!! Blog ini akan kurawat dengan penuh kasih sayang dan perhatian (Berlebihan ya? Hehehehe...)

Ya maksude kan lagi seneng bgt gitu udah punya blog sendiri, yah... Moga2 info2 yang aku masukin di sini bisa up2date, menarik, mendidik, dan menjalankan kontrol sosial (Loh!! Kok jadi omongan Jurnalistik!??), yah terutama bisa bermanfaat lah buat semua yang baca!^^

Blog ini tercipta sehari setelah natal 2008!!
26 Desember 2008 akan menjadi hari yang bersejarah!! (Chieeee a.k.a Hoeekzz!!)
Ya moga2 di tahun baru nanti kita semua bisa memperoleh kebahagiaan, keberuntungan, dan ilmu sebanyak2nya!! Ya itung2 kan aq punya blog ini juga baru belajar... Moga ntar taun 2010 wes jago gitu...^^

MERRY CHRISTMAS 2008
AND
HAPPY NEW YEAR 2009
FOR EVERYONE!!!!^^
GOD BLESS U ALL...

Yoo ini kan baru entri pertama, ya mohon maaf lahir batin la klo ada kata2 yang kurang berkenan (Takutnya ada yang mbatin: Ini Jurusan Ilmu Komunikasi kok komunikasine ga bener toh!!)
Ya, I'm just an ordinary man... Jadi juga bisa melakukan kesalahan dengan salah ketik ato mengucapkan hal2 yg tidak di duga2, Wohohohohohohohohohoho...
Merry Christmas Everybody!
MERRY CHRISTMAS!!!
(Baca dengan nada Bung Santa)

Ya udah, enough embel2-e, seng penting iku isine mbobot, ya to??
Makasi udah mau mampir, walau mungkin beberapa yang mampir itu dengan menggerutu ato atas dasar paksaan, tuntutan, dan lain sebagainya... Hihihihihihihihi... (Aku tidak menyesal)

Okay, everybody!
May all your Christmases beeee...
WHIIIITEEEEEEE!!!!!!

Good Luck!!
God Bless You All...!!!
(",)