Powered By Blogger

February 27, 2010

Shopping With My (girls) Family...

Hari ini bener-bener hari yang melelahkan, gak bohong. Kenapa? Karena hari ini aku harus menemani kakak, adik, dan mamaku belanja di TP. Dan kalian tahu apa artinya itu?? Umpamakan seperti masuk gym 4 jam dan kalian nggak boleh berhenti mengoperasikan alat angkat bebannya.

Jalan-jalan sama mama, kakak perempuan dan adik perempuan dengan tujuan belanja adalah suatu komitmen yang harus benar-benar dijaga. Kalau dari awal sudah ngerasa bakal nggak kuat untuk memendam perasaan jengkel, jangan ikut dari awal. Nah kenapa hari ini aku memutuskan ikut? Yah... Karena kakak perempuanku mau menikah tidak lama lagi *di tahun ini* dan nampaknya akan tidak sopan menolak requestnya di saat tak lama lagi kami akan pisah rumah dan jarang bercengkrama.

Kakak: Nyo, besok ikut ke TP?
Aku: Ngapain?
Kakak: Ya jalan-jalan, belanja...
Aku: Belanja apa?
Kakak: Baju.
Aku: Buat?
Kakak: Ya nggak apa-apa, buat bekal nanti.

Yah, kalau harus mendengar dia akan pergi tak lama, kenapa aku nggak rela membuang-buang energi selama 5 jam?

Mungkin kalian heran, apa nggak takut apa yang kutulis disini akan dibaca keluargaku? Tenang... Keluargaku sudah terbukti bukan pecinta blog...

Aku: Hey! Baca blog-ku dong!
Adik: Apa itu blog?
Aku: Ya buat nulis2, baca dong, ada yang lumayan nih...
Adik: Kapan-kapan aja, aku sibuk. *Pergi tidur siang*

***

Selama perjalanan di TP aku melihat banyak kasus seperti mau beli ini, dilarang, ngambek, yang bikin marah sungkan, maksa beli, yang mau beli gengsi, nggak jadi beli... Siklus ini sepertinya cukup di doyani cewek-cewek *terutama yang melankolis*

Kakak: Aku mau coba baju ini!
Mama: Kok putih! Kayak mau ke orang mati aja! Jangan, ganti lah....
Kakak: Nggak jadi deh! *Ngeloyor pergi, bikin mama guilty*
Mama: Sek! Sek! Sek! Coba liat seh...
Kakak: Nggak Usah!
Mama: Coba!
Kakak: Emoh!
Mama: Memang putih itu jelek, beli itu yang merah!

Zzzzzzzz.......

Tapi toh kita pulang juga nggak sia-sia amat, yang seharusnya tujuan kita ke TP itu untuk beliin kakakku yg mau married baju, malah yg dibeliin adikku en aku... Lumayan...

Pokok kita pulang setelah ngeloyor di TP selama hampir 7 jam.

dengan alasan *ada* yang mules, mau pup.

Thanks God...

February 21, 2010

Hindari Gaya Hidup Hedonisme Dalam Adat Cina

.




GONG XI FAT CHOI!
GONG XI!
GONG XI!!


Guys, 14 Februari 2010, selain Valentine’s Day, para suku Cina juga merayakan tahun barunya yang biasa ditunjukkan lewat pernak-pernik merah, berpakaian merah, makanan melimpah, dan yang terpenting *terutama bagi anak-anak muda* tentulah Angpao!



Hmmmm… Siapa sih yang nggak suka dikasih duit?? Aku suka… Kamu?? Wah… Biasanya yang ada di pikiran kita kalau Imlek, tentulah berburu harta… Hanya dengan mengepalkan tangan, berkata “Gong Xi… Gong Xi…”, tiba-tiba selembar amplop merah diulurkan kepada kita, dan isinya duit tentunya… Wah3… Ini jelas pekerjaan termudah dan paling menyenangkan di dunia… Hanya saja, event ini hanya terjadi sekali setahun, jadi kerahkanlah seluruh tenaga, waktu, dan usaha untuk berburu harta di hari keramat ini…



Guys… Event langka itu terjadi di hari minggu pada tahun 2010 ini… Mana yang kita pilih? Valentine alias dinner with somebody special… Ke gereja dan beribadah dengan khusyuk… Atau terus memikirkan uang, uang dan uang?? Hmm… Ini bukan pilihan yang mudah, bahkan saat amplop merah itu sudah menyentuh jari-jari kita, pikiran kita akan melayang ke dalam isi amplop, mencoba meraba-raba dengan indera keenam, berapakah jumlahnya
...


Memang sudah saatnya kita bertobat dan menentukan prioritas hidup kita. Kalau bukan dari Tuhan, toh angpao-angpao itu tidak akan kita terima. Jangan kita menjadikan mamon allah di dalam hidup kita. Hindari gaya hidup hedonisme, suka berfoya-foya, bersifat duniawi, dan terus memikirkan soal harta. Yuk kita berusaha memprioritaskan Tuhan Yesus, walau terkadang memang berat, kita harus berusaha untuk lulus dari tiap ujian yang akan memperkuat iman kita! Setuju?

En buat yang udah dapat banyak angpao tahun ini, bersyukurlah guys, dan ingat Tuhan! Berikanlah persembahan yang harum dan terbaik buat Dia, jangan dengan berkeluh kesah dan sikap sayang harta… SAYANG YESUS!

.

Dari Mana Muncul Valentine's Day??

.



Valentin, atau Valentinus yang di Indonesia beberapa waktu terakhir ini mulai dipopulerkan secara luas dengan istilah Valentin (tanpa e atau huruf s) sebetulnya nama seorang MARTYR (orang Kristen yang terbunuh karena mempertahankan ajaran agama yang dianutnya), VALENTIN yang sebenarnya adalah nama seorang tokoh agama Kristen yang karena kesolehannya dan kedermawanannya diberi gelar Saint atau Santo disingkat dengan St, dia mempunyai tempat istimewa didalam ajaran agama ini. Panggilan atau gelar ini dilekatkan pula kepada tokoh kristen yang lainnya,seperti St.Paul, St.Peter, St.Agustine dan sebagainya. St hanya dihubungkan dengan nama seorang penganjur dan pemimpin besar agama kristen dan karenanya tidak dapat diberikan kepada sembarang pemeluk agama ini, yang tingkat keagamaannya masih rendah. St Valentin ini karena pertentangannya dengan Kaisar CLAUDIUS II penguasa Romawi pada waktu itu berakhir dengan pembunuhan atas dirinya pada abad ketiga, tepatnya pada tanggal 14 Februari tahun 270 masehi, Menurut kepercayaan kristen kematian Valentin ini dikategorikan kepada mati syahid, sebagaimana orang islam menyebut bagi seorang muslim yang terbunuh didalam peperangan mempertahankan agamanya.


Kematian yang tragis ,kesolehan dan kedermawanan Valentin ini, tidak dapat dilupakan oleh para pengikutnya dibelakang, Valentine dijadikan simbol bagi ketabahan, keberanian, dan kepasrahan seorang kristen menghadapi kenyataan hidupnya. Namanya dipuja dan diagungkan dan hari kematiannya diperingati oleh pengikutnya dalam setiap upacara keagamaan yang dianggap sesuai dengan peristiwa tragis itu. Upacara peringatan yang pada mulanya bersifat religius itu dimulai pada abad ketujuh Masehi dan berlangsung sampai abad keempat belas dan setelah abad itu SIGNIFIKANSI keagamaannya mulai hilang dan tertutup oleh Upacara dan Ceremony yang non agamais.




VALENTINES DAY ATAU HARI VALENTIN, sebagaimana dikatakan diatas adalah hari kematian Valentine yang kemudian diperingati oleh para pengikutnya setiap tanggal 14 februari tahun yang sedang berjalan.Hari Valentine ini kemudian dihubungkan pula dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut "SUPERCALIA" yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari, Setelah orang romawi masuk kristen maka pesta "SUPERCALIA" itu secara religius dikaitkan dengan kematian atau upacara kematian St Valentine.


Penerimaan Valentine sebagai model kasih sayang tulus diduga seperti berasal dari kepercayaan orang Eropa, bahwa masa kasih sayang mulai bersemi bagi burung jantan dan burung betina pada tgl 14 Februari setiap tahunnya.
Perkiraannya atau kepercayaannya ini lalu berkembang menjadi pengertian umum bahwa sebaiknya pihak pemuda mencari seorang pemudi (wanita) untuk menjadikan pasangannya dan sebaliknya seorang wanita mencari seorang pemuda untuk menjadi teman hidupnya pada tgl 14 Februari itu pula.Bersamaan dengan itu pula,mereka menyarankan untuk saling tukar tanda ma ta atau cadeau (kado) sebagai lambang terbinanya kasih sayang diantara mereka. Namun Valentine ini lebih dipopulerkan lagi oleh orang-orang Amerika dalam bentuk Greeting Card (kartu ucapan selamat) terutama sejak berakhirnya perang dunia ke I.


Demikianlah lama kelamaan nama dari seorang yang bergelar Santo Valentine itu akan jauh bergeser dari semuanya, orang yang datang dibelakang hanya akan menyebut namanya lewat Greeting Card.Pesta persaudaraan, tukar tanda mata, tanpa mengetahui latar belakang sejarahnya yang berumur lebih dari 1700 tahun yang lalu itu. Satu hal adalah pasti, bahwa setiap orang Kristen tentu akan mengerti betul apa maksudnya dan apa latar belakang mereka merayakan "VALENTINE’S DAY”



Sumber Informasi:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071115054353AAIzmra

February 13, 2010

After Malaysia - Singapore Trip (2010)

.

Akhirnya aku kembali ke Surabaya setelah menghabiskan waktu hampir seminggu di Malaysia dan Singapore...

Dari 4 Januari 2010 aku dan kawan2 udah berlatih setengah hidup untuk mengadakan konser mission trip ke 2 negara ini... Jujur ini pegalaman pertamaku pergi ke luar negri... Setelah semua itu berakhir (Kita pergi dari 4 februari - 10 februari 2010), aku ingin menelaah 2 negara yang aku kunjungi. Gak dosa kan sebagai *turis*...


MALAYSIA



Negara yang satu ini jujur ga terlalu beda jauh ama Surabaya. Bahkan di beberapa area yang aku lihat, cenderung lebih jorok...
Cuman teknologinya emang lebih maju, terbukti dari adanya MRT (yang berhasil menjepit barang belanjaan temanku...) dan gedung2 penggaruk langit yang jauh lebih unggul bahkan jika dibandingkan dengan Jakarta...

Malaysia negara yang puanas, sama ama Surabaya... Keadaan penduduknya juga mirip ama Indonesia, hanya mungkin lebih banyak yang berbahasa Inggris en Mandarin.

Tapi kalo dateng ke sini, budget yang dibawa akan banyak dihabiskan untuk cokelat! Malaysia menjual aneka rasa cokelat, dari cokelat rasa kiwi, duren, ampe kelapa! Terus banyak juga jenis cokelat Cadburry yang ga tersedia di Indonesia... So, persiapkan budget dan hati anda. (10RM - 20RM)

Di Malaysia juga aku bisa mencicipi martabak dan roti Prata yang bener2 khas India, dengan kari khas sana, tapi rupanya nggak muluk2 banget kok, karenya kalo bagi aku, masi lebih enak kare warteg di Indonesia... (2-6RM)


SINGAPORE



Ini negara impian setiap turis... Very clean, no crime, and very organized!
Aku bener2 terpesona sama keadaan negara Singapore, apalagi waktu kita tiba disana, iklimnya lagi ramah banget, kita di Singapore dalam keadaan mendung yang sejuk... Pokoknya menyenangkan...

Penduduk Singapore bener2 produktif, kemana-mana mereka harus jalan kaki, naik bus or MRT, jalan kakipun mereka lakukan dengan kecepatan di atas rata2 warga Indo.

No smoking, eating, drinking, peeing in public, chewing gum, feeding the birds, doing unnatural sex, etc adalah peraturan2 di Singapore yang seabreg-abreg...

Di Singapore, budget kita akan dihabiskan untuk beli baju, terutama GIORDANO yg emang murah di Singapore (6Dollar) . Juga oleh2 khas Singapore kayak tas en gantungan kunci or gunting kuku...

Harga makanan di Singapore, jangan di kurs ke rupiah deh, bisa nggak makan malah...

Pokok Singapore is a FINE city... really...^^

Kalo ke sini, jangan lewatkan nonton SONGS OF THE SEA di Sentosa... bener2 tontonan menakjubkan yg ga bakal aq lupain!^^ (Temenku beli DVD-nya, mesti pinjem nih!!) (10Dollar untuk nonton LIVE, beli DVD 13Dollar).

Fenomena unik di Singapore adalah banyaknya pejalan kaki yang berani memakai pakaian terbuka dan membawa-bawa handphone, BB, or I-pod... Kalo di Indo mah pasti udah di towel-towel ato dijambret tuh... Jadi, ga usah kuatir jalan2 di Singapore ampe jam berapapun..^^

Tinggal di Singapore juga mesti pinter2 baca peta, aku dan beberapa kloter rombonganku sempet kesasar disana... Hahaha... Pengalaman yang unik, lucu, agak gebleg, melelahkan, but unforgetable...^^

Oh! Satu lagi, kendaraan2 di Singapore bagus2! Ga ada yang namanya mobil butut karatan... Katanya sih soalnya tiap beberapa tahun sekali mereka harus ganti kendaraan baru, soalnya vehicle lama pajaknya mahal...


Me with Evilina Tho, sebelum konser di GSB. Konser kedua.
Gedungnya luas & very cold!



Selain jalan-jalan, tentunya tujuan utama kita ke Malay - Singapore adalah konser Mission Trip untuk melayani Tuhan lewat talenta kita... Bener-bener seneng banget bisa melayani berame-rame...

Konser pertama kita lakukan di Orchard Road Presbyterian Church (Singapore)
Terus rombonganku besoknya peayanan di Bukit Batok Church
Konser kedua dilakukan malamnya di Singapore Bible College
Konser terakhir kita lakukan di Petaling Jaya Chinese Methodist Church (Kuala Lumpur - Malaysia)

Bener-bener kenangan yang tak terlupakan dan menyejukkan jiwa deh... Latihan sebulan yang melelahkan terbayar sudah... Hasilnya memuaskan dan seluruh kemuliaan hanya buat Yesus! Amen!!^^ (Plus dapet banyak oleh-oleh... Hohohohoho...)


After concert @ GSB.
Pakai kostum Janger, lagu khas Bali.

.

December 29, 2009

Bab 9 - Keadaan Baru, Kebiasaan Lama

.

Kejadian lolosnya iblis ke dalam pohon malaikat telah berlalu. Kejadian itu masih menggemparkan dan menyedihkan. Banyak malaikat terpelajar harus menjadi korban. Namun seiring berjalannya waktu, malaikat-malaikat baru mulai bertumbuh dan belaar lagi. Cupid-cupid bertumbuh menjadi malaikat remaja yang siap mempelajari setiap tingkah laku manusia dan emosi mereka.

Pohon yang mengalami kerusakan telah kembali ke keadaan semula tanpa adanya bekas suatu kekacauan. Namun kejadan itu tetap berbekas di pikiran beberapa malaikat yang harus kehilangan teman.

Beberapa tahun terlewati, manusa terperosok semakin dalam ke dalam tipu daya iblis. Jutaan iblis dihasilkan setiap harinya untuk memperdaya dan memerangi malaikat di seluruh tata surya.

Perlu diketahui, bumi bukanlah satu-satunya planet dimana iblis beraksi. Di seluruh bimasakti ini, ada banyak planet yang memiliki makhluk-makhluk hidup yang harus menahan tipu daya iblis dan menghadapi godaan kehidupan. Malaikat terus mengamati semua hal. Selain manusia, ada makhluk-makhluk lain yang perlu diamati dan diselamatkan.

Jutaan kasus setap hari terjadi, ada yang tewas, lahir, terluka, disembuhkan, dan lain sebagainya. Malaikat terus bertumbuh dengan mempelajari semua hal ini.

Suatu hari di bumi, malaikat mengamati seorang gadis bernama Lilian dari Arizona yang memiliki kesukaan terhadap hal-hal gaib. Lilian ertumbuh dari gadis kecil yang lucu menjadi orang yang memiliki kefanatikan terhadap hal-hal gaib. Melalui apa yang mereka sebut internet ia belajar. Ia membeli produk-produk kegelapan dan mempraktekkan hal-hal tabu di rumahnya.

Lilian mulai merambah ilmu-ilmu gelap, mulai sekedar meramal, menghipnotis, ilmu kebal tubuh, hingga ia memanfaatkan kemampuannya itu untuk menipu dan memperdaya orang lain.

Di rumahnya, ratusan kertas penuh tulisan mantera dismpan dengan rapi. Lilian mencampur sihir dari Indian dengan ilmu sihir modern. Ia melakukan pemujaan setan, awalnya dengan menyembelih merpati putih, berkembang hingga anjing, hingga ia berani menculik bayi dan mempersembahkannya untuk Lucifer... Lilian begitu dalam jatuh ke dalam kubangan iblis. Lilian memelihara dan terobsesi dengan peliharaannya, yaitu seekor burung hantu besar yang ia beri nama Ogoppe. Lilian percaya burung hantu itu dikirim untuknya dari iblis untuk mengamati sekaligus membimbingnya.


Ogoppe muncul pada suatu malam, mengetuk-ngetuk jendela kamarnya dengan paruhnya. Ogoppe entah darimana, dapat sangat patuh terhadap Lilian. Ini semua merupakan hasil manipulasi dari iblis.

Pada usia ke 26 tahun, Lilian mendapat pesan dari malaikat untuk bertobat. Pesan itu didatangkan lewat mimpi. Lilian sadar dan menerima itu sebagai wahyu.

Lilian berusaha berubah. Ia membuang semua alat-alat sihirnya. Lilian mencoba bekerja dengan baik dan benar. Namun iblis telah begitu kuat mencengkram hidupnya. Lilian kembali lagi ke ilmu sihir. Siklus ini terus berulang dan berulang. Sungguh menyedihkan. Lilian terus bertobat dan kembali ke jalan iblis hingga sekarang... Malaikat terus berperang dengan para iblis atas kehidupan Lilian.

Lilian tidak pernah menyadari, iblis bersemayam dalam diri Ogoppe. Lilian begitu menyukai peliharaannya itu. Ia terobsesi dengannya. Lilian tidak pernah bisa melepasnya.


Pada malaikat lain, Jepang yang diamati telah memiliki banyak manusia yang sangat gila mode. Manusia-manusia di Jepang terobsesi dengan apa yang mereka sebut trend terantik dalam berpakaian.

Manusia menjauh dari Allahnya. Terobsesi dengan pakaian membuat manusia lupa akan Sang Pencipta. Agama Shinto-pun tidak benar-benar dianut oleh sebagian besar masyarakat Jepang dengan serius.

Di Thailand, seorang ibu yang menuntut terlalu banyak hal dari anaknya membuat dirinya dibenci oleh anak-anaknya. Ibu yang memiliki 3 anak ini selalu menuntut, menuntut, dan menuntut. Ia tidak pernah puas akan apa yang dihasilkan ketiga anaknya.


Iblis telah mematakan roh penguasaan diri dari ibu tersebut, sehingga hawa nafsu melingkupinya dengan begitu kuat. Kemarahan tak pernah padam, kepahitan terus berkembang. Anak-anaknya dicaci maki dan disiksa tiap malam. Malaikat berusaha menyelamatkannya, namun ibu itu telah jatuh begitu dalam, sehingga iblis berhasil menarik rohnya lewat jalan bunuh diri...

Hanya dalam waktu singkat, iblis telah begitu gencar untuk menjatuhkan manusia di dunia. Banyak jiwa terenggut dan tidak terselamatkan. Roh mereka ditarik ke neraka dan disiksa tiap malam. Melalui perwujudan hal-hal yang indah, cantik, lucu, dan menawan, iblis selalu bersemayam... Menipu jutaan manusia di seluruh dunia. Membuat mereka semua terobsesi, terikat, dan mati di dalamnya.


Sejauh ini iblis telah berhasil dengan sukses. Manusia banyak yang terperdaya. Namun malaikat juga tidak sering gagal. Banyak jiwa yang berhasil diselamatkan malaikat, walau dengan susah payah.


Lucifer murka. Terlalu lama ia menunggu hasil kerja Maleficent. Ia harus menghancurkan seluruh malaikat yang ada. Cara utama adalah dengan menghancurkan apapun yang memproduksi para malaikat. Maleficent tampaknya gagal... Lucifer tak pernah tahu. Ia harus mengirim iblis lain untuk melanjutkan tugas yang telah diberikan sebelumnya. Dari jutaan iblis yang ada, Lucifer telah menentukan pilihannya.

Bab 8 - Eksplorasi yang Cacat

.
Neza melayang dengan Farahel mengikuti di sebelahnya. Farahel melayang dengan cepat dan bersemangat. Segera melewati Neza yang kepalanya sedikit pusing.

"Hey, tumben kau terbang sangat cepat? Sabar... Langit belum juga mulai jingga." Seru Neza.
"Ayo cepat, aku kedinginan!" Seru Farahel dari depan.
"Dingin?? Apa maksudmu? Bukankah itu yang biasa dirasakan manusia... Kau terlalu banyak belajar!" Seru Neza heran.

"Hahahahahahaha... Aku hanya bercanda... Mencoba meniru manusia... Ingin rasanya aku merasakan menjadi mereka. Walau di saat bersamaan aku merasa beruntung tidak menjadi mereka." Kata Farahel. Perkataan ini membuat Neza tertegun. Itu sangat kasar dan perkataan yang hina.
"Jangan sampai kau tertangkap mengatakan hal seperti itu di hadapan malaikat lain! Kau bisa dilempar ke dunia gelap!" Ancam Neza. Farahel terdiam sejenak. Wajahnya tampak takut.
"Yah... Mungkin aku terlalu banyak mengamati mereka... Aku akan berhati-hati mulai sekarang..." Katanya cemas.

Farahel tidak berbicara selama perjalanan. Ia melayang di samping Neza dengan perlahan. Melewati danau malaikat, keributan mulai terdengar. Bukan kidung pujian yang biasa. Kali ini ada sesuatu yang tidak beres.


Seravime sang malaikat penyebar pesan datang. Sayapnya berwarna putih menyilaukan. Ia muncul memakai pakaian ungu yang cemerlang. Begitu ia datang, para malaikat kecil dan remaja berkumpul. Seravime tampak menawan bagai wanita cantik. Namun wajanya cemas dan penuh ketergesaan.

"Hai, para malaikat! Dengarlah ini, Feniks sang penjaga telah hilang. Ini menandakan satu hal. Ia lahir kembali." Serunya. Mendengar ini beberapa malaikat yang remaja tampak terkejut dan cemas. Cupid-cupid hanya mengikuti namun tidak mengerti.

"Ada yang menerobos masuk. Kalian harus berhati-hati. Ia bisa bersembunyi di antara kita. Iblis apapun yang masuk pasti bukanlah iblis sembarangan jika ia bisa melewati Feniks dan Leviathan."

"Apakah akan diadakan penyisiran malaikat?" Tanya salah satu malaikat.
"Pasti. Pemberitahuan selanjutnya akan segera menyusul. Tidak lama lagi Allah akan menurunkan titahNya."

Seravime terbang dengan cepat, menuju area pohon raksasa yang lain. Ratusan malaikat di danau tampak cemas. Mereka segera menyanyikan kidung pujian yang mulia untuk Allah. Jika memang ada iblis menerobos masuk, peperangan harus dijalankan.

"Disini tidak aman!" Seru Farahel. "Kita sebaiknya masuk sangkar dan berdoa..."
"Allah tahu segala sesuatu. Jika Ia melihat ada iblis di antara kita, sudah pasti Ia akan mengambil tindakan. Jangan kuatir." Jawab Neza.
"Aku tidak kuatir... Tapi alangkah baiknya jika beberapa malaikat melindungi pusat pohon kita! Siapa tahu iblis itu akan menuju kesana dan menghancurkan produksi malaikat!" Farahel berseru dengan cemas. Neza melihat berkeliling dan mengangguk setuju. Terlalu banyak malaikat di luar. Di dalam hanya ada 2 laskar Allah. Sebaiknya mereka ikut membantu mereka.

Akhirnya Neza dan Farahel memasuki sangkar. Pohon itu sangat besar. Jutaan terowongan ada di dalamnya. Saling terhubung antara yang satu dengan yang lain. Farahel tampak begitu kagum. Begitu juga Neza. Malaikat manapun yang masuk selalu dapat merasakan"nya". Semakin ke dalam, hadirat Allah semakin dahsyat. Neza merinding. Ia mulai menyanyikan kidung pujian untuk Allah. Suaranya tinggi melengking dan luar biasa indah. Farahel diam dan memandang saga.

"Tunggu, jangan menyanyi!" Katanya tegang.
"Kenapa? Bukankah seharusnya kita menyanyi? Bukankah seharusnya KAU menyanyi?" Ujar Neza.
"Aku merasa menyanyi bukan langkah yang tepat. Iblis bisa ada disini dan kita tidak menyadarinya karena suara nyanyian kita!" Seru Farahel.
"Begitukah menurutmu? Aku ditakdirkan untuk menyanyi untuk Allah, untuk memuji, mengagung-agungkan namaNya kapan saja di dalam hidupku... Ada apa denganmu? Kau ingin menjadi pengantar pesan, sudah seharusnya kau ikut menyanyi. Buat para Laskar Allah di ujung lorong sana mendengar..." Kata Neza tenang dan tegas.

Neza melanjutkan menyanyi untuk Allah. Tiba-tiba Farahel menerjang maju, mematahkan sayap Neza dengan kedua tangannya. Neza menjerit. Ribuan malaikat kecil dan remaja muncul. Mereka tidak langsung menyerang. Mereka begitu terkejut. Farahel tampak beringas. Malaikat lain tidak percaya, dengan cepat mereka segera menerjang maju.


Farahel hilang, digantikan sesosok iblis raksasa berbentuk naga. Para cupid terbang dengan cepat sambil menyanyikan kidung pujian.

Maleficent tidak sanggup lagi mendengarnya. Ia membuka rahangnya lebar-lebar dan membakar ribuan malaikat yang hendak menyerang di depannya. Api itu begit gela dan panas. Penuh kekejian, kesadisan, dan hal-hal duniawi yang kotor. Para malaikat yang belum memakai seluruh perlengkapan senjata Allah tidak sanggup menahannya. Bulu-bulu sayap berterbangan di sekeliling lorong pohon yang terang benderang karena api dari Maleficent. Ribuan malaikat tewas sia-sia.

Keheningan menyusul, Maleficent segera kembali menjadi sosok Farahel. Dengan cepat ia terbang menyusuri lorong pohon menuju ujung, dimana pusat pohon yang memproduksi jutaan malaikat selama ini berada.

Emas, berlian, intan permata dan mutiara semakin berlimpah di ujung pohon.Maleficent menerjang cepat dengan sayap Farahel. Ia kelelahan. Sayap itu begitu lemah. Maleficent mengubah dirinya menjadi sosok rajawali. Dengan cepat ia menerjang maju, menghindari setiap malaikat yang lewat hendak menyerang. Ribuan malaikat menyerang selama Maleficent menerjang. Dengan cepat ia kembali ke sosok naga dan membakar sekeliling lorong. Jeritan kematian malaikat yang tinggi menembus telinga Maleficent. Ia terus membakar, membakar, dan membakar sekeliling pohon.

Ketika tidak ada lagi malaikat yang tampak. Maleficent telah tiba di ujung sebuah pintu emas. Maleficent membuka pintu itu dan tampak di depannya air terjun terbesar dan terlebar yang pernah ada. Suara hantaman air begitu keras, membuatnya tuli.

Jika aku bisa melawan leviathan, menembus air terjun ini bukan hal yang sulit! Aku tiba di pusatnya!

Maleficent menerjang maju dengan sosok naganya, menembus derasnya air terjun. Ia berhasil. Dilihatnya di balik air terjun itu, dua malaikat sedang menjaga sebuah sumur. Satu malaikat memasukkan tangannya ke dalam sumur yang penuh berisi air yang bergejolak. Malaikat lain tersenyum dan berkata:

"Air hidup. Hai iblis, kamu mati!"


Maleficent menyadari kebenaran perkataan itu. Air terjun yang telah ia terobos jelas bukan air terjun biasa... Kekuatannya hilang. Segala kejahatan, kedengkian, kemunafikan, kekuatan untuk menghancurkan, egois, dan segala yang ia miliki sirna. Ia begitu lemah.

Ia sempat melihat salah satu malaikat yang memasukkan tangannya ke dalam sumur itu melahirkan malaikat-malaikat lain dalam jumlah yang besar dengan ukuran yang sangat kecil. Cupid-cupid kecil berterbangan dan menuju ke langit untuk menghirup udara di luar pohon untuk pertama kalinya. Ratusan, bahkan ribuan cupid dihasilkan melali seorang malaikat itu. Sungguh sayang Maleficent tidak dapat kembali untuk menyampaikan penemuannya ini.

Salah satu malakat yang berkulit merah mendekat. Ia tampak tegas dan kejam, sekaligus sangat cantik. Ia menatap sosok naga Maleficent yang terkapar di kayu pohon tanpa daya. Malaikat itu mendekat dan bernyanyi.

Nyanyian terindah, tertulus, dan paling penuh cinta untuk Tuhan. Nyanyian itu benar-benar dipersembahkan untuk Allah. Iblis tidak sanggup menahannya. Kekuatan dari Allah langsung turun dan melingkupi tempat itu. Rasa cinta itu begitu kuat dan dalam, menimbulkan rasa merinding bagi siapapun yang mendengarnya. Maleficent terbang melayang dan sirna menembus pohon para malaikat.

Bab 7 - Ditemukan

.
Cahaya samar-samar mulai memasuki matanya... Gadis itu sebelumnya tidak menyadari apa yang telah terjadi. Ia merasa pusing. Kepalanya sakit.

"Uummm..." Gumamnya mengeluh. Badannya terasa pegal dan lelah.

"Hey! Hey! Dia mulai sadar!" Teriak seseorang.

Dimana aku? Pikir wanita itu...

"Hey... Bisakah kau mendengarku?" Tanya orang kedua.

Matanya mulai terbuka. Ia leah namun tetap bisa menatap.
2 orang tersenyum memandangnya. Seorang pria dan seorang wanita memakai jubah yang besar.


"Dimana aku?" Rintih si wanita.
"Kau di gereja kami. Ada apa denganmu?"
"Ha...?"
"Siapa namamu?"
"Aku..."

Terdiam sejenak, mencoba berpikir. Kepalanya mulai pusing lagi. Ia tidak tahu ia siapa. Lupa namanya, lupa asalnya, lupa total siapa dirinya. Ia bingung.

"Tenang. Istirahatlah dulu... Tampaknya kau telah melewati sesuatu yang tidak biasa..." Kata si pria.

Tidak biasa? Apa maksudnya?

Ia ditinggal sendirian. Ia diam sejenak, mencoba berpikir. Siapa ia sebenarnya. Apa yang telah terjadi. Ia bahkan lupa seperti apa rupanya... Ia mencoba mencari cermin, namun tidak ada di ruangan itu... Ia kembali tidur dan segera terlelap.

Dalam tidurnya ia bermimpi. 2 tangan yang sangat besar menciptakan suatu kerajaan yang sangat indah dan megah. Menciptakan jutaan bintang dengan kecepatan mengagumkan. Ia hanya terpesona memandangnya. Sebagai sentuhan akhir, tangan itu menciptakan sebuah bintang terindah di langit, hanya dengan ujung jarinya yang besar. Wanita itu terpesona. Tidak mengerti artinya namun ia begitu terpana.


Bintang tersebut bercahaya, lalu dengan cepat mengeluarkan sayap yang begitu lebar. 6 sayap muncul dari bintang itu. Begitu besar menutupi langit...

Wanita itu terbangun dan berdebar-debar. Belum pernah sebelumnya ia melihat sesuatu seperti itu. Ia kembali tidur dan mencoba berpikir. Siapakah dirinya?

Tidak sedikitpun hal bisa ia ingat. Apakah ia telah terhantam sesuatu yang keras? Kepalanya tidak terlalu sakit... Hanya sedikit pusing... Apa yang telah menimpanya?

1 jam kemudan, wanita yang menemukannya masuk ke kamar, membawa nampan berisi makanan yang mengepulkan asap.

"Hey, makan dulu. Tampaknya kau kurang makan..." Katanya lembut.

Selama ia makan, ia sedikit-sedikit melihat ke arah wanita yang menemukannya. Keheningan yang ada terasa begitu padat dan membuat canggung. Ia-pun memecahkannya.

"Dimana kau menemukanku?" Tanyanya.
"Kau ada di belakang gereja kami. Kau tidur di atas tanah." Jawabnya. "Telanjang..." Lanjutnya.
"Apa!?" Jerit wanita itu. Ia mulai ketakutan, mencoba mengingat apa yang terjadi namun tidak bisa.

"Siapakah namamu? Aku Miho." Kata wanita yang menemukannya.
"Aku lupa... Aku tidak tahu aku siapa... Aku benar-benar tidak ingat apa-apa..." Jawabnya. "Bahkan... Aku tidak ingat seperti apa rupaku."

Miho tampak kebingungan, ia keluar dari kamar, tidak lama, dan kembali dengan membawa sebuah cermin.

Ia melihat cermin itu dan ia terkejut. Ia seorang wanita yang amat cantik. Wajahnya bagaikan dewi. Sangat jauh berbeda dengan Miho, ia memiliki rambut pirang dan mata berwarna biru yang sangat terang. Kulitnya putih, tanpa noda atau bintik-bintik.

"Kami seperti menemukan malaikat..." Kata Miho. "Kau pasti bukan orang daerah sini. Kau tidak ingat darimana asalmu?"
"Tidak..." Jawabnya.
"Seharusnya kau memiliki sebuah panggilan. Kami ingin kau merasa nyaman. Apa kau tidak memiliki bayangan akan namamu sama sekali?" Tanya Miho.
"Tidak..."
"Bagaimana kalau kau kupanggil Gabriel? Gaby... Nama yang cantik, karena kau seperti malaikat!" Seru Miho dengan senyum lebar.
"Boleh, kau boleh menamaiku. Kau yang menemukanku... Terima kasih!" Jawabnya sambil tersenyum.
"Gaby... Nama yang cocok. Menurutku sih..." Gumam Miho.
"Sebenarnya, dimana aku sekarang?" Tanya Gaby.
"Kau di kamar tamu gereja kami. Ini di Funahashi."
"Funahashi?"
"Yah... Kecil memang... Ini di Toyama." Jelas Miho.
"Aku sama sekali tidak ingat nama-nama tempat... Aku merasa aku sangat bodoh sekarang!"
"Kau tidak ingat sama sekali? Tapi kau seharusnya datang dari Jepang... Dengar, kau berbicara bahasa kami dengan sangat lancar!"