Powered By Blogger

March 4, 2009

Making an Amateur News Script



Membuat News Script merupakan momok yang harus dihadapi banyak mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ya itu juga termasuk saya... Huuuuhuuuuhuuuu... Ya tapi tidak apa-apa, tiap pekerjaan itu harus dijalani dengan hati yang gembira!
(Hehehe... Gak mungkin juga sih...)

Postingan berikut hanya untuk refleksi diri saja sebenarnya, ya supaya saya gak lupa sulitnya dan betapa saya banyak salah dalam membuat News Script yang benar... Tapi bagus juga kalo teknik amatir ini bisa jadi bahan pembelajaran kita semua yang amatir-amatir...


Ya pada awalnya tuh, paling bagus kita belajar membuat News Script dengan bahasa leluhur kita, alias bahasa Indonesia...

Ya contohnya tuh seperti ini...



Pembuka:

(Bumper berita ditayangkan selama 5-10 detik)

Selamat pagi/ pemirsa// Jumpa lagi bersama saya/ Yuniarto/ dalam Kilas Metro News// Pada pagi hari ini saya akan membawakan berita mengenai Krisis Ekonomi Global//


Isi Berita:

Pada tahun 2008/ krisis ekonomi global telah dinyatakan oleh beberapa indikasi penting dari berbagai perekonomian internasional// Hal ini mencakup kenaikan harga minyak yang sangat tinggi/ yang mengarah pada kenaikan harga pangan dan inflasi global//

Masalah krisis kredit yang berkepanjangan juga membawa kebangkrutan bagi banyak bank-bank besar yang terkenal dan diketahui masyarakat telah beroperasi dengan baik di mata dunia Internasional// dampak dari krisis ekonomi ini juga kini telah memperbanyak jumlah pengangguran/ hingga memungkinkan terjadinya resesi global//


(Cuplikan gambar, misal gambar orang miskin, atau wawancara dengan pedagang-pedagang atau orang-orang pinggir jalan yang mengeluhkan betapa susahnya hidup di jaman sekarang karena kesulitan biaya...)


Untuk mengurangi dampak buruk Krisis Ekonomi Global/ setiap orang sebaiknya tidak memanfaatkan kartu kredit kecuali bagi masyarakat yang memang mampu untuk membiayainya//

Kita harus sabar/ menunggu hingga harga minyak dunia menjadi stabil/ karena jika setiap individu tahu bagaimana caranya mengatur masalah finansial mereka/ tidak diragukan lagi bahwa masalah krisis ekonomi ini akan segera selesai//


Penutup:

Itulah berita untuk hari ini/ Kilas Metro News akan hadir kembali di hadapan anda satu jam dari sekarang/ saya Yuniarto / terima kasih atas perhatian anda dan/ sampai jumpa//

(Ditutup dengan bumper berita 5-10 detik lagi)


Pokok dalam sebuah pembuatan News Script, tanda koma itu ditulis menggunakan “/”, dan tanda titik menggunakan “//”, tujuannya agar saat ditayangkan di layar, si pembawa berita gak bingung itu titik ato koma, kan kalo dari jauh jadinya ampir-ampir mirip tuh...

Paling bribet tuh dalam pembuatan bumpernya... Yah kalo udah jago desain-desain dan seni komputerisasi sih oke-oke ae, tapi kalo yang gaptek dan lelet kayak aku ini ujung-ujungnya minta tolong orang lain buatin... Kyaaaa... Kenapa sulit membuat bumper yang hanya selama 5 sampai 10 detik saja!!???


Tahap berikut nih yang bener-bener jadi momok banyak mahasiswa, apalagi yang belum lulus TOEFL... (Aku aja untung-untungan bisa lulus... PAS Standard kelulusan minimal: TOEFL 500)

Ya kita bisa minta tolong orang lain membantu kita dalam proses translation, ato kita bisa buka-buka kamus, kalo udah kepepet ya serahin ke orang lain aja suruh buatin... (Hahahahahaha!! Enggak... Enggak...)


Setelah di tanslate-kan, hasilnya ya kira-kira seperti berikut ini lah...


Opening:

Good morning, everybody! Back to Metero News Flash with me, Yuniarto. This morning I will represent you the information about World Economic crisis.


News:

In 2008, a global economic crisis was suggested by several important indicators of economic downturn worldwide. These included high oil prices, which led to both high food prices and global inflation

A substantial credit crisis leading to the bankruptcy of large and well established investment banks as well as commercial banks in various nations around the world; increased unemployment; and the possibility of a global recession.


To decrease the US Economic Crisis, all American citizens mustn’t have a credit card unless they can afford what they bought.

We must be patient. Wait for the petroleum price until the price become stabil. If every Americans know how to manage their financial problem, there’s no doubt that this economic crisis will be vanished.


Closing:

That’s the news for today. Metro News Flash will be back one hour from now. I’m Yuniarto. Thank you for your attention and, bye-bye.


Kalo udah jadi seperti ini, kita bisa menghirup nafas lega dan menyimpannya baik-baik di map untuk dibacakan di kemudian hari… (Haiyah…)



Ya pokoknya teknik bikinku ini gak bisa dibilang valid dan teoritis, namanya juga “MAKING AN AMATEUR NEWS SCRIPT”, Ujung-ujungnya gak bener juga nih tips-nya... Haiiiiizzzh...


Ya tapi gak apa-apa lah, semoga teknik amatir ini bisa berguna buat kalian yang masih SMP dan SMA... Huuuhuuuuhuuuuu...


Keep reading, keep writing, keep speaking!!

March 3, 2009

The Great Series of TWILIGHT


Haiiii semua.... Entah kenapa di awal maret ini daku niat sekali meng-update blog... So let’s review something... Hummm... Entah kenapa kepingin ng
ebahas novel Super-popular-mendekati-Harpot yang udah aku baca...^^

The Great Series of TWILIGHT!!!



Jadi begini ya, demi menyukseskan review ini, aku telah men”curi” data hasil wawancara mahasiswa DKV Universitas Kristen Petra untuk tugas Teknik Presentasi... Kyahahahahahaha...

Mari baca hasil curianku inih...


Yohana: Selamat pagi pemirsa, jumpa lagi bersama saya, Yohana Halim, dalam acara BUKU KITA, sebuah acara yang tiap bulan akan membahas secara tuntas mengenai buku-buku yang mendidik mengandung unsur sastra yang baik, dan unsur moral yang berguna bagi kita semua.


Buku yang akan kita bahas secara lengkap untuk bulan ini adalah buku yang dibuat oleh Stephenie Meyer, TWILIGHT. Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai buku ini, mari kita ketahui terlebih dahulu hal-hal menarik dari si pengarang.


Stephenie Meyer lahir pada 24 desember 1973, Beliau merupakan pengarang dari Best-selling novel, Twilight yang telah dikenal di dunia dan telah dibuat filmnya. Stephenie Meyer juga merupakan pengarang dari buku sains-fiksi khusus dewasa berjudul THE HOST. Stephenie Meyer lahir di Hartford, Connecticut, dan tumbuh dewasa di Phoenix, Arizona. Meyer memiliki 5 orang saudara bernama Seth, Emily, Jacob, Paul, dan Heidi. Meyer menganut agama Mormon, dan menikah dengan Poncho yang beragama Kristen pada tahun 1994. Mereka dikaruniai 3 orang anak yang bernama abe, Seth, dan Eli.


Nah, sekarang kita bahas mengenai asal mula Stephenie Meyer berinisiatif membuat cerita tentang Twilight. Meyer berkata bahwa ide membuat Twilight muncul saat ia bermimpi pada 2 Juni 2003. Mimpinya aalah tentang seorang gadis manusia yang dicintai seorang vampir, hanya saja vampir tersebut juga sangat haus akan darahnya. Hanya dalam waktu 3 bulan, Meyer telah merubah mimpinya menjadi sebuah novel yang lengkap. Akhirnya buku tersebut diluncurkan pada 2005.


Stephenie Meyer telah membuat beberapa sekuel. Setelah Twilight, Meyer membuat sekuelnya New Moon yang diluncurkan di tahun 2006, kemudian dilanjutkan dengan Eclipse pada 2007, dan terakhir Breaking Dawn di tahun 2008. Setelah ini Stephenie Meyer akan membuat novel terakhir sebagai pelengkap seri Twilight yang berjudul Midnight Sun. Meyer mengatakan, bahwa Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn merupakan cerita yang dituturkan melalui pandangan Bella Swan, si gadis manusia. Sedangkan Midnight Sun adalah cerita yang dilihat dari cara berpikir Edward Cullen, sang vampir. Twilight telah dibuat filmnya dengan tokoh utamanya yang diperankan oleh Robert Pattinson sebagai Edward Cullen dan Kristen Stewart sebagai Bella Swan.


Nah, pemirsa, dalam BUKU KITA hari ini, kami telah mengundang seorang penggemar dari seri Twilight bernama Veronica. Selamat siang Vero...


Veronica: Siang...


Yo: Nah, apakah anda telah selesai membaca seri-seri Twilight?


Vero: Saya sudah membaca yang versi Indonesia, untuk yang Twilight dan New Moon.


Yo: Nah kalau begitu, bagaimana pendapat anda mengenai karya Stepenie Meyer ini?


Vero: Karya ini sangat bagus ya. Ceritanya benar-benar baru dan mudah di mengerti. Terutama untuk permasalahan remaja, Stephenie Meyer benar-benar berbakat dalam membahas cara berpikir remaja, jadi seolah-olah saya sebagai pembaca itu tahu cara berpikir si tokoh utama.


Yo: Apakah anda sendiri sudah menonton filmnya?


Vero: Sudah. Film-nya cukup bagus, ceritanya benar-benar mirip dengan bukunya. Yah, overall memuaskan, hanya ada beberapa karakter yang sedikit mengecewakan karena berbeda dengan yang diceritakan pada novelnya. Namun bagaimanapun, cerita di novel lebih bagus daripada yang saya tonton di bioskop.


Yo: Apakah anda berencana untuk membaca Eclipse, Breaking Dawn, dan Midnight Sun juga??


Vero: Kalau Eclipse jelas saya sudah akan membacanya. Kalau yang Breaking Dawn dan Midnight Sun jelas akan saya baca, tapi nampaknya yang versi Indonesia masih akan lama beredar. Tapi nanti pasti akan saya baca.


Yo: Apa yang paling menarik bagi anda dalam buku ini?


Vero: Yang paling menarik adalah bagaimana saat tokoh utama harus berurusan dengan masalah vampir. Misalnya saja saat secara tidak sengaja si tokoh utama melukai dirinya dan membuat darahnya keluar, maka vampir-vampir yang juga adalah teman-temannya akan kelaparan melihat darah tersebut. Banyak juga hal menarik, semisal percakapan antara Bella dengan Edward yang benar-benar ditulis secara rinci, membuat kita sebagai pembaca seolah diijinkan mendengarkan percakapan pribadi orang lain, karena apa yang dibicarakan itu benar-benar seperti sungguhan.


Yo: Wah, sepertinya menarik sekali ya seri wilight ini. Kira-kira pelajaran apa yang bisa anda ambil melalui membaca buku ini??


Vero: Wah... Setelah membaca buku ni, saya diajar bahwa cinta yang tulus itu tidak bersyarat, dan cinta itu dapat mengalahkan segalanya... Haahahaahahaha...


Yo: Wah, dalam sekali ya... Hahahahaha... Baiklah Vero, terima kasih ya atas komentarnya.


Vero: Sama-sama...


Yo: Baiklah pemirsa, demikianlah informasi mengenai Twilight yang menarik dan bermanfaat untuk anda. Kita jumpa lagi minggu depan, dalam acara yang sama, BUKU KITA, untuk membahas seri berikut dari Twilight, NEW MOON. Saya Yohana Halim undur diri, beserta seluruh kru yang bertugas mengucapkan terima kasih atas perhatian anda, dan, Sampai Jumpa.



Perlu untuk diketahui, bahwa wawancara acara rekayasa ini dibuat pada pertengahan 2008, sekarang, BREAKING DAWN telah beredar di toko-toko buku TOGAMAS, URANUS, TBK, dan toko-toko buku lainnya.


Nah... Sekarang setelah mengetahui asal-mula Twilight Series, yok ayok kita bahas satu-satu bukunya... Jadi semangat aku...


TWILIGHT



Cerita dimulai dari Bella yang pindah dengan papanya di kota yang dingin dan disana intinya dia ketemu cowok ganteng dan jatuh cintrong, sialnya tuh cowok haus darah alias vampir... Untungnya tuh vampir juga jatuh cinta ama si Bella, jadinya darah bella gak diminum deh... Di akhir cerita, Bella dikejar 3 vampir jahat yang terdiri atas Laurent, James, dan Victoria (Yang adalah pacar James). Pokoknya, si James berhasil dibunuh, Laurent gak mau ikut-ikutan tarung, dan Victoria yang marah karena pacarnya telah mati dibunuh berhasil kabur dan akan membalas dendam... Hayo kon!!


REVIEW:


Menurut aku novel pertama ini bagus, aku benar-benar menikmati waktu baca nih buku, ceritanya gak ngelantur dan gak bertele-tele. Film-nya pun kalo dilihat sebagai film adaptasi novel sangat bagus, sebab selama ini film-film adaptasi novel kayak Harry Potter ama Eragon sangat buruk kualitas dan pemotongan scene-nya saat difilmkan...



NEW MOON



Novel kedua dari seri Twilight ini bercerita tentang Bella yang ditinggal oleh Edward, si Vampir, karena alasan mereka gak pernah keliatan bertambah tua dan takutnya warga kota situ pada curiga... Udah mereka ganteng-ganteng dan caem-caem kok gak nambah jeleknya... Ekstensialisme banget yah mereka...


Yah pokoknya Bella dtinggal dan Bella sedih banget, stress, merana, udah kayak mayat hidup pokoknya... Dan disitulah Bella menemukan pria lain benama Jacob Black. Akhirnya Bella dan Jacob bersahabat dan menjadi sangat dekat.


Yah rupanya Bella ini entah kenapa bawa sial ato apa, Jacob itu adalah keturunan manusia serigala, semua temen-temen Jacob itu juga manusa serigala yang mulai matang, dan manusia serigala adalah musuh bebuyutan dari vampir.


Pada akhir cerita, Edward yang mengira Bella telah bunuh diri karena ditinggal Edward, menjadi merana dan berniat bunuh diri di Itali (Bunuh diri kok jauh-jauh bang?), ya akhirnya Bella ditemani Alice, vampir baik saudari tiri Edward, bersama-sama ke Itali dan berusaha menggagalkan usaha bunuh diri Edward.


Sejak saat itu Edward berjanji tak akan meninggalkan Bella lagi, akhirnya keluarga vampir Edward balik lagi ke kota itu, dan rupanya hal ini menimbulkan konflik antara keluarga vampir Edward Cullen dengan kelompok manusia serigala Jacob Black.


REVIEW:


Novel kedua ini mengejutkan, dan yang membuaku terkejut adalah penurunan kualitasnya dari novel pertama. Walau fiksi, tapi tidak logis / gak masuk akalnya kebangetan... Dialog-dialog yang diucapkan makin banyak dan bribet... Cerita yang disuguhkan lebih dangkal dan mudah ditebak dari novel pertama, alasan novel ini lebih tebal hanya karena penggunaan bahasa dari Stephenie Meyer yang sangat bertele-tele dalam menjelaskan suatu adegan sederhana. Otak yang baca ini jadi capek gara-gara masalah sepele diperumit...


Yah, aku berharap filmnya nanti memuaskan dan lebih menegangkan dari yang pertama, jadi paling gak bisa mengobati kekecewaan dari novel keduanya ini... (Ini hanya review pribadiku ya para pembaca mania...)


ECLIPSE



Novel ketiga dari seri Twilight ini bercerita tentang kerjasama antara Manusia Serigala dan Vampir dalam usahanya membunuh vampir-vampir jahat yang diciptakan ole Victoria, pacar James yang mau balas dendam...


Jadi baik kelompok werewolf Jacob dan kelompok vampir Edward sama-sama mau melindungi Bella. Dengan tujuan sama inilah mereka mau bekerjasama, pada akhir cerita, Victoria berhasil dibunuh, dan semua vampir ciptaannya yang banyak juga berhasil dibunuh.


Di akhir cerita, Bella diajak menikah oleh Edward, walau awalnya sangat menolak, akhirnya ia-pun mau juga. (Dasar...)


Tapi untuk bisa menikah ini-pun harus ada imbalannya, Bella minta dijadikan VAMPIR. SECEPATNYA!!


REVIEW:

Bagi aku kualitas novel ketiga ini jauh d atas novel kedua. Tapi novel pertama tetap yang terbaik. Yang menarik disini adanya konflik antara Edward dan Jacob. Yang bikin nyebelin itu sikap Bella yang plin-plan, bisa kadang suka Jacob, kadang suka Edward, tipe-tipe tukang selingkuh... Dan di novel ketiga ini, entah kenapa, sikap Edward si vampir itu bisa berubah jadi vampir yang TERLALU baik dan TERLALU penurut. Jadinya yang baca ini gregetan dan kudu marah aja...


Tapi bagus kok bukunya. Hehehe... Cuplikan-cuplikan kisah yang aku paparkan ini cuma sebagian keciiiiil aja lo, yang penting-penting aja, karena ada beberapa bagian yang gak mungkin dimasukin. (Kayak adanya Keluarga Volturi dari Itali... Ga tau kan??? Makanya baca bukunya dong! Hihihihi...)


BREAKING DAWN



Inti novel keempat:

-Bella nikah ama Edward

-Sebelum nikah udah buat anak

-Bella ngelahirin anak: Separuh manusia, separuh vampir. (Di usia 3 bulan, tuh anak modelnya udah kayak bocah balita!!)

-Kisah di novel ini dilihat dari sisi bella maupun Jacob. (Ini yang gak penting dan bertele-tele banget, jadi capek bacanya...)


REVIEW:


Suer nih novel tebel banget... Kalo tebel tapi bagus kayak Harry Potter ke-7 sih oke-oke ajah, tapi nih novel so full of dialogue!! Jadinya capek banget...


Bella tetep menjadi wanita yang agak-agak nakal, masa di hari pernikahannya ama Edward, doi masih bisa gandeng-gandengan tangan ama si Jacob!???


Ya overall seri Twilight ini bagus, sayangnya penjabaran komunikasi yang terlalu berlebihan dan tidak selalu penting membuat pembaca kelelahan dan jenuh.



MIDNIGHT SUN



Ini masih belum fix dibikin, hanya infonya, sama kayak TWILIGHT SERIES, bedanya Cuma kalo yang ini dari sudut pandang si vampir, Edward Cullen.



Bagi kalian yang belum baca ato bahkan belum tau kalo ada bukunya, silahkan beli dan dibaca. Belum tentu pendapat kita sama bukan?? Yang pasti gak rugi kok baca banyak buku itu, Perkuat hobi membaca kalian, yoo!!



( ^.^ )v

March 2, 2009

Great Place For Hang Out

De’ Boliva


Hey, friends! Do you wanna know where we can eat a lot of ice cream and also have a great place to chat with all of your friends? De’ Boliva is the answer! Here, we can chat for a very long time, and also eat a very delicious ice cream with many flavours variety. There’s a vanilla, de’ cookies, mocha rum raisin, strawberry, green tea, durian, chocolate, and other great taste…

Beside the ice cream, we also can have other foods like sandwich, spaghetti, steak, juice, and many more. But don’t get us wrong, beside the great food and ice cream, here, they also provide us many great facilities that must make our day more fun and enjoyable, such as Free Wi-Fi, and Darts Game.


More exciting info?? Here, luckily for the BCA’s Card user, they can get a great discount till 50%! So, what are you waiting for? Just come here and get all of your friends in De’ Boliva Café and Lounge!


D’Excelso


If we haven’t anything to do, the best thing to do is to have a cup of great coffee with our friends in D’Excelso! Many coffee flavours are available in here! By the way, the coffee in D’Excelso isn’t just an ordinary coffee… The coffee in here are made from the best quality coffee bean.


You can choose many variety of coffee in D’Excelso Coffee Menu. You can pick the dark coffee, or the divariation coffee like Cookies and Cream Frappio, Avocado Coffee, Moccha Drink, and many more. They also provide other drinks such as Blossom Freeze, Mango drink, juice, Melba Freeze, etc.


Many variety of foods also available in here! Smooked Beef sandwich, pasta, seafood sampler, money bag, fish and chip, and many more. The taste?? Don’t ask. I guarantee you will loved it! The taste are very good and you will addicted to it!


You can find D’Excelso in the nearest malls. So, just come here! To enjoy a great coffee, here’s the place!


AGOJAS



Are you free? Bored?? Haven’t anything to do?? Just call your friends and enjoy the great taste of roasted corn in AGOJAS! There’s no doubt that AGOJAS is the best place for teenager to spend their time to chat and enjoy the delicious and affordable snack. Beside the cheap price, here, they provide the popular roasted corn with many fantastic flavours, like BBQ, cheese, sweet, spicy, and mixed taste. Then, you can pick your own roasted corn flavour, just pick your favourites!


Curious? Then come here! AGOJAS is, undoubtly, the best and fun Hang-Out place for all teenager. You can find AGOJAS in Mulyosari, Citraland, and Manyar. We guarantee, you will enjoy it very much!!


Just for your information, all location on this entry are from Surabaya.

Geli Sekali!!!

Err... Mas... Mas... Itu ketawa ato disiksa yah???



Ya kira-kira seperti itulah tawaku saat digelitik oleh orang lain... Tertawa yang menyeramkan dan tidak bisa dinikmati... tawa penuh penderitaan dan sesak nafas serta rasa sakit di perut dan rasa geli yang tak tertahankan di bagian yang digelitik... (Haizzzh... Agak too much ya a.k.a LEBAY...)



“Ojok Tah!! Awas Kon Yoo!!”


Itulah kalimat yang selalu saya teriakkan setiap kali ada tangan-tangan jahil yang berusaha menggerayangi tubuhku…

Ya maksudnya kalo ada orang-orang yang mau kilikitik-kilikitik aku, aku pasti berok-berok alias menjerit...


Bukannya cari perhatian, tapi emang heran banget, kenapa ada orang yang mudah geli, ada juga yang biar dikitik-kitik ampe tangan yang kilikikitik patah juga tuh orang sama sekali gak geli...

Ya, Look on the bright side, orang-orang pada bilang, cewek ato cowok yang dikilikitik sedikit aja udah gak tahan, bakal dapet pasangan hidup yang charming alias good looking. Amen-men-men-men-men... (Ngeles juga... Hohohow...)


Lha ada juga yang heran, kalo dipegang dikit aja udah jerit-jerit gitu, ntar pas Malam Pertama gimana tuh?? Kan digerayangi sama si pasangan???

Humm... To be honest, I can’t answer that right now...


Yang pasti, rasa tidak tahan dan jeritan yang dikumandangkan saat digelitik itu bukanlah akting ato sandiwara yang dibuat-buat, itu benar-bena natural dan tidak tertahankan. So, bertenggang rasalah hai kalian, kaum-kaum yang akan memiliki pasangan kurang menawan... Kyahahahaaha!!! (Ujung-ujungnya mancing juga...)


Tapi kenapa kita tidak geli saat menggelitik tubuh sendiri??


Tidak geli saat digelitik jari sendiri? Tapi, mengapa begitu geli saat telapak kaki atau ketiak Anda tiba-tiba disentuh orang lain? Penelitian tentang aktifitas otak dapat menerangkan kejadian ini.

Otak manusia sudah tahu rangsangan seperti apa yang tidak perlu dihiraukan, misalnya sentuhan ke tubuh sendiri. Sebaliknya, otak lebih berkonsentrasi pada sentuhan yang datang dari luar, misalnya seekor laba-laba tarantula yang merambat di leher Anda. Alasan inilah yang mungkin dapat menerangkan perbedaan sensasi tersebut.

Dalam penelitian, 30 orang diminta menggunakan jari tangan kanannya untuk menyentuh suatu piranti yang dapat segera meneruskan sentuhan tersebut ke ujung jari kiri. Piranti yang dikontrol oleh komputer dapat membedakan berbagai selisih waktu sebelum ujung jari kiri disentuh.

Dari hasil yang dirasakan oleh subjek penelitian, sensasi pada ujung jari kiri terasa sedikit jika disentuh oleh diri sendiri. Sensasi geli tidak muncul karena otak sudah memperkirakan adanya sebuah sentuhan yang akan datang sehingga tidak terlalu menghiraukannya.

"Kejadian tersebut mendukung teori yang menyatakan bahwa otak dapat memprediksi secara tetap sesuatu yang akan terjadi dan sensasi apa yang akan diterima," kata Paul Bays dari Institute of Neurology di University of College, London.

Ini akan berbeda bila kita mendapat sentuihan dari orang lain. Otak belum bisa merasakan sebelum sentuhan itu sampai, sehingga muncul sensasi-sensasi seperti rasa kaget dan geli.

Lalu, mengapa pikiran kita bekerja seperti ini?

Informasi yang kita terima dari diri sendiri selalu sedikit kadaluwarsa, karena sinyal elektrik membutuhkan waktu untuk merambat dari jari, telinga, atau mata ke otak.

"Meskipun selisih waktu ini sangat kecil, masih cukup lama dibandingkan sesuatu yang datang tiba-tiba dan membutuhkan kontrol akurat dari tubuh kita, misalnya menangkap bola yang tiba-tiba-tiba diarahkan ke kita," kata Bays.

"Dengan menggabungkan antara prediksi dan sesuatu yang diharapkan akan terjadi, kita dapat memperoleh gambaran yang lengkap tentang keadaan tubuh kita dan sekitarnya."

Hasil penelitian ini dipubikasikan dalam jurnal Current Biology. (www.livescience.com)


Jadi jangan coba-coba you guys trying-trying to kilikitik me... (Haiyah... Bahasa Opoooo kuwi...)


Ya pokoknya wajar kalo aku menggelitik diri sendiri dan tidak berteriak, kan nyeremin tuh kalo jerit-jerit gara-gara menggelitik diri sendri, mangkanya, situ0situ yang tidak gelian jangan suka meng-“GUDO” orang lain ya!!^^


My Source of Information:

http://www.honda-tiger.or.id/forum/showpost.php?p=107515&postcount=81

JURNALISME BARU BESERTA CONTOH



Meneliti lebih dalam
mengenai ilmu jurnalistik memerlukan keahlian dan keberanian terutama saat para jurnalis wajib turun ke lapangan dan mengumpulkan informasi sebanyak dan seobjektif mungkin.

Pada awal bekerja, para jurnalis paling tidak harus telah terbekali dengan macam jurnalisme baru, lewat postingan ini, biar kalian para jurnalis-juranlis masa depan bisa tahu, seperti apa sih JURNALISME BARU itu???


6 Jurnalisme Baru Beserta Contoh-Contohnya:


1. Jurnalisme Kemanusiaan:

Teknik pengumpulan informasi dari narasumber dengan rasa kemanusiaan atau rasa iba. Dengan memiliki rasa empati, seorang jurnalis dapat menghilangkan jarak antara dirinya dengan narasumber, sehingga informasi yang mendalam-pun dapat diperoleh pada akhirnya melalui narasumber.

Jadi, jurnalisme kemanusiaan adalah jurnalisme yang didasarkan pada esensi dasar kemanusiaan atau nilai-nilai kemanusiaan. Kegiatan jurnalistik yang merendahkan martabat manusia seperti pemberitaan kekejaman perang yang berakibat semakin jauhnya dari perdamaian bukan jurnalisme kemanusiaan. Tetapi, peliputan pemberitaan yang menyeimbangkan dari semua pihak (all sides) yang bertikai dan secara adil misalnya, masuk dalam kriteria jurnalisme kemanusiaan. Sementara itu, jurnalisme non kemanusiaan adalah bertolak belakang dengan jurnalisme kemanusiaan itu sendiri dengan tidak memegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan. Berita yang dibuat asal jadi dengan tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan, merendahkan martabat kemanusiaan adalah contoh jurnalisme non kemanusiaan.

Contoh Jurnalisme Kemanusiaan:

Seorang wartawan yang dalam kegiatannya sehari-hari diabdikan diri untuk kemanusiaan, menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, selalu mempertimbangkan fakta yang diliput secara adil, seimbang dan memperhatikan dampak yang ditimbulkannya adalah seorang humanis. Seorang wartawan karena idealisme kemanusiaan menolak penugasan dari atasannya yang sebenarnya bertentangan dengan hati nurani dan nilai-nilai kemanusiaan adalah seorang humanis pula.

Seorang wartawan yang ditugaskan untuk mewawancara korban kecelakaan pesawat yang wajahnya telah hancur, dan sekujur tubuhnya telah terbakar api dari kecelakaan, tentu harus diberi pendekatan yang lembut. Wartawan yang bertugas harus memiliki rasa iba, empati, rasa kemanusiaan, hingga narasumber yang akan diwawancara dapat merasa dihargai, tidak direndahkan, dan akhirnya mau terbuka untuk berbagi pengalaman dan informasi.

Sumber Informasi:

http://nurudin.multiply.com/journal/item/29/Pentingnya_Menegakkan_Jurnalisme_Kemanusiaan_Bagi_Pers_Kita, dan buku Ragam Jurnalistik Baru Dalam Pemberitaan karya Eni Setiati


2. Jurnalisme Perdamaian:


"Jurnalisme Damai" adalah jenis jurnalisme yang lebih mengarah pada penyampaian informasi yang berdampak pada perdamaian. Istilah ini bisa saja digunakan untuk membedakan dari "jurnalisme perang". Yakni jenis jurnalisme yang mengobarkan peperangan dengan penyampaian informasi yang bersifat provokatif, intimidasi, dan desas-desus. Penganut paradigma jurnalisme perang tidak hanya mengobarkan konflik tetapi juga memotret kekerasan secara telanjang. Istilah jurnalisme damai ini mulai diperkenalkan kali pertama oleh Profesor Johan Galtung, ahli studi pembangunan pada 1970-an. Galtung mencermati, banyak jurnalisme perang yang mendasarkan kerja jurnalistiknya pada asumsi yang sama, seperti halnya para jurnalis yang meliput olahraga. Yang ditonjolkan hanyalah kemenangan dan kekalahan dalam "permainan kalah-menang" antardua pihak yang berhadapan. Jenis jurnalisme damai disosialisasikan secara intensif di berbagai negara di dunia, khususnya di wilayah-wilayah konflik mulai akhir 1980-an. Di Indonesia, jurnalisme damai menjadi sebuah wacana ketika terjadi konflik Ambon, menyusul konflik-konflik lain atas dasar SARA.

Contoh Jurnalisme Damai:


MERENUNGKAN JASA SOEHARTO


Harus diakui bahwa meninggalnya mantan Presiden Soeharto membuat kita mencoba merefleksikan ulang, bahwa negeri ini pernah berada pada titik puncak keberhasilan pembangunan. Jujur kita katakan bahwa di jamannya memerintah, bangsa kita pernah menikmati betapa mudahnya hidup kala itu. Bagi sebagian masyarakat, di jaman Soeharto, kehidupan memang tidak sesulit sekarang. Kini, harga-harga mahal, bahkan kebutuhan pokok amat mahal. Pada periode 1980-1993, pemerintah memang memiliki kemampuan untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan sekitar 8 persen setahun dengan nilai tukar terhadap dollar Amerika sekitar Rp 2.500-3.500 per dollarnya. Akibatnya, memang secara jelas, masyarakat bisa membeli segala sesuatu dengan murah. Inflasi yang gila-gilaan di akhir periode Orde Lama, berhasil dikendalikan. Dengan menerapkan pertumbuhan ekonomi melalui hadirnya berbagai unit usaha bagi masyarakat kecil, sebagian besar masyarakat di pedesaan memang menikmati hasilnya. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Soeharto bisa mengubah wajah Indonesia. Pada tahun 1984, Indonesia berhasil mengubah diri dari negara terbesar dalam mengimpor beras, akhirnya menjadi negara berswasembada pangan. Lebih dari 3 juta ton padi dihasilkan setiap tahunnya. Bandingkan dengan sekarang yang justru defisit lebih dari 1 juta ton setiap tahun. Meski bukan lulusan sekolah ekonomi, mantan Presiden itu dikenal lihai memotivasi para petani dan nelayan. Mereka dikunjungi dan diberikan motivasi untuk bisa memajukan pekerjaannya, sehingga menjadi petani adalah kebanggaan. Bahkan beliau dikenal suka memperkenalkan diri sebagai ”anak petani”, untuk meningkatkan gairah dan harga diri para petani. Bukan hanya dalam bidang pertanian, salah satu sukses besar Orde Baru adalah dalam bidang kesehatan dan KB. Karena adanya kesadaran bahwa daya pembangunan akan terserap oleh jumlah penduduk, maka mantan Presiden Soeharto membangun dan menggalakkan program KB. Ia mencanangkan berbagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui berbagai upaya yang pada gilirannya berhasil mengerem laju pertumbuhan penduduk kita. Di bidang kesehatan, upaya meningkatkan kualitas bayi dan masa depan generasi ini dilakukan melalui program kesehatan di posyandu, sebuah upaya yang mengintegrasikan antara program pemerintah dengan kemandirian masyarakat. Di jamannya, program ini memang sangat populer dan berhasil. Banyak ibu berhasil dan peduli atas kebutuhan balita mereka di saat paling penting dalam periode pertumbuhannya. Yang tidak kalah penting adalah, karena Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, terutama dalam menjaga kawasan baik di Asia Tenggara dan Asia, serta masa depan Indonesia yang dianggap sebagai macan Asia, Soeharto dan bangsa Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri. Negara lain yang kini terang-terangan berani ”mengganggu” keberadaan kita seperti Malaysia dan Singapura, dulu tidak pernah menganggap Indonesia serendah sekarang. Jujur kita sampaikan bahwa dulu, kita sangat bangga karena kita punya banyak kiprah dalam memajukan wilayah ini. Semuanya hanya sekelumit kisah supaya kita memandang jasa mantan Presiden Soeharto dalam konteks yang berimbang, meski kita tahu ada masa dimana beliau digunakan sebagai alat oleh orang-orang yang ingin memperkaya diri dan menguntungkan kelompok tertentu. Itu adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan. Pertanyaan berikutnya kepada para pemimpin sekarang adalah, sanggupkah mereka mengembalikan kebanggaan dan kejayaan yang pernah sangat menggetarkan hati itu? Ini adalah tantangan bagi mereka.

Dalam hal ini, jurnalis memiliki tujuan mendamaikan seluruh warga Indonesia dengan mantan Presiden Indonesia yang pernah memiliki masa lalu yang kejam. Lewat info ini, yang ditekankan bukanlah kejahatan-kejahatan Soeharto, bukan masalah korupsinya, namun jasa-jasanya, kebaikan-kebaikan Beliau bagi Indonesia. Tujuan berita ini tentu agar tidak ada lagi dendam yang tertinggal antara masyarakat Indonesia dengan Soeharto.

Sumber Informasi:

http://www.suaramerdeka.com/harian/0502/14/opi4.htm,

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0306/16/opi01.html, dan

http://opini.wordpress.com/2008/01/29/merenungkan-jasa-soeharto/


3. Jurnalisme Perang:

Meliput peristiwa konflik (kekerasan), pada dasarnya merupakan sesuatu yang wajar bagi pers. Salah satu kriteria untuk mengukur apakah suatu peristiwa layak diberitakan atau tidak adalah kandungan unsur konflik itu sendiri. Semakin keras konflik yang terkandung dalam suatu peristiwa, semakin tinggi nilai beritanya. Rumus seperti ini, masih banyak dianut oleh kalangan jurnalis. Akibatnya ketika meliput suatu konflik (etnis), orientasi liputan yang dominan terbingkai dalam apa yang disebut sebagai jurnalisme perang (war journalism). Liputan jurnalis lebih berorientasi pada peristiwa kekerasannya itu sendiri. Jurnalisme perang lebih berfokus pada arena atau tempat dimana konflik itu terjadi, jumlah korban yang mati, penderitaan korban, rumah yang hancur atau harta benda yang terbakar. Dengan kata lain, jurnalisme perang lebih suka mengeksploitasi the visible effect of violance, korban kekerasan yang tampak, dibanding yang tidak tampak. Akibatnya jurnalisme perang secara tidak sadar juga menggiring publik untuk memihak pada salah satu pihak yang bertikai. Ini bisa dimaklumi karena dalam proses liputan, jurnalisme perang selalu menggunakan kacamata “kita-mereka”.

Contoh Jurnalisme Perang:

Belakangan berita tentang kenaikan harga minyak goreng disusul susu begitu provokatifnya tersiar di televisi sehingga tak sedikit membikin resah kaum menengah bawah yang dengan penghasilan pas-pasan. Tulisan ini tidak akan mengomentari mengapa harga itu harus tinggi, itu sudah banyak ditulias dan dibahasa serta diseminarkan dan sudah mejadi tangung jawab moral bersama untuk mencari solusinya. Disebut bersama karena jangan hanya pemerintah saja yang harsu menanggung beban moral atas kenaikan ini. Harga CPO dan susu segar dunia yang meroket bukan tanggung jawab pemerintah untuk menurunkan karena bagaimanapun juga pasar bebas dunia sudah berlaku di negeri ini. Pemberitaan kenaikan susu sering diiringi dengan pemberitaan adanya anak yang diberi tajin sebagai pengganti susu karena harga yang tak terjangkau lagi. Parahnya sebagian pemberitaan juga mengekspose anak yang terkena penyakit HO atau busung lapar. Sudah begitu, text yang dibaca pembawa berita menyebutkan busung lapar ini akibat kenaikan harag susu yang melambung tinggi.

Berita ini memiliki tujuan untuk memberi informasi bagi masyarakat, dan mungkin sebenarnya merupakan tujuan yang baik. Namun di luar itu, berita ini memiliki sifat provokasi, sehingga bukan tidak mungkin masyarakat terdorong untuk marah, dan akhirnya menimbulkan perang antara Pemerintahan dengan masyarakat Indonesia.

Sumber Informasi:

http://www.suaramerdeka.com/harian/0502/14/opi4.htm,

http://buntomijanto.wordpress.com/2007/07/20/jurnalisme-damai-bukan-jurnalisme-perang/,

dan http://blog.360.yahoo.com/blog-FGuuiaYOeaPVV7ioips-?cq=1&p=111


4. Jurnalisme Advokasi:

Jurnalisme Advokasi adalah kegiatan jurnalistik yang dilakukan wartawan dengan cara menyuntikkan opini pada beritanya. Adi dalam berita tersebut, ada suatu opini yang dimasukkan dengan tujuan mempersuasi. Dengan demikian, advokasi bukanlah tindakan terlarang bagi jurnalis. Namun, jurnalisme advokasi sangat berbeda dengan propaganda. Jika propaganda secara sepihak memenangkan salah satu kubu, maka jurnalisme advokasi memberikan dukungan dengan cara menyoroti orang-orang tanpa daya yang memiliki komitmen untuk memperbaiki kepentingan umum.

Contoh Jurnalisme Advokasi:

Sungguh malang menjadi guru di Indonesia! Penghasilan mereka sedemikian kecil. Itu pun sering dipotong tanpa alasan yang jelas. Aksi unjuk rasa ribuan guru untuk menuntut realisasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, hanya ditanggapi pemerintah dalam bentuk janji-janji yang tidak pasti. Tragedi yang dialami para guru semakin meninggi. Kejujuran mereka untuk mengungkap kebusukan justru membuahkan pemecatan. Itulah yang dialami kalangan guru yang terhimpun dalam Komunitas Air Mata Guru (KAMG). Sebanyak 27 dari 30 guru dalam organisasi KAMG yang menyingkap kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2007 di Medan dikenai sanksi. Sebagian besar dipecat dan yang lainnya dikurangi jam mengajarnya oleh pihak sekolah tempat mereka mengabdi. KAMG menunjukkan bahwa kecurangan itu melibatkan pihak sekolah dan dijalankan secara sistematis bersama Kantor Diknas setempat (Media Indonesia, 20 Juli 2007). Peristiwa serupa terjadi di Bandung. Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), yang juga adalah anggota tim pemantau UN 2007 dari Dewan Pendidikan Kota Bandung, terancam sanksi penundaan kenaikan pangkat. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang memiliki keharusan moral untuk melindungi para guru, ironisnya, menunjukkan sikap masa bodoh. Gejala ini dapat disimak dari pernyataan Mendiknas Bambang Sudibyo yang menegaskan, Depdiknas tidak akan memberikan perlindungan kepada guru yang mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UN. Perlindungan hukum, tegas Mendiknas, adalah tugas kepolisian.

Apakah yang dapat dijalankan kalangan jurnalis ketika menghadapi peristiwa sosial semacam ini? Haruskah para jurnalis sekadar berdiam diri dengan berdalih pada objektivitas pemberitaan? Apakah jurnalis harus membela atau mengadvokasi para guru yang berada dalam situasi dipinggirkan? Memang, jurnalisme dan advokasi merupakan dua hal yang sangat berlainan. Jurnalisme adalah aktivitas mengumpulkan dan menyebarkan fakta dalam bentuk berita. Kegiatan ini dilakukan jurnalis yang bekerja dalam lembaga media massa. Advokasi merupakan tindakan pembelaan yang dijalankan aktivis sosial untuk mendukung perjuangan mereka yang dilemahkan. Jurnalisme menuntut wartawan mempraktikkan objektivitas. Advokasi menuntut aktivis menjalankan dukungan berdasarkan pada subjektivitas. Dalam jurnalisme, KAMG yang membongkar kecurangan pelaksanaan UN itu disebut sebagai ”peniup peluit” (whistleblower). Mereka melaporkan ketidakberesan kepada pihak yang berwenang supaya ada tindakan korektif untuk memperbaiki keadaan. Jika pihak yang memiliki otoritas justru menyudutkan kedudukan mereka, dengan dalih mencermarkan nama baik misalnya, selayaknya jurnalis mengadvokasi whistleblower ini. Bukan untuk menciptakan sensasi atau menambah kontroversi jika jurnalis melakukan advokasi. Tujuan jurnalis dalam kasus ini adalah membeberkan peristiwa beraroma skandal yang menggerogoti dunia pendidikan.

Sumber Informasi:

http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6885&Itemid=59 dan buku Ragam Jurnalistik Baru Dalam Pemberitaan karya Eni Setiati


5. Jurnalisme Kolaborasi:

Jurnalisme Kolaborasi adalah pengganti dari Jurnalisme Presisi. Jurnalisme Kolaborasi menjadi menarik karena mengusung interaktif, akrab, dan dekat satu sama lain. Orang akan dengan mudah mengeluarkan suaranya. Puluhan ribu orang di luar sana dapat membuat sesuatu yang besar hanya dalam hitungan menit. Hasilnya tak kalah dahsyat dengan besutan jurnalis profesional. Interaktivitas itu dapat dengan cepat menyebar karena fasilitas blog yang menjamur. Dengan adanya blog, semua orang bisa mencurahkan isi hatinya. Tanpa batas. Tanpa merasa perlu melanggar kaidah. Bahkan kaidah jurnalistik sekalipun. Tak akan ada yang protes. Tak dapat dielakkan adanya komentar, baik pro maupun kontra. Tetapi justru disanalah indahnya kebersamaan jurnalisme kolaborasi. Tak perlu mengindahkan hal paling penting dalam kaidah jurnalistik bernama validitas data. Jurnalisme presisi mungkin akan tetap berharga di hadapan media massa tradisional. Pada jurnalisme presisi, perkembangan jurnalisme memfokus pada kerja pencarian data. Arah kerja jurnalistik membentuk ukuran ketepatan informasi empirik. Hasil liputan ditujukan untuk mencapai kredibilitas bagi penginterpretasian masyarakat. Mereka menargetkan akan informasi yang terukur. Kini, masyarakatlah yang akan menentukan. Tetapi bisa dipastikan jurnalisme kolaborasi akan menempati garda terdepan dalam peran eksplorasi ide dan emosi. Itulah yang diinginkan masyarakat. Jadi kesimpulannya, Jurnalisme Kolaborasi adalah sistem jurnalis baru dimana sumber informasinya diperoleh dari kolaborasi hasil pemikiran masyarakat luas melalui dunia internet atau blog pribadi tiap orang.

Contoh Jurnalisme Kolaborasi:

BLOGGER MALAYSIA MENANGI PEMILU 2008

Setidaknya dua orang blogger Malaysia berhasil memenangkan Pemilu 2008 di wilayahnya masing-masing. Tony Pua Kiam Wee, yang bertarung memperebutkan kursi Parlemen di Petaling Jaya Utara, Selangor, berhasil memperoleh suara sebanyak 37.851 dari total suara yang masuk sebanyak 76.618. Perolehan suara Tony tersebut dua kali lipat dari perolehan Datin Paduka Chew Mei Fun yang dicalonkan partai yang berkuasa, Barisan Nasional. Sementara di daerah pemilihan Rembau, Negeri Sembilan, Jeff Oii Chuan Aun berhasil meraup 30.493 suara, menggungguli Dr. Thor Teong Ghee dari Barisan Nasional yang mendapatkan suara sebanyak 14.247. Kemenangan Tony Pua dan Jeff Ooi ini tentu saja disambut gembira para pendukungnya, terutama para blogger yang ramai-ramai mengucapkan selamat di blognya. Apa yang bisa ditarik dari kemenangan tersebut? Meski bisa saja menyimpulkan bahwa popularitas mereka di dunia blogospehere lah yang telah mendorong kemenangan tersebut, namun satu hal yang pasti, mereka dengan cerdik telah memanfaatkan blog sebagai medium yang pas untuk memuat dan menyampaikan gagasan-gagasannya, karena meskipun diawasi, namun masih bisa lebih bebas dibanding media konvensional. Para blogger tersebut tampaknya ingin membuktikan bahwa blogger bukanlah pengecut seperti yang dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Azalina Othman, apalagi pembohong seperti yang dikatakan pakar ini. Para blogger tersebut ingin mengatakan bahwa apa yang disampaikan dalam blognya adalah bukan merupakan kebohongan dan tidak ada identitas penulisnya yang disembunyikan. Sehingga jika terdapat ketidakbenaran subtansi dalam blog, pembaca mestinya tahu kemana harus memintakan penjelasan semestinya. Selain itu, para blogger yang terjun ke politik tersebut juga menyadari sepenuhnya bahwa upaya membangun pertemanan di dunia maya dapat ditindaklanjuti ke dunia nyata, melalui berbagai macam kopdar, tanpa harus menjadi autis saat bertemu. Kalau kedua blogger Malaysia tersebut telah menunjukkan efektifitas blog sebagai medium berpolitiknya, ditengah kekangan pemerintahnya terhadap media massa konvensional, maka blogger Indonesia tentunya dapat melakukan hal serupa. Bahkan mungkin lebih baik karena media di Indonesia jauh lebih bebas. Karenanya jika terdapat blogger Indonesia yang ingin berpolitik, meski sebelumnya telah memiliki profesi sendiri seperti Dosen, Praktisi IT, Sutradara, Artis, Pengamat, Olahragawan, Ustad, Wartawan dan sebagainya, sebaiknya profesional saja. Ketika akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik, jadilah politisi yang sungguhan alias benar-benar profesional, bukan sekedar jadi politisi karena ada yang menawari. Dengan keahlian dan latar belakang profesi yang dimilikinya, tentunya akan memudahkan dalam menjalankan tugasnya saat terpilih sebagai pejabat politik, baik di eksekutif maupun legislatif. Diharapkan, Kebijakan-kebijakan atau berbagai peraturan yang dihasilkannya bisa lebih didasarkan pada nurani dan pertimbangan profesionalisme.

Aris Heru Utomo

4 comments:

kucingkeren said... wahhh..hebat yaa, blogger Malaysia. Blogger Indonesia gmn nih? apa bisa jadi anggota parlemen 2009 nanti? Mas Aris tertarik? :-) serius nih...ntar sy dukung deh .. 8:32 AM

iman brotoseno said... kalau saya dukung Nurrl Izza aja, ( yang anaknya Anwar Ibrahim )..yang juga running for parlement * soalnya ayu rek he he 12:22 PM

Aris said... #Mbak Susan: Thanks utk dukungannya, nanti tak pikir2 dulu (halah) #Mas Iman: Nurrul Izza juga menang lho dlm pemilu ini. Kapan2 diajak kopdaran mas :) 3:05 PM

amethys said... hihihi....jadi penonton aja ah...ga dong ama politik... 6:56 PM

Sumber Informasi:

http://mataharilain.wordpress.com/2006/07/12/jurnalisme-presisi-vs-jurnalisme-kolaborasi/

dan ARIS HERU UTOMO’S BLOG (http://arishu.blogpot.com/2008/03/setidaknya-dua-orang-blogger-malaysia.html)


6. Jurnalisme Investigasi:

Jurnalisme Investigasi adalah sebuah metode peliputan untuk menyibak kebenaran kasus atau peristiwa. Wartawan investigasi dituntut agar mampu melihat celah pelanggaran, menelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menuliskan laporannya. Jurnalisme investigasi ada ketika terjadi penyimpangan dalam suatu tatanan masyarakat. Pers punya peranan sangat penting untuk dapat menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Tidak berhenti sampai titik ini, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan. Jurnalisme investigasi adalah sebuah paham yang sudah lama muncul di Amerika Serikat pada abad ke-17. Genre ini merasuki media massa di Indonesia kala Orde Baru. Media massa cetak yang pertama kali menggunakannya adalah Harian Indonesia Raya, di bawah asuhan Mochtar Lubis. Kondisi politik dan ekonomi suatu negara amat sangat mempengaruhi kemunculan dan pertumbuhan jurnalisme investigasi.

Contoh Jurnalisme Investigasi:

Sekelebat, pentungan mendarat tepat di tubuh tikus berkumis panjang. Tak berdaya, tikus lalu dimasukan kedalam ember hitam. Tempat semua tikus sawah dan got hasil tangkapan dikumpulkan. Malam itu, Edi--bukan nama sebenarnya--tidak sedang membersihkan sawah dari hama yang bernama tikus. Edi juga tidak berburu tikus got untuk membersihkan lingkungan
disekitar rumah. Dia Berburu tikus untuk mengoplosnya dengan daging sapi. Kabarnya, daging-daging itu dipersiapkan untuk membuat BAKSO. BENARKAH? Apakah Edi benar-benar tega mencampur daging sapi dengan daging tikus? Atau cerita diatas hanya isapan jempol belaka? Banyak kisah, dongeng, isu, gosip tentang bakso tikus yang beredar di masyarakat. Tim investigasi REPORTASE Trans TV menelusuri keberadaan bakso tikus ini. Surprise ! Kami menemukan praktik penjualan bakso tikus. Bukan hanya itu, dipasaran ternyata bakso juga tercampur dengan 6 zat kimia mematikan. termasuk bahan boraks alias bahan baku deterjen dan lem kayu. Mual? Jangan dulu ! Sebab tidak semua bakso yang beredar mengandung boraks apalagi daging tikus. Lalu apa perbedaannnya? Dimana dijualnya?

Wartawan Reportase Investigasi Trans TV yang menyelidiki tentang masalah bakso tikus ini sedang menjalankan sistem jurnalisme Investigasi. Dimana narasumber harus disembunyikan identitasnya, harus ada kamera tersembunyi, alat perekam tersembunyi, dan lain sebagainya. Tujuannya agar masyarakat luas tahu tentang kebenaran dan pada akhirnya dapat lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi bakso yang akan mereka makan.

Sumber Informasi:

http://wisata_buku.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1014&Itemid=1153

dan http://www.mail-archive.com/ibtc@yahoogroups.com/msg00067.html


Maju terus JURNALISME INDONESIA!!