Powered By Blogger

June 24, 2010

Illuminati

.



Illuminati adalah sebuah organisasi persaudaraan rahasia kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang, walaupun tidak ditemukan bukti - bukti nyata tentang keberadaan organisasi persaudaraan ini sampai saat ini. Kata Illuminati dapat diterjemahkan sebagai "Pencerahan Baru". Para pengikut Illuminati disebut "Illuminatus", yang berarti "Yang Tercerahkan".


Dalam novel "Angels and Demon" karya Dan Brown; Salah seorang Illuminatus yang terkenal adalah Galileo Galilei, seorang ahli antropologi yang dihukum pancung oleh gereja akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta bukan bumi, melainkan matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja, karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Dalil Galilei tersebut juga sekaligus membantah doktrin gereja pada saat itu bahwa Bumi berbentuk datar. Sejak saat itu Illuminatus terus diburu oleh para kaum gereja. Saat pihak geraja menekan anggota Illuminati, mereka ditangkap lalu diberi cap salib di dada mereka, baru kemudian dibunuh. Anggota Illuminati kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang paling dicari oleh gereja.


Para Illuminatus yang melarikan diri kemudian bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang bernama
Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason. Sejak bergabung dengan kelompok Freemasonry, illuminati menjadi semakin kuat karena dibantu oleh jaringan kelompok Freemasonry yang sepertinya tidak menyadari telah dijadikan alat transportasi aman oleh illuminati. Illuminati terus diburu oleh gereja.


Mereka dicap sebagai penganut paham Luciferian Conspiracy, dikarenakan mereka, sama seperti halnya Freemasonry, memiliki ritual pemujaan kepada "Sang Arsitek Agung" / "The Great Architect", yang dilambangkan oleh mereka berupa "The All-seeing-Eye" / "Mata tuhan" (diambil dari legenda mesir); yang merupakan simbol dari Lucifer (sebutan setan dalam tradisi kristiani).
Hingga saat ini, mereka berjuang secara diam-diam melawan dan berusaha meruntuhkan gereja katolik roma, yang dianggap melambangkan kekuasaan dari Yesus Kristus, musuh Lucifer.


Misi akhir Illuminati adalah mengurangi jumlah umat manusa secara drastis dan memasang chip pada tiap manusia. Dengan memakai chip ini, maka manusia telah manjadi pengikut setan.

Anda mau tahu tentang chip? Berikut
promosinya.

Sumber: Wikipedia


.

BAB 2: Kisah Lupe Tentang Neraka

.

Lupe adalah salah satu dari 7 remaja Kolombia yang dbawa Tuhan ke neraka. Berikut testimoninya, hasil translation dari 7 YOUTH GO TO HEAVEN AND HELL (Chapter 2 from 12 Chapters):



Tuhan memberkatimu saudara-saudaraku yang terkasih. Mari membaca perkataan Tuhan melalui Mazmur 18:9;


“Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya”. Ketika Tuhan meraih tanganku, aku memegang tanganNya dan kami mulai bergerak turun ke terowongan. Terowongan itu menjadi semakin gelap dan gelap hingga ke titik dmana aku bahkan tidak bisa melihat tanganku yang lain, yaitu tangan yang tidak memegang tangan Tuhan.



Pengalaman Lupe tentang Neraka:


Tiba-tiba, kami melewati sesatu yang gelap dan mengkilap, sesuatu yang menimbulkan suara. Kegelapan itu begitu pekat, tanganmu bakan tidak dapat menemukan dinding dari terowongan. Gerak menurun kami begitu cepatnya hingga aku merasa jiwaku akan terlepas dari badanku.

Tidak lama aku merasakan aroma yang sangat menjijikkan, seperti aroma daging yang telah membusuk. Aroma itu menjadi semakin buruk tiap detiknya. Kemudian aku mendengar suara jutaan dan jutaan jiwa. Mereka menjerit, menangis, dan melolong tiada henti. Aku begitu ketakutan hingga aku menghadap ke Tuhan dan berkata, “Tuhan kemana Kau membawaku? Tuhan kasihanilah aku! Tolong kasihanilah aku!” Tuhan hanya menjawab, “Sangat perlu bagimu untuk melihat ini, supaya kau dapat menceritakan kepada orang-orang lain.”


Kami melanjutkan perjalanan melewati terowongan yang berbentuk tanduk ini hingga kami sampai di tempat yang seluruhnya gelap. Seperti menarik suatu tirai yang gelap dari mataku, aku kemudian melihat jutaan dan jutaan api, bahkan lebih buruk, aku mendengar teriakan-teriakan yang mengerikan namun tidak dapat melihat seorangpun. Aku begitu ketakutan. Aku berkata kepada Tuhan, “Oh tolong Tuhan kasihanilah aku! Oh kumohon Tuhan kasihanilah aku! Jangan bawa aku ke tempat ini! Ampuni aku!” Pada saat ini, aku sama sekali tidak memikiran fakta bahwa aku hanyalah seorang pengunjung neraka, aku pikir saat itu adalah hari penghakiman. Berdiri di samping Tuhan Yesus, aku gemetar begitu keras sebab aku kira ini adalah akhir dari hidupku.

Kami berjalan mendekat ke sebuah api besar di depan kami; api itu sangat besar dan membakar dengan liar. Aku berlanjut turun perlahan, melihat api yang berganda-ganda dan mendengar tangisan jutaan jiwa dalam satu suara.


Lalu aku melihat sebuah meja kayu yang tidak termakan oleh api. Meja itu muncul dengan botol-botol bir di atasnya. Pemandangan ini tampak menyegarkan, namun pemandangan ini dipenuhi dengan api. Saat aku sedang melihatnya, seorang pria muncul dengan tiba-tiba. Dagingnya hampir hancur seluruhnya dan yang tersisa dari bajunya hanyalah lumpur dan kain terbakar. Ia telah kehilangan kedua matanya, mulutnya, dan semua rambutnya karena terakar api. Ia dapat melihatku walaupun ia tidak memiliki mata. Aku memberitahumu, jiwalah yang membuat seseorang dapat berpikir, membuat alasan, dan benar-benar melihat; bukan tubuh fisikmu.




Pria itu menjulurkan lengan kurusnya ke arah Tuhan dan mulai menangis dan menjerit, “Tuhan, kasihanilah aku! Tuhan, kasihanilah aku! Aku kesakitan! Aku terbakar! Kumohon kasihanilah dan keluarkan aku dari tempat ini!” Tuhan melihatnya dengan ekspresi kasihan, dan aku mulai merasakan sesuatu yang hangat mengalir di tanganku. Aku melihat tanganku dan ada darah mengalir… Darah dari Yesus! Darah Tuhan mengalir dari tanganNya selama Ia melihat pria yang menderita ini dibakar oleh api.


Kemudian pria itu mengalihkan pandangannya ke arah meja kayu dan segera mendekati botol-botol. Ia mengambil sebuah botol, namun ketika ia telah siap minum dari botol itu, api dan asap tertembak keluar dari botol itu. Ia segera menarik kepalanya dan berteriak, teriakan yang tidak pernah aku dengar sebelumnya. Ia menjerit dengan kesakitan yang sangat hebat dan kesedihan dan ia mulai meminum apa yang ada di dalam botol itu. Namun botol itu dipenuhi dengan air keras dan tenggorokannya benar-benar dihancurkan oleh air keras itu. Kami dapat melihat air keras mengalir melewati perutnya dan menyakiti ia.


Angka 666 terukir di dahi pria ini. Di dadanya terpasang sebuah piringan yang terbuat dari metal yang tidak diketahui, dimana metal itu tak dapat dihancurkan, bahkan oleh api neraka dan ulat-ulat neraka sekalipun. Ada sebuah tulisan yang terukir di piringan itu, tetapi kami tidak dapat mengerti artinya. Tuhan, dengan penuh belas kasih memberi kami pengertian terhadap tulisan tersebut, “AKU ADA DI SINI KARENA AKU PEMABUK”. Ia memohon belas kasihan dari Tuhan, namun firman Tuhan telah sangat jelas memberitahu kita dalam 1 Korintus 6:10-11 “Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”


Tuhan menunjukkan kepada kami saat-saat terakhir pria ini waktu ia di bumi, persis seperti melihat sebuah film. Seakan-akan layar televisi yang besar muncul dan menunjukkan kepadaku saat-saat terakhirnya sebelum ia mati. Nama pria itu adalah Luis dan ia sedang minum-minum di bar. Aku melihat meja yang sama dan botol-botol yang sama di bar itu. Di sekeliling meja itu terdapat teman-temannya. (Aku dengan yakin memberitahumu ini sekarang, hanya ada SATU TEMAN SEJATI, dan namaNya adalah Yesus Kristus. Ialah teman yang setia.) Luis sedang minum dan teman-temannya sudah mabuk terlebih dahulu. Sahabanya mengambil sebuah botol, memecahkannya dan mulai menusuki Luis. Ketika ia melihat Luis telah terkapar di lantai ia melarikan diri, namun Luis berdarah sampai mati di lantai. Hal paling menyedihkan adalah fakta bawa ia telah mati tanpa Tuhan.


Di tengah-tengah semua ini, selama jiwa-jiwa di neraka terus menjerit, aku bertanya kepada Tuhan, “Oh Tuhan, tolong beritahu aku, apakah pria ini tahu tentang Kau? Apakah ia tahu tentang keselamaanMu?” Tuhan menawab, “Ya Lupe, ia tahu tentang aku. Ia menerimaKu sebagai penyelamatnya, namun ia tidak melayani Aku.” Lalu aku merasa begitu ketakutan. Luis menjerit semakin keras dan berteriak, “Tuhan ini sakit! Ini sakit! Kumohon kasihanilah aku!” Ia menjulurkan tangannya lagi menuju ke arah Tuhan, tapi Yesus mengambil tanganku segera dan kami melangkah pergi dari api itu. Api yang melahap Luis menjadi seakin liar dan ia menjerit semakin keras, “Kasihanilah aku! Kasihanilah aku!!” Ia lalu lenyap di dalam api.


Kami terus berjalan, tempat ini begitu besar dan seram! Kami memasuki api lain dan aku berkata kepada Tuhan,”Tuhan, tidak! Kumohon, aku tak mau melihat hal-hal ini lagi! Aku memohon kepadaMu untuk mengampuni aku! Tolong ampuni aku! Aku tidak mau melihat ini!” Jadi aku menutup mataku, tetapi itu tidak menjadi soal, terbuka atau tertutup aku masih melihat segalanya. Api ini mulai turun perlahan dan aku mulai melihat seorang wanita. Ia ditutupi dengan lumpur, dan lumpur itu dipenuhi dengan ulat. Sangat sedikit rambut tersisa di kepalanya, dan ia tertancap dalam lumpur yang dipenuhi ulat. Ia dimakan leh ulat-ulat tanpa henti di semua tempat dan ia berteriak,”Tuhan kasihanilah aku! Tuhan kasihanilah aku dan ampuni aku! Lihat aku! Ini menyakitkan sekali! Kasihanilah aku! Ambillah ulat-ulat ini! Keluarkan aku dari siksaan ini karena ini sangat menyakitkan sekali!” Tuhan hanya melihatnya dengan sangat kasihan. Selama kami memegang tanganNya, kami dapat merasakan rasa sakit dan penderitaan yang ada di hati Tuhan untuk jiwa-jiwa yang terhilang, selamanya terbakar di api neraka.


Wanita ini tidak memiliki mata ataupun bibir, namun ia masih dapat melihat dan merasakan; semua rasa sakit justru terasa semakin kuat di neraka. Ia memegang sebuah botol di tangannya, penuh dengan air keras, namun ia percaya bahwa itu adalah parfum. Aku dapat melihat bahwa itu adalah air keras dan setiap kali ia menyemprot tubuhnya, air itu membakarnya. Walau begitu, ia tetap menyemprotkan air keras itu ke tubuhnya berulang-ulang kali. Ia terus berkata bahwa itu adalah parfum mahal. Ia juga percaya bahwa ia sedang memakai kalung yang indah, tapi yang kulihat adalah ular yang melingkari lehernya. Ia percaya ia sedang memakai gelang yang mahal, tapi aku melihat ulat-ulat sepanjang satu kaki, dengan rakus menggali ke dalam tulang-tulangnya. Ia berkata bahwa hanyalah perhiasannya yang ia punya, namun aku melihat kalajengking dan ulat di sekujur tubuhnya. Ia memiliki piringan metal, yang dipakai semua orang di neraka. Disitu tertulis “AKU DI SINI KARENA AKU MERAMPOK”.


Wanita ini tidak memiliki penyesalan akan dosa-dosanya. Tuhan menanyainya,”Magdalena, kenapa kau ada di tempat ini?” Ia menjawab, ”Aku tidak terganggu jika aku harus mencuri dari orang lain. Hal yang aku pedulikan hanyalah perhiasanku dan memperoleh parfum termahal. Aku tidak peduli siapa yang aku rampok, selama aku bisa terlihat cantik.”


Aku memegang tangan Kristus dan aku melihat ulat-ulat menggali ke dalam seluruh tubuhnya. Magdalena berputar mencari-cari sesuatu. Aku bertanya kepada Tuhan sekali lagi, “Tuhan, apakah orang ini tahu tentang Kau?” dan Tuhan menjawab, “Ya, orang ini mengenalku.”


Magdalena mulai melihat sekeliling dan berkata, “Tuhan dimana perempuan yang berbicara kepadaku tentang Kau? Dimana dia? Aku sudah di neraka selama 15 tahun.” Semua orang di neraka dapat mengingat segalanya. Magdalena terus bertanya, “Dmana perempuan ini? Aku tidak dapat melihatnya!” Aku tahu tubuhnya tidak dapat berputar karena tubuhnya ditancapkan di posisi yang sama. Ia mencoba untuk berputar dan melihat api-api lain, untuk mencari wanita yang berbicara kepadanya tentang Tuhan. Tuhan menjawab, “Tidak! Tidak, Magdalena, ia tidak disini. Wanita itu yang memberitahumu tentang Aku sedang bersama denganku di Kerajaan Surga.”

Setelah mendengar ini, ia melempar dirinya sendiri ke api yang membakarnya lebih lagi. Piringan metalnya menghukumnya sebagai pencuri. Aku mau kau membaca firman Tuhan dalam Yesaya 3:24. “Maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung; dan tanda selar sebagai ganti kemolekan.”




Selagi kami melanjutkan perjalanan bersama Tuhan, aku melihat sebuah kolom raksasa yang dipenuhi dengan ulat. Di sekelilingnya terdapat papan seluncur yang terbuat dari metal yang berwarna merah karena panasnya. Di dalam kolom ini terdapat papan billboard yang menyala terang dan dapat dilihat dari mana saja. Papan billboad tu bertuliskan, “SELAMAT DATANG PARA PEMBOHONG DAN TUKANG GOSIP”. Di ujung seluncuran itu terdapat danau kecil yang menddih. Tampaknya danau itu berisi belerang yang terbakar. Kemudian aku melihat orang yang telanjang bulat meluncur turun di seluncuran tersebut. Saat mereka meluncur, kulit mereka akan terkelupas dan menempel di papan seluncuran tersebut. Saat mereka terjatuh ke danau mendidih itu, lidah mereka akan membesar hingga lidah itu meledak dan ulat-ulat bermunculan di lidah itu. Ini memulai penyiksaan mereka. Firman Tuhan berkata dalam Mazmur 73:18-19 “Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kau taruh mereka, Kau jatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!”


Setelah melihat ini, kami ditarik keluar dari neraka. Aku hanya mau memberitahu kamu bahwa Surga dan Neraka bahkan jauh lebih nyata di bandingkan dengan dunia fisik yang kita tahu. Disinilah kamu harus memilih arah mana yang mau kau tuju, menghabiskan keabadian dengan Yesus atau ke neraka yang terbakar. Tuhan terus berbicara kepada kami, “Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14) Itulah mengapa aku memberitahumu hal yang sama sekarang, “Tanpa kekudusan kamu tidak akan dapat melihat Tuhan.”


TO BE CONTINUED...



.

June 22, 2010

BAB 1: Kesaksian Nyata Tentang Neraka



.

Berikut adalah hasil translation dari kisah 7 Colombia Youth to Hell and Heaven

(First chapter of 12 chapters).




Kisah ini bener-bener menggugah dan alangkah baiknya jika kita tidak menjadi pribadi yang skeptis dengan tidak mempercayai adanya neraka...
Tapi, keputusan tetap di tangan anda:

LUKAS 16:19-26

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak tersebrangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyebrang.

Alkitab, perkataan Tuhan, sudah sangat jelas menerangkan tentang Surga dan Neraka. Dalam porsi yang baru saja kita baca, Tuhan memberitahu kita tentang dua tempat: Surga dan Neraka, Keselamatan atau Penghukuman. Tidak ada tempat “yang di tengah-tengah”. Api penyucian / Purgatory tidak ada. Tempat penantian tidak ada, yaitu tempat dimana jiwa manusia menunggu untuk sementara waktu setelah mereka pergi dari bumi kemudian menuju ke Surga; Alkitab sudah sangat jelas tentang itu.


11 April 1995

Tuhan memberi kita suatu pencerahan yang akan mengubah seluruh sisa hidup kita. Kami baru saja mengetahui tentang Tuhan dan firmanNya. Kami adalah tujuh remaja yang diberi Tuhan penghargaan dan tanggung jawab besar untuk membagi pencerahan ini kepada dunia.

Segalanya bermula pada kira-kira pukul 10 pagi. Kami sedang berdoa dan sudah bersiap-siap untuk pergi piknik pada sisa hari itu. Tiba-tiba pada pukul 10 itu, cahaya putih yang sangat berkuasa bersinar menembus salah satu jendela. Ketika cahaya itu muncul, kita semua segera berbicara dalam bahasa Roh dan telah dibaptis oleh Roh Kudus.

Pada saat itu, kami semua begitu terkejut dan bersemangat akan apa yang kami lihat. Cahaya Kemuliaan itu bercahaya memenuhi seluruh ruangan. Cahaya itu jauh lebih kuat daripada cahaya matahari. Di tenah-tengah cahaya, kami melihat sekumpulan malaikat memakai jubah putih. Malaikat-malaikat ini sangat cantik, tinggi, dan rupawan.

Di tengah-tengah kumpulan maaikat itu, kami melihat sesuatu yang luar biasa – figur seorang Pria. Pria ini adalah sesosok yang spesial, Pria yang memakai mantel yang sangat putih dengan jubah. RambutNya seperti benang-benang emas. Kami tak mampu meliha wajahNya karena Ia terlalu bersinar. Walaupun begitu, kami dapat melihat sabuk emas di sekeliling perutNya, dengan huruf emas yang mengatakan: “Raja Segala Raja dan Tuhan Segala Tuhan”. Ia memakai sandal emas murni di kakiNya, dan kecantikanNya tidak tertandingi. Saat kami melihat kehadiran Pria itu, kami semua segera berlutut.

Kemudian kami mendengar suaraNya. SuaraNya begitu spesial dan indah; setiap kata menusuk ke dalam hati kami bagai pedang bermata dua; persis seperti yang tertulis dalam firman Tuhan (Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”). Ia berbicara kepada kita dengan kata-kata yang sederhana namun sangat kuat. Secara jelas kami mendengarNya berkata, “Anak-anakKu, jangan takut, Aku adalah Yesus dari Nazaret, dan aku datang padamu untuk menunjukkan padamu suatu misteri supaya kamu dapat menunjukkannya dan memberitahukannya pada kota-kota, bangsa, kota-kota besar, gereja-gereja, dan segala tempat. Kemana aku memberitahumu untuk pergi, kesanalah kau akan pergi, dan kemana aku memberitahumu untuk tidak pergi, kamu tidak akan pergi.”

Alkitab, Perkataan Tuhan berbicara dalam Yoel 2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan medapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.” Ini adalah waktu-waktu yang telah disiapkan Tuhan untuk semua orang.

Kemudian sesuatu yang aneh terjadi, sebongkah batu muncul di tengah-tengah ruangan, dan Tuhan, yang bersama-sama kami, membuat kami berdiri di atas batu itu. Batu itu sekitar 8 inci di atas lantai, dan sebuah lobang besar muncul di lantai. Lobang itu sangat besar, hitam, dan merupakan lembah atau gua yang mengerikan. Tidak lama, kami terjatuh dari puncak batu dan terus terjatuh menembus gua di lantai itu. Itu sangat gelap dan membawa kami ke dalam pusat bumi.

Ketika kami berada dalam kegelapan yang suram, kami sangat ketakutan! Kami begitu ketakutan hingga kami berkata kepada Tuhan,”Tuhan kami tidak mau pergi ke tempat itu! Jangan bawa kami ke tempat itu Tuhan! Keluarkan kami dari sini Tuhan!” Lalu Tuhan menjawab dengan suara yang negitu indah dan penuh haru, “Pengalaman ini sangat diperlukan agar kau dapat melihat dan memberitahu yang lain.”

Kami ada di lorong melengkung yang berbentuk tanduk, dan kemana kami melihat, kami melihat bayangan-bayangan, setan, dan sosok-sosok yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Kami terus menuju makin dalam dan makin dalam. Hanya dalam beberapa detik, kami telah dipenuhi kehampaan dan ketakutan yang sangat hebat.

Pada akhirnya kami tiba di sebuah gua; dipenuhi pintu-pintu yang mengerikan, seperti labirin. Kami tidak mau masuk ke dalam. Kami merasakan aroma yang sangat buruk dan panas yang mencekik kami. Begitu kami masuk, kami melihat hal-hal mengerikan, pemandangan yang sangat menakutkan. Seluruh tempat itu dipenuhi oleh api; dan di tengah-tengah api itu; ribuan tubuh orang dibakar. Mereka menderita siksaan yang sangat hebat. Pemandangan itu begitu mengerikan, kami tidak mau melihat apa yang ditunjukkan kepada kami.

Tempat itu dibagi ke dalam bagian-bagian penyiksaan dan penderitaan yang berbeda. Salah satu bagian yang Tuhan ijinkan untuk kami lihat adalah “LEMBAH KUALI”, begitu kami menyebutnya. Di sana ada jutaan kuali. Kuali-kuali itu diletakkan sejajar dengan tanah; tiap-tiap kuali dipenuhi dengan lahar di dalamnya. Dalam tiap kuali, terdapat satu jiwa yang telah mati dan masuk ke neraka.

Begitu jiwa-jiwa itu melihat Tuhan, mereka segera berteriak, “Tuhan, kasihanilah kami! Tuhan beri kami kesempatan untuk keluar dari sini! Tuhan, keluarkan aku dan aku janji akan bersaksi ke dunia kalau tempat ini nyata!” Tetapi Tuhan bahkan tidak melirik ke arah mereka. Disana ada jutaan manusia, perempuan dan anak-anak muda di tempat itu. Kami juga melihat homoseksual dan pemabuk dalam siksaan. Kami melihat semua orang-orang ini menjerit dalam suatu kesakitan yang luar biasa.



Kami sangat terkejut akan fakta bawa tubuh mereka dihancurkan. Cacing-cacing keluar-masuk dari lubang mata mereka yang kosong, mulut, dan telinga; lalu menembus kulit di seluruh tubuh mereka. Ini memenuhi perkataan Tuhan yang tertulis di dalam Yesaya 66:24 “Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.”, juga dalam Markus 9:44 “Di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.” Kami begitu ketakutan akan apa yang kami lihat. Kami melihat api setinggi 9 hingga 12 kaki. Dalam tiap api, selalu ada jiwa orang yang telah mati dan menuju ke neraka.

Tuhan mengijinkan kami untuk melihat seorang pria yang direbus dengan lahar dalam sebuah kuali. Ia naik-turun dan daging di wajahnya berjatuhan. Ia memandangi Tuhan sesaat; kemudian menjerit dan memanggil nama Yesus. Ia berkata, “Tuhan, kasihanilah! Tuhan beri aku kesempatan! Tuhan keluarkan aku dari tempat ini!” Tetapi Tuhan Yesus tidak mau melihatnya. Yesus membalikkan badanNya memunggungi ia. Ketika Yesus melakukan ini, pria itu segera mengutuk dan menghujat Tuhan. Pria ini adalah John Lennon, anggota dari grup musik “The Beatles”. John Lennon adalah pria yang mengejek dan menghina Tuhan selama hidupnya. Ia berkata bahwa Kristen akan menghilang dan Yesus Kristus akan segera dilupakan oleh semua orang. Bagaimanapun, saat ini ia sedang di neraka dan Yesus Kristus hidup!! Kristen juga tidak menghilang.

Selama kami berjalan di sisi tempat itu, jiwa-jiwa manusia menjulurkan tangan-tangannya kepada kami dan memohon belas kasihan. Mereka memohon kepada Yesus untuk mengeluarkan mereka dari sana, tetapi Tuhan tidak melihat mereka.

Kemudian kami mulai berjalan menuju ke bagian lain. Kami menuju ke bagian terburuk dari neraka, dimana siksaan terkeji terjadi; PUSAT NERAKA. Dimana siksaan terburuk dikumpulkan; menjadikan suatu siksaan mengerikan yang tidak dapat dijelaskan oleh makhluk hidup. Orang-orang yang ada disini hanyalah mereka yang telah mengenal Yesus dan mengetahui firman Tuhan. Disana ada pastur, pelayan Tuhan, misionaris, da segala tipe manusia yang pernah menerima Yesus dan mengenal kebenaran; tetapi menghidupi kehidupan ganda.

Disana juga ada orang-orang yang murtad; penderitaan mereka ribuan kali lebih buruk dari siapapun. Mereka berteriak dan memohon kepada Tuhan akan belas kasih, tetapi firman Tuhan berkata dalam Ibrani 10:26-27 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang duraka.”

Jiwa-jiwa itu ada disana karena mereka berkotbah, berpuasa, menyanyi dan mengangkat tangan mereka di gereja, tetapi di jalan dan di rumah mereka berbuat cabul, berzinah, berbohong, dan mencuri. Kita tidak dapat berbohong kepada Tuhan. Lukas 12:48b “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Tuhan lalu mengijinkan kami melihat dua wanita yang pernah menjadi kakak-beradik Kristen selama mereka di bumi, tetapi mereka tidak menghidupi kehidupan yang benar di hadapan Allah. Salah satu dari mereka berkata kepada yang lain, “Kamu orang sial terkutuk! Ini salahmu sampai aku berakhir di sini! Kamu tidak menyatakan kepadaku firman yang kudus! Dan karena kamu tidak memberitahuku tentang kebenaran, aku sekarang disini, di neraka!” Mereka akan meneriakkan kalimat-alimat seperti ini di tengah-tengah kobaran api, dan mereka begitu membenci satu sama lain karena di neraka tidak ada cinta, belas kasih, ataupun pengampunan.

Di sana ada ribuan jiwa yang telah mengenal perkataan Tuhan, tetapi hidup mereka tidak bersih di hadapan kehadiran Tuhan yang kudus. Tuhan berkata, “Kamu tidak bisa bermain-main dengan Tuhan atau dengan api neraka!”. Ia juga memberitahu kami, “Anak-anakKu, segala penderitaan semua manusia di bumi dijadikan satu, tidak ada artinya, TIDAK ADA ARTINYA dibandingkan penderitaan satu orang yang menderita siksaan di bagian neraka yang paling ringan sekalipun.” Apabila siksaan paling ringan di neraka dapat begitu parah, bagaimana jauh lebih parah penderitaan mereka yang diletakkan di Pusat Neraka, yang pernah mengenal kebenaran firman Tuhan tetapi pergi meninggalkannya. Kemudian Tuhan kembali mengingatkan bahwa kita dapat bermain-main dengan api di bumi, tetapi tidak pernah dengan api di neraka.

Kami terus berjalan melewati berbagai tempat dan Tuhan menunjukkan kepada kami banyak sekali orang-orang yang berbeda. Kami melihat semua orang di sana rata-rata menerima 6 tipe siksaan. Di sana ada siksaan dari setan dengan segala macam tipe hukuman. Hukuman buruk yang lain adalah adanya kesadaran dalam diri mereka sendiri yang mengatakan, “Ingatlah ketika mereka berkotbah padamu, ingatlah ketika ka mendengar kata-kata Tuhan, ingatlah ketika mereka memberitahumu tentang neraka dan kau tertawa karenanya!” Pikiran-pikiran mereka menyiksa mereka; persis seperti ulat-ulat yang melewati seluruh tubuh mereka, juga seperti api yang memakan dan ribuan dan ribuan kali jauh lebih panas dari pada api yang sudah kita tahu. Ini adalah hadiah yang telah disediakan iblis bagi mereka semua yang telah mencarinya dan mengikutnya.

Tuhan berkata lewat firmanNya dalam Wahyu 21:8 “Tetapi orang-orang yang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inila kematian yang kedua.”

Berikutnya, Tuhan menunjukkan kepada kami seorang pria yan telah membunuh 6 orang. Ke enam orang ini kini mengelilinginya, dan terus berteriak kepadanya, “Ini adalah kesalahanmu sampai kami ada di tempat ini, KESALAHANMU!” Si pembunuh mencoba menutupi telinganya kaena ia tidak mau mendengarkan mereka, tetapi ia tidak dapat menghindar dari mendengarkan, sebab di neraka seluruh inderamu akan menjadi jauh lebih sensitif.

Jiwa-jiwa di tempat itu disiksa dengan rasa haus akan air yang tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat dipuaskan dengan cara apapun; seperti kisah di Alkitab tentang Lazarus dan si orang kaya dalam Lukas 16:19-31. Orang kaya di neraka meminta hanya setetes air, itu saja sudah cukup. Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 34:9, “Sungai-sungai Edom akan berubah menjadi ter, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi ter yang menyala-nyala.”

Di tempat itu, setiap jiwa pasti ada di tengah-tengah api. Orang-orang berpindah dan melihat sungai indah bagaikan kristal di tengah-tengah api; tetapi ketika mereka mencoba menjangkaunya, sungai itu berubah menadi api. Mereka juga melihat pohon-pohon dengan buah-buah yang mengandung banyak air; tetapi ketika mereka mencoba mengambilnya; pohon itu akan membakar tangan mereka dan setan-setan akan menertawakan mereka.

Lalu Tuhan membawa kita ke suatu tempat yang jauh lebih buruk dari segala tempat yang telah kita kunjungi. Kita melihat danau api dan belerang. Di salah satu sisi danau itu ada sungai yang jauh lebih kecil, disana ada jutaan dan jutaan dan jutaan jiwa-jiwa yang menangis dan memohon kepada Tuhan untuk mengasihani mereka. Mereka berkata kepadaNya, “:Tuhan, tolong! Keluarkan kami dari sini paling tidak untuk waktu yang sebentar! Tolong beri aku kesempatan untuk keluar!!!” Bagaimanapun, Tuhan tak dapat melakukan apapun untuk mereka karena penghakiman mereka telah ditetapkan.

Di antara jutaan dan jutaan manusia, Tuhan mengijinkan kami untuk terfokus pada seorang laki-laki yang separuh tubuhnya telah terbenam di dalam danau api. Tuhan lalu mengijinkan kami mengerti segala pikirannya. Nama pria itu adalah Mark. Kami begitu tercengang akan hal yang pria ini ucapkan untuk dirinya sendiri. Kami memperoleh pengajaran abadi ketika kami mendengar pikiran ini, “Aku mau memberikan apapun untuk berada di tempatmu saat ini! Aku mau memberikan apapun untuk kembali ke bumi hanya selama satu menit. Aku tidak akan peduli jika aku adalah manusia paling menyedihkan, paling sakit, paling dibenci, atau orang termiskin di dunia, aku mau memberikan segala-galanya untuk kembali! Hanya untuk satu menit di bumi!” Tuhan Yesus menggenggam tanganku. Yesus menjawab pikiran Mark dengan berkata, “Mark, kenapa engkau ingin kembali ke bumi hanya selama satu menit?” Dengan tangisan dan suara tersiksa, ia menjawab Tuhan, “Tuhan! Aku mau memberikan apapun untuk kembali ke bumi hanya selama satu menit supaya aku memperoleh kesempaan untuk bertobat dan diselamatkan!”

Ketika Tuhan mendengarkan apa yang diucapkan Mark, aku melihat darah mengalir dari luka-luka Yesus, dan air mata memenuhi mataNya waktu Ia berkata, “Mark, sekarang sudah terlambat untukmu! Ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11b) Ketika Tuhan mengatakan hal ini kepadanya, ia tenggelam ke dalam danau selamanya. Sugguh menyedihkan semua jiwa-jiwa itu tidak memiliki harapan lagi. Hanya kita yang masih di bumi yang masih beroleh kesempatan untuk bertobat hari ini dan pergi ke Surga dengan Tuhan Yesus Kristus kita.

Aku sekarang menyerahkan engkau kepada saudariku untuk melanjutkan testimoni ini, terima kasih.


TO BE CONTINUED...


.

June 21, 2010

Kita Semua Berhak Menjadi Cerdas!

.

Menjalani kuliah tu jujur terkadang ngerasa capek dan males... Tapi suatu hari perjalanan di mobil membuatku mengamati adanya anak-anak kecil yang harus jual-jual koran, aku jadi ngerasa beruntung sekaligus kasian banget ngeliat mereka-mereka...


Dengan wajah polos penuh permohonan, seakan-akan mereka berkata,
"Tolong, belilah koran ini........."

Aaaaaw....

Kenapa masih banyak anak-anak kecil yang harus sekolah sekaligus bekerja??
Kenapa tidak ada dana dari Pemerintah Indonesia untuk memperlancar proses studi anak-anak Bangsa??




Sebagian siswa masih harus melalui jalan terjal untuk mendapat pendidikan layak.
Anak-anak satu keluarga miskin di Sragen, Jateng, terpaksa harus bekerja keras agar bisa tetap sekolah.



Hal-hal di atas itu jelas jadi tanda tanya besar yang harus bisa kita jawab...
Aku sih jujur kalau sudah mapan nanti akan berusaha bantu anak-anak jalanan itu dapet pendidikan sebaik mungkin... Coba bayangin kalo kita yang ada di posisi mereka, harus panas-panas jualan koran pada jam 12 siang di Surabaya... Sedangkan banyak anak-anak orang kaya yang dengan malesnya kerja tugas di sekolah-sekolah ber-AC... Ga heran terkadang banyak orang mikir hidup ini ga adil...



Sangat diperlukan sekali kesadaran dan kepedulian dari berbagai kalangan baik dari pemerintah, pihak sekolah maupun para orang tua. Dimana kesemuanya sangat berpengaruh terhadap jumlah anak yang akan putus sekolah.


Let's hope for a brighter future for our education system... And we're the generation who shall start it!



http://kabar-heboh.co.cc/berita-nasional/anak-miskin-bekerja-agar-bisa-sekolah.html
http://emperordeva.wordpress.com/about/masih-adanya-anak-putus-sekolah-di-bali/


.

April 22, 2010

Nothing to Tell...

.

Kayaknya keinginanku untuk menulis telah menurun akhir-akhir ini. Seharusnya kan sebagai seorang Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, otak kita dituntut untuk selalu berinovasi dalam berkomunikasi, itu berarti, harus pinter-pinter merangkai kata. Tapi kenapa kok aku jadi semakin diam dan malah berusaha berhenti menulis?

Mungkin itulah yang aku pikirkan hari-hari ini, itlah kenapa aku membuka blog dan mencoba mencari rangkaian kata untuk menulis sesuau yang inelektual atau entertaining. Tapi yang ada?

Nothing to tell...

Aku malah berakhir menulis hal-hal gak jelas, aku malah melakukan curhat di depan umum yang nggak tahu aku tujukan buat siapa.

Aku teringat waktu Desember 2008 aku begitu excited untuk nge-blog. Temanku Nico dan Cung-Cung mengajari aku blogging. Aku tergila-gila saat itu, bahkan beberapa kali aku meluncurkan 7 posting dalam sehari... Benar-benar kemurahan hati waktu itu. Sekarang kalau aku mau seperti itu... Apa yang mau aku bagi?

Nothing to tell...

.

Try to do Her best! (^o^)

.

Wow, ga tau ada angin apa...
Adikku ma nge-blog!


Ya
aku sebagai orang yang udah lebih dulu nge-blog jadi ikutan seneng nih... Apalagi dari histori dari dianya yang ga pernah keliatan doyan nulis...


Hope she'll enjoy blogging!


Katanya seh dia akan bikin blog yang fokus pada lagu-lagu en resep masakan.^^
Maybe you all can check it out here!


There's a blog... ^^
Hmmm, like that phrase.


.

April 14, 2010

How Can I Repent?

.

Last Easter surely boost something new in my life...




Paskah 2010 akan mejadi momen yang merubah hidupku.
Aku nggak tahu kenapa dan bagaimana? Selama ini aku begitu penuh dosa dan pikiran-pikiran jahat. Berkali-kali aku selalu bertobat, tapi kembali ke jalan yang salah. Aku berkata, "Tuhan, aku manusia, aku nggak akan bisa lepas dari ini semua... Dosa terlalu kuat dan menyenangkan, jadi maaf Tuhan... Lain kali aku akan bertobat lagi..."

Tapi suatu kalimat sederhana saat ibadah Paskah menyentakku, "Mengikut Tuhan itu memang sulit, tapi kita harus menyangkal diri dan pikul salib."

Walau kalimat itu sudah aku dengar ratusan kali, kali itu berbeda.
Mataku dicelikkan, pikiranku dibukakan.
Seakan aku medengar permohonan di hatiku, "Tolong.... Tolong mengertilah kalimat ini... Tolong..."

Permohonan itu membuatku iba, dan aku bersaha mengerti makna kalimat itu hanya untuk memuaskan suara hati yang menyedihkan itu, akhirnya aku mengerti, Tuhan putus asa menarikku. Tuhan sangat ingin aku bebas dari dosa-dosaku, Tuhan mau sekali, sekali yang sangat sekali hingga tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata, agar aku bisa dekat denganNya... Tapi aku penuh dosa dan kotor karena aku mengeraskan hati, karena aku selalu berpikir, "Manusia itu pasti berdosa, sudahlah, jangan berusaha bertobat!"

Malamnya aku seperti diberi petunjuk: Saat ini berdoalah!

Aku tidak tahu apa yang harus aku doakan, jadi aku hanya berbicara sendiri yang bagiku saat itu seperti orang gila. Aku berbicara sendirian secara verbal di kamar dan tidak ada sahutan atau jawaban di hatiku, tapi aku tidak berhenti bicara.

Sejak saat itu aku seperti diikat dan tidak dilepaskan oleh serombongan malaikat Tuhan. Pikiranku tidak berhenti mengeluarkan suara yang menekanku untuk bertobat. Dosa-dosaku kini terasa sangat aneh bagiku. "Bagaimana mungkin aku dulu bisa sejahat itu?!"

Malamnya, tiba-tiba aku didorong untuk membuka google dan melakukan pencarian apapun tentang neraka. Jari-jariku bergerak dengan cepat di atas tombol HP dan aku kesulitan menemukan dokumen yang menarik hatiku. Akhirnya aku mencari lewat komputer dan jutaan informasi yang menjadi motivasiku bermunculan.

Saat membaca kisah-kisah yang sebenarnya sudah pernah aku dengar sebelumnya, otakku menyerap bacaan itu dengan berbeda. Pikiranku dibuka dan aku diberi kemampuan visual yang jauh lebih dahsyat dari sebelum-sebelumnya. Seakan apa yang aku baca itu nyata. Aku diberitahu, "Neraka itu ada dan nyata! Tolong sadarlah! Dengan kamu mati dan membawa benih dosa, kamu pasti akan masuk ke sana!"




Aku diberitahu bagaimana kemarahan dan tidak mau memaafkan merupakan hal yang membuat kita menderita siksa api kekal. Aku diberitahu betapa orang-orang yang menderita siksaan paling mengerikan dan tidak terkatakan merupakan orang-orang yang berhubungan dengan sihir, percabulan, dan penyembahan allah lain.

Detik itu aku bertobat, aku membuang segala aspek yang aku tuhankan selama ini.
Cukup radikal dan mengejutkan, bahkan bagi aku sendiri. Apa yang selama ini aku bilang tidak mungkin, rupanya sangat mungkin bagi Tuhan!
Selama ini aku selalu merasa pergi dari dosa adalah hal yang mustahil, rupanya bagi Tuhan itu semudah membalikkan telapak tangan, asal kita mau, Tuhan akan bekerja secara tidak terduga!

Aku bertanya, "Tuhan, apabila aku menceritakan hal luar biasa yang Kau ungkapkan padaku ini kepada semua orang, mereka pasti percaya! Apabila aku menceritakan kepada mereka tentang kengerian neraka yang kau jelaskan padaku, mereka pasti bertobat!"

JawabNya, "Mereka akan mengolokmu, dan beberapa akan percaya, tapi karena ketakutan akan neraka, itupun hanya akan berlaku sesaat, hanya sedikit yang akan benar-benar bertobat karena mencintai Aku. Banyak orang saat ini akan mengeraskan hatinya, melakukan pembenaran terhadap dosa-dosanya, mereka akan berkata 'ini keadaanku dan mustahil bisa kuubah', padahal mereka sedang mengeraskan hatinya. Mereka tidak mau meninggalkan dosa dan kebiasaan mereka yang jahat'."

Aku tertegun. Yang bisa aku lakukan saat ini hanya menjadi teladan dan mendoakan setiap orang yang aku ingat dan aku temui di jalan. Aku benar-benar takut dan tidak mau ada satupun orang yang aku kenal harus masuk ke tempat kengerian itu! Dimana lahar akan mengalir melewati kepala dan mengelupas kulit kita, dan cacing sepanjang 20 kaki bagai ular akan masuk ke dalam tubuh dan keluar lewat telinga, hidung, atau mata. Kesakitan yang membuat gila, tetapi tidak membuat kita gila atau mati. Daging kita dicabik-cabik oleh panas yang tidak terkatakan dan aroma paling busuk yang menjadi racun bagi siapapun.

Walau jutaan orang ada disana, tiap orang menderita kesakitannya sendiri. Tidak ada komunikasi sama sekali di neraka. Tak ada harapan. Sekali masuk, selama-lamanya.

Sekarang yang bisa aku lakukan hanya mendoakan kalian. Percayalah pada Tuhan dan menyesallah atas dosa kalian! Jangan menyesal saat semuanya terlambat!




Time is running out. You'll never know...

.