Powered By Blogger

September 7, 2009

Contoh Peristiwa Komunikasi Berdasarkan Prinsip-Prinsip Komunikasi



PRINSIP 1: KOMUNIKASI ADALAH PROSES SIMBOLIK


  1. LAMBANG BERSIFAT SEBARANG, MANASUKA, ATAU SEWENANG-WENANG:

Contoh Peristiwa:

Suatu merk dapat menjadi lambang kekayaan seseorang di mata masyarakat, contohnya saat seorang anak muda di suatu pusat perbelanjaan memakai pakaian dengan merk Billabong, maka orang-orang yang melihat anak muda tersebut dapat menebak kalau anak muda tersebut adalah seseorang yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas, namun di saat anak muda yang lain memakai pakaian Balibong, atau merk Billabong yang dipalsukan sehingga harganya jauh lebih murah, maka standard ekonomi orang tersebut di mata orang-orang yang melihatnya akan menurun. Orang-orang bisa memprediksikan kalau orang tersebut merupakan orang dengan perekonomian menengah ke bawah hanya karena pakaian yang ia kenakan merupakan pakaian dengan merk palsu, karena sudah pasti pakaian tersebut murah harganya.



  1. LAMBANG PADA DASARNYA TIDAK MEMPUNYAI MAKNA; KITALAH YANG MEMBERI MAKNA PADA LAMBANG:

Contoh Peristiwa:

Sebenarnya membuka payung di dalam rumah atau duduk di depan pintu rumah bukanlah sesuatu yang aneh, namun karena alasan-alasan yang ditakuti orang, seperti saat membuka payung di dalam rumah, takut akan terkena barang-barang sehingga rusak, atau saat duduk di depan pintu rumah takut mengganggu orang-orang yang akan keluar, akhirnya membuka payung di dalam rumah dan duduk di depan pintu rumah digambarkan sebagai sesuatu yang terlarang dan akan membawa sial.



  1. LAMBANG ITU BERVARIASI:

Contoh Peristiwa:

Kata ‘hot’ dalam bahasa Inggris memiliki arti panas, namun kata ‘hot’ juga dapat diartikan bermacam-macam, seperti seksi, menggairahkan, luar biasa, dan lain sebagainya. Contohnya saat seseorang mengatakan “That’s really hot!!” maka dalam kalimat ini, dapat diartikan hot sebagai kata ‘keren’.



PRINSIP 2: SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI (Dilihat dari sisi komunikan)


Contoh Peristiwa:

Saat seseorang tidak sengaja bersin di sebelah orang lain, orang yang bersin itu bertindak sebagai komunikator secara tak langsung, sebab ia menyampaikan suatu komunikasi, namun tanpa ia sadari. Walaupun begitu, orang di sebelahnya sebagai komunikan dapat dengan sadar menerima pesan tersebut sebagai suatu komunikasi. Setelah tahu si komunikator bersin, si komunikan dapat merespon, enah dengan berpikir kalau orang di sebelahnya sedang sakit flu, takut tertular, sampai berdiri dan mencari tempat duduk lain untuk menghindari si komunikator yang bersin.



PRINSIP 3: KOMUNIKASI MEMPUNYAI DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN


Contoh Peristiwa:

Saat seseorang ingin meminjam uang, ia bisa meminjam uang dari ayah maupun adiknya, dan dalam hal ini pesan yang ia sampaikan akan berbeda karena ia jauh lebih hormat kepada ayah daripada kepada adiknya. Contoh saat meminjam uang dari ayah, ia akan berkata, “Permisi, yah. Boleh tidak saya meminjam uang untuk membayar tugas kuliah?” dalam hal ini, ia meminjam dan menjelaskan tentang kegunaan uang yang akan ia pinjam, karena ia ingin ayahnya tahu kegunaan uang tersebut jadi ayahnya tidak akan marah. Se4dangkan saat meminjam uang dari si adik, ia akan berkata, “Dik, aku pinjam uangmu ya. Nanti pasti aku kembalikan.” Dalam hal ini, si kakak meminjam tanpa menjelaskan untuk apa uang tersebut, namun ia lebih menekankan kalau ia pasti akan mengembalikan uang itu, karena bagi si adik, uang itu tentu harus dikembalikan karena ia membutuhkannya, namun jika dengan ayah, uang itu bisa diberikan secara cuma-cuma karena sang ayah melihat kalau anaknya memang benar-benar membutuhkan uang tersebut untuk tugasnya.



PRINSIP 4: KOMUNIKASI BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN (Dilihat dari sisi komunikator)


Contoh Peristiwa:

Dalam hal ini komunikator melakukan komunikasi dengan berbagai tingkat kesadaran. Saat sedang marah dan ia menampar wajah orang yang sedang ia marahi, ia bisa melakukan itu dengan tingkat kesengajaan yang sangat rendah karena ia sudah gelap mata. Namun saat berpidato, sang komunikator tentu akan menjalankan pidato tersebut dengan tingkat kesengajaan yang tinggi.



PRINSIP 5: KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU


Contoh Peristiwa:

Saat sedang di rumahnya sendiri, seseorang bisa bertindak sesukanya tanpa mempedulikan sopan santun, sebab ia merasa sedang di rumahnya sendiri. Namun saat ia sedang bertamu di rumah orang, perilakunya bisa berubah drastis demi menghormati sang tuan rumah, ia bisa berubah menjadi jauh lebih sopan dan lebih tidak banyak bicara, hanya karena ruang dan waktunya berbeda.



PRINSIP 6: KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI


Contoh peristiwa:

Di Indonesia, setelah makan, seseorang yang ingin bersendawa akan berusaha menahannya atau melakukannya tanpa suara karena merasa itu adalah suatu tindakan yang tidak sopan, sebab ia sebagai komunikator akan memprediksikan reaksi orang-orang di sekitarnya, dan tentunya ia akan malu jika dianggap jorok dan tidak sopan. Namun di Arab, seseorang yang melakukan sendawa setelah makan akan dianggap menghormati masakan tuan rumah, kaena sendawa di Arab diartikan sebagai suatu kepuasan akan makanan yang dihidangkan. Jadi orang Arab akan memprediksikan reaksi orang-orang di sekitarnya sebelum akan bersendawa, dan saat ia merasa itu tidak apa-apa dan ia akan dianggap menghormati masakan tuan rumah selesai bersendawa, maka ia akan bersendawa tanpa merasa malu.



PRINSIP 7: KOMUNIKASI BERSIFAT SISTEMIK


Contoh Peristiwa:

Komunikasi memiliki sistem internal dan eksternal di dalamnya. Contohnya Joko kurang menyukai kebiasaan buruk temannya, Anita yang suka menjelek-jelekkan teman-temannya di belakang. Secara internal, Joko terus berpikir, bagaimana caranya menasehati Anita tentang kebiasaan buruknya itu tanpa menyakiti perasaannya atau membuatnya marah. Akhirnya secara eksternal pesan itu Joko sampaikan lewat perkataan, “Anita, saya sebagai teman yang peduli kepadamu mau menasehatimu, menurutku sebaiknya kamu berusaha menghilangkan kebiasaan buruk itu, sebab menjelek-jelekkan orang di belakang mereka itu bukanlah hal yang baik.”



PRINSIP 8: SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL-BUDAYA, SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI


Contoh Peristiwa:

Karena Bunga yang berasal dari Indonesia berteman dengan Ashraf yang berasal dari Malaysia, maka komunikasi di antara mereka berdua dapat berjalan dengan efektif, sebab kehidupan sosial-budaya di Indonesia dan Malaysia tidak jauh berbeda. Namun saat Ashraf yang dari Malaysia berkenalan dengan Miho yang dari Jepang, komunikasi di antara mereka berdua tidak berjalan dengan sangat efektif, sebab kehidupan sosial-budaya antara Jepang dan Malaysia sangatlah berbeda.



PRINSIP 9: KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL


Contoh Peristiwa:

Dalam hal ini, komunikator dapat menjadi komunikan, dan sebaliknya, komunikan dapat berubah menjadi komunikator. Contohnya saat Reuben sedang belajar bersama Andrew, awalnya Reuben-lah yang mengajari Andrew. Disini Reuben berperan sebagai komunikator yang menyampaikan pesan pada Andrew. Namun saat mencapai topik yang dimengerti Andrew dan tidak terlalu dikuasai Reuben, maka posisi keduanya bisa berbalik, Andrew yang berperan sebagai komunikator yang mengajari Reuben.



PRINSIP 10: KOMUNIKASI BERSIFAT PROSESUAL, DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL


Contoh Peristiwa:

Suatu komunikasi dapat merubah pandangan komunikan. Contoh pada awalnya Robert sangat tidak menyukai bisnis MLM, ia bahkan pernah berjanji tidak akan bergelut di dalamnya. Namun setelah Jack yang mengikuti bisnis Tianshi mengadakan prospek pada Robert selama dua jam, pandangan Robert terhadap MLM bisa berubah drastis, bahkan Robert bisa menjadi anggota bisnis MLM Tianshi dan menjadi anggota yang sangat aktif.



PRINSIP 11: KOMUNIKASI BERSIFAT IRREVERSIBLE


Contoh Peristiwa:

Pesan yang telah disampaikan lewat komunikasi tidak akan dapat ditarik kembali, contohnya saat Once yang berprofesi sebagai penyanyi meluncurkan sebuah lagu, ia mengatakan kalau judul lagu tersebut masih belum pasti, namun karena pada bagian refrain lagu itu banyak terdapat kata-kata “Aku Mau”, akhirnya Once-pun mengijinkan masyarakat menyebut judul lagu itu “Aku Mau”. Namun setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya Once mengatakan bahwa lagu tersebut berjudul, “Aku Cinta Kau Apa Adanya”, namun masyarakat tetap merasa bahwa lagu itu berjudul “Aku mau” sebab pesan itu sudah sangat melekat di pikiran masyarakat. Akhirnya Once tidak mempermasalahkan tentang judul sebenarnya dari lagu itu, sebab ia sudah pernah memberi ijin masyarakat untuk menyebut judul lagunya sebagai “Aku Mau”, dan ijin dari Once itu sudah tidak bisa ditarik kembali.



Semoga informasi ini bisa berguna buat kalian yah!^^


September 6, 2009

Let's Learn ENGLISH, Everybody!!^^ (Scanning and Skimming, How to be a Good Reporter and Good Broadcaster, Reading Techniques)


SCANNING & SKIMMING



Easier - There are different styles of reading for different situations. The technique you choose will depend on the purpose for reading. For example, you might be reading for enjoyment, information, or to complete a task. If you are exploring or reviewing, you might skim a document. If you're searching for information, you might scan for a particular word. To get detailed information, you might use a technique such as SQ4R. You need to adjust your reading speed and technique depending on your purpose.


Many people consider skimming and scanning search techniques rather than reading strategies. However when reading large volumes of information, they may be more practical than reading. For example, you might be searching for specific information, looking for clues, or reviewing information.


Harder - Web pages, novels, textbooks, manuals, magazines, newspapers, and mail are just a few of the things that people read every day. Effective and efficient readers learn to use many styles of reading for different purposes. Skimming, scanning, and critical reading are different styles of reading and information processing.


Skimming is used to quickly identify the main ideas of a text. When you read the newspaper, you're probably not reading it word-by-word, instead you're scanning the text. Skimming is done at a speed three to four times faster than normal reading. People often skim when they have lots of material to read in a limited amount of time. Use skimming when you want to see if an article may be of interest in your research.


There are many strategies that can be used when skimming. Some people read the first and last paragraphs using headings, summarizes and other organizers as they move down the page or screen. You might read the title, subtitles, subheading, and illustrations. Consider reading the first sentence of each paragraph. This technique is useful when you're seeking specific information rather than reading for comprehension. Skimming works well to find dates, names, and places. It might be used to review graphs, tables, and charts.


Scanning is a technique you often use when looking up a word in the telephone book or dictionary. You search for key words or ideas. In most cases, you know what you're looking for, so you're concentrating on finding a particular answer. Scanning involves moving your eyes quickly down the page seeking specific words and phrases. Scanning is also used when you first find a resource to determine whether it will answer your questions. Once you've scanned the document, you might go back and skim it.


When scanning, look for the author's use of organizers such as numbers, letters, steps, or the words, first, second, or next. Look for words that are bold faced, italics, or in a different font size, style, or color. Sometimes the author will put key ideas in the margin.


Reading off a computer screen has become a growing concern. Research shows that people have more difficulty reading off a computer screen than off paper. Although they can read and comprehend at the same rate as paper, skimming on the computer is much slower than on paper.




HOW TO BE A GOOD REPORTER AND GOOD BROADCASTER?

Rules and Tips on Being a Good Reporter:



1. Do not use CAPITAL letters when writing a report.


2. Do not use slang language or inappropriate language in your report.


3. Write in complete sentences.


4. Put 2 spaces after ending punctuation marks.


5. Capitalize ONLY at the beginning of sentences or proper nouns.


6. You should say what you need to say.


7. The information in your article should be found in a reliable source such as: magazine, newspaper, web site, TV news, and interview.


8. All of your spelling should be correct.


9. Your topic should be interesting to children.


10. Your information should be recent and current.


11. We reserve the right to decline and not post articles that are obscene or judged inappropriate by the editors.


12. All articles should have a email address so we could contact you if necessary.



Being a journalist does not require a specialized degree, although some reporters are j-school grads. Reporting is a trade that, to a large degree, can be taught through on-the-job training. In fact, if a new reporter is lucky enough to be mentored by an experienced journalist, that new reporter will get an invaluable real-world education. Sadly, this era of media consolidation has seen many of the most experienced journalists put out to pasture, simply because they are the biggest expenses on their corporate masters' budget sheets. The net result? There's a lot of new reporters out there, often looking like deer trapped in headlights, given bylines and put on the air before they've mastered the basic mechanics of their trade.

There's also an element of journalism that can't be taught: Some people instinctly can smell a story. They're the ones who always seem to be at the right place at the right time to produce a story no one else has, or they find a story angle everyone else has missed. As you might imagine, this type of reporter is few and far between.

So how can you tell which reporters are the good ones? The kind that make you sleep easier at night, knowing your country's fundamental precepts are in good hands? And who are the ones who are screwing everything up?



Here's some telltale signs:


Attention to Detail. A good reporter doesn't take anything for granted. Expect the spelling of your name and title to be verified, especially if it's a reporter who's new to you. Titles do change, and so do companies' names, now that we feel the need to rebrand everything we touch. Women's names change, too. If it's been awhile since the same reporter has called you, he or she should reconfirm this basic information with you. Expect other basic facts (places, people, dates, numbers) to be confirmed as well. Such an attention to detail tells you the reporter is committed to providing accurate information.



READING TECHINQUES


Reading Efficiently by Reading Intelligently

Good reading strategies help you to read in a very efficient way. Using them, you aim to get the maximum benefit from your reading with the minimum effort. This section will show you how to use six different strategies to read intelligently.


Strategy 1: Knowing what you want to know


The first thing to ask yourself is: Why you are reading the text? Are you reading with a purpose or just for pleasure? What do you want to know after reading it? Once you know this, you can examine the text to see whether it is going to move you towards this goal. An easy way of doing this is to look at the introduction and the chapter headings. The introduction should let you know whom the book is targeted at, and what it seeks to achieve. Chapter headings will give you an overall view of the structure of the subject. Ask yourself whether the book meets your needs. Ask yourself if it assumes too much or too little knowledge. If the book isn't ideal, would it be better to find a better one?



Strategy 2: Knowing how deeply to study the material


Where you only need the shallowest knowledge of the subject, you can skim material. Here you read only chapter headings, introductions and summaries. If you need a moderate level of information on a subject, then you can scan the text. Here you read the chapter introductions and summaries in detail. You may then speed read the contents of the chapters, picking out and understanding key words and concepts. At this level of looking at the document it is worth paying attention to diagrams and graphs. Only when you need detailed knowledge of a subject is it worth studying the text. Here it is best to skim the material first to get an overview of the subject. This gives you an understanding of its structure, into which you can fit the detail gained from a full, receptive reading of the material. SQ3R is a good technique for getting a deep understanding of a text.


Strategy 3: Active Reading


When you are reading a document in detail, it often helps if you highlight, underline and annotate it as you go on. This emphasizes information in your mind, and helps you to review important points later. Doing this also helps to keep your mind focused on the material and stops it wandering. This is obviously only something to do if you own the document! If you own the book and find that active reading helps, then it may be worth photocopying information in more expensive texts. You can then read and mark the photocopies. If you are worried about destroying the material, ask yourself how much your investment of time is worth. If the benefit you get by active reading reasonably exceeds the value of the book, then the book is disposable.


Strategy 4: How to study different sorts of material


Different sorts of documents hold information in different places and in different ways. They have different depths and breadths of coverage. By understanding the layout of the material you are reading, you can extract useful information much more efficiently.


Reading Magazines and Newspapers:

These tend to give a very fragmented coverage of an area. They will typically only concentrate on the most interesting and glamorous parts of a topic - this helps them to sell copies! They will often ignore less interesting information that may be essential to a full understanding of a subject. Typically areas of useful information are padded out with large amounts of irrelevant waffle or with advertising. The most effective way of getting information from magazines is to scan the contents tables or indexes and turn directly to interesting articles. If you find an article useful, then cut it out and file it in a folder specifically covering that sort of information. In this way you will build up sets of related articles that may begin to explain the subject. Newspapers tend to be arranged in sections. If you read a paper often, you can learn quickly which sections are useful and which ones you can skip altogether.


Reading Individual Articles:

Articles within newspapers and magazines tend to be in three main types:

  • News Articles:
    Here the most important information is presented first, with information being less and less useful as the article progresses. News articles are designed to explain the key points first, and then flesh them out with detail.
  • Opinion Articles:
    Opinion articles present a point of view. Here the most important information is contained in the introduction and the summary, with the middle of the article containing supporting arguments.
  • Feature Articles:
    These are written to provide entertainment or background on a subject. Typically the most important information is in the body of the text.

If you know what you want from an article, and recognize its type, you can extract information from it quickly and efficiently.


Strategy 5: Reading 'whole subject' documents


When you are reading an important document, it is easy to accept the writer's structure of thought. This can mean that you may not notice that important information has been omitted or that irrelevant detail has been included. A good way of recognizing this is to compile your own table of contents before you open the document. You can then use this table of contents to read the document in the order that you want. You will be able to spot omissions quickly.


Strategy 6: Using glossaries with technical documents


If you are reading large amounts of difficult technical material, it may be useful to photocopy or compile a glossary. Keep this beside you as you read. It will probably also be useful to note down the key concepts in your own words, and refer to them when necessary. Usually it is best to make notes as you go. Effective way of doing this include creating Concept Maps or using the Cornell Note Taking System.


Key points:

This section shows six different strategies and techniques that you can use to read more effectively. These are:

  • Knowing what you need to know, and reading appropriately
  • Knowing how deeply to read the document: skimming, scanning or studying
  • Using active reading techniques to pick out key points and keep your mind focused on the material
  • Using the table of contents for reading magazines and newspapers, and clipping useful articles
  • Understanding how to extract information from different article types
  • Creating your own table of contents for reviewing material
  • Using indexes, tables of contents, and glossaries to help you assimilate technical information.



September 5, 2009

My Weird Habbit: SLEEPWALKING

Ini cerita tentang kebiasaanku yang aneh.

Dulu, sekitar umur 7 sampai 8 tahun, aku sering sekali sleeping walking atau bahasa kerennya ngelindur. Jadi tiap tengah malam aku bisa jalan-jalan waktu tidur, bahkan bicara sama orang, tapi kalau bicara, aku biasanya nggak tahu apa yang aku omongin dan biasanya ga nyambung ama ngelantur. Waktu bangun, aku bisa terheran-heran waktu diceritai kalau semalam aku bicara yang enggak-enggak, bahkan aku pernah ngelindur sampai nangis!

Suatu hari, aku sekeluarga menginap di Hotel Westin (Yang sekarang sudah diganti jadi J.W. Marriot). Aku suka sekali mandi disana! Soalnya ada bathub gede dan airnya panas, pokok nyaman sekali! Dalam sehari, di hotel itu aku bisa mandi 4 sampai 5 kali biar nggak disuruh, soalnya aku ketagihan mandi di bathub air panas…


Di kamar hotel itu, ada sebuah lemari baju yang ukurannya cukup besar bagi aku waktu itu. Gara-gara iseng, aku masuk di lemari itu terus aku tidur. Itu sekitar jam 4 sore, waktu itu semua keluargaku lagi nonton TV. Tiba-tiba waktu aku bangun, aku sudah berendam di bak air panas, udah gitu gak pake baju lagi, dan kran airnya masih menyala!! Aku langsung berteriak, “Maaa… Kok aku ada disini???” Seluruh keluargaku yang ada di luar kamar mandi bingung, rupanya aku ngelindur dan masuk sendiri ke kamar mandi!


Ternyata aku lepas baju sendiri, aku kunci pintu kamar mandi sendiri, aku nyalain kran air panas sendiri, dan aku lanjutin tidur sambil berendam di bak air panas tanpa sadar!! Otomatis seluruh anggota keluargaku tertawa gak berhenti-berhenti…


Sejak kejadian itu, keluargaku terutama kakak perempuanku suka sekali mengulang-ulang kejadian itu, kalo cerita dia pasti ketawa-ketawa… Abis semua heran, kok bisa aku nelindur sambil buka baju terus tidur di bak air panas…

Masih banyak lagi kejadian tentang kebiasaan anehku ini, pernah aku nangis-nangis sendiri waktu sakit panas dan disuruh minum obat, setelah bener-bener bangun dan sadar kalo aku ternyata cuma disuruh minum obat, baru aku bisa tenang sambil kebingungan minum obat itu...


Di kasus lain aku bisa ngigau dengan jelas dan keras, pernah ada satu kejadian aku ngigau dan ditangkep basah adikku... Kalo inget-inget itu adikku mesti ketawa ngakak, malu banget aku... (Cerita selengkapnya ga mungkin kuobral disini!!!)


Kadang-kadang aku bisa lari-lari sambil tidur, dan baru bangun waktu udah berdiri di tempat lain, biasanya kalo udah gitu aku bisa kebingungan sendiri...


Tapi kebiasaan buruk itu sudah nggak pernah terulang lagi sejak aku melewati umur 10 tahun. Tapi nggak tahu lagi nantinya…(^^)

September 4, 2009

ESCAPE: Kisah Nyata yang Menyedihkan dan Memprihatinkan...


JUDUL BUKU: ESCAPE

KARYA: Carolyn Jessop & Laura Palmer (Penulis)

PENERBIT: Hikmah (PT Mizan Publika)

CETAKAN: I, November 2008

TEBAL: 520 halaman





MEMAHAMI KEHIDUPAN PENUH KONFLIK

SEKTE POLIGAMI


“Bayangkan dipaksa menikahi orang asing… Bayangkan membagi suami dengan lima wanita lain… Bayangkan memiliki delapan anak dalam lima belas tahun… Bayangkan mengetahui bahwa setiap gerakan diawasi… Bayangkan tak diizinkan mencium atau memeluk anak-anakmu... Bayangkan bahwa kau tak mampu melindungi jiwa-jiwa muda dari sekte yang telah menghancurkan kehidupanmu sendiri... Bayangkan kabur, dan pergi kencan untuk pertama kalinya pada usia tiga puluh lima...”



ITULAH hal-hal yang telah dialami oleh Carolyn Jessop dan telah ia tulis dalam buku kisah nyata mengenai kehidupannya, ESCAPE. Tujuh belas tahun lamanya Carolyn Jessop terjebak dalam pernikahan poligami di sekte Fundamentalist Church of Latter Day Saints, sekte sempalan yang sudah tak diakui keberadaannya oleh Gereja Mormon. Pada usia delapan belas tahun, Carolyn dipaksa menikahi Merril Jessop, pria yang lebih tua tiga puluh dua tahun daripada dirinya, sebagai istri keempat. Selanjutnya, hidup bagai penjara bagi Carolyn. Dia melahirkan delapan orang anak, menderita penganiayaan psikologis dari suami beserta keenam istri lainnya dan tak mempunyai hak untuk membuat keputusannya sendiri. Di dalam sekte FLDS ini, poligami merupakan suatu hal yang sakral dan wajib dijalankan setiap orang. Orang-orang yang menganut monogami dianggap sesat karena menentang perintah Allah. Obesitas dipandang sebagai dosa, memeluk dan mencium buah hati juga dipandang sebagai suatu perilaku yang tidak pantas.


Gereja FLDS (Fundamentalist Church of Latter Day Saints) yang dimaksud dalam ESCAPE berbeda dengan Gereja LDS (Latter Day Saints atau Gereja Yesus Kristus dari orang-orang Suci Zaman Akhir). Gereja LDS yang juga dikenal sebagai Gereja Mormon sendiri telah menghapuskan praktik Poligami sejak akhir abad ke-19. Penghapusan diprakarsai oleh Brigham Young. Sejak itulah muncul sekte-sekte sempalannya. Salah satunya adalah FLDS, yang masih mempraktikkan poligami. Di Indonesia, LDS masuk sebagai yayasan tahun 1970-an, dan telah diakui sebagai gereja pada tahun 1987.


Carolyn Jessop akhirnya membulatkan tekad dan memberanikan diri menyusun rencana melarikan diri pada 2003 bersama kedelapan anaknya, meski hanya membawa $20. Carolyn terus berjuang terbebas dari FLDS dan melawan Warren Jeffs, nabi sekte tersebut di pengadilan. Tahun 2006, laporan Carolyn Jessop pada jaksa agung Utah mengenai penganiayaan di gereja merupakan bagian krusial dari kasus yang berlanjut dengan penempatan pemimpin sekte, Warren Jeffs, dalam Daftar Orang Paling Dicari FBI.


Menurut saya, buku setebal 520 halaman ini merupakan buku semi-biografi yang sangat menarik sekaligus mendidik. Banyak tindakan Carolyn Jessop yang dapat menginspirasi banyak orang, mulai laki-laki hingga perempuan, mulai usia remaja hingga usia tua. Banyak penganiayaan psikologis yang dialami Carolyn, mulai persaingan memperebutkan suami yang tidak pernah ia cintai dengan kelima istri lain, penyiksaan fisik terhadap anak-anaknya yang pasti sangat melukai batin Carolyn, pekerjaan rumah yang tiada habisnya karena harus memenuhi kebutuhan lebih dari empat puluh anak, jumlah uang yang sangat dibatasi, dan cita-cita setinggi langit yang tidak akan pernah diijinkan untuk dicapai. Segala pengalaman nyata Carolyn Jessop ini akan divisualisasikan ke layar lebar dan diperankan oleh Katherine Heigl (Artis 27 Dresses, Grey’s Anatomy).


Sekte poligami adalah suatu organisasi yang penuh konflik dan tekanan hidup. Terbukti dalam FLDS banyak ibu rumah tangga yang melakukan bunuh diri. Persaingan antara istri begitu ketat dan liar dalam tiap rumah tangga, walaupun dari luar tiap keluarga tampak begitu damai dan tanpa konflik. Istri-istri yang telah melahirkan banyak anak dan tidak sanggup memuaskan suaminya secara jasmani dan rohani tidak akan dihiraukan lagi oleh sang suami. Para istri-istri yang baru dinikahi akan menjadi ancaman besar untuk istri lama. Seorang laki-laki dengan tingkat kekuasaan menengah keatas di sekte ini dapat menikahi sampai dua puluh orang istri, bahkan nabi utama sekte poligami dapat memiliki lima puluh orang istri. Pernikahan dapat terus dilaksanakan, bahkan walaupun sang pria telah berusia delapan puluh tahun. Lingkungan poligami merupakan lingkungan yang sangat tidak sehat, terutama bagi anak-anak perempuan. Gadis yang berusia dua belas tahun-pun tidak boleh menolak jika ingin dinikahi seorang pria tua, sebab menolak permintaan menikah adalah suatu hal yang tabu di sekte ini.


Bagi wanita yang telah menikah di sekte ini, diharapkan memiliki sebanyak mungkin anak. Bagi wanita yang hanya memiliki seorang anak atau tidak memiliki anak sama sekali, wanita itu akan dipandang sebagai wanita yang dikutuk Allah. Istri yang melaporkan kesalahan suaminya kepada nabi-pun akan dianggap sebagai istri yang berdosa karena meragukan kuasa suaminya sebagai utusan Tuhan. TV, radio, dan buku-buku apapun dilarang di FLDS karena segala hal itu dianggap benda-benda iblis, hal ini membuat Carolyn begitu sedih, karena koleksi bukunya dari kecil tiba-tiba dirampas dan dibakar saat ia sedang tidak di rumah. Di Sekte Poligami FLDS, ada begitu banyak peraturan-peraturan tak logis dan aneh yang membuat banyak orang menderita dan tertekan, tetapi mereka tetap tidak dapat mengutarakan pikirannya, sebab selalu pada akhirnya, para istri-lah yang salah. Melarikan diri dari FLDS juga bukanlah suatu hal yang mudah, jika tertangkap, sang istri bisa dihukum, entah itu disiksa secara fisik atau ditolak selamanya dari kerajaan Surga.


Anak-anak-pun sangat sering dipukul dan disiksa, tetapi membicarakan hal-hal inipun merupakan hal yang sangat tabu. Pernah waktu masih kecil, Carolyn melihat temannya penuh lebam dan di tangannya ada luka bakar yang besar, namun temannya hanya diam saja dan tampak sangat sedih. Kekerasan dalam rumah tangga sangat sering terjadi di sekte poligami ini, namun membicarakannya dianggap sangat tidak pantas, karena istri dan anak yang dihajar oleh suami/ayah, dianggap beruntung karena dapat memiliki suami atau ayah yang pandai dalam mendidik.



Sungguh tragis nasib Faunita, istri pertama dari Merril Jessop di buku ini. Faunita telah melahirkan begitu banyak anak untuk Merril sehingga tubuhnya begitu gemuk, hal ini membuat sang suami tidak senang, hingga Merril memandang Faunita sebagai istri yang tidak berbakti karena obesitas, hingga Merril-pun tidak mau berhubungan intim lagi dengan Faunita. Hal ini merupakan hal yang sangat menyedihkan, karena di sekte Poligami, istri yang tidak berhubungan intim dengan suaminya lagi tidak akan pernah dianggap, sebab ada begitu banyak istri yang berebut kasih sayang satu suami. Ruth, istri kedua Merril merupakan seorang wanita yang tidak waras, tekanan hidup dan stress telah membuatnya menjadi ancaman bagi istri-istri lain dan anak-anak di rumah itu. Sedang Barbara, istri ketiga, adalah seorang wanita yang sangat kejam dan suka memerintah serta menyiksa secara fisik. Namun sayangnya, Barbara-lah yang menjadi istri kesayangan Merril, akibatnya ketiga istri yang lain menderita penganiayaan fisik dan batin yang parah, diakibatkan istri kesayangan Merril adalah istri terjahat. Belum lagi istri kelima dan keenam, Tammy dan Cathleen yang dinikahi sekaligus oleh Merril karena suami mereka yang dulu telah meninggal, telah membuat persaingan antar istri Merril Jessop menjadi semakin ketat dan liar. Hal paling menyedihkan bagi para istri yang ditinggal mati suaminya adalah, mereka akan dipaksa menikah dengan orang lain tanpa bisa menolak.


Buku ini merupakan kisah semi-biografi yang sangat menarik. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari buku ini, mulai dari rendah hati, tidak mudah menyerah, keberanian, dan kemauan untuk berjuang dalam menghadapi kehidupan. Kelebihan dari buku ini adalah adanya foto-foto yang mempermudah pembaca dalam membayangkan tokoh-tokoh dalam cerita. Buku ini juga menggunakan bahasa yang sangat mudah dimengerti dan menarik untuk dibaca, hingga pembaca dituntun membayangkan adegan-adegan nyata secara begitu detail dan mengejutkan. Saya sendiri terhanyut dalam pengalaman hidup Carolyn Jessop, buku ini menimbulkan banyak pertanyaan dan keheranan, seperti pendapat Jon Krakauer (Penulis buku INTO THIN AIR dan INTO THE WILD) untuk ESCAPE, “Kisah yang sangat ajaib dan mengejutkan... Kenyataan terkadang memang bisa jauh lebih aneh daripada fiksi.”



Saya berpendapat buku ini wajib dimiliki untuk bahan pembelajaran, terutama bagi perempuan-perempuan yang dalam kehidupan berumah tangganya ada kans dalam merasakan kehidupan rumah tangga poligami, sebab ada banyak pelajaran melalui pengalaman nyata Carolyn Jessop yang dapat dipetik untuk diambil hikmahnya.



Johansen Halim

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi

Universitas Kristen Petra

SURABAYA

September 3, 2009

Refleksi Diri Lewat Buku "IMAN KRISTEN"


Saya sudah membaca sebuah buku berjudul IMAN KRISTEN yang dibuat oleh Dr. harun Hadiwijono. Lewat buku ini, aku bisa mengambil esensi yang bagus dan bisa berefleksi melaluinya.


Buku Iman Kristen yang telah saya baca memberi saya beberapa pengetahuan baru tentang arti suatu iman. Saya belajar bahwa Allah menyatakan diriNya kepada umatNya, sehingga umatNya mengenal Allah, namun proses pernyataan itu tidaklah sempurna, masih harus melalui proses yang cukup panjang agar proses pengenalan Allah dan manusia itu menjadi jelas.



Buku ini memberi saya ilmu bahwa iman adalah menerima kesaksian orang lain. Awalnya saya agak heran membaca pernyataan ini, akhirnya setelah saya lanjutkan membaca, saya sadar bahwa arti dari sebuah iman adalah mengamini berita yang dibawakan kepadanya sebagai berita yang benar, atau dengan kata lain percaya sepenuhnya akan pengalaman atau mujizat yang dialami oleh orang lain. Dengan percaya sepenuhnya, berarti kita percaya pula dengan yang Maha Kuasa. Bahkan definisi iman ini juga dikatakan dengan sama di Roma 10:17.


Iman memiliki hubungan yang lekat dengan injil. Sebab injil yang diterima itu tidak membiarkan orang tidak bergerak, melainkan injil menggerakkan hati orang itu hingga percaya, dan hidup dari kepercayaannya tadi. Isi dari pengetahuan iman adalah kehendak Tuhan Allah dalam arti yang seluas-luasnya. Pengetahuan yang seluas-luasnya ini tidak dengan sendirinya diberikan bersama-sama dengan iman, sebab semua orang beriman harus mengusahakannya. Artinya walaupun kita telah menjadi orang yang beriman, dalam mencerna suatu injil di pikiran kita untuk memperoleh pengetahuan dalam arti yang seluas-luasnya, kita semua harus berusaha.


Iman terdiri dari 3 unsur pendukung. Yang pertama adalah unsur ketaatan. Sebab iman berarti mentaati isi injil. Yang kedua adalah unsur pengetahuan, sebab iman mengandaikan adanya pengetahuan yang menjadi alasnya dan yang menjadi sumber kekuatannya. Ketiga adalah mempercayai, mengandalkan. Sebab iman bukanlah bersandar kepada hal-hal duniawi, akal pikiran kita, melainkan kepada karunia Allah.


Bagi saya pribadi, hal paling menarik dari buku Iman Kristen ini adalah pada bagian terakhir dari buku ini, yaitu di Bab 6 yang membahas mengenai Akhir Zaman. Setelah membaca bagian ini, saya percaya kalau saya, dengan banyak pembaca Iman Kristen yang lain, akan semakin dikuatkan imannya dengan membaca bagian ini. Pada bagian Akhir Zaman, dijelaskan dengan cukup detail mengenai saat-saat akhir dunia dilihat dari segi firman. Baik dari pandangan iman Hindu, Budha, maupun Islam. Pada bagian Akhir Zaman ini, dijelaskan oleh Dr. Harun Hadiwijono kalau kitab Wahyu tidak menjelaskan urutan-urutan kejadian yang terjadi di akhir zaman. Sebab kitab Wahyu menyatakan kejadian yang akan terjadi dengan kalimat wahyui, bukan menyatakan kejadian yang akan terjadi secara urut. Bahkan di bagian ini, dikatakan bahwa adanya kerajaan Seribu Tahun itu telah barlangsung saat ini. Namun pendapat ini sampai saat ini masih saya ragukan dan belum bisa saya terima, dengan alasan saya telah mendapat ajaran bahwa kerajaan seribu tahun baru akan tercipta setelah masa Antikristus berakhir. Selain itu, dijelaskan dengan baik di bagian ini mengenai kebangkitan orang-orang mati, bumi yang baru, serta hidup kekal yang akan diperoleh oleh semua orang yang percaya di saat akhir.



Buku Iman Kristen ini mengajar saya banyak hal. Walau ada beberapa bagian di buku ini yang cukup sulit saya mengerti, namun banyak pula hal menarik yang bisa saya peroleh dari buku ini. Saya harap buku ini juga bisa mengajarkan banyak hal dan menjadi berkat bagi para pembaca yang lainnya.

September 2, 2009

DIARI 7 HARI SEBELUM KEMATIAN


Pernah ga sih ngebayangin, kira-kira gimana ya kalo 7 hari lagi malaikat maut bakal menjemput kita????



Wiw... Serem banget pastinya...


Tapi kalo kita deket ama Tuhan, kita pasti siap kok meninggalkan dunia ini kapan aja...
*Cuma kasian ama yang ditinggal*...


Berikut diariku kalo aku udah tahu 7 hari lagi aku bakalan ko'it...



Apa yang akan aku lakukan 7 hari sebelum kematianku??




Hari ke-1:


Aku sudah tahu 7 hari lagi aku akan meninggal, hari ini aku mau berkumpul bersama teman-temanku, aku akan bersenang-senang seharian, aku akan berkumpul bersama mereka sampai malam, aku akan menikmati tiap detiknya, anggap saja ini hari terakhir aku bersama mereka, aku akan membicarakan banyak hal, tertawa, pokoknya bersenang-senang dengan teman-temanku!


Hari ke-2:


Sekarang hari ke-2, aku akan berhenti kuliah, berhenti melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak berguna… Sekarang aku akan menghabiskan hariku menikmati semua makanan yang selalu ingin aku coba! Aku akan mencoba makanan-makanan baru, tidak peduli berapa harganya!! Jadi paling tidak aku tahu rasanya…


Hari ke-3:


Semua harta yang tersisa, yang aku miliki, seluruhnya akan aku sumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan, kalau saat itu aku sudah punya anak, sebagian aku wariskan kepada keturunanku, selebihnya akan aku sumbangkan untuk rumah sakit, panti asuhan, dan terutama Rumah Tuhan.


Hari ke-4:


Aku akan habiskan waktuku dengan silahturahmi pada keluarga besarku, jadi sepupu-sepupu, tante, om, dan saudara jauh yang aku tahu.


Hari ke-5:


Aku akan habiskan seharian penuh bersama keluargaku, dengan papa-mama, kakak, adik, pokoknya jalan-jalan, makan-makan, bersenang-senang dan menceritakan hal-hal yang macam-macam!


Hari ke -6:


Aku akan istirahat selama beberapa jam, aku akan menenangkan pikiran, kemudian aku akan menghabiskan waktuku dengan berdoa, membaca alkitab, dan memuji Tuhan.


Hari ke-7:

Aku tetap akan menghabiskan waktu untuk berdoa, membaca alkitab, dan memuji Tuhan, sebentar lagi waktuku habis, aku akan meninggal, tentu aku merasa sangat perlu untuk menghabiskan waktuku untuk dekat dengan Tuhan. Jadi aku akan terus mempersiapkan diri.



Yah... Itu sih kalo aku.. Bukan munafik loh, tapi kalo aku emang beneran tau, kira-kira ini yang aku laku'in...


HOW ABOUT YOU??